NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:37.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Dunia Doni runtuh saat istri tercintanya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan putri mereka, Maudi. Di masa rentan itu, masuklah Seina, seorang wanita licik yang ambisius. Demi menguasai harta Doni, Seina melakukan aksi nekat,ia menukar Maudi dengan putri kandungnya sendiri, Eliza.
Sejak saat itu, nasib kedua bocah tersebut berubah 180 derajat. Eliza tumbuh sebagai gadis yang sangat dimanja dan bergelimang kemewahan. Sebaliknya, Maudi yang merupakan anak kandung Doni, justru dianggap sebagai pembawa sial oleh Seina. Selama tujuh tahun, Maudi kecil hidup dalam penderitaan, disiksa secara fisik dan mental oleh Seina tanpa sepengetahuan Doni.

Penderitaan Maudi berakhir ketika sebuah insiden membuatnya terbuang dan akhirnya tumbuh di lingkungan pesantren. Di sinilah mutiara yang terpendam itu mulai bersinar. Maudi ternyata adalah seorang anak yang sangat jenius.




Assalamualaikum...
yuk, ikuti kelanjutan kisahnya ....
semoga suka.... jangan lupa dukungannya ya🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Setelah Seina pergi dengan kartu emas di tangannya, kesunyian kembali menyelimuti paviliun yang pengap itu. Maudi tidak langsung tidur. Ia Melepaskan gamisnya dan berganti memakai piama yang nyaman, , Maudi membersihkan krim buruk rupanya menggunakan cairan khusus yang ia Racik sendiri....Setelah benar-benar bersih , Ia berjalan menuju meja kayu tua, mengambil paperbag berisi rangkaian produk kadaluarsa pemberian Seina, lalu membuangnya ke tempat sampah tanpa ragu.

"Zat ini tidak akan menyentuh kulitku lagi, Ibu," bisik Maudi dingin.

Ia kemudian duduk di depan laptop modifikasinya. Jari-jarinya menari di atas keyboard, menembus protokol keamanan RS Medika tahun 2008 yang lebih rumit dari dugaannya. Namun, bagi peretas selevel Maudi, ini hanya masalah waktu.

Mata Maudi terpaku pada layar saat seorang wanita dengan menggendong bayi mengendap-endap jalan ke ruang inkubator yang saat itu sedang terjadi pertukaran shift antar perawat.

Tidak lama kemudian wanita tersebut yang memakai masker keluar lagi dengan begitu santai seperti tidak terjadi apa-apa....

Karena penasaran....Maudi menghentikan video saat perempuan itu baru keluar dari ruang inkubator...ia memperbesar gambarnya sampai benar-benar jelas.

"Ibu..... Apa yang dilakukan ibu di ruang inkubator itu" gumamnya pelan....lalu Maudi mencoba meretas kembali ruangan di dalam inkubator yang sulit sekali untuk ditembus, setelah beberapa menit... barulah ia berhasil menembus CCTV di ruangan tersebut...dan kembali lagi ke beberapa menit saat ibunya baru masuk ke ruang inkubator.....

Deg.....

"apa.... apakah itu...Aaaku....,tapi dengan anak siapa Aku di tukar"

Maudi mengecek nomor bed tersebut. Bed 07 Yang baru di tukar Oleh ibunya....dan ternyata itu adalah bayi dari Nyonya Ambar dan tuan Doni.

"Jadi benar... Ibu menukar bayi Nyonya Ambar dengan bayinya sendiri agar anaknya bisa hidup mewah....Dan ternyata, akulah sebenarnya bayi mama Ambar yang sebenarnya," gumam Maudi. Ia menyandarkan punggungnya, menatap langit-langit paviliun yang berdebu....Air matanya mengalir..."Dan Aku adalah cucu kandung Kakek Harison"

Rasa sesak menghantam dadanya. Bayangan wajah Ambar yang ia lihat di foto, yang begitu mirip dengan mata jernihnya di balik cadar, membuat air matanya jatuh semakin banyak....Ia bukan anak tiri Doni, ia adalah putri kandung Doni yang sesungguhnya.

"Pantas saja...Ibu sangat kejam padaku, ibu selalu menyiksaku, Bahkan ibu meracuni pikiran kakak agar Kakak membenciku " ia mencoba meretas CCTV mansion papanya ke beberapa tahun lalu saat dirinya di siksa, ia melihat dengan wajah kasihan, anak sekecil itu yang sayang nya ia sendiri di perlakukan dengan kejam, bahkan merusak tubuhku dengan begitu keji".

"Ya Allah, apa yang harus aku lakukan " gumamnya pelan. Selama ini, ia selalu menuruti ucapan ibunya, karena ia ingin berbakti kepada ibu kandungnya sendiri, ternyata orang yang sangat ia sayangi di dunia ini, bukanlah Ibu kandungnya.

___

Pukul dua dini hari, Maudi menghentikan risetnya. Ia harus bersiap untuk sandiwara besok. Ia mengeluarkan sebuah alat kecil berbentuk chip dari tas ranselnya, sebuah pemancar sinyal jarak jauh. Ia memasang alat itu pada sistem kelistrikan paviliun yang tersambung ke rumah utama.

"Jika Ibu ingin bermain kasar, aku akan bermain lebih cerdas," ucapnya sambil tersenyum tipis.

Maudi meregangkan otot-otot tubuh nya yang terasa kaku,,, selama ini ia menikmati hidup nya di pesantren dan di Amerika,namun karena rasa rindunya pada sang Ibu, dengan senang hati ia kembali ke rumah setelah sang Ibu memintanya kembali, berharap Ibu sudah berubah dan mencintai nya apa adanya, namun ternyata salah... Ibunya semakin membenci dirinya.

___

Pagi harinya, suasana Mansion Daneswara sangat sibuk. Eliza tampil sangat mencolok dengan tas branded baru yang dibeli Seina semalam menggunakan kartu emas Maudi. Sementara Maudi keluar dengan gamis lusuh dan cadar hitamnya, persis seperti bayangan yang tidak diinginkan.

Doni menghampiri Maudi di depan garasi. "Maudi, kamu berangkat bareng Saka dan Eliza ya? Sopir akan mengantar kalian satu mobil."... Sebelum maido menjawab, Eliza sudah menyahut dengan tatapan benci.

"Ih, Papa! Enggak mau!" rengek Eliza sambil menghentakkan kakinya. "Satu mobil sama dia? Nanti mobilnya bau busuk! Lagian kalau teman-temanku lihat aku turun dari mobil yang sama sama monster ini, reputasiku hancur!"Rengeknya.

Seina segera menimpali, "Benar Don, biarkan Maudi naik angkutan umum saja. Biar dia belajar mandiri seperti di pesantren dulu."

Doni mendesah kecewa, namun sebelum ia sempat bicara, Maudi sudah menunduk. "Tidak apa-apa Papa, Maudi naik angkot saja. Maudi tidak ingin merepotkan Kak Eliza...." ucap Maudi dengan lembut.

Doni merogoh sakunya, ia mengeluarkan uang tiga ratus ribu" Ini untuk bayar angkot sama jajan di kampus, Papa tahu, kamu belum mengambil uang cash dari kartu semalam" ucap Doni membuat wajah Seina pucat.

"Sudah-sudah terima saja Maudi, nanti Ibu akan mengantarkanmu ke dokter spesialis kulit, lalu kita ambil uang yang banyak untuk keperluan mu" ucap Seina pura-pura, padahal ia ingin Maudi segera berangkat agar Doni tak menanyakan tentang kartu itu lagi".

Maudi mengangguk, ia menyalami papanya dan mencium punggung tangan papa kandungnya dengan takzim, sedangkan dengan ekspresi jijik karena tidak enak pada Doni ,Seina menerima jabatan tangan Maudi yang sangat kasar.

"Assalamualaikum....?" ucap Maudi sopan lalu berjalan keluar gerbang.

____

Universitas Pelita Bangsa, kampus elit di Jakarta. Maudi turun dari angkot di depan gerbang, menjadi pusat perhatian mahasiswa karena penampilannya yang kontras. Saat ia berjalan di parkiran, mobil mewah Doni yang membawa Eliza dan Saka lewat dengan kecepatan tinggi, sengaja menerjang genangan air hingga menciprati gamis Maudi.

Croot!

Eliza tertawa keras dari dalam mobil. Saka hanya diam, meski ada sedikit rasa tidak nyaman di hatinya melihat Maudi yang kini berdiri mematung dengan baju basah kuyup.

Begitu turun dari mobil, Eliza menghampiri Maudi yang sedang menyeka air di gamisnya. "Selamat datang di dunia nyata, Monster! Ingat, di kampus ini, kalau kamu sampai mengaku adikku atau anak Papa, aku akan pastikan kamu dikeluarkan hari ini juga!"

Maudi hanya menunduk, namun tangannya di balik saku gamis sedang mengaktifkan aplikasi di ponselnya.

"Kak Eliza... ponsel Kakak bunyi," ucap Maudi lirih.

"Apa sih!" Eliza mengambil ponsel barunya. Tiba-tiba, ponsel itu bergetar hebat. Layarnya berkedip-kedip menampilkan tulisan besar berwarna merah, "SAYA ANAK PENCURI".

"Lho? Apa ini?! Ma! Eh, Kak Saka! Lihat HP-ku!" Eliza panik. Suara sirine polisi tiba-tiba keluar dari ponsel itu dengan volume maksimal, membuat seluruh mahasiswa di parkiran menoleh ke arah Eliza.

"Matikan! Eliza, matikan!" teriak Saka malu.

Eliza mencoba menekan tombol off, tapi ponselnya justru mengambil foto selfie Eliza secara otomatis dan mengunggahnya ke story Instagram dengan foto dengan wajah yang terlihat sangat panik....

Maudi tersenyum di balik cadarnya,lalu berjalan meninggalkan kedua saudaranya yang masih sibuk dengan ponsel Eliza yang menjadi aneh.

1
Cica Aretha
makasih thor sdh d tanbah up nya..semangat thor💪
Sukarti Wijaya
/Good//Good//Good/
Xin
yeahhhhhhh mantap😄🤣
suti markonah
seorang nenek ora patut di contoh, wingi² mencela cucune buruk rupa, lha saiki giliran weruh wajah canti cucune kok malah jantungan plus kejet kejet😂😂😂
Aisyah Virendra
inilah momentum yg kutunggu² nel 🤝🤣
aiiiihhh telimakacih onel cantikkk 🥰
akhirnyaaaaa spot jantung juga mereka yakannn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
oke gasssss lagiiii Maudiiiii... dan lihat apa yg ada dalam pikiran mereka dan apa yg akan mereka lakukan setelah ini 🤔
May Satibi Satibi
heheuuuyyyyyy mari tepuk tangannnnnn👏👏👏👏👏👏 ma' napppppppp
Cica Aretha
aahhhh..akhirnya...semangattt thor💪💪😍
Putri Laely
lanjut thor
Sukarti Wijaya
tambah lagi thor kejutane👍🤭😄🤣🙏
suti markonah
nah gitu dong thorr...nini gerandong lgsg kena serangan jatung..mak lampir jadi nyungsruk di lantai
Xin
Akhirnya ,semoga semua tetap akur dan Eliza di pertemukan jodohnya ,semngt kak Author,dan terimakasih 💪
laaa~
bebeb banget ini😭😭😭
Sri Supriatin
kejutan Thor,.belum denger sekolah di amrik dgn gelar2nya 👍😍😍🙏🙏
Susi C
untung tidak pingsan Nenek Salamah🤣
Xin
menunggu akan ada gebrakan apa lagi di depan 🤭
Xin
menunggu kelanjutan 🤭
Aisyah Virendra
Ayank Mbeeeeebbbbbb🤣🤣🤣🤣
menggelikan lucu sekaligusssss eheemmm 😂
Maudi Rasyaaaaaa ingat ini sudah jam berapa jangan khilaf lagiiii ntar Maudi gabisa jalan dg tegakkkk plis dehh 🤣🤣🤣
suti markonah
jiwa ku lg terkepo kepo iki🤭
suti markonah
suwe temen thor seng tak tunggu² mak lampir lihat wajah asli mantune
Anis Widayanti
bagus banget ceritanya, bikin tiap hari baca
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: terimakasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!