NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:380.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Pagi itu, langit Jakarta tampak cerah seperti biasa panas, riuh, dan tak pernah benar-benar tidur. Kayla melangkah masuk ke area kampus dengan langkah santai, ransel tersampir di satu bahu. Wajahnya terlihat biasa saja, tapi sisa kelelahan semalam masih tertinggal di matanya.

Begitu memasuki halaman kampus, ia langsung melihat tiga sosok yang sangat ia kenal.

Adelia duduk di bangku taman sambil memainkan ponsel. Ditha berdiri di sampingnya dengan kopi dingin di tangan. Dan Zayn duduk agak menjauh, bersedekap, wajahnya datar seperti orang yang belum berdamai dengan hidup.

Kayla mendekat.

“Kalian gapapa?” tanyanya, nada suaranya refleks berubah sedikit serius.

Adelia langsung berdiri.

“Gapapa, aman.” Ia mengulurkan sebuah kunci. “Nih, kunci mobil lo!”

Kayla cepat-cepat meraihnya. “Astaga… hp gue?”

“Masih di dalem,” jawab Adel santai. “Sama tas lo juga.”

Hembusan napas panjang langsung keluar dari dada Kayla. Bahunya terasa lebih ringan.

“Syukurlah,” gumamnya. “Gue kira ilang semua.”

Ditha menyeruput kopinya. “Kalau ilang, lo bisa ngamuk seminggu penuh.”

Kayla mendelik. “Apaan sih. Emang gue se lebay itu !’’

‘’Lo gak nyadar Kay ?’’

‘’Udah gak usah di bahas !’’ ucap Kayla menghindar, Lalu ia menatap mereka bertiga bergantian. “Semalem kalian ngumpet ke mana? Gue nungguin di pinggir jalan dua jam, tau!”

Adel tertawa kecil. “Polisinya cuma gertak doang, Kay. Gak lama. Muter bentar, terus pergi.”

“Iya,” sambung Ditha sambil menahan senyum. “Masalahnya…”

Kayla mengangkat alis. “Masalahnya apa?”

Ditha menoleh ke arah Zayn. “Zayn udah capek-capek manjat pohon… tapi gak bisa turun!”

Sejenak hening.

Lalu—

Kayla dan Adelia spontan menoleh ke arah Zayn. Zayn menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras. Dari raut wajahnya, jelas ia sedang menahan kesal sekaligus harga diri yang runtuh.

“Zayn… lo gapapa kan?” tanya Kayla, berusaha serius meski sudut bibirnya sudah bergetar.

Zayn menoleh pelan. “Lo nanya apa mau ngetawain gue?”

Dan itu… jadi pemicu.

“HAHAHAHAHAHA!”

Kayla langsung membungkuk sambil tertawa terbahak-bahak. Adelia sampai memegang perut. Ditha hampir menumpahkan kopinya sendiri.

“Anjir Zayn!” Adel tertawa sambil terengah. “Lo kira lo Tarzan?!”

“Pohon apa, Zayn?” tanya Kayla di sela tawa. “Pohon mangga? Atau beringin sekalian?”

Zayn berdiri. “Kalian kejam,” katanya datar. “Gue bisa trauma sama pohon mulai sekarang.”

“Tapi serius,” Ditha masih terkekeh, “lo akhirnya turun gimana?”

Zayn menghela napas panjang. “Satpam komplek. Jam tiga pagi. Gue turun pake tangga.”

Dan tawa mereka kembali pecah lebih keras.

Sama sekali tidak pernah terpikir di kepala mereka. Seorang Zayn bisa memanjat pohon. Sekali lagi, memanjat pohon dan tidak bisa turun.

Dia memang laki laki, mungkin harusnya terdengar biasa untuk di kalangan umum. Tapi ini Zayn, dia berbeda. Sejak kecil, dia tidak pernah melakukan hal seperti anak laki laki pada umumnya.

Bahkan, Zayn baru mulai berbaur, memiliki teman. Yakni sejak dia mengenal Kayla. Gadis bar bar yang selalu membuat rusuh di sekitar. Barulah, Zayn seperti membuka jendela perlahan. Sedikit demi sedikit dia mulai tahu dunia luar.

Balapan, diskotik, bahkan sampai berani memanjat pohon. Bukankah itu kemajuan luar biasa, batin Kayla.

**

Selesai dari kampus, Kayla langsung melajukan mobilnya ke bengkel langganan. Setir terasa agak berat, suara mesin pun tidak senyap seperti biasanya. Setiap kali melewati jalan berlubang, mobilnya mengerang seolah ikut mengeluh.

“Fix, ini mobil ngambek,” gumam Kayla sambil memarkir kendaraan di depan bengkel.

Bengkel itu cukup ramai. Bau oli bercampur asap tipis memenuhi udara. Beberapa montir lalu-lalang, suara besi dipukul terdengar bersahutan. Kayla turun dari mobil, menyampirkan tas di bahu, lalu melangkah masuk.

“Kak Adi!” panggilnya lantang. Seorang pria berusia akhir dua puluhan menoleh dari balik kap mobil yang terbuka.

“Eh, Kayla. Kenapa lagi?” tanyanya sambil menyeka tangan dengan lap kain.

Kayla menyeringai, menyerahkan kunci mobil. “Semalem abis adu banting.”

Adi mengernyit, lalu segera mengecek kondisi mobil Kayla. Ia berjongkok, melihat bagian bawah, lalu berdiri lagi dengan ekspresi tak terlalu meyakinkan.

“Astaga… separah ini?”

Kayla terkekeh kecil, jelas merasa bersalah. “Hehehe… tolong ya, Kak.”

“Kai, ini gak bisa buru-buru,” kata Adi serius. “Parah ini. Beberapa part harus dicek, mungkin diganti.”

Kayla menghela napas, lalu mengangguk pasrah. “Ya udah, gapapa lah. Yang penting bisa balik normal lagi.”

“Oke deh,” jawab Adi. “Nanti aku kabarin.”

Kayla hendak berbalik, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti. Dari sudut matanya, ia melihat sosok yang sangat ia kenal atau lebih tepatnya, yang belakangan ini terlalu sering muncul di pikirannya.

Seorang laki-laki duduk di bangku panjang di sudut bengkel. Koko polos, celana gelap, peci hitam. Posturnya tegap, tangannya menggenggam tas kecil, matanya menunduk membaca sesuatu entah buku atau ponsel. Tenang. Rapi. Dan sangat kontras dengan suasana bengkel yang bising.

Jantung Kayla berdetak sedikit lebih cepat.

Ia mendekat ke Adi, lalu berbisik, “Oh ya, Kak Adi… kok dia di sini?”

Adi mengangkat alis. “Siapa?”

“Itu,” Kayla memberi kode dengan dagu. “Yang duduk di sana.”

“Oh,” Adi menoleh sekilas. “Ustadz Hanan.”

“Dia ustadz?” Kayla mengulang, nyaris tak percaya.

“Iya,” jawab Adi santai. “Kamu gak lihat penampilan dia?”

Kayla hanya mengangguk pelan. Tiba-tiba ia merasa bajunya hari ini kembali ‘salah’. Kaos santai, celana jeans robek sedikit di lutut, rambut dibiarkan tergerai tanpa aturan.

Tidak ada yang baru, itu dirinya sejak lama. Tapi entah kenapa, setiap berada satu ruang dengan Hanan, Kayla selalu merasa seperti sedang berdiri di tempat yang tidak seharusnya.

“Ya udah,” katanya cepat, seperti ingin segera menghindari perasaan itu. “Aku cabut dulu deh, Kak. Nanti kabarin aja ya.”

Adi mengangguk. “Siap.”

Kayla langsung berbalik dan melangkah keluar tanpa menoleh ke arah bangku itu. Ia tidak menyapa. Tidak tersenyum. Tidak berkata apa-apa.

'Nyapa juga paling dikacangin. mending kabur aja pura-pura gak lihat!'

1
dyah EkaPratiwi
yahh kog udah mi, tapii Alhamdulillah akhirnya arfin sadar
Nar Sih
kok udah tamat aja mommy,blm lihat kebshgiaan arfin dan fatim ,tpi ending yg bagus moomy👍😍😍
Tri Hastuti
Alhamdulillah....
kok udh tamat sie mom
Sri Supariyah
alhamdulillah arfin tobat,,, tp ak blm puas momm, secara otak liarku meronta, kan fatim blm pernah d belah duren yak, kekmana desahan anak santriwati d kungkung ama lakik 🤣🤣🤣,,,,, apakah sama seperti kelean itu kan wkwkw🤣🤣🤣,,,, sorry bray 🙏🙏🙏,,, sehat slalu momm
Ita rahmawati
beneran tamatkah 🤔
padahal nunggu saat manis²nya giliran udh mau manis eh ditamatin 🤦🤣
tp kalo beneran sih ya gpp juga yg pasti suka bgt 🤗
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
Heh Mom,,,knp jadi tiba² Tamat,,
Gak yeehh,,,
Gak boleh Tamat🫵🫵🫵
Harus lanjut,,,sampe unboxing Fatim dan sampe Arash Besar🤣🤣🤣🤣
Sri Supariyah: bener banget,,, y masa sampe sini aja yekan, secara dr awal blm d unboxing 🤭🤭🤭
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
eh kenapa udah tamat😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Alhamdulillah 🥰🥰
apri10
beneran tamat mak??
🍎billaacha90🍎
ALHAMDULILLAH akhirnya udah sadar beneran Arfin. selamat ya Fin kamu masih dapat kesempatan, kamu harus belajar jadi lebih baik lagi. dan apa yang diimpikan Fatimah sekarang jadi terpenuhi. kamu juga cocok kok kalau di panggil ustadz Fin🤣🤣🤣

Mommy author itu kenapa kok dibawah di kasih tulisan TAMAT,kan masih gantung itu Si Arfin dan Fatimah nya🤭

Dobbel update Mommy author biar tidak kepo dan jadi gantungan🤭🤭
Ayu Ning Ora Caantiikk
yah jngn dulu lah mom
Dinarkasih1205
no no tamat ensk saja di gantung serasa di tinggal pas lagi sayang2e loh
Wahyu Nengsih
yaaa jangan tamat dulu dong lanju lgy....🙏🙏
Farid Atallah
kok tamat sih Thor 😥
Dinarkasih1205
semoga beneran waras yah fin
🍎billaacha90🍎
udah Fatimah lupakan yang sudah berlalu, sekarang ayo bina rumah tangga mu sekarang biar tidak ada celah orang yang masuk lagi. suamimu lagi belajar memperbaiki diri itu. kasih semangat dong yank🤣🤣
Halimah
Awas aja kalo smp Arfin ingkar janji....Aku getok km Fin pake palu🤭
Eka ELissa
ya ...arfin slh bnyak ma kmu fatim
Ita rahmawati
udahlah fatimnjgn byk nanya nti kalo kamu inget malah nyesel sendiri 🤣
Syti Sarah
semoga stelah kejadian ini arfin bisa brubah.smoga rumah tangga nya brsama fatim akan bhgia sellu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!