Krystal, reinkarnasi Naga Es yang melupakan 98 kehidupan lamanya, tumbuh menjadi putri terbuang Kekaisaran Aethermoor. Dibuang ke Istana Aquamarine sejak usia tiga tahun oleh ibu yang dimanipulasi sihir, ia ditemani Mira dan dilindungi Eros—Dewa Nafsu yang menjadikannya calon istrinya. Kecantikannya memikat, namun hatinya rapuh akibat trauma penolakan. Ia membangun Proyek LadyBug untuk menghancurkan Ratu Seraphina dari dalam, merekrut para jenius terbuang sebagai senjata rahasia. Ketika Eros menolaknya demi kesucian, egonya hancur; ia nekat memeluk Hyal hingga batuk darah, menyadari racun berkat sang kakaklah yang menyiksanya. Kini di tanah Herkimer, Krystal bangkit—lebih dingin, lebih licik, dan bertekad menggulingkan takhta dengan tangannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Krystal terbaring lemah di kamarnya. Tabib dari segala penjuru Kekaisaran didatangkan untuk menyembuhkannya. Namun, tidak ada satu pun tabib yang mendeteksi keanehan ditubuh mungkin sang Putri.
Krystal bermimpi panjang. Sebuah mimpi tentang kehidupan pertamanya. Mimpi yang seperti sebuah film dokumenter tentang kehidupannya sejak lahir hingga kematiannya.
Disaat yang sama, ditengah kepanikan. Hyal justru meminta sesuatu yang mengejutkan pada ayahnya-Athanasius. Ia meminta untuk pindah kamar, lebih tepanya sebuah kamar pribadi.
"Ayah, aku ingin pindah dari kamar ini. Krystal terlalu berisik."
Athanasius marah mendengar permintaan itu. "Apa yang kau bicarakan?! Apa kau tidak melihat adikmu sedang merintih kesakitan?!"
"Jika Ayah tidak mengabulkan, aku akan memintanya pada Ibu," ujar Hyal sembari meninggalkan kamar yang sedang kacau.
Hyal menemui ibunya-Ratu Seraphina yang sedang berada di ruang kerjanya. "Ibu, aku mau kamar yang terpisah dari Krystal. Dia terlalu berisik."
"Baiklah, tapi untuk malam ini sebaiknya kau tidur di kamar tamu. Besok akan ibu atur kamar untukmu," ujar Ratu Seraphina dengan suara yang lembut dan hangat.
Keesokan harinya, Krystal terbangun dengan keadaan tubuh yang segar. Ia tidak mengingat apa yang terjadi kemarin, atau mimpi apa yang ia mimpikan semalam. Hyal tidak terlihat. Hanya ada ibu pengasuh yang sedang membuka jendela.
"Dimana Hyal?" tanya Krystal pada ibu asuh.
"Anda sudah bangun Tuan Putri. Apakah Anda sudah merasa lebih baik?" tanya ibu asuh.
"Aku baik-baik saja, Ibu Asuh. Dimana Hyal? Aku tidak melihatnya."
"Pangeran tidur di kamar tamu, Tuan Putri. Karena di sini banyak tabib yang datang tadi malam."
"Tabib?" tanya Krystal memiringkan kepala.
"Apa Tuan Putri tidak ingat? Tadi malam Tuan Putri terlihat sangat kesakitan."
"Aku sungguh tidak mengingat apapun, Ibu Asuh. Aku hanya ingat aku sedang berdiri di balkon itu."
Ibu asuh langsung pergi meninggalkan kamar. Sesaat setelah itu, beberapa pelayan datang membawa keluar barang-barang Krystal tanpa berkata sepatah kata pun.
"Apa... Apa yang kalian lakukan?! Kenapa kalian membawa barang-barangku?!"
Seorang pelayang menjawab, "Anda dipindahkan ke Istana Aquamarine mulai hari ini, Tuan Putri."
Barang-barang telah dipindahkan. Kamar yang biasa Krystal dan Hyal tempati sekarang menjadi kamar Hyal sepenuhnya. Krystal hanya bisa terdiam membisu, mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Kenapa aku dipindahkan ke istana Aquamarine? Bukankah istana itu adalah istana terbengkalai? Apakah aku akan dibuang diusiaku yang baru tiga tahun? kenapa mereka keterlaluan sekali? batinnya. Krystal merasa kesal dan sedih, namun tidak ada yang bisa ia perbuat dengan tubuh mungilnya saat ini.
Krystal pergi menggunakan kereta kuda kekaisaran tanpa berpamitan dengan keluarganya. Kereta kuda kecil yang sepertinya hanya bisa dinaiki tidak lebih dari dua orang.
Hyal berdiri di balkon kamarnya. Melihat Krystal berjalan menaiki kereta. Tatapan mata mereka bertemu saat kepala Krystal mendongak ke atas, melihat balkon kamar yang sebelumnya menjadi tempat yang hangat baginya. Hyal hanya menatapnya dengan tatapan dingin.
Kenapa kau melakukan ini padaku, Hyal? Kenapa kalian membuangku tanpa penjelasan.
Kereta kuda pun melaju. Krystal yang hanya ditemani seorang pelayan yang tidak ia kenal, dan seorang pengawal yang duduk disebelah kusir. Di dalam kereta, pelayan itu bertanya dengan nada angkuh. "apakah semalam Tuan Putri hanya berpura-pura agar mendapatkan mendapatkan perhatian Yang Mulia? Apakah Tuan Putri tidak senang dengan Pangeran Hyal, hingga sengaja membuatnya tidak nyaman?"
Krystal terkejut dengan pertanyaan itu. "Aku tidak pernah bermaksud seperti itu!"
Pelayan itu lalu bergumam, "Sial sekali aku harus melayani Putri yang dibuang seperti ini. Istana Aquamarine? Kenapa aku harus ikut pegi ke desa nelayan yang aromanya memuakkan itu?!"
Perjalanan menghabiskan waktu cukup lama meskipun kereta kuda berjalan dengan cepat. Aroma menyengat menyambut mereka. Aroma asin garam laut yang tajam langsung menusuk hidung, bercampur dengan bau anyir khas dari jala ikan basah yang sedang dikeringkan para nelayan di atas dermaga kayu.
Udara pesisir terasa lembap dan hangat, membawa keharuman samar dari lumut tua yang menempel pada dinding batu istana dan atap rumah desa. Di sudut lain dermaga, tercium aroma kayu tua yang melapuk karena terus-menerus terendam air laut, menciptakan perpaduan wewangian khas perkampungan nelayan yang hidup.
Suasana di sekitar pelabuhan kecil ini terasa sibuk, namun menengangkan. Suara deburan ombak yang menghantam tebing karang bersahutan dengan riuh rendah percakapan para nelayan yang sedang menyortir hasil tangkapan. Gemercik air laut yang tenang di dalam area teluk mengiringi gerakan kapal-kapal kayu yang bergoyang pelan saat bersandar.
Angin laut bertiup, menggerakkan bendera kecil di puncak menara istana, menciptakan harmoni kehidupan pesisir yang dinamis di bawah langit cerah berawan. Mereka turun dengan hanya membawa sebuah koper besar yang dibawa oleh pengawal itu. Baru saja membuka pintu, mereka berhenti melihat sekeliling istana itu.
"Hey, Putri. Apa yang telah Anda lakukan hingga membuat Anda diasingkan ke tempat seperti ini? Bahkan rumahku lebih besar dari tempat yang disebut istana ini," ucap Pengawal. "Sepertinya aku tidak bisa tidur ditempat seperti ini. Aku akan tidur di penginapan dekat sini."
"Hey! Kau akan meninggalkan kami di sini?!" teriak Pelayan. "Oh, tunggu. Bukankah kita bisa meninggalkannya sendirian? Bukankah pengasingan ini sama seperti menginginkan dia mati tanpa mengotori tangan?" seringai Pelayan itu.
"Kau benar juga. Apa kau menerima anggaran untuk anak itu?" ujar Pengawal dengan seringai licik.
"Tentu saja. Nah Tuan Putri, saya akan berbaik hati memberikan kantong koin milikku ini untuk Anda."
Mereka meninggalkan Krystal di dalam istana Aquamarine dengan pintu tertutup. "Hey! Aku tahu di Kekaisaran ini hanya berisi orang-orang gila! Tapi aku tak habis pikir ada orang segila ini yang tega meninggalkan anak berusia tiga tahun sendirian?".
Krystal melangkah masuk meninggalkan koper besarnya. Tap! Tap! Tap! Ia menyusuri setiap ruangan dengan kaki kecilnya.
Lantai pertama adalah area publik & pertahanan dengan Aula Depan: Terhubung langsung dengan pintu masuk utama setelah menaiki tangga luar. Berisi perapian batu besar dan meja kayu panjang untuk menyambut tamu atau rapat nelayan. Dapur & Ruang Logistik: Terletak di bagian belakang untuk menyimpan pasokan makanan, persediaan garam, dan hasil laut kering. Akses Menara: Di sudut ruangan terdapat pangkal tangga melingkar (spiral) dari batu kuno yang menjadi satu-satunya jalan menuju lantai dua dan puncak menara.
Lantai kedua adalah area privat & menara pengawasan. Kamar Tidur Utama: Ruangan luas dengan jendela-jendela besar menghadap langsung ke desa. Ruang Studi: Tempat menyimpan catatan perdagangan, navigasi laut, dan dokumen penting pesisir. Balkon Samping: Pintu keluar menuju koridor luar lantai dua yang terhubung langsung dengan struktur tangga menara tinggi di bagian luar. Dua kamar besar dan kecil berseberangan dengan kamar utama. Menara pengawasan: untuk memantau cuaca dan kapal yang datang.