NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Pertemuan di Puncak Salju

Udara di puncak Pegunungan Salju Abadi mendadak menjadi vakum. Serangan dari tujuh pembunuh Organisasi Kerangka Hitam yang seharusnya menghancurkan tubuh Xiao Yuan, justru tertahan oleh dinding energi transparan yang berpendar perak kebiruan aura yang berasal dari liontin pemberian Kakek Gu.

"Apa ini?! Kekuatannya tiba-tiba meluap!" pemimpin pemburu berteriak, suaranya tenggelam oleh deru angin yang semakin kencang.

Xiao Yuan berdiri di tengah reruntuhan gubuk. Rambut putihnya menari-nari diterjang badai, namun tubuhnya tetap tegak bagaikan pilar langit. Di dalam dadanya, ia merasakan kehadiran samar ibunya. Seolah-olah darah Naga Langit yang selama ini tertidur lelap kini tersulut oleh emosi dan kebenaran tentang asal-usulnya.

"Kalian bicara soal harga kepalaku," suara Xiao Yuan terdengar berlapis, bergetar dengan otoritas yang tidak berasal dari dunia rendah ini. "Tapi tahukah kalian? Langit sendiri gemetar saat naga ini membuka matanya."

Tanpa gerakan yang terlihat, Xiao Yuan mengayunkan Pedang Keruntuhan Abadi secara vertikal.

CRACK!

Tanah bersalju di bawah kaki para pembunuh terbelah menjadi jurang yang dalam. Dua dari mereka yang tak sempat menghindar jatuh ke dalam kegelapan, teriakan mereka langsung hilang ditelan badai. Lima yang tersisa segera melompat ke udara, melepaskan ribuan jarum beracun dari balik jubah mereka.

"Teknik Naga Langit: Perisai Bintang Sembilan!"

Cahaya perak dari liontin itu meluas, membentuk sembilan perisai cahaya yang berputar di sekeliling Xiao Yuan. Jarum-jarum beracun itu hancur seketika saat menyentuh perisai tersebut. Xiao Yuan tidak lagi menunggu. Ia menjejakkan kakinya ke tanah, melesat ke atas seperti meteor yang berbalik arah.

SLASH!

Hanya dalam satu kedipan mata, ia muncul di belakang salah satu pemburu. Dengan tangan kosong yang dialiri energi naga murni, ia mencengkeram kepala pria itu dan menghantamkannya ke dinding tebing salju yang membeku.

Duar!

Dinding es itu retak sejauh ratusan meter. Pemburu itu tewas seketika dengan tengkorak yang hancur. Xiao Yuan berbalik, matanya yang berkilat perak menatap empat orang sisanya dengan pandangan yang membuat keberanian mereka menguap.

"Ayo, gunakan semua teknik kalian. Aku ingin melihat seberapa berharga nyawa kalian dibandingkan dengan rasa sakit ibuku!" geram Xiao Yuan.

Empat pembunuh itu, menyadari bahwa mereka sedang menghadapi monster yang melampaui logika, akhirnya mengeluarkan kartu as mereka. Mereka membentuk formasi lingkaran, menyatukan energi Inti Emas mereka menjadi sebuah bola energi ungu tua yang memancarkan aroma kematian.

"Meriam Kerangka Pemusnah!"

Sinar ungu raksasa meluncur, membakar oksigen di sekitarnya, menuju tepat ke arah Xiao Yuan. Ledakan itu begitu dahsyat hingga puncak gunung tempat mereka berdiri berguncang hebat, memicu longsor salju di segala sisi.

Namun, saat asap dan debu salju menipis, Xiao Yuan masih berdiri di sana. Jubah hitamnya sedikit robek, namun di lengan kanannya, kini muncul sisik-sisik perak yang indah namun mematikan. Ia telah menahan serangan gabungan empat Inti Emas hanya dengan satu tangan.

"Hanya segitu?" Xiao Yuan mendengus dingin. "Sekarang, giliranku."

Ia mengangkat Pedang Keruntuhan Abadi tinggi-tinggi. Energi hitam dari naga purba dan energi perak dari naga langit menyatu di bilah pedang itu, menciptakan warna abu-abu yang mencekam warna kehampaan.

"Sembilan Tebasan Neraka: Tebasan Ketiga, Pengadilan Langit!"

Gelombang energi berbentuk salib raksasa melesat, membelah awan badai di atas gunung dan menghapus keempat pembunuh itu dari muka bumi tanpa menyisakan sepotong tulang pun. Hanya dalam hitungan menit, tujuh pemburu elit itu telah musnah.

Namun, Xiao Yuan tidak merasa lega. Tiba-tiba, ia merasakan tekanan yang jauh lebih besar dari arah langit. Awan hitam di atas puncak gunung berputar membentuk pusaran raksasa, dan dari tengahnya, seberkas cahaya emas turun dengan perlahan.

Sesosok pria mengenakan zirah emas lengkap, memegang tombak panjang yang memancarkan aura suci, melayang di udara. Wajahnya datar, namun matanya memancarkan kesombongan yang tak terhingga.

"Darah kotor yang tersisa di dunia rendah," pria itu berbicara, suaranya bergema hingga ke lembah-lembah di bawah. "Aku adalah Panglima Perang Langit dari Hall of Justice. Kau telah melanggar hukum alam dengan membangkitkan garis keturunan terlarang. Atas perintah Kaisar Langit, kau harus dimusnahkan."

Xiao Yuan menatap pria itu dengan kebencian yang mendalam. Inilah orang-orang yang telah memisahkan dia dari ibunya. Inilah kekuatan yang menganggap diri mereka sebagai tuhan.

"Panglima Perang Langit?" Xiao Yuan meludah ke tanah. "Bagiku, kau hanyalah seekor anjing penjaga yang takut pada kebenaran. Jika ibuku harus menderita karena hukum kalian, maka aku akan menghancurkan hukum itu bersama dengan kalian!"

Panglima itu mengernyit. "Lancang! Rasakan hukuman dari petir surga!"

Tombak emas itu diayunkan, dan petir raksasa berwarna emas menyambar dari langit. Xiao Yuan mengangkat pedangnya untuk menangkis, namun kekuatan itu terlalu besar. Ia terlempar sejauh puluhan meter, tubuhnya menghantam tanah dengan keras. Darah segar mengalir dari mulutnya.

Di saat kritis itu, Yun’er yang ternyata belum jauh, berlari kembali menuju puncak gunung meskipun dilarang oleh Kakek Gu. Ia melihat Xiao Yuan tergeletak tak berdaya di hadapan dewa perang itu.

"Yuan!" teriak Yun’er. Air matanya jatuh, dan saat menyentuh salju, air mata itu membeku menjadi kristal biru yang indah.

Panglima Langit itu menoleh ke arah Yun’er. "Oh? Keturunan Phoenix Es yang tersegel? Menarik. Kau juga harus dimusnahkan agar keseimbangan tetap terjaga."

Panglima itu mengangkat tombaknya, siap untuk menusuk Yun’er. Melihat hal itu, sesuatu di dalam diri Xiao Yuan meledak. Bukan lagi sekadar dendam atau kemarahan, tapi keinginan untuk melindungi yang paling berharga.

"JANGAN SENTUH DIA!"

Rambut putih Xiao Yuan memanjang seketika. Sisik naga kini menutupi seluruh dadanya. Di belakangnya, muncul proyeksi raksasa seekor naga dengan dua warna: setengah hitam pekat dan setengah perak menyilaukan. Itulah bentuk asli dari Dua Jiwa Naga Suci.

Xiao Yuan bangkit dengan kecepatan yang bahkan panglima itu tidak bisa ikuti. Ia muncul tepat di depan panglima, menangkap ujung tombak emas itu dengan tangan kosong dan... KRAK!

Tombak dewa itu patah menjadi dua.

Panglima Langit itu terbelalak. "Tidak mungkin! Senjata suci ini... bagaimana bisa seorang manusia di dunia rendah mematahkannya?!"

"Karena aku bukan sekadar manusia," desis Xiao Yuan. Ia menghujamkan patahan tombak itu ke bahu sang panglima. "Aku adalah mimpi buruk yang kalian ciptakan sendiri!"

Meskipun Xiao Yuan berhasil memukul mundur Panglima Langit tersebut, penggunaan kekuatan dua jiwa naga secara bersamaan mulai merusak organ dalamnya. Panglima itu melarikan diri kembali ke Alam Atas, namun ia meninggalkan kutukan "Tanda Buruan Surga" di dada Xiao Yuan, yang berarti setiap kultivator di dunia rendah yang membunuh Xiao Yuan akan mendapatkan jalan instan menuju keabadian. Kini, seluruh dunia resmi menjadi musuh Xiao Yuan. Di tengah kondisi kritisnya, Yun’er membawa Xiao Yuan ke sebuah gua rahasia, namun di sana mereka menemukan sesuatu yang lebih mengejutkan: sebuah peti mati kristal yang berisi sosok yang sangat mirip dengan Yun’er.

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!