NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:275
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELUARGA BESAR DAPAT KABAR TENTANG SELINGKUH

Berita tentang hubungan yang tidak pantas akhirnya menyebar ke seluruh keluarga besar ketika salah satu sepupu dari pihak laki-laki yang bekerja di perusahaan yang sama secara tidak sengaja mendengar percakapan antara karyawan tentang perkara tersebut.

Tanpa pikir panjang, dia langsung menghubungi ibunya, yang kemudian memberitahu semua anggota keluarga melalui grup pesan yang aktif digunakan untuk berbagi berita dan informasi bersama.

Pada hari Minggu pagi, orang tua dari pihak laki-laki sedang menikmati sarapan pagi di rumah mereka ketika ponsel mereka mulai berbunyi tanpa henti.

Pesan demi pesan masuk ke grup keluarga, sebagian besar adalah pertanyaan dan komentar tentang apa yang terjadi dengan pasangan itu.

"Apa benar yang saya dengar tentang dia?" tulis sepupu tersebut. "Saya dengar dia memiliki hubungan dengan salah satu karyawan dan sudah membuat pasangannya terluka parah."

Ayah dari pihak laki-laki segera menelepon kakaknya untuk memastikan kebenaran berita tersebut.

Setelah mendapatkan konfirmasi yang menyakitkan, dia merasa sangat marah dan kecewa. Ibunya yang melihat wajah suaminya menjadi merah karena marah segera mendekat dan menenangkannya.

"Jangan marah terlalu banyak, sayang," ujarnya dengan suara lembut.

"Yang penting sekarang adalah kita bisa membantu mereka menyelesaikan masalah ini dengan baik, bukan malah membuatnya semakin parah."

Ayahnya menghela napas panjang dan mengangguk perlahan.

"Kamu benar, sayang. Saya hanya merasa sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh anak saya. Saya selalu mengajarkan dia untuk menjadi orang yang jujur dan bertanggung jawab, tapi dia telah melakukan hal yang sepenuhnya bertentangan dengan nilai-nilai yang saya anjurkan."

Pada hari yang sama, seluruh keluarga besar mulai berkumpul di rumah orang tua tersebut.

Mereka datang satu per satu dengan wajah yang penuh dengan berbagai emosi – marah, kecewa, tapi juga khawatir tentang kondisi pasangan itu dan anak kecil mereka.

Kakak dari pihak laki-laki datang dengan membawa pasangan tersebut, yang tampak sangat canggung dan sedih menghadapi keluarga besar mereka.

Ketika semua orang sudah berkumpul di ruang tamu besar rumah tersebut, ayah dari pihak laki-laki berdiri dan menghadapi semua orang dengan tatapan yang tegas namun penuh kasih sayang.

"Kita semua telah mendengar berita yang menyakitkan tentang apa yang telah dilakukan oleh anak saya," ujarnya dengan suara yang jelas dan kuat. "Saya ingin dia sendiri yang menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa dia melakukan hal seperti itu."

Pihak laki-laki berdiri dengan wajah yang penuh dengan rasa bersalah dan malu.

Dia mulai menceritakan semua yang telah terjadi – bagaimana dia merasa tertekan dengan pekerjaan dan harapan keluarga, bagaimana dia bertemu dengan orang itu dan merasa bahwa dia adalah satu-satunya yang memahami perasaannya, dan bagaimana dia menyadari bahwa apa yang dia lakukan adalah salah namun tidak bisa berhenti sendiri.

"Saya sangat menyesal atas semua yang telah saya lakukan," ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Saya telah menyakiti istri saya, anak saya, dan seluruh keluarga. Saya tidak punya alasan yang bisa membenarkan tindakan saya yang salah, dan saya siap menerima konsekuensi apa pun yang diberikan oleh keluarga saya."

Setelah dia selesai berbicara, pihak perempuan juga berdiri dan berbicara tentang perasaan yang dia alami selama ini.

Dia menceritakan bagaimana dia merasa ketika pertama kali mengetahui tentang hubungan tersebut, bagaimana dia berjuang untuk melindungi anak mereka dari dampak buruknya, dan bagaimana dia akhirnya memutuskan untuk memberi kesempatan pada suaminya untuk memperbaiki diri.

"Saya tahu bahwa banyak dari kalian mungkin merasa marah dan kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh suami saya," ujarnya dengan suara yang stabil namun penuh dengan emosi.

"Namun saya melihat bahwa dia benar-benar menyesal dan sedang berusaha keras untuk berubah. Saya meminta agar keluarga kita bisa memberikan dukungan dan kesempatan pada dia untuk memperbaiki kesalahannya."

Setelah mereka berdua berbicara, anggota keluarga mulai memberikan pendapat dan komentar mereka.

Beberapa dari mereka merasa sangat marah dan kecewa, mengatakan bahwa dia telah menghancurkan nama baik keluarga dan telah menyakiti orang yang paling dicintainya.

Namun sebagian besar dari mereka juga menunjukkan dukungan dan pemahaman, mengatakan bahwa setiap orang bisa membuat kesalahan dan yang terpenting adalah bagaimana mereka menghadapinya dan memperbaikinya.

"Saya mengerti bahwa kalian semua merasa marah dan kecewa dengan saya," ujar pihak laki-laki setelah semua orang selesai berbicara.

"Tapi saya berjanji bahwa saya akan melakukan apa saja untuk memperbaiki kesalahan saya dan membangun kembali kepercayaan yang telah saya rusak. Saya akan berusaha menjadi orang yang lebih baik – baik sebagai ayah maupun sebagai suami."

Kakaknya kemudian berdiri dan memberikan komentar yang menjadi titik balik dalam pertemuan tersebut.

"Kita semua telah melihat bagaimana pasangan ini telah berjuang untuk menyelesaikan masalah mereka dengan cara yang baik," ujarnya dengan suara yang penuh rasa hormat.

"Saya telah melihat bagaimana dia berusaha untuk berubah dan bagaimana dia selalu ada untuk mendukung keluarga. Kita sebagai keluarga harus memberikan dukungan kepada mereka, bukan malah menjatuhkan mereka ketika mereka sedang kesusahan."

Ibunya juga berdiri dan mendekat untuk merangkul kedua pasangan tersebut.

"Kamu adalah anak-anak saya yang tersayang," ujarnya dengan suara yang penuh kasih sayang.

"Kita semua pernah membuat kesalahan dalam hidup kita. Yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahan tersebut dan menjadi orang yang lebih baik. Keluarga kita akan selalu ada untuk mendukung kalian dalam suka maupun duka."

Setelah itu, anggota keluarga mulai datang satu per satu untuk memberikan dukungan dan semangat kepada pasangan tersebut.

Beberapa dari mereka berbagi cerita tentang kesalahan yang pernah mereka lakukan dan bagaimana mereka bisa bangkit dari kesalahan tersebut.

Mereka juga memberikan berbagai saran dan nasihat tentang cara terbaik untuk membangun kembali hubungan dan keluarga yang bahagia.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan pemahaman yang diberikan oleh keluarga kita," ujar pihak perempuan dengan mata yang berkaca-kaca.

"Tanpa dukungan kalian, saya tidak tahu apakah saya dan suami saya bisa melewati masa-masa sulit ini dengan baik."

Ayahnya kemudian berdiri lagi untuk menutup pertemuan tersebut.

"Mari kita jadikan hari ini sebagai titik balik untuk keluarga kita," ujarnya dengan suara yang penuh semangat.

"Kita akan selalu saling mendukung dan membantu satu sama lain, tidak peduli apa yang terjadi. Karena keluarga adalah yang paling berharga dalam hidup kita."

Setelah pertemuan keluarga selesai, pasangan tersebut bersama dengan anak mereka tinggal sedikit lebih lama untuk berbincang dengan orang tua mereka.

Ayahnya mengambil tangan anak lelakinya dan melihatnya dengan tatapan yang penuh dengan harapan.

"Saya tahu bahwa kamu sedang melalui masa yang sangat sulit sekarang," ujarnya dengan suara yang lembut.

"Tapi saya percaya bahwa kamu bisa menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya. Jangan pernah melupakan nilai-nilai yang telah saya ajarkan padamu dan selalu ingat bahwa keluarga kita akan selalu ada untukmu."

"Ibu dan saya akan selalu ada untukmu dan keluarga kamu," tambah ibunya dengan senyum hangat.

"Kita akan membantu kalian dalam segala cara yang kita bisa untuk membangun kembali keluarga yang bahagia dan kuat."

Setelah pulang dari rumah orang tua, pasangan tersebut duduk bersama di ruang tamu rumah lama mereka sambil menunggu anak mereka yang sedang tidur siang.

Pihak perempuan mengambil tangan suaminya dengan lembut dan melihatnya dengan mata yang penuh dengan cinta dan harapan.

"Kita sangat beruntung memiliki keluarga yang begitu mendukung kita," ujarnya dengan suara lembut.

"Kita tidak boleh menyia-nyiakan dukungan yang mereka berikan. Kita harus bekerja keras untuk membangun kembali keluarga kita yang bahagia."

Pihak laki-laki mengangguk perlahan dan mencium tangan istri nya dengan penuh rasa sayang.

"Saya akan melakukan apa saja untuk itu, sayang. Saya tidak akan pernah lagi melakukan kesalahan yang sama dan akan selalu menjaga cinta dan kepercayaan yang kamu berikan padaku."

Mereka berpelukan erat di sofa yang dulu sering mereka gunakan untuk menonton film bersama.

Meskipun masih ada jalan panjang yang harus ditempuh dan masih ada banyak hal yang harus mereka lakukan untuk membangun kembali kepercayaan dan keluarga mereka yang bahagia, mereka merasa lebih kuat dan penuh semangat setelah mendapatkan dukungan dari keluarga besar mereka.

Di kamar sebelahnya, anak kecil mereka sedang tidur nyenyak dengan wajah yang penuh dengan kedamaian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!