NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Penangkapan di Depan Gerbang

​"Plat nomor B 1234 CD. Avanza Silver. Oke, itu dia."

​Elena menurunkan ponsel, menatap taksi online yang melaju pelan. Matahari pagi terasa hangat, sehangat kebebasan yang dia rasakan. Koper perak berdiri tegak di sampingnya, siap menuju apartemen studio di Kuningan.

​"Akhirnya," gumam Elena. "Selamat tinggal rumah neraka. Selamat tinggal suami bipolar."

​Taksi menyalakan lampu sein, bersiap menepi. Senyum Elena mengembang. Namun, suara decitan ban memekakkan telinga menghancurkan segalanya.

​Ciiittt!

​Alphard hitam memotong jalur, membanting setir di depan taksi.

​"Woy! Hati-hati dong!" teriak sopir taksi.

​Teriakannya tercekat saat pintu Alphard terbuka kasar. Kairo Diwantara melompat turun. Auranya berantakan, wajah merah padam, mata menyala gelap.

​Elena mematung. "Kairo? Kenapa dia balik lagi?"

​Kairo tidak bicara. Dia berjalan lebar-lebar, langkahnya menghentak aspal dengan kemarahan nyata. Tangan kekarnya menyambar gagang koper Elena.

​"Hei! Lepas!" teriak Elena, mempertahankan barangnya.

​"Masuk mobil," geram Kairo, suaranya bergetar menahan emosi.

​"Tidak mau! Aku sudah pesan taksi! Lepaskan koperku!"

​Kairo mengangkat koper itu dengan satu tangan seolah isinya kapas, lalu melemparkannya ke arah Reza yang baru turun dengan wajah pucat.

​"Masukkan bagasi. Kunci."

​Reza menangkap koper itu gugup. "B... baik, Tuan."

​Kairo mencengkeram pergelangan tangan Elena, menariknya menjauh.

​"Kau pikir kau mau kemana, Sora?" desisnya. "Aku baru pergi sebentar kau sudah berdiri di pinggir jalan seperti gembel yang mau minggat?"

​"Aku bukan minggat! Aku pindah!" balas Elena sengit. "Aku butuh ruang! Lepaskan aku!"

​Sopir taksi turun, bingung. "Mbak? Jadi naik tidak?"

​Reza menghampiri sopir itu, menyelipkan uang merah tebal. "Pak, tolong pergi. Ini ganti rugi. Anggap Bapak tidak melihat apa-apa."

​Sopir itu melihat uang tebal, langsung masuk mobil dan tancap gas.

​"Taksiku!" seru Elena putus asa.

​"Lupakan taksi sampah itu," Kairo menyeret Elena menuju gerbang rumah. "Kita masuk. Sekarang."

​"Aku tidak mau masuk! Kairo, kau gila ya?! Kau ada rapat di Singapura! Kenapa malah mengurusi istrimu?!"

​Kairo berhenti mendadak, menatap Elena dengan sorot terluka yang tertutup amarah.

​"Karena istriku mau pergi membawa koper saat suaminya dinas luar kota! Kau pikir aku bodoh? Kau pikir aku akan membiarkanmu lari menemui laki-laki itu?"

​Elena mengerjap. "Laki-laki apa?"

​"Jangan pura-pura bodoh!" Kairo menendang gerbang menutup, menyeret Elena masuk. "Kau dandan rapi, bawa koper, senyum-senyum di CCTV. Siapa dia? Selingkuhanmu?"

​Mereka masuk ruang tamu. Kairo menghempaskan tangan Elena. Wanita itu terhuyung, tapi segera berdiri tegak, tertawa kering.

​"Wow," Elena bertepuk tangan pelan. "Imajinasimu luar biasa. Kau harusnya jadi penulis skenario sinetron."

​"Jawab aku! Siapa laki-laki itu? Berapa dia bayar kamu?"

​"Namanya Budi!" teriak Elena asal.

​Mata Kairo membelalak. "Siapa Budi?!"

​"Budi Santoso! Agen properti!" Elena berteriak balik, wajahnya merah. "Aku mau bertemu agen properti! Aku mau sewa apartemen studio di Kuningan! Sendirian! Tanpa laki-laki, tanpa kamu!"

​Kairo terdiam. "Apartemen? Untuk apa?"

​"Rumah ini terlalu sesak!" Elena merentangkan tangan. "Sesak oleh egomu! Aku tidak bisa napas. Aku butuh kantor, tempat aku bisa jadi diriku sendiri tanpa diawasi CCTV-mu!"

​Elena menunjuk dada Kairo.

​"Dan asal kau tahu, Tuan Posesif. Kalau aku mau selingkuh, aku pergi lenggang kangkung bawa tas tangan check-in hotel. Membawa koper itu tandanya pindahan!"

​Penjelasan itu masuk akal. Tapi Kairo menolaknya. Rasa takut kehilangan masih mencengkeram.

​"Aku tidak percaya," kata Kairo dingin.

​"Apa?"

​"Kau pembohong ulung. Kemarin kau bohong soal live streaming, bohong soal analisis saham. Mulutmu penuh tipu muslihat."

​"Itu strategi!"

​"Sama saja!" Kairo menyambar tas tangan Elena, mengaduk isinya kasar. Dia mengambil dompet, KTP, kartu ATM, dan paspor hijau Elena.

​"Kairo! Itu melanggar hukum! Kembalikan!" Elena mencakar jas mahalnya.

​Kairo memasukkan dokumen itu ke saku jas dalam, tepat di dekat jantungnya.

​"Mulai hari ini," suara Kairo final. "Tidak ada apartemen. Tidak ada agen Budi. Tidak ada keluar rumah."

​"Kau tidak berhak! Aku manusia merdeka!"

​"Kau istriku!" bentak Kairo, wajahnya mendekat. "Di mata hukum, kau milikku. Kalau kau kabur dan bikin malu, nama baikku hancur."

​Dia mundur selangkah.

​"Kau tahanan rumah, Sora. Mulai detik ini. Aku ganti semua kode kunci. Kau tidak akan melangkah satu jengkal pun keluar pagar tanpa izinku."

​Elena menatap suaminya dengan napas tertahan. Kairo serius.

​"Kau gila," bisik Elena. "Ini penjara, bukan pernikahan."

​"Sebut sesukamu," Kairo berbalik. "Reza! Bawa koper Nyonya ke kamar. Pastikan gerbang digembok ganda."

​Kairo merasa menang. Dia berhasil menggagalkan pelarian istrinya. Jantungnya mulai normal.

​Namun, langkahnya terhenti. Bip-bip.

​Suara notifikasi dari ponsel Elena yang juga dia sita.

​Kairo mengangkat ponsel itu, curiga si "Budi" menghubungi. Tapi nama di layar bukan Budi.

​BELLA - ULAR BERBISA

​Kairo mengernyit. Bella Winata?

​Pesan itu muncul di layar kunci.

​"Heh, Istri Sampah! Masih hidup lo? Gue denger lo dikurung di rumah ya gara-gara stress? Hahaha! Mending lo dateng ke pesta gue besok di Hotel Mulia. Gue mau pamer tas baru.

​Oh iya, bener gak sih gosip laki lo si Kairo lagi main gila sama sekretarisnya di Singapura? Kasian deh lo, udah mandul, bego, diselingkuhin pula. Kalau gak dateng, berarti bener lo malu mau dicerai? Ditunggu ya, pecundang! xoxo"

​Kairo membaca pesan itu dua kali. Matanya menyipit. Keningnya berkerut dalam.

​Istri Sampah. Mandul. Bego. Diselingkuhin.

​Kairo menoleh perlahan ke arah Elena. Wanita itu berdiri memeluk diri sendiri dengan wajah benci, tidak tahu apa isi pesan itu.

​"Kembalikan ponselku," kata Elena dingin. "Atau kau mau bajak WhatsApp-ku juga?"

​Kairo tidak menjawab. Darahnya mendidih dengan cara berbeda.

​Ini bukan cemburu. Ini tersinggung. Ada orang lain yang berani menghina miliknya? Menghina Kairo Diwantara dan istrinya?

​Kairo menatap Elena lagi. Kali ini tatapannya bukan lagi amarah posesif, tapi perhitungan dingin.

​"Siapa Bella ini?" tanya Kairo tiba-tiba, suaranya tenang namun mematikan.

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝒚𝒈 𝒌𝒆𝒕𝒂𝒓 𝒌𝒆𝒕𝒊𝒓 𝒅𝒊𝒕𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍 𝑺𝒐𝒓𝒂 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒐𝒐𝒅 𝒋𝒐𝒃 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 👍👍👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒅𝒑𝒕 𝒍𝒂𝒘𝒂𝒏 𝒚𝒈 𝒔𝒆𝒑𝒂𝒅𝒂𝒏 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒌𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒕 𝒏𝒊𝒉 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒊𝒍𝒂 𝒑𝒆𝒍𝒂𝒚𝒂𝒏 𝒓𝒆𝒏𝒅𝒂𝒉𝒂𝒏 𝒃𝒆𝒓𝒂𝒏𝒊 𝒄𝒖𝒓𝒊 𝒅𝒊 𝒓𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒕𝒓𝒖𝒔 𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒈 𝒈𝒂𝒌 𝒔𝒆𝒅𝒊𝒌𝒊𝒕 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒋𝒅 𝒏𝒈𝒂𝒌𝒂𝒌 𝒏𝒊𝒉 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒏𝒈𝒂𝒍𝒂𝒉𝒊𝒏 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒚𝒈 𝒃𝒆𝒃𝒂𝒍 😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒂𝒓𝒖 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒍𝒊 𝒃𝒆𝒓𝒕𝒊𝒏𝒅𝒂𝒌 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒔𝒅𝒉 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒌𝒆𝒍𝒊𝒎𝒑𝒖𝒏𝒈𝒂𝒏 😏😏😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒉𝒂𝒅𝒆𝒑𝒊𝒏 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝒌𝒆𝒑𝒂𝒍𝒂 𝒅𝒊𝒏𝒈𝒊𝒏 𝒃𝒊𝒂𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒂𝒎𝒃𝒊𝒍 𝒌𝒆𝒑𝒖𝒕𝒖𝒔𝒂𝒏 𝒚𝒈 𝒃𝒂𝒊𝒌 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒎𝒖 😉😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒃𝒌𝒏 𝒍𝒈 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒚𝒈 𝒅𝒖𝒍𝒖 𝒋𝒅 𝒈𝒂𝒌 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒕𝒂𝒌𝒖𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒘𝒂𝒍 𝒚𝒈 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒓𝒊𝒌 😉🤗
tukang nyimak
Bener banget...aku setuju dengan kalimat mu nyonya.. semiris itu ya
tukang nyimak
othornya keren nyampe banget narasinya
tukang nyimak
manusia mcam vektor ini adalah manusia penghancur.. dia sang eksekutor keji..tp aku percaya di atas langit masih ada langit
Shafia M. 1212
udah kaya mau ketemu presiden aja pake ada waktu luang wkwkwk🤣🤣🤣
Shafia M. 1212
hahaha ulah siaap klw bukan istri u 🤣🤣🤣
Shafia M. 1212
aset yg di rumah lebih berharga dari aset mana pun🤭
Shafia M. 1212
🤣🤣🤣🤦‍♀️
Shafia M. 1212
🤣🤣🤣🤣
Shafia M. 1212
bagus 🤣🤣🤣
Shafia M. 1212
😄😍 love untuk sora
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!