NovelToon NovelToon
Hantu Air

Hantu Air

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Roh Supernatural / Mata Batin / Iblis
Popularitas:91.1k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"

Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.

Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.

Apa yang membawa mereka kedalam air?

mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Kecebur sungai

"Arini ngapain kok sibuk di pinggir sungai, Kak?" Arya melihat Arini yang sedang sibuk sendiri di pinggir sungai itu.

"Iya, sedang apa dia karena aku tidak memberi tugas sepertinya untuk mendatangi sungai ini." Purnama juga agak heran dengan keberadaan Arini.

"Wah jangan-jangan malah dia adalah penghianat dan yang membunuh semua orang itu adalah dia." Arya malah sudah mulai berpikiran tidak tentu arah.

"Mulut mu itu jangan bicara sembarangan begitulah, Ayo kita ke pinggir dulu." ajak Purnama karena mereka memang belum menepi.

"Sabar dong, Kakak agak geser sana biar aku bisa mendayung." Arya mendorong bokong Purnama dengan dayung kayu itu.

"Aku sudah di pinggir ini, masih saja kau suruh minggir!" Purnama merutuk kesal karena memang sudah duduk di ujung.

Duuuuk.

"Eh apa ini?!" Purnama kaget karena perahu mereka malah seolah sedang menabrak sesuatu di pinggir sungai.

"Seperti batu ya, eh awas!" Arya berteriak cukup keras dan akhirnya yang tidak dia inginkan terjadi juga.

Byuuuuuur.

Karena Purnama sudah duduk di pinggir dan barusan ada sedikit hentakan karena menabrak sesuatu yang masih belum mereka ketahui juga itu adalah benda apa, ini sekarang malah terjatuh begitu saja dari atas perahu sehingga mau tidak mau Purnama akan basah kuyup dan dia pasti akan mengamuk kepada Arya.

Arya sendiri sudah menjaga jarak karena dia tidak mau bila nanti sampai kena kamu oleh Ratu ular itu, tadi dia yang mendorong Purnama agar duduk di pinggir dan saat sudah duduk di pinggir seperti ini malah mereka menabrak sesuatu sehingga Purnama langsung basah kuyup dan ini malam hari sehingga sudah pasti sangat dingin sekali.

Mana hujan juga belum berhenti sehingga suasana yang begini semakin membuat tubuh manusia yang terkena air akan semakin dingin saja, walau sudah berada di pinggiran namun tetap saja Purnama sampai basah sebatas dada dan tadi ketika jatuh dia tersungkur sehingga bagian kepala juga terkena air sungai amis ini.

Tinggal Arya yang bingung antara mau menolong atau dia ingin kabur saja karena dia sudah tahu Purnama pasti akan mengamuk dan dia bila mengulurkan tangan bisa saja akan segera di tarik oleh Purnama agar tercebur masuk ke dalam sungai, jadi otak licik area sedang bekerja keras untuk melarikan diri.

"Heh kenapa kalian ini ribut sekali?!" Arini yang sedang berjalan di pinggir sungai malah melihat mereka berdua.

"Ini adik durhaka itu malah melempar aku masuk ke dalam sungai!" Purnama terlihat sangat marah dan dia berenang ke pinggir.

"Mana ada aku melempar orang tadi tertabrak sesuatu dan kakak sendiri yang duduk di ujung." Arya tidak mau bila disalahkan.

"Bangsat bajingan, malam malam begini aku harus basah kuyup dan mana hujan juga belum berhenti." Purnama masih terus memaki karena kesal.

"Aduh habis lah aku, kok bisa ular galak itu tadi jatuh tercebur masuk ke dalam sungai." Arya mendayung kembali perahu itu agar segera tiba.

"Mana air sungai sedang bau amis begini malah kau tercebur masuk." hari ini menata Purnama yang basah kuyup.

"Arya itu tidak pernah beres kalau di suruh kerja, awas aja nanti kalau sudah tiba di sini maka akan ku banting dia!" kesal Purnama karena dia memang sangat emosi.

Sedikit pun tentunya dia tidak pernah menyangka bila tadi akan segera tercebur masuk ke dalam sungai dan basah kuyup seperti ini, sedang duduk anteng tapi malah menabrak sesuatu dan dia justru menyalahkan Arya karena tadi Arya menyuruh agar Purnama duduk sedikit menjauh dari dia agar bisa mendayung secara leluasa.

Ini sekarang Arya harus bersiap menerima hukuman karena dia yang memegang kemudi perahu itu, seluruh tubuh pernah mati tidak ada yang kering dan Arini sendiri merasa Purnama menjadi begitu bau karena tersiram dengan air yang ada di sungai, air di sungai ini memang telah berubah menjadi bau amis tidak terkira.

"Kemari kau, sialan!" Purnama berkacak pinggang dengan emosi besar.

"Loh ya jangan menyalahkan aku seperti itu, kan aku juga tidak tahu kalau ada sesuatu di dalam air." Arya menjawab dengan jarak yang lumayan.

"Salah mu karena menyuruh aku tadi duduk di pinggir, coba kalau aku duduk di tengah maka tidak akan aku tercebur!" bentak Purnama tidak mau kalah.

"Astaga sudah lah, jangan ribut hanya karena masalah sepele seperti ini." Arini menghentikan perdebatan di antara mereka.

"Sepele? bisa sekali kau mengatakan kalau aku tercebur itu adalah masalah yang sepele!" Purnama kembali tidak terima dengan ucapan Arini.

"Ya kan kau juga bisa berenang dan sekarang tidak celaka, jadi kenapa pula harus bertengkar hanya karena masalah seperti itu." Arini bisa bersikap bijaksana.

"Nama nya juga kita sudah mulai mengurus tentang sesuatu jadi segala resiko harus bisa kakak menerima." ucap Arya membuat Purnama tambah emosi saja mendengar jawaban sang adik ini.

Saat Purnama sudah angkat tangan ingin menjitak kepala sang adik, mendadak saja ada sebuah perahu yang menghantam pinggiran sungai dan kedua orang itu terlihat begitu ketakutan sehingga membuat perhatian Purnama beralih kepada orang tersebut dan dia penasaran apa yang telah terjadi sehingga membuat mereka berdua terlihat begitu panik dan juga ketakutan.

Purnama segera berlari untuk menghampiri orang itu dan ingin bertanya apa yang telah terjadi sehingga mereka semua terlihat sangat panik, walau saat ini Arya juga masih takut akan dihajar oleh Purnama tapi dia tetap ikut mendekat karena rasa penasaran yang begitu tinggi tentang pengalaman dari dua orang yang baru saja tiba itu.

"Cepat, kita harus minta tolong kepada siapa saja agar Pak Roni bisa selamat." Yoto segera menarik perahu ke pinggir dan mengikat pada pohon kecil.

"Ada apa ini?" Purnama langsung bertanya karena dia menyadari ada yang tidak beres.

"Masya Allah Mbak Pur, Alhamdulillah malah ketemu sampeyan di sini." Gito terlihat sangat senang karena bertemu dengan Purnama dan Arya.

"Ada apa memang nya, Mas Gito?" Arya bertanya juga karena masih penasaran dan belum mendapat jawaban.

"Itu Pak Roni terseret masuk ke dalam air dan di sekeliling air ada akar rambut yang berwarna hitam, tidak berani mau mendekat karena bisa saja kami ikut terseret ke dalam." jelas Gito dengan nafas memburu.

"Loh bukan nya kita tadi juga ketemu dengan Pak Roni?!" Arya kaget karena tadi mereka sempat bertemu dengan pria setengah baya itu.

Tapi Purnama tidak menjawab ucapan Arya dan memilih untuk segera masuk ke dalam air agar bisa menyelamatkan Pak Roni yang telah di seret oleh hantu air itu, dia sungguh berharap nanti bisa bertemu dengan hantu air dan nyawa Pak Roni masih bisa diselamatkan karena manusia bila sudah di dalam air sangat sulit untuk bertahan.

Bantu like dan komen nya ya bes, otw mau kontrak ini.

1
ρυтяσ✨
sesekali memang harus menahan amarah ko Pur... bagus sekali sekarang bisa menahan'y dengan sempurna 🤭🤭🤭🤭
Zuhril Witanto
emang mau hajatan🤣
edelweis🌻
lanjut mak
Zuhril Witanto
semoga bisa tertolong
Zuhril Witanto
untung ketemu purnama
Zuhril Witanto
kukira emak othor yang typo🤣🤣🤣
Zuhril Witanto
ayo ndin
K & T K & T
MET siang jg Bess...
aku jg setuju dgn ibu2 yg lain klo si kokop pindah dr desa pandan arum😌
Zuhril Witanto
dasar 😁😁😁
FiaNasa
aslinya gun lari itu karna takut denganmu pur😄😄😄
Zuhril Witanto
kasian pak Roni
Cindy
lanjut kak
nara
apakah sinta ya korban persembahan hantu air buat sang ratu,,atau malah ria
Zuhril Witanto
duh bahaya pak
tse
ko ya makin gemes aku sama kopsah ga ada kapoknya loh udah di bawa ke lembah kematian ja ga ada kapoknya...
udah di batai sama Purnama juga ga kapok...
apa perlu ya di bantai sama hantu air dulu baru dia kapok...
yang jadi suaminya aja sampai malu ya bang Thamrin...
lanjut mak... di Cileungsi lagi hujan lebat mak...
moerni🍉🍉
pindah alam sekalian kopsah...d gondol hantu air..
ap kopsah jdi ketua hantu air aja..cockk kayanya
moerni🍉🍉
knpa ga d jodohin sm sari...
udh insaf kan...
mantan kk ipar ku sekrang istriku...
Nurr Tika
nanti malah kamu yg di ambil sma hantu air sinta, lanjut thor
Nurr Tika
ga usah marah pur demi kebaikan mu
Marsiyah Minardi
Hadehhh Sinta ,bodoh kali lah tindakan kau ,grusa grusu tar malah nyusahin orang aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!