NovelToon NovelToon
Cinta Untuk CINDERELLA

Cinta Untuk CINDERELLA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:89.2k
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.

Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.

Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..

Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya

"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Malam Ulang Tahun Nenek

"SIAPA BILANG AKU TIDAK DATANG!!

Semua yang berada di dalam sana menoleh ke arah suara. Di ambang pintu, Ella berdiri dengan senyum manisnya. Dia tak datang seorang diri melainkan membawa sesuatu di tangannya selain tas mewah yang di genggamnya.

Nenek Cahya tersenyum lebar melihat wanita yang telah dia anggap cucunya itu akhirnya datang di acara hari jadinya ini.

Semua mata tertuju, Tak terkecuali Araka yang seketika terpesona akan kecantikan Ella malam ini. Dengan gaun hitam mewah yang di kenakannya, Sepatu high-heels, Aksesori yang tak kalah mewah kini menghiasi leher, Telinga, Pergelangan tangan serta jarinya.

Lentera terdiam di tempatnya, Kedua tangannya terkepal erat melihat penampilan Ella malam ini.

ang tak dia sangka ialah kenapa Ella justru tampil dengan penampilan yang lebih darinya. Penampilan Ella sungguh mengalahkan penampilan Lentera malam ini.

"Selamat ulang tahun Nek.." Ella mendekat dan memeluk Nenek Araka itu. Nenek Cahya tersenyum tulus, Wanita tua itu membalas pelukan Wanita yang dulu pernah merawatnya ketika sakit itu.

"Nenek pikir kamu tidak datang Cinderella.." Ella mengurai pelukannya.

"Mana mungkin aku tidak datang ke acara penting ini.. Tentu saja aku datang, Lihat? Aku tampil cantik seperti ini demi Nenek.." Nenek Cahya terlihat sangat bahagia dan senang. Dia menelisik penampilan Ella dari atas sampai bawah, Dan sungguh Ella cantik sekali.

"Kakak.." Ella menoleh pada Lentera yang memanggilnya.

"Kenapa?

"Tapi bukannya kakak tadi bilang kalau kakak tidak akan datang.." Ucap Lentera menyela pembicaraan Ella dan Nenek Cahya. Ella berbalik badan menatap adik tirinya itu. Wanita itu tersenyum..

"Beginilah kalau keluarga tidak pernah ada kedekatan. Orang bercanda saja di anggap serius.. Padahal aku hanya mengatakan kalau aku tidak datang dan tolong kirimkan salamku untuk nenek.. Tapi kau sudah menganggap aku tidak datang sungguhan?" Ella terkekeh, Dia menggelengkan kepalanya.

"Lentera.. Aku ini kakakmu. Masa kau tidak bisa bedakan mana yang bercanda dan mana yang sungguhan?" Lentera melirik Araka yang sejak tadi hanya diam saja. Lentera juga memerhatikan penampilan Ella yang begitu memukau malam ini.

"Tunggu! Bukankah gaun yang di beli Kak Araka berwarna putih? Tapi kenapa ini hitam? Mewah banget lagi.. " Batin Lentera merasa aneh. Hal yang sama pun juga di rasakan oleh Araka. Dapat darimana Ella gaun mewah itu? Bukankah Gaun yang di belikan Araka berwarna putih dan sangat sederhana sekali?

"Pasti sekarang dia sedang mencari cara untuk memojokkan ku.." Batin Ella yang sudah paham dengan apa yang akan di lakukan oleh Lentera setelah ini.

"Ella...Bukankah tadi aku membelikanmu gaun berwarna putih? Kenapa kau justru memakai gaun hitam? Gaun ini bukan gaun yang aku belikan untukmu kan?" Karena merasa penasaran akhirnya Araka bertanya. Jelas ini di buat kesempatan untuk Lentera agar suasana semakin memanas.

"Iya.. Kenapa kakak tidak pakai gaun yang Kak Araka belikan Kak? Kenapa kakak justru memakai gaun yang lain.. Kakak tidak menghargai pemberian Kak Araka ya?"

Bina pun maju, Dia menatap tak suka ke arah Wanita yang sebentar lagi akan menjadi menantu nya itu.

"Jadi gaun inj bukan gaun pemberian putraku?

"Maaf Tante.. Aku memang tidak memakai gauj dari Araka.." Ucap Ella dengan tenang.

"Kau! Inilah alasan ku kurang setuju Araka menikah dengan wanita sepertimu.. Kau itu tidak tahu rasanya berterima kasih. Tidak menghargai pemberian orang lain termasuk tunanganmu sendiri!" Bina menatap putranya.

" Araka, Lain kali jangan belikan apapun untuk wanita ini.." Hardik Bina.

"Ma! Udah, Ini acara Ibu..

"Tapi Pa..

Hendra yang sejak tadi diam ikut angkat bicara..

"Ella, Kau ini, Sungguh keterlaluan! Memalukan?" Ucap Hendra, Seperti biasa pria paruh baya itu marah. Sayangnya, Ella tak peduli. Dia beralih menatap Dewi yang tak keluar sepatah katapun ucapan dari bibirnya.

"Ma.. Mama juga tidak ingin mengatakan sesuatu padaku? Memarahiku misalnya? Atau ikut menyalahkan ku? Dewi masih diam bak patung, Dia memalingkan wajahnya.

Beberapa tamu mulai berbisik dengan drama yang telah terjadi malam ini.

"Ella, Sekarang jawab pertanyaan ku? Kenapa kau memakai gaun ini? " Tanya Araka sekali lagi. Ella menghela nafas panjang sebelum berkata.

"Sudah selesai bicaranya?

"Kau!!!

"Kalian ingin tahu apa alasanku tidak memakai gaun yang di belikan oleh tunanganku sendiri?" Ella tersenyum, Senyum yang tak semua orang tahu itu adalah senyuman makna apa.

"Kalian semua yang ada di sini harus tahu. Araka, Dia membelikan gaun untukku, Untuk tunangannya atau lebih tepatnya calon istrinya seharga lima ratus ribu. Sementara dia, Membelikan gaun untuk Lentera yang hanya calon adik iparnya seharga lima puluh juta.. Mana mungkin aku memakai gaun yang dari segi harganya saja sudah merendahkan ku..

Araka dan Lentera sama-sama terkejut. Mereka gugup dan tak bisa berkutik lagi. Lentera menelan salivanya susah payah. Bagaimana bisa Ella tahu tentang semua itu.

Semua mata tertuju padanya. Dia bingung harus bagaimana sekarang..

"Araka!

PLAAAK!!

"Nek..

"Ibu!!

Araka memegang pipinya, Wanita tua itu baru saja mendaratkan tamparan untuk cucunya.

"Kau! Pria macam apa kau ini? Kau membelikan calon istrimu gaun murah tapi untuk gadis tak tahu diri ini kau belikan gaun yang mahal? Dimana akal sehatmu Araka!!!" Araka menunduk, Tangannya terkepal dengan dada yang naik turun.

"Nek.. Araka bisa jelasin. Ella hanya salah paham.. Aku..

"Ini adalah gaun yang kau berikan padaku.." Ella meraih gaun putih.dari dalam paperbag yang dia pegang sejak tadi. Ella juga melempar gaun itu tepat mengenai wajah Araka.

"Dan ini adalah bukti pembayarannya. Salah paham apa yang kau maksud?" Selain gaun, Ella juga melempar lembar kecil struk atau bukti pembayaran yang jelas dia dapat dari Davin. Bukti pembayaran tersebut terletak di dalam paperbag gaun hitam yang di pakai nya ini.

Lentera maju, Dia siap untuk membela diri dan akan memutar balikan fakta. Padahal bukti sudah jelas.

"Enggak.. Semua itu bohong! Kak.. Kau jangan asal bicara, Aku dan Araka..

"Aku juga punya rekaman cctv nya nek.." Ella menunjukkan bukti rekaman cctv yang ada di ponselnya pada semua yang ada di sana termasuk Nenek Cahya.

"Kalian bisa lihat sendiri kan? Aku tidak bohong. Mereka datang ke butik hanya berdua. Padahal semua orang tahu kalau akulah calon istrinya, Tapi kenapa Lentera yang dia gandeng mesra..." Nenek Cahya menatap tajam Araka.

"Definisi ipar adalah maut ini..

"Iya benar.. Belum apa-apa udah mau di embat calon suami kakaknya.." Bisik-bisik mulai kembali terdengar, Araka dan Lentera lah targetnya.

Nenek Cahya menatap tajam cucunya itu.

"Kau! Nenek pastikan kau akan menyesal nanti.. Dan kau!" Wanita tua itu menunjuk Lentera.

"Kau pergi sekarang juga! Jangan datang ke acara pentingku ini!

"Nek..

"PERGI!

Lentera menghentakan kakinya kesal. Matanya mulai berkaca-kaca sekarang. Hendra dan Dewi mendekat..

"Ayo kita pulang..

Hendra dan Dewi merangkul Lentera agar putrinya itu tenang. Hati Ella jelas sakit melihat itu, Padahal dialah korban disini tapi kenapa yang tenangkan adalah Lentera.

"Lihat? Padahal disini masih ada putri satunya. Akulah yang korban disini tapi kenapa yang kalian rangkul dan yang kalian tenangkan adalah Lentera yang jelas-jelas salah.. Orang tua macam apa kalian ini.." Hendra dan Dewi menghentikan langkah mereka.

"Orang jaman sekarang ini sungguh berbeda.. Yang pelaku di bela, Si korban justru di salahkan.. Astagaaaa..." Ella tertawa, Setetes air mata mengalir. Bukan tangis karena dia yang tertawa tapi karena rasa sedih dan pedih yang Ella rasakan.

Dewi berbalik badan, Wanita yang tak lain adalah ibu kandung Ella itu maju dan meraih tangan sang putri..

"Kita pulang sekarang. Kalau ada apa-apa itu di selesaikan di rumah jangan di rumah orang. Bikin malu yang ada.." Lihat? Bukannya di hibur atau di tenangkan Ella lagi-lagi di sangka membuat malu.

Nenek Cahya maju, Dia melepas genggamsn tangan Dewi kemudian meraih dan menggenggam tangan Ella.

"Kalau seorang anak lebih memilih untuk menyelesaikan urusannya di luar dan bukan di rumah bersama orang tuanya. Jangan salahkan anaknya, Tapi orang tuanya lah yang harus introspeksi diri. Karena kalau orang tuanya itu baik, Perhatian, Memberikan kasih sayang. Anak itu tidak akan mencari orang lain untuk menjadi tujuannya meluapkan seluruh isi hatinya. Karena sejatinya orang tua adalah rumah yang paling nyaman untuk buah hatinya.." Dewi sedikit tertampar dengan kata-kata Nenek Cahya.

Yang di katakan Nenek Cahya memang benar. Orang tua harus bisa merangkul anaknya saat sedih atau ketika punya masalah. Tanyakan dengan baik-baik, Bukannya malah di salahkan.

"Sudah tahu Ella korban masih tetap saja di salahkan.. " Kata Nenek Cahya membuat Dewi bungkam.

"Lebih baik sekarang kau pergi dan pulang sana.. Ella akan berada disini malam ini bersamaku.." Dewi pun terpaksa pulang meninggalkan Ella yang bersama Nenek.

TBC

1
Ummi Sulastri Berliana Tobing
ah.. lentera g sadar2 jg dari kesalahan ny
Risma Hye Chan
smgat up nya smga up yang bnyak🤭
Risma Hye Chan
sudah aku vote yaa kak
Mama Bila😘❤️: Makasih kk🍁🥰
total 1 replies
Ri_♡
Lentera.....lentera kena karmakan lu,mkanya nggk usah nuduh2 Ella murahan kalau kenyataannya lu yg murahan😂😂😂😂syukurin😂😂😆😆😆
Sumar Sutinah
kamu lentera, kmu yg salah dih nyalahin Ella dasar gebleg, otaknya dah miring
Lusi Hariyani
lentera itu sdh gila org situ yg slh mlh nyalahin orglain bnr2 stres....nenek2 jg emak2 jd ya gitu klo ngomel sepanjang rel kereta api
Dila Dilabeladila
bagussssssss👍👍👍👍👍
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang nenek Cahya betul koq 😁😁😁
Evi alvian
Yach aku gak jadi ngomel..nenek Cahya udah terwakilkan🤭😁
Les Tary
mana keangkuhanmu Bina🤣🤣🤣
Teh Euis Tea
rasain kalian abis di maki2 sm nrnek cahya, hajar aj nek sekaluan tuh sm si bina yg benci bgt sm ella
Dew666
🍎🍭
Masha 235
hallo.....Bu Dewi!!!lupa,amnesiakh?!atau kurang ngaca....kalo malu ank kesayangan hamil diluar nikah....ap kbrmu yg dulu....selingkuh,&hamil ank selingkuhan ...
Putrii Marfuah
udah Salah kenapa gak sadar diri malah nyalahin orang lain. introspeksilah
Masha 235
bner yg dibilang nnk Cahya,lntera nama cantik,kelakuannya kebalik(kebalikn nmanya)😄😄
sri susanti
rasain kamu lentera,, puas rasa hatiku
Nayi Siti
good nenek,
Ariany Sudjana
ini lagi lentera, kamu yang jadi pelacur murahan, kamu yang hamil, ga tahu siapa lakinya, tapi kamu salahkan Ella. hey kamu masih waras? semua itu kesalahan kamu, jangan semua ditimpakan ke Ella, kan kamu yang jadi pelacur 🤭🤭 beda dengan Ella, Ella bisa menjaga martabatnya, dan punya suami juga konglomerat. sudah kamu masuk RSJ saja, biar otak kamu kembali normal
Masha 235: kn dia sama kyak araka KK,otak udang,kotornya ada dikepla,😄😄
total 1 replies
Nice1808
biasa nenek2 klo ngomel kyk kereta api🤣semua isi perut kluar semua tp bener yg di bilang nek cahya, nikahi tuh lentera yg di blg araka cinta ma tera, jaga ank yg ada di kandungan tera🤣🤣mana nmungkin berani kluarlah dr KK dan hak waris nek cahya
Ariany Sudjana
Dewi Dewi, makan tuh cinta, kamu membela Hendra sampai segitunya, dan kamu percaya semua perkataannya, kalau Amran ga pernah kirim uang, ternyata uang yang dikirim banyak, dan ga pernah sampai ke Ella, malah dipakai buat si jalang itu foya-foya
Masha 235: krna dah disumpelin kata manis&rayuanya Hendra kk,jadi taik rasa coklat....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!