NovelToon NovelToon
Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Sumpah Di Bawah Bayangan Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Dijodohkan Orang Tua / Matabatin / Reinkarnasi / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:229
Nilai: 5
Nama Author: Laila ANT

Tabib Wi Lu mendapati dirinya dituduh meracuni Kaisar dan dipaksa menikahi Putri Yu Ming, pewaris tahta yang penuh dendam. Dengan reputasi tercoreng dan pengawasan ketat, Wei Lu harus melawan intrik licik Pangeran De, paman Kaisar, yang sebenarnya merencanakan kudeta dengan memanipulasi ilmu farmasi. Saat Yu Ming menjadikannya musuh, Wei Lu diam-diam menggunakan kejeniusan medisnya untuk membongkar konspirasi Pangeran De, menyelamatkan Kekaisaran dari wabah buatan, dan akhirnya mengungkap kebenaran di balik kematian Kaisar. Perjalanan ini memaksa Yu Ming menghadapi prasangkanya dan secara bertahap belajar mempercayai Wei Lu , mengubah pernikahan politik mereka menjadi pernikahan sejati yang di dasari cinta, kejujuran, dan penyembuhan bagi seluruh kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laila ANT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gudang 7

Dua bukti palsu yang mengikatku pada kejahatan, pikir Wei Lu.

Ia menyelipkan diagram 300g yang baru ditemukan itu di samping gulungan resep yang sudah ada, menutup sayatan itu kembali.

Wei Lu menghela napas lega. Setidaknya, bukti palsu itu aman. Sekarang ia harus kembali ke audit tanda tangan, mencari bukti asli kejahatan Pangeran De sebelum waktu dua jam Yu Ming habis.

Ia menyaring arsip, membandingkan tanda tangan dengan kecepatan tinggi, mengabaikan rasa perih di matanya. Ia harus fokus pada logistik pengadaan yang tidak biasa.

Satu jam berlalu. Wei Lu hanya menyelesaikan sepertiga tumpukan. Ia mulai merasa putus asa.

Tiba-tiba, ia menyadari sesuatu di tengah tumpukan arsip lama tentang pengadaan bahan bangunan. Ada sebuah dokumen yang sama sekali tidak relevan: laporan pengadaan kayu untuk pembangunan kandang kuda di barak militer.

Di bagian bawah laporan itu, Wei Lu melihat tanda tangan yang ia kenal—tanda tangan Menteri Keuangan Lin, kaki tangan Pangeran De.

Wei Lu memeriksa rinciannya. Tiga bulan lalu, Lin menyetujui anggaran besar untuk

"pengadaan kayu khusus" untuk kandang.

Wei Lu menyipitkan mata. Kayu untuk kandang kuda tidak memerlukan anggaran sebesar itu. Itu adalah kayu biasa.

Ia membalik halaman laporan itu. Di bagian belakang, disembunyikan dengan tinta samar yang hampir tidak terlihat, adalah sebuah kode. Kode yang hanya akan dikenal oleh tabib kekaisaran yang akrab dengan logistik penyimpanan.

Kode itu merujuk pada gudang penyimpanan rahasia di bawah barak militer, sebuah gudang yang dulunya digunakan untuk menyimpan ramuan perang kuno yang sangat beracun dan langka.

Wei Lu segera menyadari: Pangeran De tidak hanya memanipulasi catatan medis dan keuangan. Pangeran De telah mendirikan fasilitas penyimpanan ramuan ilegal di bawah kedok pembangunan kandang kuda militer.

Ia harus segera mendapatkan akses ke gudang itu. Itu adalah satu-satunya tempat Pangeran De akan menyimpan bahan baku langka untuk Ekstrak Daun Pagi atau, yang lebih buruk, sisa ramuan yang ia gunakan untuk membunuh Kaisar.

Wei Lu meraih sehelai kertas kosong. Ia tidak punya waktu untuk mengirim pesan rahasia melalui Kasim Feng. Ia harus menggunakan metode yang lebih berani.

Ia menuliskan sebuah dekret darurat, menggunakan stempel Perdana Menteri-nya. Dekret itu memerintahkan Jenderal Xiong di barak militer untuk segera membuka Gudang 7 (gudang rahasia di bawah kandang kuda) untuk "inventarisasi darurat peralatan militer yang hilang."

Ia melipat dekret itu dan menyembunyikannya di balik jubahnya. Ia harus mengirimkannya sendiri.

Saat ia berjalan menuju pintu, ia mendengar suara langkah kaki yang familiar di lorong. Kali ini, langkah itu cepat, dan berhenti tepat di luar pintunya.

Wei Lu menegang. Yu Ming. Waktu dua jamnya belum habis, tetapi Ratu telah kembali.

Pintu kantornya terbuka dengan desakan yang keras, dan Yu Ming berdiri di sana, wajahnya penuh ketegasan.

"Perdana Menteri Wei," kata Yu Ming, suaranya tajam.

"Aku tidak bisa menunggu lagi. Audit ini harus segera diselesaikan. Aku akan mengambil arsip ini dan membawanya kepada Pangeran De untuk—"

Yu Ming berhenti. Matanya menyapu ruangan, dan berhenti pada Wei Lu yang berdiri di ambang pintu, jubahnya sedikit terbuka, memperlihatkan tepi gulungan dekret darurat militer yang ia coba sembunyikan.

"Apa yang kau sembunyikan, Wei Lu?" tuntut Yu Ming, matanya menyala dengan kemarahan baru.

Wei Lu tahu ia tidak bisa berbohong. Ia harus membalikkan situasi ini, sekali lagi.

"Yang Mulia Ratu," jawab Wei Lu, melangkah maju. "Saya tidak menyembunyikan apa pun. Saya baru saja menyelesaikan audit ini, dan saya baru saja akan mengirimkan dekret darurat ini. Saya menemukan, di antara tumpukan arsip Anda, laporan pengadaan yang mengindikasikan adanya penyelundupan bahan baku militer ke Gudang 7 di bawah barak Jenderal Xiong. Saya harus menyelidiki ini segera. Saya curiga ini adalah tempat Pangeran De menyembunyikan catatan—"

"Cukup!" potong Yu Ming, berjalan masuk, tatapannya terfokus pada gulungan di jubah Wei Lu.

"Penyelundupan bahan baku militer? Itu adalah urusan yang tidak ada hubungannya dengan tuduhan racun! Kau hanya mencari alasan untuk mengalihkan perhatian dari kegagalanmu!"

Yu Ming mengulurkan tangan.

"Berikan dekret itu padaku, Wei Lu. Aku ingin melihat apa yang kau coba lakukan sekarang."

Wei Lu tidak punya pilihan selain menyerahkan gulungan itu. Yu Ming membukanya, matanya dengan cepat menelusuri isi dekret militer yang memerintahkan pembukaan Gudang 7.

"Gudang 7?" ulang Yu Ming, bingung.

"Itu adalah gudang senjata usang, Wei Lu. Kau membuang-buang energi militer untuk mencari 'peralatan militer yang hilang' di sana. Jelas kau mencoba lari dari tanggung jawab auditmu."

Wei Lu melihat kesempatan.

"Jika gudang itu kosong, Ratu, maka dekret saya tidak akan membuang waktu siapa pun. Tetapi jika di dalamnya ada sesuatu yang disembunyikan, sesuatu yang Pangeran De telah tutupi dengan anggaran pembangunan kandang kuda, maka kita tidak hanya menemukan korupsi, tetapi mungkin juga jejak ramuan yang dia gunakan untuk menjebak saya. Biarkan saya pergi, Ratu. Biarkan saya membuktikan bahwa saya tidak hanya bersembunyi di balik birokrasi, tetapi saya sedang mencari kebenaran yang Anda butuhkan."

Yu Ming menatapnya, bergulat dengan keraguan. Ia telah membaca jurnalnya, ia tahu betapa cerdasnya Wei Lu. Mungkinkah ada logika di balik penyelidikan yang tampaknya gila ini?

"Aku tidak akan membiarkamembiarkanmu pergi sendiri, Wei Lu," kata Yu Ming, suaranya mengeras.

"Jika kau sangat ingin membuktikan kebenaranmu di Gudang 7, aku akan ikut denganmu. Kita akan pergi sekarang. Aku akan mengawasimu di setiap langkahmu."

Wei Lu mengangguk. Yu Ming ikut berarti keamanan dan legitimasi, tetapi juga pengawasan yang mutlak.

"Baik, Ratu. Tapi kita harus segera pergi. Sebelum Pangeran De mendengar tentang dekret ini dan menutup—"

Tiba-tiba, Wei Lu merasakan getaran yang aneh di bawah kakinya. Itu adalah getaran singkat, namun terasa seperti gema logam yang keras.

Wei Lu dan Yu Ming saling memandang.

"Apa itu?" tanya Yu Ming, suaranya sedikit cemas.

Wei Lu berjalan cepat ke jendela, mengintip ke luar. Di bawah cahaya rembulan, ia melihat konvoi kecil gerobak kuda bergerak cepat di sepanjang dinding istana, menuju Gerbang Utara. Gerobak itu ditutupi terpal, tetapi bentuknya yang persegi panjang dan besar mengingatkan Wei Lu pada peti mati logam yang disebutkan dalam catatan kuno tentang penyimpanan bahan baku.

Dan yang membuat napas Wei Lu tercekat: di belakang konvoi itu, berjalan kaki, adalah Pangeran De, ditemani oleh Tuan Bao. Mereka bergerak dengan kecepatan tinggi, jelas dalam keadaan mendesak.

Pangeran De baru saja meninggalkan jamuan makan, dan sekarang ia bergegas untuk memindahkan sesuatu yang sangat penting.

"Pangeran De," bisik Wei Lu. "Dia sedang memindahkan sesuatu. Sekarang."

"Memindahkan apa?" tuntut Yu Ming.

Wei Lu menatapnya, pikirannya berpacu. Pangeran De pasti mendengar desas-desus tentang dekret darurat ke Gudang #7.

"Dia tidak pergi ke Gudang #7," kata Wei Lu. "Dia pergi ke lokasi lain. Gudang #7 mungkin hanya umpan. Jika dia memindahkan sesuatu dengan gerobak sebesar itu, itu pasti bahan baku yang sangat langka dan sensitif."

Wei Lu menatap Yu Ming. "Kita tidak punya waktu untuk pergi ke barak militer. Kita harus mengejar Pangeran De sekarang. Kita harus melihat apa yang ia coba sembunyikan di bawah malam ini. Jika kita berhasil menangkapnya dengan tangan berlumuran—"

"Tunggu, Wei Lu," potong Yu Ming. "Kita tidak bisa meninggalkan istana tanpa pengamanan. Itu akan—"

Wei Lu sudah meraih tangannya. "Jika kau ingin melihat kebenaran, Ratu, ini adalah satu-satunya kesempatanmu. Gudang #7 bisa menunggu. Tetapi Pangeran De, dengan gerobak berisi rahasia, tidak akan menunggu fajar."

Yu Ming tersentak oleh sentuhan Wei Lu dan urgensi dalam suaranya. Pergi sekarang adalah melanggar semua protokol keamanan, tetapi jika ia gagal, Pangeran De akan lolos dengan kejahatannya.

Yu Ming mengencangkan cengkeramannya pada dekret militer yang masih ia pegang. Ia membuang pandangan ke arah konvoi gerobak yang menghilang di Gerbang Utara, lalu kembali ke mata Wei Lu.

"Baiklah," katanya, suaranya rendah dan dipenuhi adrenalin yang langka. "Tapi kita tidak pergi melalui pintu utama. Kau harus membawaku melalui rute rahasia yang kau gunakan saat melacak wabah istana. Kita harus mengejar mereka sebelum mereka mencapai—"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!