NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Yang Menunggu

*****

Kak Rocky." Panggil Amelia.

Dari kejauhan Amelia sudah melihat Rocky berjalan meninggalkan area parkir dan masuk ke dalam rumah sakit. Bahkan Amelia bertanya pada dirinya sendiri, siapa yang akan di jenguk Rocky.

Dia mencoba memanggil Rocky, namun Rocky tidak mendengar nya. Jadi Amelia memutuskan untuk berlari dan mengejar Rocky sampai dia hampir mendekati Rocky di ujung lorong ruang perawatan.

" Kak Rocky." Panggil nya lagi dengan nafas ngos- ngosan.

" Amel? Kamu ngapain disini?" Tanya Rocky celingak celinguk ke kanan dan ke kiri.

" Tunggu kak. Atur nafas dulu." Kata Amelia yang sedang mengatur nafas nya agar teratur setelah berlari mengejar Rocky.

" Lagian kenapa lari - lari sih?" Tanya Rocky heran.

" Aku udah manggilin kakak tadi. Tapi kakak nggak dengar." Jawab Amelia.

" Masa sih. Kamu ngapain di sini?" Tanya nya mengulang pertanyaan nya yang tadi.

" Aku bakal koas disini, kak. Tadi kak Ari telpon, kata nya kak Rocky udah transfer uang ke kampus buat biaya koas Amel. Jadi Amel kesini deh ngantar surat rujukan nya." Jelas Amel tersenyum.

" Kak Ari bilang gitu?" Tanya Rocky heran.

Dia tidak menyangka kalau Ariana akan mengatakan kalau Rocky yang membayar biaya koas Amelia.

Padahal Rocky berpikir kalau Ariana tidak akan bercerita apapun soal uang itu.

Amelia hanya mengangguk pelan.

" Kak Ari bilang apa saja sama Amel?"

" Kak Ari cuma bilang kalau Amel nggak perlu khawatir mikirin soal uang kuliah. Kak Rocky bakal bayar biaya kuliah Amel sampai Amel sarjana."

* * *

Begitu sampai di kantor, Ariana menghubungi Amelia agar sang adik tak lagi bingung soal biaya koas nya.

" Halo, Kak Ari." Sapa Amelia saat dia mengangkat panggilan dari Ariana.

" Kamu dimana?"

" Masih di kampus, Kak. Tapi sebentar lagi Amel sudah mau pulang kok."

" Oh ya, Mel. Uang koas nya udah di transfer ke rekening kampus ya." Ucap Ariana dengan jelas.

" Serius kak? Emang uang kakak sudah cukup?" Tanya Ariana tidak enak.

" Bukan uang kakak? Tapi kak Rocky tadi yang sudah transfer ke kampus nya kamu. Kan kakak sudah bilang kalau kak Rocky mau bayar biaya kuliah Amel. Mulai sekarang Amel nggak usah nanyak lagi soal biaya kuliah. Kak Rocky bilang, kak Rocky akan bayar biaya kuliah Amel sampai Amel sarjana." Jawab Ariana dengan jujur.

" Sampein terima kasih Amel sama kak Rocky ya kak."

" Iya, nanti kalau jumpa kakak sampai kan."

" Kak Rocky sendiri ngapain disini?" Tanya Amelia.

" Tadi nya kakak mau ketemu sama teman kakak. Tapi karena sudah ada Amel. Mending kita makan. Amel sudah laper belum?" Jawab Rocky yang kemudian memeluk bahu Amelia.

" Laper banget kak. Mumpung sama kak Rocky. Boleh makan banyak dong."

" Boleh. Amel boleh makan sampai puas. Ayo."

" let's go."

*

*

*

" Kalau Amel kuliah, siapa yang masak di rumah?" Tanya Rocky saat mereka menikmati makan siang mereka.

" Kita berdua sama Kak Ari sebelum kak Ari berangkat kerja. Kadang juga nggak masak kalau kak Ari buru - buru. Yah, keseringan beli lah kak. Nggak ribet juga." Jawab Amelia jujur.

" Oh ya, Mel. Selama kak Rocky nggak ada, apa kak Ari punya pacar?"

" Pacar? Mana ada yang mau deketin kak Ari. Tiap kali ada cowok yang mau deketin, malah di judesin sama kak Ari. Sama tetangga kosan juga gitu. Setiap ada yang ngajak kenalan, langsung di usir sama kak Ari."

" Berarti kak Rocky masih ada kesempatan dong buat deketin kak Ari lagi?"

" Umm masih lah kak. Coba aja sendiri."

" Kok jawab nya gitu? Amel nggak senang ya kalau kak Rocky balikan lagi sama kak Ari? " Rocky menautkan alisnya karena heran mendengar jawaban dari Amelia.

" Soalnya bos nya kak Ari di kantor juga lagi deketin kak Ari. Sering banget datang ke rumah. Alasan nya sih ngerjain kerja kantor. Tapi bisa sampai malam ngobrol nya."

" Apa dia Marvin?" Tebak Rocky.

" Nggak salah lagi. Kak Marvin. Kadang kalau Amel perhatiin, dia sering curi - curi pandang tuh sama kak Ari. Perhatiin kak Ari diam - diam waktu kak Ari nggak lihat. Pokok nya kelihatan deh sama Amel kalau dia suka sama kak Ari." Jawab Amelia dengan antusias.

" Apa Marvin pernah bilang kalau dia suka sama Ariana?"

" Kalau soal itu, Amel nggak tahu kak. Kan yang ngobrol sama kak Ari, kak Marvin bukan Amel. Ya, kali aja kak Marvin pernah bilang kalau dia suka dengan kak Ari."

" Kak Rocky cemburu ya? " Tanya Amelia cengengesan menunjuk wajah Rocky yang terlihat mulai kesal mendengar cerita Amelia soal Marvin.

" Ya iya lah kak Rocky cemburu. Kak Ari itu kan pacar nya kak Rocky." Jawab Rocky seraya memasukkan kentang goreng ke mulut nya.

" Pacar? Idihh.. ngaku - ngaku. Mantan pacar kali kak. Tembak lagi dong kalau mau jadi pacar kak Ari." Goda Amelia yang kembali fokus pada makanan di depan nya.

" Tapi bukan nya kak Rocky sudah punya tunangan ya? Ngapain masih kepoin kehidupan nya kak Ari?"

" Bukan tunangan. Calon tunangan Amel."

" Sama saja kali kak. Ujung - ujung nya bakal nikah juga kan?"

" Iya kalau kak Rocky mau. Bisa nggak mau juga kan?"

" Berarti judul nya sekarang Kaka Rocky nggak cinta dong sama tunangan nya kak Rocky?" Tebak Amelia.

" Kakak memang nggak pernah mau di jodohkan sama Nelly. Tapi mama nya kak Rocky yang selalu memaksakan kehendak nya agar kami segera menikah. Huh... Entah lah Mel. Kak Rocky juga bingung kalau mikir kan soal itu." Keluh Rocky.

*

*

*

Sore itu, langit berwarna jingga keemasan saat Rocky menunggu Ariana di depan lobby kantor nya.

Ariana yang melihat nya langsung bersikap cuek dan tidak menghiraukan Rocky. Dia bergegas berjalan dengan cepat menuju parkiran.

Marvin tentu tahu yang di takutkan Ariana sekarang. Dia menyusul Ariana dan dengan cepat membuka kunci mobil.

" Jangan pernah menunggu ku di depan lobby." Ucap Ariana saat dia sudah duduk di dalam mobil.

" Kenapa? Ini kan kantor ku. Suka - suka aku lah."

" Kalau kamu buat lagi, aku nggak akan mau pulang dengan kamu."

" Kita lihat saja nanti." Jawab Rocky melakukan mobil nya.

Ariana menggelengkan kepala nya. Tidak ada guna nya juga berdebat panjang dengan Rocky kalau ujung - ujung nya dia juga yang bakal kalah.

" Kamu ada hubungan apa dengan marvin?" Tanya Rocky saat mobil nya berhenti di lampu merah.

Ariana menatap Rocky dengan ekspresi bingung yang terpancar di wajah nya. Tiba - tiba saja dia menanyakan tentang hubungan nya dengan Marvin. Apa yang sebenar nya terjadi?

" Cuma hubungan atasan dengan bawahan." Jawab Ariana cuek.

" Atasan mana yang tertawa lebar - lebar sama bawahan nya kayak tadi. Dan atasan mana yang sering berkunjung ke kos an bawahan nya? Apa dia mengunjungi semua rumah karyawan nya juga?"

" Kamu kenapa sih?" Tanya Ariana heran.

" Kamu yang kenapa? Kalau bicara dengan ku kamu itu ketus banget. Tapi kalau sama Marvin, ramah nya bukan main."

" Nggak usah kayak anak kecil ya. Aku itu nggak ada hubungan apa - apa dengan Marvin. Dia itu bos aku dan aku karyawan nya. Lagian, aku nggak mungkin usir dia kan kalau dia mau datang ke kost. Lagian kalau dia datang ke kost itu, pasti membahas urusan kantor."

" Membahas urusan kantor kok sampai malam."

" Pasti Amel kan yang cerita sama kamu? Tuh anak ya, memang."

" Kalau Amel nggak cerita sama aku, memang kamu bakal jujur gitu soal hubungan kamu sama Marvin? Tidak kan?"

" Karena memang kita nggak ada hubungan apa - apa, Rocky."

" Itu kan menurut kamu. Kalau Marvin menganggap nya beda bagaimana?"

Ariana menghela nafas panjang, kehabisan tenaga untuk menjelaskan kebenaran pada Rocky. Suara hatinya terasa bergetar, di hantui oleh perasaan putus asa dan tak berdaya.

" Terserah kamu deh mau anggap hubungan aku dan Marvin itu seperti apa. Yang jelas kita nggak ada hubungan apa - apa. Lagian kalau ada juga apa hubungan nya sama kamu? Kamu urus saja hidup kamu dengan calon tunangan kamu. Aku urus hidup aku sendiri." Kata Ariana.

" Berarti benar kan soal hubungan kamu dengan Marvin?"

" Kita anggap saja benar. Puas kamu?"

Rocky hanya diam tak menjawab

*

*

*

Setelah itu tidak adà lagi obrolan antara Ariana dan Rocky hingga mereka sampai ke kompleks kost Ariana. Namun, ketika mendekati rumah Ariana, dari kejauhan Rocky melihat ada sebuh mobil hitam terparkir di depan rumah Ariana.

Ariana melotot ketika dia menyadari siapa pemilik dari mobil tersebut. Dia menelan ludahnya dengan kasar dan menoleh ke arah Rocky yang memandang serius mobil di depan mereka.

" Siapa yang datang?" Tanya Rocky tanpa menoleh ke arah Ariana.

" Itu mobilnya Marvin. Tadi di kantor dia sudah bilang, mau ke kost. Mau nyusun acara buat acara hari jadi perusahaan." Jawab Ariana.

" Cih... alasan." Rocky kemudian memutar kemudi 180 derajat.

" Kenapa balik? Kita mau kemana?" Tanya Ariana panik.

" Kita nggak akan pulang selama dia masih ada disana." Jawab Rocky dengan datar nya.

" Terus kita kemana?" Tanya Ariana lagi.

Rocky menatap Ariana dengan tajam. Menunjukkan seberapa marahnya dia karena keberadaan mobil Marvin disana pada Ariana.

" Ke apartment aku." Jawab Rocky.

" Rockyyyy." Jerit Ariana.

*

*

*

Sedangkan di rumah Ariana, Marvin berulang kali melirik jam di tangan nya. Dan sesekali melirik Amelia yang duduk di hadapan nya sambil membaca buku.

" Memang biasa nya kak Ari pulang jam berapa, Mel?" Tanya Marvin lembut.

" Nggak tentu juga sih, kak. Biasa nya pulang kerja langsung pulang ke rumah. Tapi kadang mau juga pulang sampai malam. Kali aja main kemana dulu sama kak Lily." Jawab Amelia jujur.

" Memang nya kak Marvin nggak bilang kalau mau ke rumah?" Tanya Amelia balik.

" Sudah. Tadi di kantor kak Marvin sudah bilang mau ke kost, bahas soal kerjaan." Jawab Marvin.

" Terus kak Ari bilang apa?"

" Kak Ari bilang, iya. Datang aja."

" Kalau gitu, tunggu aja deh kak. Mungkin kak Ari sekalian belanja. Soalnya stok di rumah juga sudah habis."

" Iya, Mel. Kak Marvin tunggu. Serius banget baca nya. Baca apaan sih?" Tanya Marvin saat dia memperhatikan gambar ibu dan anak pada buku yang di pegang Amelia.

" Buku panduan operasi caesar, Kak. Bulan depan Amel sudah mulai koas. Jadi harus lebih rajin baca. Biar kalau dokter rumah sakit nanya, Amel nggak bingung jawab nya."

" Emang rencana nya mau ambil spesialis apa?"

" Kandungan, kak. Tapi belum tahu juga sih kak. Lihat nanti saja. Kasihan kak Ari nya harus cari uang banyak untuk biaya kuliah Amel. Semalam saja, kak Ari bingung karena uang untuk bayar biaya Amel koas masih kurang. Untung ada pacar nya kak Ari yang bayarin semua nya. Dia juga yang bayarin biaya kuliah Amel sampai Amel wisuda nanti, kak."

" Pacar nya kak Ari? Memang nya kak Ari sudah punya pacar?" Tanya Marvin dengan heran.

" Sudah, kak. Pacar nya orang kaya lagi." Jawab Amelia dengan senyum sumringah nya.

" Sudah lama, Mel?"

" Sudah, kak."

" Kok kakak nggak pernah lihat pacar nya kak Ari menjemput kak Ari ke kantor?"

" Memang pacar kak Ari nggak suka go public kak. Masih malu mungkin."

Marvin mengangguk paham. Tapi ada hati yang merasa remuk sekarang. Wanita yang dia harapkan bisa menjadi pacar nya ternyata telah memiliki tautan hati.

Dan mungkin rencana nya untuk mendekati Ariana dan mengejar cinta nya harus dia kubur dalam - dalam.

*

*

*

" Are you okey?" Tanya Rocky.

" Yes, l'm okey." Jawab Ariana lirih. Tapi jawaban tubuhnya menjawab lain, beberapa kali wanita itu menyentuh bahunya karena salah tingkah.

Rocky meraih tangan Ariana dan menggenggam nya erat. Membuat Ariana melotot dan berusaha menarik tangan nya, namun genggaman Rocky terlalu kuat untuk seorang Ariana.

" Jangan takut. Kamu akan aman selama dengan aku."

Mobil Rocky berhenti di salah satu apartment yang sudah di beli Marvin saat dia kembali dari Melbourne. Tempat yang menjadi tempat istirahat nya saat dia malas pulang ke rumah.

" Masuk Ariana." Titah Rocky.

Ariana masuk ke dalam kamar apartment dan di ikuti Rocky yang menyusul nya.

" Aku harus pulang dulu Rocky. Amelia harus tahu kalau aku bersama mu. Takut nya dia khawatir."

" Kamu mandi lah. Pasti capek kan? Nanti biar aku yang menghubungi Amelia."

" Oh ya, ini." Ucap Rocky menyerahkan sebuah paper bag pada Ariana.

Ariana mengambil paper bag itu dan masuk ke dalam kamar mandi.

Rocky mengeluarkan ponsel nya dari saku dan mencari nama Amelia. Setelah menemukannya, dia menekan nama itu dan mendekatkan ponsel ke telinga.

" Halo, kak." Sapa Amel saat panggilan itu sudah tersambung.

" Masih ada Marvin di sana? Jawab, tapi jangan sebut nama kakak di depan nya." Ucap Rocky.

" Iya." Jawab Amel singkat.

" Ya sudah. Kak Ari lagi sama kakak ya. Amel nggak papa kan malam ini sendirian di rumah?"

" Memang nya kak Ari nggak pulang?" Tanya Amelia yang membuat Marvin menoleh ke arah Amelia karena mendengar nama Ariana di sebut.

" Tidak. Boleh kan kak Ari malam ini sama kakak?"

" Emang Amel boleh bilang nggak gitu sama kakak? Nggak kan?"

" Anak pintar. Terima kasih, Amel. Selamat menikmati malam nya dengan Marvin." Ujar Rocky terkekeh sebelum dia menutup panggilan telpon itu.

" Dari kak Ari, Mel?" Tanya Marvin.

" Bukan. Dari pacar nya. Mending kak Marvin pulang aja deh. Kak Ari bilang kalau malam ini mereka nggak pulang." Jawab Amelia dengan ragu.

* Wah... Amel parah nih. Marvin di buat ketar ketir tuh waktu tahu Ariana sudah punya pacar. Jangan lupa tinggalkan komentar ya...

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!