BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.
"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 Days Of Chasing Love
Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan
Raso-raso ko ado, tapi denai diamkan
A wadaw wadaw, ini anak gagah lai
Su bale Jawa, tambah bening aja lai
Gaya semakin beda, bibir merah-merah
Aduh mama, mama ini siapa punya anak?
Dulu masih kici-kici-kici (nona!)
Sekarang bale Jawa makin cantik (nona!)
Ko perfect skali, asli bidadari
Jatuh dari langit
Kalo jadi deng ade kaka stop bamabo
To, su pasti kaka ni ade pu jodoh
Sumpah ni ja'o sodho, iwa mbodho
Lagu trend yang diputar oleh Samudra itu membuat suasana kantin menjadi lebih hidup. Edgar pemuda itu hanya terdiam melihat kelakuan teman-temannya, yang memasuki kantin dengan box musik di tangan mereka. Kelvin dan Velix, seperti biasa, menjadi bagian dari keributan , dengan gerakan dance yang lincah
"Wihhhh, apa lagi nih gerbakan mereka?"
"Wihh, Kelvin ingat reputasi Lo!!"
"kasian tuh si, Edgar mukanya kayak tertekan gitu "
"heyyyy,eh eh eh"
"wkwkwk,kalo video langsung fyp ni"
"ganteng ganteng, spesial "
"anjay konser gratis"
"Velix, debut bareng cortis aja lix"
"sam, berhenti lo yah,muka Lo kaya orang benar kelakuan astaghfirullah"
"cortis debut woy ni hari, jangan bilang mereka membernya,gak debut di big hit ?!"
"wkwkwk merayakan yeh"
semua murid SMA karya Bakti,tidak bisa menahan tawanya. Samudra terus memainkan lagu itu dengan semangat, sementara Edgar hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan teman-temannya.
Kelvin dan Velix terus menari dengan gerakan yang lincah , membuat suasana kantin menjadi lebih riang dan gembira.
"Dulu denai lah suko mancaliak Uda bakawan..." lagu itu terus diputar.
"Tuh, orang kenapa ganggu aja," ujar Victoria, melihat ke arah kerumunan yang menari.
"Kasihan banget my baby honey sweety gue kayak tertekan banget sama mereka," ujar Bianca, menatap ke arah Edgar dengan penuh perhatian.
"Lah ini anak juga, duduk aja bikin malu-malu aja lo," ujar Almira, menarik tangan Varsya agar duduk karena gadis itu juga ikut menari dengan semangat.
"Yuhuuu, lia ade Nona makin gagah bikin Kakak jadi suka, dulu ada rambut kepang dua sekarang rambut merah-merah," teriak Varsya, juga ikut bernyanyi dengan gembira.
"Gak cewek gak cowok sama aja," ujar Bianca, melihat kelakuan Varsya dan Kelvin yang memang sangat serasi, memang benar yah jodoh adalah cerminan dari sendiri.
"SAMUDRA, MAU SAYA SITA BOX MU ITU, KAMI SEDANG MENGADAKAN RAPAT!" teriak seseorang guru dari alat pengeras suara di kantin, membuat semua orang langsung terdiam dan menoleh ke arah sumber suara.
Samudra langsung mematikan box musiknya dan berdiri diam, Velix pemuda itu tersenyum kecut lagi, merasa asik-asiknya malah diganggu.
"Merusak kesenangan gue aja tuh guru botak," ujar Kelvin, tidak puas dengan keputusan guru tersebut.
"Bagus lah," ujar Edgar, merasa lega sekarang bahwa keributan telah berhenti.
"Udah gue lapar, nih mana juga tempat duduk?" tanya Samudra, menatap seluruh kursi kantin yang telah dipenuhi oleh siswa lain.
"Besok gue bikinin tempat buat kita nongkrong," ujar Edgar.
"Sayang sini!!" panggil Varsya, melambaikan tangannya agar Kelvin melihat ke arahnya.
"Oh, nah itu masih ada sisa kursi," ujar Kelvin, berjalan menghampiri Varsya dengan senyum.
Edgar memperhatikan Bianca, yang tampak tersenyum melihatnya.
"Ayok," kata Velix, mendorong Edgar untuk maju.
Edgar berjalan menuju ke arah meja tempat Bianca dan teman-temannya duduk. Ketika ia mendekat, Bianca menatapnya dengan senyum yang lebih lebar.
"Halo," ujar Bianca, dengan suara yang lembut. Edgar merasa jantungnya berdebar sedikit, tapi ia mencoba untuk tetap tenang.
"Kenapa ni jantung?" gumam Edgar, merasa sedikit aneh dengan jantung nya karena di perhatian Bianca.
"Ed, bisa munduran dikit gak?" tanya Bianca, dengan senyum yang manis. Edgar menatapnya seakan bertanya kenapa.
"karena ganteng lo kebangetan, emang gak bisa di kasih kurang yah?" tanya Bianca, dengan nada menggombal.
"Garing," ujar Edgar, dengan nada datar.
"Auhh, sayang panas," pikik Kelvin saat Varsya menyuapinya.
"Ihh, maaf sayang habisnya aku dengar Bianca gombal kayak lucu banget," ujar Varsya, dengan senyum.
"Udah tau panas masih aja suruh adek gue suapin, kalo tangan lo gak mau di pake potong aja," kesal Velix.
"Sirik aja bang noh sama Victoria noh," ujar Varsya, dengan nada menggoda.
"Gue sama Victoria ogah, orang dia cari yang gepeng-gepeng," ujar Velix, dengan nada tidak peduli.
"Gue mah juga ogah sama lo, lagian nih di dunia ini banyak banget yang selingkuh,"ujar Victoria
"Lo ngomong gitu, sedangkan yang suka sama cowok fiksi malah setia banget sama pacarnya yang gepeng, yang gak bisa dipegang dan gak bisa di sayang-sayang itu," ujar Almira, dengan nada sarkas.
"Bukan hanya cowok fiksi yang gepeng itu, cowok-cowok real seperti Jeon Jungkook, Choi Soobin, Choi Yeonjun, Zhang Linghe, Linyi aja si betina-betian udah bahagia banget," ujar Samudra, dengan nada entah dari mana seleranya.
" Tau dari mana lo?" tanya Bianca, menatap heran.
"Gini-gini say, si Kukiy kucing gue suka sama Zhang Linghe, tuh betina kalau lihat Zhang Linghe jangankan makan, mandi aja tak sudi," ujar Samudra, dengan nada yang tidak masuk akal.
" Nah kan, binatang aja punya selera tinggi, makanya gue suka sama Edgar," ujar Bianca, dengan senyum yang manis dan mata yang berbinar.
"Suka gue aja bi, gue rela kok di sukain sama lo," ujar Velix, sambil tersenyum lebar.
Ting
Tiba-tiba, suara pesan masuk terdengar dari ponsel Bianca. Bianca membuka pesan dari ponselnya, dan mata nya melebar sempurna. Perasaan nya campur aduk melihat gambar seseorang di layar ponselnya. Ia ingin menangis, tetapi tidak mungkin dia menunjukan air mata nya.
"Gue ke toilet," ujar Bianca datar, berdiri dari duduknya dan berjalan pergi.
"Lah, kenapa tu anak?" tanya Samudra, menatap Bianca dengan heran.
"gue ke toilet," ujar Edgar, memperhatikan Bianca yang berjalan cepat menuju toilet.