NovelToon NovelToon
Meretas Batas : Titik Cinta!

Meretas Batas : Titik Cinta!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Berbaikan / Cerai / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Avalee

“Menikahlah denganku, Jia.”

“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”

“Jadi kamu menolakku?”

“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”

Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”

Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.

Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.

Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Curahan Hati

Di sisi lain, di hari yang sama, ada empat klien yang melakukan konseling dengan Jia hari ini, dan itu cukup untuk membuatnya lelah. Setelah pekerjaannya selesai, Jia melangkahkan kakinya keluar menuju parkiran klinik.

Terlihat Nata yang tersenyum menunggunya di sana seraya memamerkan sekotak pizza dan minuman bersoda.

Tanpa ragu Jia segera membawa Nata ke apartemennya, bahkan memaksa Nata untuk bermalam di apartemennya. Nata menangkap maksud Jia, dia butuh seseorang untuk menemaninya malam ini.

“Woaah, memang menyenangkan sepulang kerja lalu bersantai menikmati makanan seperti ini,” ucap Nata sembari membuka kotak pizza tersebut di sebuah meja, di depan tv.

“Nat, aku bertemu Liel.”

Jia heran, sebab nama keramat yang disebutnya itu tidak membuatnya penasaran, malahan Nata dengan lahapnya menyantap sepotong pizza sembari menawarkan kepada Jia.

“Aku bertemu Liel, apa kamu tidak terkejut?!”

Mata Nata melebar, dia sadar bahwa Jia berbicara tentang Liel, hanya saja, Nata tidak terlalu terkejut, karena dia tahu tentang Liel yang berada di Indonesia, bahkan semua kebenaran tentang Liel.

“Nat, mengapa terdiam??” Apa ada yang kamu sembunyikan dariku?!”

“Ti … tidak ada,” balas Nata yang segera berdiri sambil mengambil minuman sodanya.

“Oh, come on Nat!! Aku mengenalmu!! Kamu tidak berani menatapku itu tandanya kamu sedang berbohong! Jangan bilang kamu sudah mengetahui bahwa Liel ada di sini!!??”

Nata merasa terhimpit diantara persoalan Jia dan Liel. Sebab dia sudah berjanji kepada Liel untuk tidak menceritakan pertemuan dengannya. Meski begitu, hanya kepada Jia, dirinya tidak mampu berbohong.

“Ba … baiklah, hentikan rasa marahmu! Aku mengakuinya! Yaaa … secara tidak sengaja, aku bertemu dengannya di sebuah perusahaan, di mana ibuku pernah bekerja di sana.”

“Mengapa kamu tidak menceritakannya padaku?” balas Jia dengan wajah yang serius.

“Sebab dia menyuruhku untuk jangan mengatakan bahwa aku bertemu dengannya!”

“Dan kamu menurutinya????”

“Aku juga menurutimu untuk tidak pernah membahas tentang Liel, bukan begitu?”

Jia terdiam seraya menutup wajahnya karena malu, dia seperti menjilat ludahnya sendiri. Nata tertawa terbahak-bahak disaat Jia memperlihatkan wajah kesalnya, namun pada akhirnya dia menceritakan semuanya, kecuali masalah perceraian Jia, yang disebabkan oleh Liel. Nata tidak ingin ikut campur dalam masalah besar yang satu itu.

Jia meminum sodanya. “Jadi sebenarnya … dia adalah anak dari Direktur Utama, yang sekarang sedang menggantikan posisi ayahnya??”

“Benar!! Kamu tahu? Nama ayahnya adalah Mason Lusius Lakeswara, yang berarti perusahaan itu sebenarnya milik keluarga Liel, bukan pak Ravindra, ayahnya Kay!!”

“Apa maksudmu???”

“Nama perusahaan tempat ibuku pernah bekerja adalah PT. Lakesson Group, Lakes adalah Lakeswara dan Son adalah Mason! Pada saat Liel menceritakannya, aku baru menyadari bahwa perusahaan itu dulunya milik ayahnya Liel, sebelum akhirnya berubah nama menjadi TrickyRav Group, tapi entah bagaimana keluarga Kay mampu mengakuisisi sehingga perusahaan tersebut menjadi milik mereka.”

Jia terdiam sejenak, sebelum memutuskan untuk berbicara kembali. “Waaah, ini benar-benar diluar dugaan.” ucap Jia terkejut bercampur rasa kecewa.

“Benar … bagaimana bisa dia terlahir dari keluarga pemilik sah suatu perusahaan dan juga cucu direktur rumah sakit.”

“Ya, aku juga sudah pernah menduganya, saat dia menempatkanku di ruangan VIP dengan fasilitas mewah, tanpa membayar sepeserpun … bahwa Liel bukan orang sembarangan.”

“Hm … aku penasaran, jadi bagaimana pertemuanmu dengannya? Bukankah kamu ingin menceritakannya padaku?”

Seketika Jia menceritakan pertemuannya yang tidak sengaja di toko kue, hingga Liel yang datang mengunjungi apartemennya, untuk menunggu sopir pribadinya datang menjemputnya. Nata segera tersenyum lebar penuh arti, auranya untuk mengejek Jia saat ini sangatlah kuat.

“Kami tidak melakukan apapun seperti hal mesum yang kamu bayangkan Nat!!” bantah Jia cepat.

“Oh benarkah? Di umur kita yang sudah menginjak 30 tahun ini?” Pancing Jia seraya mencolek bahu Jia.

Wajah Jia seketika memerah seperti udang rebus. “NATAYA!!!”

“Apa kalian sudah melakukannya di kamarmu? atau di kamar man…”

“Nata, berhenti!! Tidak terjadi apapun diantara kami! Aku bahkan bertengkar dan mengusirnya setelah sopirnya datang!” Potong Jia kesal seraya mengunyah potongan pizza yang tersisa.

“Huh, apa kalian tidak lelah? Selalu saja berkelahi, padahal saling mencintai! Apa kamu tidak merasakan apapun? Perasaan berdebar mungkin, setelah lama tidak berjumpa?”

“Tidak! kami hanya berteman dan akan terus begitu!!” Balas Jia seraya pergi ke kamar mandi.

Tidak berapa lama, Doris menelpon Nata dan mengajaknya untuk datang ke “Our Nights Lounge”, dan Nata menyetujui, karena dirinya pun sudah sangat penat setelah seharian bertempur di meja kantornya.

“Siapa yang menelponmu?” Sapa Jia seraya mengelap tangannya dengan tisu.

Nata segera memberitahu bahwa Doris mengajak mereka ke sebuah lounge. Jia dengan cepat menolak, namun Nata merengek, meminta Jia menemaninya, hingga Jia tidak kuasa untuk menolak lagi.

“Baiklah, mari kita berdandan!!”

“Apa perlu?” Jia menggaruk kepala dengan alis yang bertautan.

“Ah, aku baru sadar, bahwa kamu tidak pernah masuk ke sana. Kita hanya selalu ke cafe.”

“Apa kita harus mengenakan baju rapi?”

“Jia, apa kamu ingin pergi bekerja? Ayolah, kita harus berpenampilan santai, modis dan stylish. Ah, aku pinjam bajumu ya? Tidak mungkin aku memakai baju kantor dengan bau keringat seperti ini,” balasnya dengan mata berbinar dan penuh semangat.

“Haaa … baiklah, ayo kita masuk ke walk-in closet ku.”

“Baiklah, tetapi sebelum itu, aku harus membuang kotak pizza dan minuman kaleng bersoda kita … aku tahu kamu tidak bisa melihat sesuai yang kotor, bahkan berpikir bahwa setiap kuman dapat membunuhmu!” balas Nata dengan seraya menuju tong sampah di luar apartemen.

...****************...

Jia segera menggeser dinding kamar utamanya, yang sebenarnya adalah pintu geser menuju walk-in closet nya, yang tidak begitu luas, tetapi cukup untuk memanjakan mata.

Terdapat berbagai pakaian seperti blouse, kemeja, “dress”, jaket, mantel, sweater, rok, dan berbagai jenis model celana lainnya. Tidak lupa dengan berbagai perhiasan, tas dan tempat jam tangan.

“Masuklah, jangan bertingkah seolah-olah kamu tidak pernah masuk ke sini!!” ucap Jia bercanda.

“Waaah, apa aku boleh memakai ini? tanya Nata dengan seraya memegang blouse dengan model V-neck.

Jia mengangguk pelan dengan senyuman lebar di wajahnya.

“Aku pasti akan mengembalikannya dalam keadaan rapi, bersih dan harum. Nah, kamu sepertinya akan terlihat cocok jika memakai ini? Mau coba?”

“Terserah saja … ah berarti Doris sudah ada di sana terlebih dahulu?” Tanya Jia sambil melihat-lihat model 'dress' yang lainnya.

“Yaa, biarkan saja dia menunggu! Hm … baiklah, mari kita berdandan. Oh, ya … rambutmu itu! Kita akan mengubahnya kali ini.”

Jia menatap heran pada perilaku sahabatnya itu. Meski begitu, dia tetap mengikuti kemauan Nata. Entah mengapa, Jia tidak ingin mengecewakan Nata yang sangat bersemangat dan berapi-api itu.

1
TokoFebri
Kay jahat banget.
TokoFebri
Liel, apa kamu yakin mampu menahan rasa rindumu kepada jia?
TokoFebri
liel mikir aja cakep wwkw
TokoFebri
pengen punya pen kayak gitu. mahal kali ya..
TokoFebri
Kalau bicara masalalu memang berat. apalagi kalau yang buruk buruk. tapi jia.. move on ke masa depan. semoga bisa melewati semua masalahmu jia untuk kedepannya.
drpiupou
nah yah kan, bikin cpek aja berdebat wkwkw
drpiupou
wkwkw lgsung auto masuk
drpiupou
waduh wanita malam. gadis malam atau gimana nih mksdnya/Awkward/.

uhh pesta ambil minum pasti ini
Miu Nuha.
Aku menikmati karyamu author Avalee yang keren banget kalo bikin alur cerita. love-hate dan chemistry Jia dan Liel juga bagus, naik turun kek rolercoster, seru! 😆

semangat berkarya!!
Avalee: Akkkh makasih byk kak 😍
total 1 replies
Miu Nuha.
jian, berani sekali jia /Joyful/
Miu Nuha.
masih muter2 kek komedi putar yg gk mau berhenti, sabar ya /Shy//Shy/
Miu Nuha.
kok ya bisa /Facepalm//Facepalm/
Miu Nuha.
ada aja kamu bikin scene begini Thor /Proud//Proud/
Miu Nuha.
aduh, gara2 kemeja jadi seseius ini /Gosh//Gosh/
,, untunglah papany super duper lovely papa~
Miu Nuha.
ahahah lucu sekali /Facepalm//Facepalm/
Miu Nuha.
dandan bang dandannnn!!
Miu Nuha.
tingkahmu Jia Jia 😙😙
Miu Nuha.
Yay, akhirnya ciuman juga
Miu Nuha.
ya ampun ya ampun belum nikah aja udh kek pertengkaran suami istri /Facepalm//Facepalm/ ,, kalian ini~
Miu Nuha.
wkwkwk, ada2 saja /Scare//Drowsy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!