NovelToon NovelToon
PENCULIKKU, CINTA MATIKU

PENCULIKKU, CINTA MATIKU

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: CACASTAR

Bram, lelaki yang berperawakan tinggi besar, berwajah dingin, yang berprofesi sebagai penculik orang-orang yang akan memberi imbalan besar untuk tawanan orang yang diculiknya kali ini harus mengalah dengan perasaan cintanya.Ia jatuh cinta dan bergelora dengan tawanannya. Alih-alih menyakiti dan menjadikan tawanannya takut atas kesadisan. Dia malah jatuh cinta dan menodai tawanannya atas nama nafsunya. Ia mengulur waktu agar Belinda tetap jadi sandranya. walaupun harus mengembalikan uang imbalannya dan ancaman dari pembunuh bayaran ketiga, dia tidak peduli. malam itu dia menodai Belinda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CACASTAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENDEKAM DALAM PELUKAN

Bram, memeluk erat tubuh Belinda.

Ia menciumi rambut Belinda yang harum. Gadis ini kenapa bisa sewangi ini. Dari rambutnya hingga badannya aromanya wangi. Semalam ia merasakan nikmatnya menjadi lelaki. Belinda begitu manja dipelukannya.

"Kamu mengapa wangi sekali?"

"Benarkah sayang?"

"Iyaa, bahkan dari mulutmu aroma yang keluar adalah aroma cerri, sangat wangi."

"Dan.....dan...kamu cantik sekali," Bram membelai wajahku Belinda.

Gila memang pembunuh sadis bisa mengeluarkan perkataan halus dan berlaku lembut pada Belinda.

Dulu para sanderanya ketakutan dan menangis mohon ampun karena bentakannya. Belinda seakan tidak takut sedikit pun.

"Apakah kamu sudah lapar, sebentar lagi kita akan sampai di Kota Xafadova"

Belinda melepaskan pelukan Bram.

"Kak, katakan, kamu sebenarnya siapa?"

Mengapa kamu menculikku?"

"Dan, mengapa kita harus kabur sekali lagi?"

"Kamu masih belum memahami, heh?"

Bram lalu bangun dari tidurnya, dipasangnya bajunya lalu duduk di sebuah bangku dekat meja di kamar di dek kapal itu. Dia, mematik sebatang rokok, menghembuskannya. Matanya awas memandangi Belinda yang sekarang menjadi miliknya.

"Tidak aku tidak mengerti."

"Apakah aku tawanan perang?"

"Apakah negaraku sedang berperang?"

"Apa saja yang kau lakukan selama ini tuan putri?"

"Kamu tidak tahu negaramu berperang/ tidak?"

"Aku tidak diizinkan menonton berita politik atau pun kekerasan."

Bram lagi-lagi mengisap rokoknya dalam-dalam, menghembuskan, menghisapnya lagi, lalu membuang asapnya ke udara. Matanya memandangi Belinda kembali. Gadis ini kelewat lugu, untungnya dia cantik, jadi menutupi kepolosan, atau lebih tepatnya ketidaktahuannya tentang apapun.

Bram memandangi muka Belinda yang cantik, matanya bulan besar, pipinya tirus ada lesung pipi bernaung di sana, rambutnya sepunggung hitam kecoklat-coklatan.

Pandangan matanya turun ke tangan gadis itu, kulitnya putih susu. Kakinya jenjang dan ada gelang kaki di kakinya berwarna gold. Perhiasan di badannya seperti penghias yang membuatnya semakin cantik.

Gadis itu memakai kalung dengan liontin bertahta berlian, telinganya memakai anting berwarna senada dengan kalung. Di tangannya terdapat gelang emas bertahtakan permata dan satu lagi sebuah gelang perak.

"Dammm!"

Bram lalu secepat kilat menuju ke Belinda, dia bergerak memegangi tangan Belinda, lalu Bram menarik tangannya.

Sejak kapan kamu memakai gelang ini?"

Gelang itu dibuka paksanya.

"Awwww, sakit kak!"

"Sejak kapan gelang ini dipakai?"

Sejak diparty ulang tahunku, kak!"

"Ibu menghadiahiku kalung ini!"

Bram berusaha keras membukanya dari tangan Belinda.

"Aduhhh!!!!"

Bram membuka paksa gelang itu. Dia memegangi tangan Belinda, dan membuka kencang dari tangannya. Gelang itu dilepaskan dari tangan Belinda, dan dia balik gelang itu melihat sisi dalamnya ada lampu berkedip dari gelang itu. Dia langsung terperanjat. Itu adalah gelang yang berisi informasi penyekapan dia selama ini. itu pelacak yang tertancap di gelang.

"Dammmmm!"

Pantas saja dua kali persembunyian tidak aman, mereka dan kaki tangannya melacak lewat gelang ini. Dia coba mencari benda yang bisa menghancurkan gelang itu. Dicari-carinya benda yang bisa menghancurkannya di dalam lemari.

"Di mana palu kuletakkan!"

Dicarinya di dalam laci meja, dan akhirnya ia menemukan di dalam kamar mandi, persis di sisi bawah wastafel.

Sebuah palu besi digunakannya memukul gelang. dipukulnya dua kali dan gelangi itu hancur. Dia bungkus dengan kertas lalu dia masukkan ke closet dan disiramnya dengan air hingga patahan gelang itu hilang masuk ke dalam saluran air di dalam closet.

1
EvhaLynn
Jangan Sampai Pemeran Utama Mati Ya.
EvhaLynn
Kan Salah Paham.
EvhaLynn
Jangan Bawah Belinda Dong.
EvhaLynn
Au'a Bikin Kesel.
EvhaLynn
Hati-hati Bram.
EvhaLynn
Hmm Bikin Greget.
EvhaLynn
Kok Jadi Takut Ya.
EvhaLynn
Namanya Juga Orang Kaya.
EvhaLynn
Haha Sangat Lucu🤣
Honey Brezee
Happy ending, terimakasih thor.. ditunggu tulisan keren selanjutnya 🥰
Honey Brezee
Bram jadi gemoy 🤣 ibunya Belinda bijak ❤
Honey Brezee
Akhirnya ketemu juga, terimakasih jo 😭
Honey Brezee
Beruntung ada orang yang berbaik hati mau menolongnya 🥰
Honey Brezee
Itu namanya jodoh, Bram… gadis kecil yang dulu cuma lewat di hidupmu, sekarang malah jadi alasan kamu bertahan 🥰
Honey Brezee
Semoga bram gak ditangkap pas ke kantor polisi 😭
Honey Brezee
Di balik dinginnya Bram, ada hati yang sebenarnya lembut. Tapi hidup nggak pernah memberinya pilihan selain bertahan dengan cara paling kejam
Honey Brezee
Semangat bram, kejar belinda 🥰
Wawan
Salam kenal Bram 💪😍
mama Al
ortunya lagi pusing
anaknya ho ha ho he😁
mama Al
Sepertinya setelah penculikan baru jatuh cinta, Belinda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!