NovelToon NovelToon
Takhta Yang Di Curi

Takhta Yang Di Curi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Action
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Dunia Doni runtuh saat istri tercintanya meninggal dunia sesaat setelah melahirkan putri mereka, Maudi. Di masa rentan itu, masuklah Seina, seorang wanita licik yang ambisius. Demi menguasai harta Doni, Seina melakukan aksi nekat,ia menukar Maudi dengan putri kandungnya sendiri, Eliza.
Sejak saat itu, nasib kedua bocah tersebut berubah 180 derajat. Eliza tumbuh sebagai gadis yang sangat dimanja dan bergelimang kemewahan. Sebaliknya, Maudi yang merupakan anak kandung Doni, justru dianggap sebagai pembawa sial oleh Seina. Selama tujuh tahun, Maudi kecil hidup dalam penderitaan, disiksa secara fisik dan mental oleh Seina tanpa sepengetahuan Doni.

Penderitaan Maudi berakhir ketika sebuah insiden membuatnya terbuang dan akhirnya tumbuh di lingkungan pesantren. Di sinilah mutiara yang terpendam itu mulai bersinar. Maudi ternyata adalah seorang anak yang sangat jenius.




Assalamualaikum...
yuk, ikuti kelanjutan kisahnya ....
semoga suka.... jangan lupa dukungannya ya🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Keesokan harinya, Seina datang ke kediaman megah Daneswara dengan pakaian sederhana namun rapi. Ia membawa Maudi yang tertidur pulas dalam gendongan kainnya, serta Saka yang ia tuntun.

Pintu gerbang terbuka sedikit, seorang penjaga datang menemui..

"ada apa ya Mbak?, ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga dengan ramah.

"maaf ..., kemarin saya mendengar kalau pemilik rumah ini membutuhkan Asi, kebetulan, saya juga baru melahirkan, dan Asi Saya sangat banyak, anak saya kewalahan, padahal sudah di bantu kakaknya" jawab Seina dengan ramah.

Sang penjaga melihat wajah saka yang menyedihkan namun tetap lucu, "sebentar ya, saya menghubungi tuan Doni dulu".

setelah menghubungi pemilik rumah, penjaga rumah mempersilahkan Seina untuk masuk karena sudah ditunggu oleh Tuan Doni.

"Silahkan masuk mbak, Tuan Doni sudah menunggu Anda di ruang tamu.

Dengan langkah mantap, Seina berjalan mendekat ke arah mansion yang jarak antara pintu utama dan gerbang sangat jauh.

pelayan yang menjaga di depan teras. Segera mengantarkan Seina ke ruang tamu.

Doni tertegun saat melihat wanita di depannya. "Seina? Kamu..."

Seina memasang wajah paling sedih yang ia miliki. "Brama sudah meninggal, Don. Aku hidup susah sekarang. Aku dengar putri kandungmu tidak mau menyusu... aku baru saja melahirkan, dan ASIku sangat melimpah , padahal Putraku juga masih ikut minum Asi. Biarkan aku membantu, setidaknya sebagai bentuk penebusan dosaku di masa lalu."

Doni, yang sudah tidak punya pilihan lain melihat kondisi Eliza yang melemah, akhirnya mengangguk. Ia tidak tahu bahwa ia baru saja memasukkan serigala ke dalam rumahnya.

Seina tersenyum dalam hati. Di satu sisi ia akan menyusui putri kandungnya sendiri yang sekarang bernama Eliza untuk mendapatkan kemewahan. Di tangan lain, ia menggendong Maudi, putri asli Doni, yang ia rencanakan akan ia besarkan sebagai pengingat akan kemenangannya atas nasib.

"Sus....bawa Eliza kemari" seru Doni kepada perawat yang mengurus putrinya...

Dengan berjalan cepat namun, benar-benar dengan langkah yang pasti dan penuh ke hati-hatian suster datang dengan membawa Eliza yang berwajah pucat yang dari semalam terus menangis.

Suster mengajak Seina agar bisa menyusui Eliza dengan mudah.

"Anda bisa meletakkan bayi anda yang satunya di sini nona" ucap sang perawat dengan ramah, karena ada Doni yang masih berdiri di ambang pintu.

Seina segera meletakkan Maudi di sofa lebar yang berada di samping dirinya dengan ditemani oleh Saka...

perawat memberikan Eliza yang masih menangis pada Seina dengan hati-hati.... dalam waktu sekejap Eliza langsung terdiam berada di pangkuan Seina membuat Doni yang masih berdiri tertegun.

"kenapa bisa" gumamnya pelan...

"ah mungkin karena Seina juga sudah memilikinya bayi, jadi Elisa bisa nyaman bersamanya". Doni masih larut dalam pikirannya sampai Seina berdehem.

"ehmmmm....kau bisa keluar dulu Don, aku akan menyusui anakmu dulu" ucap Seina dengan lembut.

Ehmmmm...

Doni berdehem,lalu keluar ....

Perawat yang menjaga Eliza tetap berdiam diri karena belum percaya dengan orang baru, Seina dengan senang hati menyusui putri kecilnya yang menurutnya sangat pintar " kau sangat pintar nak, teruslah begini, sampai mama bisa berada di sisimu selamanya" gumam Seina tersenyum licik.

Sedangkan Maudi dari tadi hanya anteng bersama Saka....

Saka melihat mamanya menyusui anak orang lain, terlihat sangat berbeda saat mamanya menyusui Maudi.

"mama, Tenapa nen na lama tekali, adek modi nen nya, tebental " ucap saka dengan polosnya.

"adek Eliza dari semalam tidak menyusu sayang,jadi dia kelaparan" sahut Seina dengan lembut, membuat perawat yang dari tadi berdiri mematung dengan tatapan tidak suka kini mulai melembut karena melihat perlakuan Seina kepada anak-anaknya.

"tapi nanti , nen na abis, adek modi dak tebadian " protes Saka pada mamanya...

Seina terkekeh mendengar ucapan putranya yang polos." sayang, ASI itu semakin di keluarkan malah akan semakin banyak, jadi kakak saka tidak usah khawatir, Maudi tetap kebagian, Saka juga sama, "

"saka dak mau nen ladi, katian mama, nanti tambah tulus " Seina terkekeh melihat wajah putranya yang polos begitupun dengan perawat yang ikut gemas melihat tingkah menggemaskan putra pertama Seina.

Setelah beberapa saat, Eliza tertidur pulas dalam pelukan Seina. Napas bayi itu yang tadinya tersengal karena kelelahan menangis, kini menjadi teratur dan tenang. Seina membetulkan letak pakaiannya dengan gerakan anggun yang sengaja ia buat-buat agar terlihat sopan di mata perawat yang terus memperhatikannya.

"Dia sudah tidur, Suster," bisik Seina lembut.

Perawat itu mendekat, lalu dengan sangat hati-hati mengambil Eliza dari dekapan Seina. Ada rasa lega yang luar biasa terpancar dari wajah sang perawat. "Luar biasa... sejak semalam kami semua di rumah ini tidak bisa tidur karena Nona Muda Eliza tidak mau berhenti menangis. Terima kasih banyak, Bu Seina."

Seina hanya mengangguk rendah hati, lalu ia beralih pada Maudi yang sejak tadi hanya diam menatap langit-langit ruangan dari sofa, ditemani Saka yang setia memegang tangan mungil adiknya.

Doni kembali masuk ke ruangan setelah perawat meletakkan Eliza kembali ke boks bayinya. Langkah kakinya yang berat bergema di atas lantai marmer. Ia menatap ke arah boks bayi, lalu beralih pada Seina.

"Dia tenang sekarang," ucap Doni singkat, suaranya masih terdengar datar namun ada nada lega yang terselip. "Terima kasih, Seina. Aku tidak menyangka kamu akan datang di saat seperti ini."

"Aku tidak tega mendengar kabar itu, Don. Bagaimanapun, anak ini tidak berdosa," jawab Seina sambil menunduk, menyembunyikan kilat kemenangan di matanya.

Doni kemudian melirik jam tangannya, lalu menatap Saka yang tampak kehausan dan lelah setelah berjalan jauh dari gerbang depan. "Kalian pasti belum makan. Jarak dari gerbang ke sini cukup jauh, apalagi kamu membawa dua anak."

Doni memanggil Bik Sum, kepala pelayan yang sejak tadi berdiri tak jauh dari ruang tamu dengan wajah kaku.

"Bik Sum, tolong siapkan makan siang di meja makan kecil untuk Seina dan putranya. Pastikan ada menu yang bergizi untuk ibu menyusui, dan siapkan susu serta camilan untuk anak laki-laki itu," perintah Doni tegas.

"Baik, Tuan," jawab Bik Sum singkat. Meski patuh, tatapannya saat beralih pada Seina terasa tajam, seolah sedang membedah niat terselubung wanita itu.

"Jangan lupa siapkan tempat tinggal mereka di paviliun belakang, agar mudah memanggilnya saat Eliza membutuhkan Asi" ucap Doni dengan wajah datar. Bagaimana pun juga ia masih sakit hati saat Seina membuangnya hanya gara-gara ia miskin, dan lebih memilih Brama , untung saat itu ada Ambar, gadis kaya yang mau memungutnya karena melihat kecerdasan Doni, saat itu juga hidupnya menjadi sangat bahagia,ia sangat mencintai Ambar yang sangat lembut, tidak meremehkan dirinya meski ia laki-laki miskin.

.

"Mari, Mbak... silakan ikut saya ke ruang makan," ajak Bik Sumi tanpa senyum.

Seina menggendong Maudi kembali, sementara tangan satunya menuntun Saka. Saat berjalan melewati lorong-lorong mansion yang dihiasi lukisan mahal dan guci antik, Seina berbisik pelan pada Saka.

"Lihat rumah ini, Saka... nanti kamu akan sering bermain di sini," gumamnya sangat pelan hingga hampir tak terdengar.

Saka hanya mendongak bingung. "Lumahna betal ya Ma? Ada tolam itan nda?"

"Ada sayang, ada banyak hal indah di sini," sahut Seina dengan senyum penuh arti.

Di ruang makan, sebuah meja kayu jati besar sudah tertata rapi dengan berbagai hidangan. Aroma sup ayam kampung yang gurih dan sayuran segar langsung menusuk indra penciuman. Saka tampak berbinar melihat piring berisi potongan buah dan puding yang diletakkan di depannya.

1
@Mita🥰
apakah orang tuanya Rasya well come sama Maudy ya
suti markonah
terma kasih thor wes update akeh
Aisyah Virendra
Duhhh terkekeh geli deh klo byangin Maudi panggil Rasya dg panggilan Mas 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Orang tua Rasya, siapakah mereka ? akankah mereka memberikan restu untuk Rasya dan Maudi ? atau mungkinkah mereka atasan atau bawahan Shadow Midi 🤔🤔 klo iyaa yaa Ampunnnnn keren banget kolaborasinya 🤣
@Mita🥰
Alhamdulillah akhirnya kakek tahu siapa Maudy sebenarnya nya😍😍😍
suti markonah
1 bab maning ya thor~🙏🙏🙏
suti markonah
akhirnya kakek tahu bahwa cucunya berwajah cantik jelita
Anis Widayanti
bagus banget deh ceritanya..lanjuuut
Xin
sangat menarik.
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻: terimakasih 🙏
total 1 replies
suti markonah
thorr biarkan kakek tau siapa maudi yg sebenarya, klo yg lain nanti ga pa pa biar salah satu keluarga ada yg tau
@Mita🥰
ayo kakek ajak Maudy duduk bareng terus ngopi sambil tanya dari hati ke hati🤣🫣🫣🫣
@Mita🥰
Alhamdulillah .... akhirnya Eliza legowo pada Maudy semoga tetap baik sama Maudy
@Mita🥰
bukan mahram rasya 🤣🤣🤣
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semua lamarannya Rasya ke Maudy selesai, tinggal menunggu waktu pernikahan dan Eliza salut sama kamu menerima semuanya dengan ikhlas Rasya memilih Maudy 👍👍👍
Uba Muhammad Al-varo
kan dari tadi dirumah juga lamaran Rasya udah diterima Maudy cuman Rasya belum pakaiin cincin jadi saatnya Maudy pakai cincin dari Rasya,hore bentar lagi juga ada yang mau nikah
suti markonah
di lanjut maning thorr👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
suti markonah
aku seneng banget eliza legowo dan meng ikhlas rasya untuk maudi..semoga othor menjodohkan dengan kevin..yg penting tidak ada cinta segi tiga di dalam rumah satu atap
Susi C
😄😄😄 langsung pulang tuan Rasya, trs berendam dengan cairan desinfektan🤣
Aisyah Virendra
Tadi dia mau disentuh karena terhalang oleh kain yg menyelimuti tangan dan jemarinya, sekarang jemari itu tiak menggunakan kain pelindung, jadi tidak boleh disentuh kerna mereka bukan mahram 🤝
Maudiiiiiiii....dipasangkan cincinnya oleh Ayahnya atau kakeknya 🥰
Aisyah Virendra
Bismillahirrahmanirrahim
Yessss... Aku mau Tuan Higienis 🥰🤝
Dan aku tak bisa berkata² lagiii karena ehemmm sukakk bangettt sm bab ini 🤣🤣🤣😂🥰
tak peduli sekeras apapun Nenek Salamah dan Niat seorang Eliza yg tersembunyi didasar hatinya.
@Mita🥰
ya aku mau 🤣🤣🤣🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!