Di tahun 1523 Syeran adalah seorang Ratu yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, karena dia sadar dia dinikahi oleh sang Raja hanya untuk mencetak keturunan. Tak ada cinta dan hidupnya begitu menderita.
Dia kira semuanya akan berakhir setelah dia meninggal, namun siapa sangka dia justru bertransmigrasi di tahun 2023, Syeran yang hidup dengan miskin dan kemudian dijual oleh sang ayah pada orang paling berpengaruh di kota Servo.
Pernikahan telah terjadi dan kini saatnya penandatanganan kontrak.
"Aku hanya butuh keturunan dari mu, jadi jangan berharap lebih," ucap Zeon dengan suaranya yang terdengar begitu dingin.
Syeran putus asa, bahkan di kehidupannya yang kedua nasibnya tetap sama.
Namun seketika harapan Syeran muncul saat tanpa sadar dia punya kekuatan untuk menghentikan waktu.
"Aku harus merubah surat kontrak itu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TMMW Bab 12 - Menyambut Kepulangan Sang Suami
"Sepertinya ada kesalahpahaman di sini, meski saya pelayan tapi saya memiliki kekuasaan yang lebih tinggi. Saya lah yang akan mengatur segala urusan Anda di sini," ucap Diena, Dia masih menatap kedua mata Syeran tanpa gentar.
Bahkan tersenyum miring ingin melihat sejauh mana wanita ini akan melawannya.
Dia sudah cukup sopan di pertemuan pertama mereka, menggunakan Saya dan memanggil Nona.
Tapi ternyata gadis ini tidak sadar diri, hanya istri kontrak dan sudah berlagak jadi Nyonya rumah.
Dan mendengar jawaban Diena tersebut, Syeran tertawa hambar. Begitu sulit untuk melawan di saat tenaganya pun belum pulih.
"Sekarang saya akan membantu Anda untuk mandi," kata Diena lagi.
"Aku bisa melakukannya sendiri," balas Syeran.
Tapi sepertinya di mansion itu kata-katanya tidak berarti. Karena Diena pun tak mengindahkan ucapannya tersebut, tanpa aba-aba Diena langsung memeluk lengannya dan memapah Syeran menuju kamar mandi.
Syeran yang lemah tak bisa melawan. Bahkan saat dia membatin untuk menghentikan waktu, nyatanya waktu tetap berjalan.
Kekuatan itu benar-benar hanya berlaku untuk Zeon.
Pada akhirnya dia mandi dibantu oleh pelayan itu, pelayan yang mengatakan bahwa dia adalah pelayan pribadi Syeran.
Diena juga menyiapkan baju ganti untuk Syeran, telah banyak sekali gaun yang tersedia di sana.
"Hari ini cuaca akan semakin panas, lebih baik menggunakan gaun yang sedikit terbuka," ucap Diena.
Di kota Servo memang sedang memasuki musim panas, itulah kenapa saat berlari kemarin kaki Syeran cepat sekali terluka, karena jalanan terasa begitu panas.
"Tapi aku ingin baju yang tertutup, tubuh ku penuh dengan tanda merah, aku ingin menutupinya," balas Syeran.
Diena tersenyum kecil.
"Tapi di sini tidak akan ada yang melihat tanda merah di tubuh Nona, jadi pakai baju yang saya pilihankan."
"Apa di sini semua pelayan seperti mu? selalu membantah tuannya?" tanya Syeran.
"Kami hanya mematuhi Tuan Zeon," jelas Diena singkat, maka siapapun selain Tuan Zeon mereka tidak akan takut.
Syeran hanya mampu membuang nafasnya kasar ketika mendengar jawaban tersebut, semuanya tetap saja berpusat pada tuan Zeon.
"Di mana tuan Zeon?" tanya Syeran akhirnya, dengan tangan yang terulur untuk mengambil baju pilihan Diena.
"Tuan Zeon sedang pergi ke hutan bersama Dom, anjing kesayangannya."
"Jam berapa dia kembali?"
"Biasanya jam 10, tapi jangan terlalu berharap untuk bertemu dengan Tuan Zeon."
"Kenapa begitu?"
Diena tersenyum miring lagi sebelum menjawab pertanyaan nona Syeran kali ini.
"Mansion ini sangat luas, nona Syeran hanya diizinkan untuk berkeliling di lantai 3. Sementara tuan Zeon akan tinggal di lantai 1. Kalian tidak akan bertemu," jelas Diena apa adanya.
"Kalau begitu aku yang akan menemui dia!" balas Syeran pula, bahkan bicara dengan nada yang lebih tinggi.
"Maaf, tapi ada banyak penjaga yang akan mengawasi Anda, Nona. Anda tidak akan diizinkan meninggalkan lantai 3 ini tanpa persetujuan tuan Zeon. Lebih baik Anda segera memakai baju itu, setelahnya saya akan mengobati kaki Anda, lalu menemani Anda untuk sarapan," terang Diena. Setelah menjelaskan panjang lebar dia menyingkir dari sana.
Duduk di salah satu kursi dan menunggu Syeran memakai bajunya.
Lagi-lagi Syeran hanya mampu membuang nafasnya perlahan.
Tenang ... tenang, jangan bersedih, cobalah untuk tersenyum. Batin Syeran.
Meski getir namun dia benar-benar coba untuk tersenyum dan dengan segera memakai baju tersebut di ruang ganti.
Setelah itu Diena benar-benar mengobati kaki Syeran yang terluka, lalu menemani istri kontrak sang Tuan untuk sarapan.
Syeran berulang kali melihat ke arah jam dinding yang ada di ruang makan tersebut.
Di lantai 3 ini ternyata semuanya lengkap, ada pula dapur, ruang tengah, balkon, tempat untuk olah raga dan bahkan kolam renang. Entah penjara macam apa ini.
Dan sekarang waktu sudah menunjukkan jam 9.
Kata Diena, Zeon akan pulang di jam 10.
"Dimana aku bisa melihat kepulangan tuan Zeon?" tanya Syeran setelah dia selesai makan.
"Dari balkon Anda bisa melihatnya, beliau pergi menggunakan motor," balas Diena.
"Motor? kata mu dia pergi bersama Anjing kesayangannya."
"Memang, Dom berlari," jawab Diena, Dia tersenyum lebar karena seketika itu juga membayangkan kedekatan antara sang Tuan dan anjing kesayangannya, terlihat sangat indah untuk dilihat.
Tanpa banyak kata lagi Syeran segera bergegas menuju balkon ruang tengah di lantai 3 mansion tersebut.
Diena yang menatap gerak mencurigakan pun langsung mengikuti.
"Apa yang Anda lakukan?" tanya Diena, menatap heran pada Syeran yang saat ini berdiri di dekat pagar pembatas balkon tersebut.
"Hanya ingin melihat Tuan Zeon pulang," jawab Syeran.
Hampir 1 jam mereka menunggu dan akhirnya benar-benar terlihat Zeon yang memasuki kawasan mansion tersebut.
Motornya melaju dengan kecepatan sedang sementara di sampingnya nampak Anjing berwarna hitam yang berlari mengiringi.
Melihat itu, Syeran mencoba peruntungan untuk dia sendiri, dia ingin bertemu dengan sang suami.
Waktu berhenti. batin Syeran.
Dan bibirnya seketika tersenyum lebar saat melihat motor milik sang suami terhenti.
Tanpa memperdulikan Diena yang mematung, Syeran mencari jalan keluar untuk turun ke bawah. Dia akan berdiri di depan teras dan menyambut kepulangan sang suami.
Jelas² tindakan kalian itu paksaan bwt Syeran...gmn dia gak merasa terpaksa
Lagian kok jahat amat sih Zeon...pdhal Zena diperlakukan bak ratu oleh Frans
Coba bayangkan jika Frans bersikap seperti kamu ini thd Zena ,adikmu...rasanya pasti sakit
Jahat kamu Zeon
Mending kamu dibiarkan mati sj dahulu...gak perlu susah payah Liam & anak buahnya menyelamatkanmu 👿