NovelToon NovelToon
Ruang Hati Untuk Karin

Ruang Hati Untuk Karin

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Pelabuhan Hati

Bagi orang lain Karin adalah si antagonis untuk kehidupan kakaknya, namun siapa sangka di balik sikap yang dia tunjukkan selama ini dia menyimpan banyak luk. Di tambah dengan malam kelam yang terjadi adanya akibat ulah sahabat-sahabatnya, hidup Karin sejak hari itu berubah total.

Sementara itu Aiden sengaja datang ke Indonesia untuk mencari perempuan yang membuatnya selalu dalam rasa bersalah sejak malam itu. Namun siapa yang menyangka jika dirinya tak perlu bersusah payah untuk menemukan perempuan tersebut. Lalu apakah ada ruang untuk Karin di hati Aiden? Atau dia melakukannya hanya karena sebuah rasa bersalah?

“Selalu ada ruang untukmu di hatiku,” Aiden

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23# Tingkah absurd Alvian

Alvian merasa bosan, papanya tak kunjung sampai. Padahal sudah cukup lama dia dan mamanya menunggu Aiden pulang, namun yang di tunggu tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

“Papa beli batagolnya di mana cih, mama? Pelut Pian cudah membelontak mau cegela makan batagolnya,” Alvian mulai tidak sabaran.

“Sebentar lagi papa sampai, Vian. Jalanan sore masih macet, seperti waktu Vian pergi ke puncak waktu dulu. Mobilnya papa tidak bisa ngebut,” Karin memberikan perumpamaan pada putranya tentang bagaimana kondisi macetnya jalanan.

“Kacian mobil na papa haluc jalan cepelti ciput,”

Karin tertawa. “Kok kasihannya sama mobil? Bukan sama papa?”

“Papa kan bica belhenti cali minum cendili, mama. Kalo mobil na kan haluc papa yang calikan minum,” yang di maksud Alvian adalah bahan bakar mobil yang harus diisi, dan hanya bisa di lakukan isi ulang kalau papanya yang membawa mobil tersebut ke tempat pengisian bahan bakar.

“Eh!” Karin terkejut saat Alvian meluncur turun dari pangkuannya. “Adek mau ke mana?” tanya Karin.

“Mau lihat papa cudah pulang belum,” bocah itu lari menuju pintu keluar.

“Ck...bocah biang rusuh, di mana-mana selalu bikin repot. Kelakuan tidak jauh dari maknya,” cibir Ayu.

Karin sama sekali tidak menanggapi, percuma menanggapi Ayu karena sudah pasti mertuanya tersebut playing victim. Dia akan mengadu pada Aiden kalau Karin tidak suka dia tinggal di sana.

Karin memilih pergi dari ruang keluarga, dia menyusul putranya ke ruang tamu. Di sana dia melihat tingkah polah Alvian, bocah itu selalu menjadi obat penawar untuknya di saat seperti ini. Karin berdiri sambil menyandarkan tubuhnya pada tembok sambil melihat putranya yang bolak balik melihat kearah pintu, Alvian memastikan mobil papanya sudah masuk carport atau belum.

“Catu...dua...tiga, papa cudah campe belum ini?” ocehnya bicara pada diri sendiri, dia mengintip dari balik pintu. Lalu kembali lagi masuk ke dalam saat tidak mendapati apa yang dia cari.

Alvian mondar mandir, bocah tiga tahun tersebut sesekali mengintip ke luar rumah. “Pian haluc cabal, kalo cabal nanti dapat batagol cama maltabak. Nenek lombeng ndak ucah di kacih,”

Karin menahan tawanya mendengar ucapan putranya, dia hanya bisa menggeleng-geleng saja. Saat ini Alvian ada di masa-masa aktif ingin mencoba banyak hal, kadang dia dan sang suami sampai kewalahan.

Tiba-tiba Alvian berhenti mengoceh, dia mendengarkan suara deru mesin mobil yang masuk ke halaman rumah.

“Ekhee...mama itu mobil papa bukan? Ndak mau tengok Pian ini, takut halapan palcu. Cepelti om Layen kacih halapan palcu onty Alya,” ocehnya yang selalu meledek sang aunty saat Rayen lupa menjemputnya.

“Yuk lihat! Sepertinya itu papa,” Karin menghampiri putranya, dia menggandeng Alvian. Keduanya keluar rumah untuk menyambut Aiden pulang dari kantor.

Alvian tentu saja antusias karena dia berharap papanya membawakan jajan yang dia mau, entah itu batagor, martabak ataupun cimol.

“Wah! Bahagia sekali papa pulang di sambut anak ganteng,” Aiden baru saja turun dari mobil, dia berjalan menghampiri anak dan istrinya.

Alvian yang semula antusias jad memberengut saat tidak mendapati sang papa membawa bungkusan apapun.

“Jajan Pian mana, papa?”

Aiden menepuk keningnya. “Papa lupa,”

Alvian makin memberengut, dia bersedekap tangan di dada. Bocah itu langsung balik badan dan jalan kembali masuk ke dalam rumah sambil menggerutu. “Papa ndak cayang cama Pian. Jajan pun ndak di belikan,” ocehnya membuat Aiden terkekeh.

“Ngambek tuh dia, mas. Nungguin kamu dari tadi sampai bolak balik, papa mana ya ma?”

Aiden terkekeh. “Kok masuk, nak? Beneran nih ndak mau batagor yang papa bawa?” Aiden mengambil bungkusan yang dia taruh di kursi penumpang.

Mendengar kata batagor, bocah tiga tahun tersebut langsung menoleh. Dia berlari menghambur kearah Aiden begitu melihat sang papa membawa beberapa kantong plastik yang di yakini adalah jajanan yang Alvian minta.

Mata Alvian berbinar, dia berhenti di hadapan papanya.

“Pian talik ucapan, telnyata papa cayang cama Pian.” Alvian menengadahkan tangannya meminta bungkusan dari sang papa.

“Adek tidak boleh makan semuanya langsung, ya! Harus makan satu-satu dulu, oke!” Aiden memberikan bungkusan berisi batagor dan martabak telur bersama martabak bulan.

Alvian mengangguk, dia tersenyum lebar. Bocah itu kembali berjalan masuk ke dalam rumah sambil bersenandung.

“Catu atau dua pilih batagol atau maltabak, dua atau catu pilih mana Pian tak tahu. Kalena diliku bingung haluc pilih batagol dulu atau maltabak,” Alvian menyenandungkan lagu dengan lirik yang di rubah.

Aiden dan Karin tergelak mendengar putra mereka bersenandung, Aiden merangkul pundak istrinya. “Dapat lagu seperti itu dari mana dia, sayang? Ada-ada saja liriknya di rubah,” Mereka berjalan mengikuti Alvian masuk ke dalam rumah.

“Siapa lagi kalau bukan keponakan tersayangnya mbak Rhea, mas. Aretha kan di luar planet randomnya, Vian sepertinya sudah ketularan. Kamu tahu dia panggil Nala apa?”

“Memangnya apa?”

“Sumala,” jawab Karin membuat Aiden tergelak.

“Tidak apalah Vian masuk circlenya Aretha. Circle anak CEO gak kaleng-kaleng dia, yank. Biar tambah cerdas,”

“Di luar prediksi BMKG iya, mas. Random gak ketulungan,”

“Tidak apa-apa. Biar hidup kita lebih berwarna,”

Karin mengangguk, mereka berdua masuk ke dalam rumah dan mendapati Alvian sudah anteng duduk di kursi sambil makan batagor. Aiden dan Karin kembali terkekeh.

“Ini punya Pian ya! Nenek kalo mau beli cendili, cucah ini dapatnya. Pian ndak  bagi-bagi,” Pian menyembunyikan batagornya saat sang nenek melihat bocah itu makan.

“Ck...siapa juga yang pengen makanan seperti itu,” Ayu berdiri dari sofa. “Lhoh, Aiden? Katanya kamu pulan telat?” kaget Ayu saat melihat putranya sudah pulang.

Aiden mengerutkan dahinya, dia melirik sang istri. “Mbak Nanik,” lirihnya dan diangguki Aiden.

“Tidak jadi, ma. Klien minta ketemu besok,” jawab Aiden.

“Ck...tahu gitu Nala aku suruh makan malam di sini,”

“Cumala lagi...cumala lagi, nanti nenek ikutan jadi cumala kalo teluc-telucan main cama Cumala. Hiii...Pian takut,”

Aiden menahan tawanya saat melihat tingkah sang putra, dia berbisik pada Karin. “Asli keturunan kita itu,”

Karin hanya tersenyum, jika dirinya pusing bagaimana menghadapai mama mertuanya. Maka sebaliknya, mama mertuanya di buat pusing Alvian.

1
partini
yg ini full mengseddih
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hidup karin lbh mengsedih dr rhea ternyata huhu🫣
total 1 replies
muthia
ulat bulu ulat bulu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hrs dbasmi ya kk 🤭
total 1 replies
muthia
semangat thor selalu di tunggu up nya 🙏❤
a yulaela_fa(Ayu Anfi): siap kk
total 1 replies
partini
ibu mertua lucknat
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭 hrs dibasmi pke roundap kalo kata aretha sm viam
total 1 replies
muthia
semangat dan sehat selalu 🙏❤
muthia
baru sempat hadir, banyak acara tetangga🙏🙏
muthia: ❤❤❤❤❤
total 2 replies
partini
Alvin cadel,, kalau merujuk dr novel sebelah agak lelet si aiden ya Thor bakal elus dada lama si Karin
partini
masa lama ya Thor drama rumah tangga nya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): engga ka... klo g keblabasan 2 eps nnti lgsg loncat ke alvian yg 3 thn.
total 1 replies
Zea Rahmat
emang otaknya gesrek.... kaga ada hubungan neeee🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭 dia msh denial
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): smg nnti ato bsk bs lbh dr 2 ya kk..
total 1 replies
Zea Rahmat
alur mundurnya jgn kelamaan ya ka🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): kagak sist... hbs ini kan mrk nikah. di part rhea kan mrk nongol dikit.. 🤭
total 1 replies
Zea Rahmat
disini blm ketemu Aiden ya
a yulaela_fa(Ayu Anfi): hbs ini ketemu... knnpas otw rega kec ini
total 1 replies
Zea Rahmat
ternyata karin pura2 jd antagonis🤔🤔
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 gara2 slh phm doangqsbnrny, sm dicekokin maknya
total 1 replies
Zea Rahmat
ouhh pantes alvian nempel ke Rhea... udh di ulti am emaknya🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk msh sebiji polong aja udh diulti maknya 🤣
total 1 replies
partini
ok lanjut Thor
a yulaela_fa(Ayu Anfi): otw kk 🤭❤️
total 1 replies
Zea Rahmat
pecah telor juga ka🤭🤭🤭
a yulaela_fa(Ayu Anfi): 🤭🤭🤭 lama y sist....aq blm pernh soalekan nulis kish yg ada ksus diawl lgsg hamidun... jd tu mkr dl majju mundur syantik wkwk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!