NovelToon NovelToon
Idola Kampus Itu Pacarku

Idola Kampus Itu Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari pertama yang berisik

Gedung serbaguna universitas sudah penuh sesak dengan ribuan mahasiswa baru yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Di tengah lautan manusia itu, Lara Wijaya berusaha mengatur napas. Baginya, kebisingan ini adalah mimpi buruk. Lara lebih suka duduk di pojok perpustakaan daripada harus berada di tengah kerumunan yang saling sikut demi mendapatkan posisi duduk paling depan.

​Lara merapikan kuncir kudanya yang sedikit berantakan. Ia hanya ingin hari ini cepat selesai. Tidak ada keinginan untuk menonjol, tidak ada keinginan untuk dikenal.

​"Woy, lihat! Itu Kak Baskara!"

​Bisikan-bisikan itu menyebar cepat seperti api yang menyambar rumput kering. Lara yang awalnya sibuk merapikan buku catatannya, refleks mendongak ketika suasana mendadak hening selama satu detik, lalu pecah oleh riuh tepuk tangan.

​Di atas panggung, seorang laki-laki berdiri dengan santai namun memancarkan aura yang membuat siapa pun segan. Baskara Langit. Ketua panitia sekaligus idola nomor satu di kampus ini. Wajahnya yang tegas tampak kontras dengan sorot matanya yang tenang. Tanpa perlu banyak bicara, semua orang tahu mengapa dia disebut "Matahari" di kampus ini.

​"Selamat pagi, Mahasiswa Baru," suara Baskara menggema melalui mikrofon, berat dan berwibawa.

​Lara hanya memperhatikan dari barisan belakang. Ia tidak terpesona seperti gadis-gadis di sampingnya yang sibuk mengambil foto secara sembunyi-sembunyi. Namun, entah mengapa, saat Baskara mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, mata itu seolah berhenti sejenak tepat di barisan Lara.

​Masalah dimulai saat jam istirahat. Lara yang ingin menghindari keramaian kafetaria memilih untuk mencari tempat tenang di belakang gedung rektorat. Namun, langkahnya terhenti oleh seorang panitia dengan pita merah di lengan.

​"Dek! Kamu yang namanya Lara Wijaya?"

​Lara tertegun. "I-iya, Kak. Ada apa?"

​"Tanda tangan kamu kurang satu di buku orientasi. Dan itu harus tanda tangan Ketua Panitia. Cari Kak Baskara sekarang, dia ada di ruang transit."

Lara berdiri ragu di depan pintu ruang panitia yang sedikit terbuka. Suara tawa keras terdengar dari dalam, membuatnya ingin berbalik arah, tapi ia butuh tanda tangan itu sekarang juga. Dengan keberanian yang tersisa, ia mengetuk pintu dan melangkah masuk.

​"Permisi... Kak Baskara?"

​Di dalam ruangan, bukan hanya ada Baskara yang sedang duduk tenang di meja utama, tapi juga ada Randy, salah satu panitia yang terkenal sebagai "buaya" kampus. Begitu melihat Lara, Randy langsung menegakkan posisi duduknya, matanya berbinar nakal.

​"Waduh, ada bidadari nyasar ke ruang panitia?" celetuk Randy dengan nada menggoda. Ia langsung bangkit dan berjalan mendekati Lara sebelum gadis itu sempat mencapai meja Baskara.

​Lara meremas map di tangannya, wajahnya mulai terlihat cemberut. "Saya mau minta tanda tangan Kak Baskara."

​Randy justru sengaja menghalangi jalan Lara, menyandarkan bahunya di tembok sambil menatap Lara dari atas ke bawah. "Tanda tangan Baskara mah gampang, nanti Abang yang mintain. Tapi ada syaratnya, Dek cantik."

​"Syarat apa, Kak?" tanya Lara polos.

​"Syaratnya, kamu harus kasih nomor WhatsApp kamu ke Abang," Randy mengedipkan sebelah matanya, lalu mulai mengeluarkan jurus gombalannya. "Tahu nggak, Dek? Sejak kamu masuk tadi, AC di ruangan ini berasa mati. Soalnya kamu terlalu hot buat ruangan sekecil ini."

​Lara semakin menekuk wajahnya, bibirnya mengerucut sebal. "Kak, saya serius mau minta ttd."

​"Abang juga serius, Lara Wijaya. Nama kamu cantik banget, tapi lebih cantik lagi kalau nama belakang kamu ganti jadi nama belakang Abang. Gimana?" Randy tertawa kecil.

​"Ran."

​Satu suara berat dan dingin memotong suasana. Baskara, yang sedari tadi hanya menyimak dari balik tumpukan berkas, kini berdiri. Sorot matanya tajam, tidak ada sedikit pun kesan ramah di sana.

​"Balik ke kursi kamu. Laporan divisi logistik belum selesai, kan?" ucap Baskara tanpa nada bercanda.

​Randy langsung mengangkat kedua tangannya, tertawa hambar. "Ampun, Bos! Galak amat, cuma bercanda dikit sama si cantik."

​Baskara tidak menghiraukan Randy. Ia berjalan lurus ke arah Lara, mengambil map dari tangan gadis itu, lalu membawanya ke meja. "Sini, Lara. Jangan dengerin orang kurang kerjaan kayak dia."

​Lara menghela napas lega dan mendekat ke meja Baskara, sementara dari sudut ruangan, Randy masih saja menggumam pelan, "Galak-galak gitu juga pasti naksir, tuh..."

1
ASTRI LIANTI
kok di paragraf atas ga berjilbab kok di sini berjilbab sih
Zet3: mksh kak koreksi nya,aku perbaiki yaa🙏🏻
total 1 replies
Ryuu
semangat terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!