NovelToon NovelToon
Princess Anna

Princess Anna

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Anak Yatim Piatu / Spiritual / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:423
Nilai: 5
Nama Author: Diyah_ell

Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alex dan Leo

Begitu menerima kabar kunjungan Alex Sylvanna mengirim Daisy untuk menjemputnya.

Perasaan berdebar itu akhirnya berujung, kini Alex berdiri di depannya, mereka berdua saling menatap.

Sylvanna merentangkan kedua tangannya, matanya berair karena semakin panas, pria didepannya itu adalah sosok yang berbagi ruang dengannya di dalam kandungan.

"Alex.."

Alex memeluk Sylvanna yang tampak sedih.

"Kenapa kakakku menangis? Apa anda tidak senang melihat saya?" ucap Alex dengan suara beratnya.

"Bodoh! Mana mungkin aku tidak senang"

"Yasudah jangan menangis Kak!"

"Baiklah..tapi kenapa kau tinggi sekali sih! Kau lebih tinggi dari Ayah"

 Mereka berdua berbincang sembari minum teh.

"Sudah memberi salam kepada Ayah?"

"Tidak! Aku langsung datang kemari begitu menerima surat"

"Katanya kau sudah lama tahu tentangku, kenapa baru sekarang datang?"

"Karena Ayah dan kakak tidak memintaku datang, aku tidak bisa datang seenaknya karena sudah tahu ayah menyembunyikanku"

"Aku baru tahu tentangmu belum lama ini.. Maaf ya Alex, kau pasti kesepian disana sendirian"

"Tidak kak! Aku terlalu sibuk untuk merasa kesepian"

"Jadi.. apa saja kesibukanmu?"

"Latihan berpedang, berkeliling kota, dan masih banyak lagi, Ayah bilang suatu saat saya harus tinggal di istana, makanya sebelum saya terkurung di tempat ini saya banyak mencoba hal-hal baru di luaran sana!"

"Oh ya? Itu keputusan bagus Alex!"

Saat itu tiba tiba Kaisar muncul "Sudah tiba dari tadi tapi tidak memberi salam kepada Kaisar!!" ucapnya tegas.

"Saya datang untuk menemui Kakakku bukan Kaisar!" acuhnya.

"Anna lihatlah kelakuan tidak sopan adikmu ini!"

"Saya lihat ayah! cara bicara Alex sangat mirip dengan Ayah" ucapnya meledek.

"Huhh! saya tidak suka disamakan dengan orang tua itu!" ucap Alex.

"Hahhhh!!" kaisar menarik nafas panjang. Kemudian duduk bersama.

"Alex..kau juga harus bersikap sopan kepada ayah!" ucap Anna.

"Karena kakak yang minta maka saya akan berbicara sopan!"

"Dasar anak ini!! Kenapa sampai cepat sekali? Dimana pengawalmu?" ucap Kaisar.

"Saya meninggalkannya, mungkin dia baru akan sampai setengah hari lagi!"

"Kenapa kau buru buru sekali?" kata kaisar.

"Saya mendengar kabar di perjalanan, katanya Kakakku sudah mau bertunangan! Apa apaan ini kak, aku bahkan tak mengenal calon tunangannya! Apa Ayah yang memaksa??"

"Bicara apa kau! Lihatlah wajah kakakmu, apa wajah seperti itu bertunangan karena dipaksa?" ucap Kaisar.

Seketika wajah Anna memerah, ia tersenyum malu "Alex..kakak menyukainya, dia adalah orang yang hangat namanya Leonard Stephanos"

"Aku pun tak tahu apa bagusnya Leonard stephanos itu sampai Kakakmu ini begitu menyukainya.. Padahal menurut Ayah pengawal pribadimu lebih menarik dan lebih baik" ucap Kaisar.

"Oh.. Apakah pria berambut pirang di depan sana itu Ayah?" tanya Alex.

"Benar! Dia adalah Aaron Millers Smith, putra kedua Count Smith, count Smith adalah pengikut setiaku"

"Kenapa tiba-tiba Ayah membanggakan Aaron? Saya hanya menganggapnya orang yang lucu dan baik" tegas Anna.

"Aaron kamu bilang lucu? Ha ha ha.. Apakah orang lurus sepertinya kau anggap lucu?"

"Ayah! Berhenti menghina orang lain!!" ucap Anna.

"Baiklah.."

"Saya akan menguji kelayakan calon tunangan kakak!"

"Menguji Leo? Dengan cara apa?"

"Sparing! Kalau dia bisa mengalahkanku maka aku akan mendukung pilihan Kakak!!"

"Hooo.. Bagus, ini baru putraku!!" ucap Kaisar tersenyum bangga.

"Aku akan menanyakannya terlebih dahulu saat dia datang berkunjung nanti, kau tidak boleh memaksa jika Leo menolak!!!" tegas Anna.

"Ciihhh!! Sepertinya Kakakku sangat menyukainya!!"

Tak lama setelah Kaisar pergi Leonard datang, saat ia tiba ia diarahkan oleh Daisy menuju rumah kaca tempat Putri Berada.

Begitu sampai ia sangat terkejut melihat Anna sedang duduk berdua bersama seorang pria yang menyandarkan kepalanya di bahu Anna, terlebih saat itu Anna mengusap usap kepala pria itu.

Seketika darah Leo mendidih, ia berjalan dengan cepat menghampiri mereka. "Apa apaan ini?" ucapnya marah.

Tanpa Babibu Leo mencengkeram kerah baju Alex lalu membantingnya ke lantai.

"Wah.. Sambutan yang hangat sekali Tuan!!" ucap Alex sembari tersenyum menyeringai.

Anna Bangun karena sangat kaget, "Apa apaan Leo!! Kenapa kau jadi kasar begini!!" teriak Anna. Anna mengulurkan tangannya menolong Alex bangun, membuat Leo semakin terbakar cemburu.

"Saya yang harusnya tanya Anna! Kenapa anda bermesraan dengan laki laki lain padahal kita akan segera bertunangan!" teriaknya lagi.

Anna cukup kaget karena ini adalah pertama kalinya Leonard menunjukkan kekesalan padanya sampai berteriak.

Alex mendorong pundak Leo "Jangan berani beraninya kau meneriaki Kakakku!!

"Apah? Kakak?" ucap Leo bingung.

"Benar! Coba perhatikan wajah kami! Dia adalah Alexei, saudara kembar ku.."

Seketika Leonard terdiam, menoleh ke wajah Anna dan Alex bergantian, ia menunduk karena merasa malu. "Saya tidak pernah mendengar anda memiliki saudara kembar Anna, saya minta maaf" ucapnya seraya menundukkan wajah.

"Itu bukan salahmu, karena ayahku memang menyembunyikannya dan saya juga belum lama ini mengetahuinya" jawab Anna.

"Makannya!! Tanya dulu jangan langsung emosi!! Hahh!!Kakak.. Sepertinya kakak harus memikirkan ulang tentang hubungan kalian mengingat amarahnya yang meledak ledak sampai meneriaki anda!!" ucap Alex acuh.

"Alex.. Jaga bicaramu! Wajar Leo bersikap begitu karena posisi kita tadi akan membuat siapapun yang melihat salah paham" ucap Anna.

"Kenapa kakak membelanya? saya kan tidak sempat melihat Ibu.. Jadi saya hanya ingin kakak memperlakukanku seperti Ibu memperlakukan Kakak dulu" ucapnya sedih sembari merangkul Anna.

"Iya iyaa.. Baiklah"

Alexei tersenyum menyeringai begitu bertatapan mata dengan Leo. Meski sudah mengetahui tentang Alex tetap saja Leo merasa kesal setiap kali Alex bersikap manja kepada kakak yang baru pertama kali ditemuinya itu, bagi Leo ekspresinya lebih menjengkelkan dibanding Kaisar.

"Bukankah sikap anda ini tidak wajar Yang Mulia pangeran? Anda bukan anak kecil lagi terlebih ini adalah pertemuan pertama anda dengan kakak yang sudah dewasa" ucap Leo tak suka.

"Memangnya kenapa? Sejak kecil aku sudah tahu tentang kakakku, ayahku selalu menulis surat yang isinya tentang kakak, aku kagum, aku menyayanginya dan aku merindukannya setiap waktu tapi baru sekarang bisa bertemu, Apalagi sebentar lagi kakakku akan bertunangan kemudian menikah dan meninggalkan istana..apakah kedekatan kami membuatmu tidak nyaman?"

"Bukan begitu Yang Mulia pangeran!"

"Sudahlah! Aku akan mendukung pilihan kakakku jika memang dia menyukaimu!!" ucap Acuhnya.

Tiba tiba Leo tersenyum, "Ternyata anda adik yang baik ya Pangeran!!"

"Tentu saja dengan syarat!"

"Apa itu?"

"Ayo sparing!! Kalau kau berhasil menjatuhkan pedangku maka aku akan mendukungmu!!"

Leonard tersenyum percaya diri"Baiklah, mari lakukan sekarang juga"

"Bagus!"

"Kalian asik sekali ya? Tidak ada yang meminta pendapatku?" ucap Anna kesal.

"Ini urusan sesama pria kak! Mengertilah.."

"Hah.. Aku akan melihat dari jauh, jangan sampai ada yang terluka!"

"Baik kak!"

Setelah berganti pakaian berpedang, keduanya kini saling berhadapan di lapangan tempat berlatih pedang.

Leo tak menyangka kemampuan berpedang seorang pangeran yang tinggal jauh dari istana ternyata sangat mahir hingga membuatnya kewalahan. Setelah bertarung cukup sengit akhirnya Alexei yang berhasil menumbangkan pedang Leonard terlebih dahulu.

Alex tersenyum menyeringai "Bagaimana ini.. Seharusnya anda lebih fokus karena kakakku sedang melihat kekalahan anda dengan ahli pedang berambut pirang di sebelahnya!"

"Saya hanya kurang fokus, ayo lakukan sekali lagi!!"

"Ehei.. Tidak bisa! Aku lelah karena habis melakukan perjalanan jauh, sayang sekali.. Sepertinya penilaian ayahku memang lebih tepat"

"Apapun penilaian anda tentang saya itu tidak akan mengubah rencana pertunangan kami yang sudah terlanjur di sepakati oleh Baginda Kaisar!!"

"Wah.. ternyata kau adalah pria yang mengerikan ya Duke muda.. Di depan Kakakku kau tersenyum hangat dan tenang tetapi di belakangnya anda menyembunyikan sifat anda yang seperti ini!!"

"Anda baru mengenal saya beberapa jam Pangeran, jangan terburu-buru menilai orang lain, selamat atas kemenangan anda" ucap Leonard tersenyum dan menunduk dengan sopan, ia menerima kekalahannya dengan hati lapang. Hal itu cukup membuat Anna merasa tenang.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!