NovelToon NovelToon
Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Ayla, Anak Kandung Yang Tersisih

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Bagaimana rasanya menjadi seorang anak yang tidak diinginkan, di tuntut untuk selalu mengalah dalam segala hal, menyerahkan apapun yang dimiliki untuk orang lain bahkan orang yang di cintai sekalipun harus ia lepaskan? Selalu salah dan di anggap pembawa sial.

Itulah penderitaan yang di rasakan oleh seorang wanita bernama Ayla, ia tumbuh di keluarga yang serba berkecukupan, punya dua kakak laki-laki dan orang tua yang masih lengkap, namun sayang sekali, meskipun memiliki semua itu Ayla sama sekali tidak memiliki kasih sayang dan kebahagiaan.

Di mata keluarga Ayla adalah pembawa sial, sosok yang selalu salah dalam segala hal, berbanding terbalik dengan Alena yang selalu menerima kasih sayang penuh dan selalu di utamakan oleh semua orang.

Siapa Alena? Dan kenapa Ayla memiliki nasip berbeda dengan nya? Cus baca kisah mereka di sini, bersama author Nadia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11 Putus Segala Ikatan

"Kak Bastian... apakah itu kau?" lirihnya dengan suara yang sangat lemah dan bergetar.

Meskipun sudah disakiti dan dikhianati berkali-kali, Ayla masih saja menyimpan secuil harapan di dasar hatinya bahwa masih ada anggota keluarga yang peduli padanya.

Sosok itu perlahan mendekat ke arah Ayla. Di dalam kegelapan yang masih menyelimuti ruangan itu, Ayla belum bisa melihat dengan jelas siapa sosok yang datang pagi-pagi sekali ke tempat pengap ini.

"Apakah kau berharap kakak-kakakmu itu akan datang menjengukmu?" ucap seseorang, yang tak lain adalah Alena.

Alena kemudian menyalakan cahaya lampu dari ponselnya. Di tangan satunya, ia membawa semangkuk nasi panas yang masih mengepulkan asap.

"Alena... mau apa kau ke sini?" tanya Ayla, merasa ketakutan melihat kedatangan gadis itu.

"Tentu saja aku datang untuk memberimu makan. Kau pasti sudah sangat lapar, kan?" ucap Alena santai, lalu berjongkok tepat di hadapan Ayla. Ia mengarahkan cahaya senter ponselnya tepat ke wajah Ayla yang tampak kucel, pucat, dan sangat menyedihkan.

"Kau tidak sebaik itu... pasti ada maunya," jawab Ayla lemah, tubuhnya sama sekali tak memiliki tenaga untuk bergerak.

"Haha... kau memang mengenalku dengan baik. Tapi hari ini aku berniat berbaik hati, karena sebentar lagi kau akan dikirim pergi jauh dari keluarga Gunawan, dan Reyhan akan menjadi milikku sepenuhnya," ucap Alena dengan nada suara yang terdengar lembut namun sangat menusuk dan menyakitkan.

"Alena, jangan... aku mohon padamu, tolong jangan ambil Kak Rey dariku! Kau sudah berhasil merebut Kak Adnan, Kak Bastian, Mama, Papa, serta seluruh harta keluarga ini... tolong, jangan ambil dia juga dariku," ucap Ayla memelas, air matanya mulai menetes kembali.

"Ayla, kau pikir aku bisa merebut Reyhan jika dia sendiri tidak menginginkannya? Kau harus mendengar ini baik-baik," ucap Alena sambil tersenyum miring, lalu menempelkan ponselnya tepat di dekat telinga Ayla setelah menyalakan sebuah rekaman suara.

Beberapa menit berlalu...

Tubuh Ayla semakin gemetar hebat dan rasa sakit di seluruh tubuhnya semakin menjadi-jadi setelah mendengar suara yang terekam itu. Suara yang sangat ia kenali sebagai suara Reyhan—laki-laki yang selama ini ia percaya dan ia cintai dengan sepenuh hati—ternyata berniat meninggalkannya serta berencana mengakhiri hubungan mereka.

“Kau dengar sendiri, kan? Bagaimana laki-laki yang kau cintai itu akan segera meninggalkanmu dan menjadi milikku. Papa dan Mama juga sudah berencana menjodohkan Reyhan denganku tepat saat pesta ulang tahunku nanti,” ucap Alena sambil tersenyum lebar, penuh kemenangan.

“Kenapa?! Kenapa kau sekejam ini padaku! Apa salahku padamu?! Apa kesalahanku sehingga kau tega melakukan hal yang begitu kejam ini?!” seru Ayla sambil mencengkeram lengan Alena dengan sisa tenaga yang ia miliki.

“Lepaskan! Salahmu? Apa ini salahku? Hanya kau yang tahu alasannya. Kau sendirilah yang menyebabkan ibuku meninggal dunia, dan sudah sewajarnya aku mengambil semua yang kau miliki sebagai gantinya,” bentak Alena, lalu mendorong tubuh kurus Ayla hingga terbentur keras ke dinding ruangan.

“Tidak! Aku tidak pernah melakukannya…” tangis Ayla memelas, hatinya hancur berkeping-keping mendengar tuduhan itu.

“Sebaiknya kau lebih patuh saja. Jangan banyak melawan. Semakin kau berontak, semakin kau akan menderita. Sekarang, makanlah ini,” ucap Alena dingin. Ia kemudian memaksa membuka mulut Ayla dan menyuapkan nasi panas itu secara paksa.

Tak sanggup lagi menahan amarah yang meluap-luap di dada, Ayla pun mengumpulkan sisa tenaga yang tersisa, lalu dengan sekuat tenaga mendorong Alena menjauh darinya.

Prang…

Mangkuk kaca kecil yang sedang dipegang Alena terlepas dan jatuh ke lantai, pecah berantakan. Suara benda itu memecah keheningan, terdengar sangat jelas hingga ke seisi rumah, membuat semua orang yang ada di sana terkejut dan segera berlari menuju sumber suara itu—ruangan tempat Ayla dikurung.

Menyadari bahwa seluruh keluarga akan segera datang, Alena bertindak cepat. Ia langsung duduk bersandar di dinding, lalu mengacak-acak rambutnya sendiri menjadi berantakan. Tak hanya itu, ia juga mengambil serpihan kaca kecil dari mangkuk yang pecah tadi, lalu dengan sengaja menggoreskan benda tajam itu ke kulit tangannya hingga berdarah.

“Ada apa ini?!” seru Mama Tina, yang tiba lebih dulu di depan pintu ruangan itu.

“Alena! Kau baik-baik saja?!” tanya Adnan, yang segera bergegas menghampiri dan membantu Alena berdiri.

“Ma… Kak… Aku hanya berniat baik ingin membawakan makanan untuk Ayla, tapi dia malah…” ucap Alena, tak menyelesaikan kalimatnya. Ia menundukkan wajah, seolah-olah sangat sedih dan takut, sementara darah segar terus menetes dari luka di tangannya.

Sementara itu, Ayla yang sudah sangat paham dengan sandiwara kotor semacam ini, hanya mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga gaun yang ia kenakan terlipat berantakan. Ia berusaha menahan segala rasa sakit, marah, dan kecewa yang bercampur aduk di dalam dadanya.

“Sudah kubilang berulang kali kalau kau sama sekali tak perlu mempedulikan perempuan gila seperti dia! Lihat sekarang, kau sampai terluka begitu!” ucap Papa Bayron yang baru saja tiba di sana, menatap Ayla dengan pandangan penuh kebencian.

“Ayla! Kenapa kau ini sama sekali tidak berubah?! Kenapa kau terus-menerus bertingkah gila begini?! Kalau begitu, sepertinya kepergianmu ke keluarga Aditama harus segera kami percepat!” ucap Bastian, yang menyaksikan adegan palsu itu dan justru menuduh adiknya sendiri.

“Sudahlah, ayo Alena. Kakak antarkan kau berobat,” ucap Adnan dengan nada lembut, lalu membawa Alena pergi meninggalkan ruangan pengap itu, diikuti oleh Papa Bayron.

“Anak sialan! Kalau sampai ada apa-apa dengan Alena, atau lukanya parah, ingat saja! Aku akan memotong habis rambutmu sampai botak!” ancam Mama Tina dengan suara tinggi, lalu pergi menyusul yang lain sambil melontarkan kata-kata kasar dan menyakitkan.

“Percuma saja aku bicara. Mereka tidak akan pernah percaya padaku. Sepertinya, di keluarga ini aku benar-benar sudah tidak punya tempat lagi,” batin Ayla, hatinya semakin mati rasa.

Semua orang di sini membencinya. Dulu, ia masih bisa bertahan hidup dan menanggung semua penderitaan ini karena ada Reyhan—laki-laki yang selalu ada di sisinya, yang menjadi sandaran dan penyemangat terbesarnya. Namun, setelah mendengar rekaman suara itu tadi, Ayla sadar sepenuhnya: tidak ada satu pun orang di dunia ini yang tulus menyayanginya. Semua kebaikan yang ia rasakan selama ini hanyalah kepalsuan belaka.

“Kak Bastian…” lirih Ayla, menatap wajah kakak pertama nya yang masih berdiri diam di hadapannya.

“Ada apa lagi? Aku harus segera melihat keadaan Alena. Sebaiknya bicaralah yang wajar, jangan sampai membuatku semakin marah padamu,” ucap Bastian ketus, wajahnya masih tampak kesal.

“Aku setuju. Aku akan pergi,” jawab Ayla dengan suara yang sangat pelan namun tegas.

Seketika, raut wajah Bastian berubah menjadi cerah dan penuh kelegaan mendengar pernyataan itu. Ia segera berjongkok di depan Ayla dan memegangi kedua bahu adiknya.

****

1
Soraya
lanjut thor
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
putmelyana
next Thor ceritanya
Author Nadia🪷: iya kak
total 1 replies
Valen Angelina
jgn jdi lemah ok....
Author Nadia🪷: okeee
total 1 replies
Adi Sudiro
salah satu cerita dgn segala kebodohan dan ketololan pemeran utama
bukan satu atau dua alur cerita begini jadi udah malas ma ceritanya
Author Nadia🪷: iya maaf ya kak 🙏
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Author Nadia🪷: iya kak makasih ya
total 1 replies
Valen Angelina
semoga ayla cepat sembuh😍
Author Nadia🪷: udah gak sabar yaaa🤭🤭🤭🤭 btw sekarang aku juga punya Kanaya, ramekan ya kak, meskipun baru satu bab aja wkwkwkwkw
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚢𝚞𝚔𝚞𝚛𝚒𝚗 𝚎𝚖𝚐 𝚎𝚗𝚊𝚔
Author Nadia🪷: terkapar deh🤭🤭
total 1 replies
Valen Angelina
𝚝𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚋𝚞𝚌𝚒𝚗 𝚖𝚞 𝚠𝚔𝚔𝚠
Valen Angelina
tenang aylia... suamimu ganteng bbgt lo wkkwk😂
Author Nadia🪷: kalau aku jadi Ayla udah gas Ken banget 🤣🤣🤣
total 1 replies
Valen Angelina
𝙷𝚒𝚍𝚞𝚙 𝚝𝚊𝚗𝚙𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚞𝚊𝚛𝚐𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚢𝚕𝚒𝚊... 𝚘𝚛𝚝𝚞𝚊 𝚋𝚘𝚍𝚘𝚑 𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚕𝚋𝚒𝚑 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚊𝚢𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒𝚙𝚍𝚊 𝚊𝚗𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚗𝚍𝚞𝚗𝚐𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚍𝚒𝚛𝚒
Author Nadia🪷: betul dan itu sakit banget, kita kalau dibedain orang tua sama saudara kandung sendiri aja sakit hati apalagi sama saudara angkat
total 1 replies
Valen Angelina
𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜
Author Nadia🪷: makasih kak
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚊𝚗𝚐𝚊𝚝 𝚊𝚢𝚕𝚊..... 𝚜𝚊𝚊𝚝𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚊𝚕𝚊𝚜 𝚍𝚎𝚗𝚍𝚊𝚖
Author Nadia🪷: makasih kak🥰
total 1 replies
Valen Angelina
𝚜𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊 𝚟𝚊𝚕𝚎𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚒𝚔 𝚜𝚎𝚙𝚎𝚛𝚝𝚒 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗 𝚢𝚊... 𝚗𝚊𝚖𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚊 𝚜𝚘𝚊𝚕𝚗𝚢𝚊 𝚠𝚔𝚠𝚔𝚔𝚠🤣
Author Nadia🪷: awokawok ngakak, mana iya lagi sama nama nya 🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ulfah Fiza
luar biasa
Author Nadia🪷: terimakasih kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!