Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Mobil yang di kendarai Dani memasuki parkiran Mall di Jakarta Pusat, Dani dan Mela segera turun dari dalam mobil. Kedua nya melangkah kan kaki memasuki Mall, mereka ingin membeli sepasang baju yang akan mereka pakai di hari pertunangan atasan mereka.
Tanpa mereka sadari, saat ini Marsya dan dan bu Lili berada di mall yang sama dengan mereka. Marsya yang sedang menemani sang Mama berbelanja kebutuhan sehari - hari, dari kejauhan Marsya melihat sang suami yang sedang bergandengan mesra dengan Mela.
"Ma, lihat itu Ma!" Marsya menunjuk kan Dani Dan Mela yang kebetulan berada tidak jauh dari mereka.
"Dani,,, itu kan Dani, Sya!" Mama Lili pun melihat sang menantu bersama wanita lain.
"Itu mas Dani dan Mela, Ma!" Marsya berkata pada Mama nya.
"Ayo kita samperin dia!" Mama Lili pun menarik tangan putri nya.
"Ma tunggu Ma!" Marsya menahan tangan Mama Lili agar dia tidak mendekati Dani dan Mela.
"Biar Mama kasih pelajaran tu orang!" Mama Lili geram melihat Dani yang sudah berani menggandeng wanita lain yang bukan istri nya di depan umum.
"Biarkan saja Ma, ku rasa kurang menyenangkan jika dia tahu semua nya sekarang. Tunggu waktu nya tepat, akan ku pastikan mas Dani akan menyesal nanti nya!" Marsya menahan Mama nya agar tidak mendatangi Dani dan Mela.
"Tapi Mama geram banget sama tuh orang, bisa naik jabatan karena diri mu dan sekarang berani - berani nya dia selingkuh!" Guman Mama Lili dengan kesal.
"Aku pastikan mas Dani akan segera kehilangan jabatan nya saat waktu nya tiba, saat ini kita ikuti mereka dari jauh dan kita akan lihat apa yang akan mereka lakukan di tempat ini!" Marsya memberi usul pada sang Mama.
"Mama setuju, lagian kan Dani tidak mengenali Mama!" Mama Lili mengangguk kan kepala nya.
Marsya memakai masker dan di tambah dengan kacamata hitam, sementara untuk Mama Lili akan tetap seperti itu. Karena Dani memang tidak mengenal satu pun keluarga Marsya, jadi itu lah sebab nya dia menganggap Marsya adalah orang miskin yang tidak mempunyai siapa - siapa.
Marsya dan Mama Lili berjalan mendekati Dani dan Mela, mereka ingin melihat dan mendengar sendiri percakapan antara kedua nya. Tidak lupa Marsya memasang mode on pada kamera ponsel nya, dia meletakkan ponsel nya di tas dengan kamera yang tengah merekam kedua manusia di depan nya.
"Mas, lihat lah gaun itu bagus banget. Seperti nya cocok jika aku memakai nya di acara pertunangan nya bu Arum!" Mela menunjuk kan sebuah gaun tanpa lengan yang di pasang di manekin di sebuah butik ternama.
"Gaun itu pasti mahal, kita cari tempat lain nya saja!" Dani menolak keinginan Mela
"Mas, aku suka nya yang itu!" Mela merengek pada Dani.
"Udah lah Mela, kan kita butuh uang banyak untuk biaya pernikahan mewah kita nanti. Kita cari yang lain nya saja!" Dani membujuk sang kekasih yang tengah merajuk.
"Tapi mas,,,,!"
"Udah lah Mela, ayo kita cari yang lain nya!" Dani pun menarik tangan Mela dan membawa nya pergi dari sana.
Marya dan Mama Lili yang berada dekat dengan mereka saling melempar kan senyum, rupa nya Dani memang akan mengadakan acara pernikahan nya dengan Mela tidak lama lagi.
"Ma, aku ada ide. Aku akan membeli gaun yang di sukai Mela dan aku akan mengenakan nya di acara pertunangan mbak Arum dn mas Galih nanti!" Marsya berkata pada Mama Lili.
"Mama setuju, dengan begitu Mela dan Dani pasti akan sangat terkejut melihat mu mengenakan gaun yang dia ingin kan!" Mama Lili setuju dengan rencana putri nya.
Marsya dan Mama Lili segera memasuki butik itu, dan mereka di sambut dengan ramah oleh para pelayan nya.
"Ada yang bisa di bantu mbak, bu!" Sapa pelayan itu ramah.
"Saya ingin gaun ini, tapi saya ingin versi yang berhijab nya!" Marsya menunjuk kan gaun yang tadi di ingin kan oleh Mela.
"Kami tidak punya versi hijab nya mbak, hanya ada yang tanpa lengan saja!" Jelas pelayan itu.
"Kalau begitu, pertemukan kami dengan pemilik butik ini atau pun desainer nya. Kami akan membayar mahal untuk gaun itu!" Mama Lili berkata pada pelayan itu.
"Baik lah, tinggu sebentar!" Pelayan itu masuk ke sebuah ruangan yang ada di belakang.
Tidak lama kemudian, pelayan itu kembali keluar bersama seorang wanita yang kira - kira seumuran dengan Mama Lili.
"Ada apa ya? Ada yang bisa saya bantu?" Perempuan paruh baya itu tersenyum ramah.
"Begini bu, saya ingin gaun ini tapi yang versi hijab nya. Bisa kah kalian menyiapkan nya untuk saya? Saya akan bayar berapa saja!" Marsya berkata pada wanita itu.
"Oh, bisa, bisa. Kebetulan saya sendiri adalah desainer nya. Oh ya, kalau boleh tahu siapa nama mbak nya?" Tanya perempuan itu ramah.
"Saya Marsya bu, dan ini Mama saya!" Marsya mengulur kan tangan nya memperkenalkan diri nya dan juga sang Mama.
"Saya Avantika, panggil saya sayang tante Tika!" Perempuan bernama Avantika itu memperkenalkan diri nya.
"Marsya, kapan kau ingin mengenakan gaun itu?" Tanya Tante Tika ramah.
"3 hati lagi tante, apakah bisa?" Tanya Marsya lagi.
"Bisa kok, ayo ikut ke ruangan tante!" Tante Tika mengajak Marsya dan Mama Lili memasuki ruangan nya.
"Silah lan duduk, kalian mau minum apa?" Tanya Tante Tika ramah.
"Apa aja boleh kok tan!" Jawab Marsya tak kalah ramah.
Seorang pelayan masuk dan menyajikan minuman dingin untuk Mama Lili dan juga Marsya, kedua nya di sambut ramah oleh Tante Tika.
"Kalau boleh tahu, baju nya mah di gunakan dalam rangka apa ya?" Tanya Tante Tika sambil mengukur tubuh nya Marsya dengan alat ukur nya.
"Untuk acara pertunangan kakak saya tante!" Jawab Marsya dengan santai.
"Oh, ya buat jeng Lili nya mau di buatin juga gak?" Tawar tante Tika ramah.
"Boleh tu, sebenar nya baju buat kami sudah di siap kan sejak jauh - jauh hari. Tapi anak saya ini kebetulan lewat dan tidak sengaja melihat gaun koleksi jeng Tika, dan dia sangat menyukai nya. Jadi nya dia ingin mengenakan itu saat acara pertunangan sang kakak!" Ujar Mama Lili sambil tersenyum.
Setelah selesai mengukur tubuh nya Marsya, giliran tante Tika mengukur tubuh nya Mama Lili. Mama Lili ingin memberikan kejutan untuk Dani dan juga Mela di acara pertunangan putra nya, dia ingin melihat bagai mana reaksi Dani saat melihat Marsya tampil bak seorang ratu di acara tersebut.
Marsya sengaja ingin melihat reaksi Dani, saat dia melihat wanita yang selama ini di hina dan di rendah kan nya tampil di sebuah acara penting. Marsya ingin memberikan kejutan pertama nya untuk Dani, hitung - hitung sebagai syok terapi untuk Dani.