Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
"Kamu ngapain tidur di situ Lila?"
Lila hampir saja jantungan melihat Lila ada di depan pintu, untung dia tidak terinjak kakinya.
"Ngapain tidur di sini?"
Lila mengecek matanya, dia tadi sudah mengetuk pintu, tapi tidak ada yang membuka.
"Lila mau bilang ke Mas Danu, kalau lusa Lila ikut ke acara ulang tahun putri pak Rektor, Lila nebeng ya?"
'Astaga!' Hanya itu yang ingin di katakan Lila? Kenapa tidak bilang besok saja? Toh acaranya masih lusa. kenapa juga harus tidur di depan pintu.
"Sejak kapan kamu di situ?"
Lila tidak langsung menjawab, dia justru nyelonong masuk ke dalam rumah Danu.
"Woy! Mau kemana kamu Lil?" Teriak Danu, bukan apa, dia takut khilaf lagi, mana di rumah tidak ada orang. Yuda masih belum pulang, kemungkinan tidak pulang, karena dia bilang ingin menemui mantan istrinya.
"Kamar mandi di mana Mas? Lila kebelet"
Danu menunjuk ruangan di pojok ,lagian hampir semua model rumah di perumahan ini sama, kenapa masih bertanya? batin Danu.
Lila berlari sambil memegangi celana bagian tengahnya. Dia buru-buru ke sana. Lila benar-benar tidak tahan lagi.
Danu menatap rumahnya yang berantakan, dia buru-buru membersihkan ruang tamu, ada beberapa kaos di sana, dia buru-buru mengambil kaos itu dan menaruhnya ke mesin cuci.
"Nasib jadi perjaka tua, masak sendiri, makan sendiri, cuci baju juga sendiri"
Begitu ruang tamu di rasa bersih, Danu mengambil buku sejarah untuk dia baca. Dia heran saja, kenapa Lila tak kunjung keluar dari kamar mandi.
Sebenarnya dia ingin mengecek keadaan di Lila, tapi takut Lila merencanakan sesuatu yang random lagi. Jadi Danu lebih memilih menunggu.
Setengah jam berlalu, Lila tak kunjung keluar dari sana, membuat Danu benar-benar hawatir.
Danu segera pergi ke belakang memastikan Lila baik-baik saja.
Begitu sampai di depan pintu, Danu ingin mengetuk pintu itu, namun Lila sudah membukanya. Lila nampak kacau. Baju, celana dan juga rambut bagian belakangnya basah.
"Mas Danu Lila kepeleset"
Danu menghembuskan nafas berat, benar kan? Pasti ada hal random yang di lakukan Lila.
"Lagian kenapa bisa begini? kenapa juga tidak bilang dari tadi"
"Lila buru-buru tadi, Lila tidak tahu kalau lantai kamar mandinya sangat licin, mas gak pernah bersihin ya?"
Danu jadi gelagapan sendiri, dia memang jarang membersihkan area kamar mandi belakang, jarang di pakai juga. Dia selalu memakai kamar mandi dalam yang ada di kamarnya.
"Kamar mandi ini yang sering makai Yuda, Ya mas nggak tahu kalau lantainya licin.
Tunggu di sini, mas Ambilkan baju"
Danu segera ke mamahnya, dia mengambil kemejanya secara acak, Danu juga meminjamkan celana pendeknya yang sudah tidak muat ke Lila. Tubuh Lila kecil, pasti muat di Lila.
Tak butuh waktu lama Danu kembali, dia memberikan bajunya ke Lila.
"Terima kasih mas"
Lila kembali masuk, dia mengganti bajunya dengan baju Danu. Wangi parfum Danu begitu kuat di baju ini, membuat Lila betah menghirup aromanya.
"wanginya! Jadi pengen cium orangnya langsung" Kekeh Lila. Dia langsung keluar.
Lila sengaja tidak memakai celana pendek yang di berikan Danu, tidak mecing, dia malah seperti orang-orangan sawah. Jadi dia memilih memakai kemejanya saja.
"Mas Danu...."
Lila berjalan begitu riang dari kamar mandi, dia ke ruang tamu, namun Danu sudah berdiri di ambang pintu sambil membuka pintu lebar-lebar.
Lila sangat syok melihatnya, dia baru saja mau menggoda mas Danu lagi, tapi dia sudah siap mengusir dirinya juga.
Lila sengaja duduk di sofa dan tak mau keluar.
"Sudah malam Lila, kamu harus pulang"
"Lila mau di sini dulu, nemenin mas Danu"
"Saya bukan anak kecil Lila, pulang!"
Danu mendekat berniat menarik Lila keluar, namun kakinya tersandung dan jatuh menindih Lila.
Bibir Danu menempel di leher Lila, membuat tubuh Lila meremang. Danu mencoba bangun, namun Lila tidak mengizinkan itu. Dia menatap mata Danu begitu dalam.
Bak di hipnotis, Danu ikut tenggelam dalam tatapan itu. Lila mendekatkan wajah mereka,mencoba mencium bibir Danu.
Tadinya Lila kira Danu akan menghindar, namun tanpa Lila duga, Danu justru maju lebih dulu mencium bibir Lila.
Lila benar-benar tidak bisa mengimbangi betapa panasnya ciuman Danu, tapi Lila suka. Danu nampak menggebu-gebu saat menciumnya, Lila sampai ngos-ngosan. Lidah Danu terus memainkan lidah Lila. Lila benar-benar tidak menyangka Danu begitu Hot sekali, Lila di buat melayang.
"Mas ....."
Lila tidak kuat guys, Mas Danu seperti kerasukan,dia tidak mau melepas bibirnya sama sekali.
Danu mulai merayap menciumi lehernya, Lila sebenarnya ingin melakukan hal yang sama, namun dia tidak konsen karena pintu rumah ini terbuka lebar.
Ucapan Lila tidak di respon, Danu lagi dan lagi menciumnya seperti orang kecanduan.
Danu sangat sadar dengan apa yang dia lakukan, saa Lila keluar dari kamar mandi. Dia melihat sesuatu yang begitu membuat dia tergoda. Kemeja putihnya begitu nampak seksi di pakai Lila, apalagi bra Lila berwarna pink cerah, sangat kontras dan terlihat begitu transparan. Danu menggeleng cepat, tak mau terpancing lagi, dia buru-buru berjalan ke arah pintu, membuka pintu itu lebar-lebar agar Lila segera keluar dari rumahnya.
Di luar dugaan, Lila justru duduk santai di ruang tamu, kaki mulusnya membuat jakun Danu naik turun. Dia begitu tergoda, namun Danu mencoba menggunakan akal sehatnya, dia meminta Lila pulang, bahkan dengan nada tinggi. Saat Lila menolak, Danu sudah kehabisan kesabaran, dia berniat menarik Lila keluar, tapi di luar perkiraannya, Dia justru tersandung dan jatuh di pelukan Lila. Aroma strawberry yang begitu lembut, bercampur dengan keringat Lila sungguh membuatnya candu.
Danu berjuang keras menahan hasratnya, namun Lila menarik wajahnya, mereka saling tatap. Di situlah Danu kehilangan kendali.
Danu bahkan tidak merespon saat Lila merasa kewalahan dengan apa yang dia lakukan.
'Ini Gila!'
Batin Danu, namun anehnya dia tidak mau berhenti. Dia terus melumat bibir manis Lila, menciumnya makin dalam.
'Awwwww'
Danu merasa kesakitan saat bibirnya di gigit Lila.
Danu melepas sejenak ciuman itu, dia berniat mencium Lila lagi.
"Ehem"
deheman Yuda membuat Danu menoleh.
"Wih lagi makan apa Dan? makanan ini ya yang buat kamu alergi dan merah-merah" Sindir Yuda. Danu langsung bangkit, dia melepas kemejanya dan menutupkan kemeja itu ke Lila.
"Lain kali jangan pakai bra yang mencolok" Bisik Danu.
Lila langsung menatap dadanya, dia refleks memeluk erat kemeja yang baru saja di beri Danu.
"Kamu cepat pulang!" Pinta Danu tanpa menggubris candaan Yuda. Lila mengagguk dan segera pergi.
"Mau ke mana Lila? Wah tahu begini aku tidak pulang saja tadi" Goda yuda lagi.
Lila yang kesal menginjak kaki Yuda dengan kekuatan penuh.
Yuda menjerit kesakitan, Lila senyum-senyum sendiri. Dia buru-buru pergi dari sana dengan wajah merona.
"Makanya jangan banyak bicara" kekeh Danu.