NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 — Dua Bulan Tanpa Jejak

Hujan malam membasahi jendela ruang kerja Leon Ardian. Lampu ruangan masih menyala terang meski waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari.

Di atas meja, puluhan berkas berserakan.

Foto.

Alamat.

Laporan perjalanan.

Dan semuanya berakhir sama—

Tidak ada jejak Sabrina.

Leon duduk diam di kursinya sambil menatap hasil laporan terakhir dari detektif pribadinya. Rahangnya menegang kuat.

“Masih belum ketemu?”

Pria di depan meja menunduk pelan.

“Maaf, Tuan Leon. Nyonya Sabrina sepertinya sengaja menyembunyikan keberadaannya.”

Sudah dua bulan.

Dua bulan penuh sejak Sabrina meninggalkan rumah.

Dan selama itu pula Leon hampir kehilangan kesabarannya.

“Kartu pribadinya?”

“Sudah tidak dipakai lagi.”

“Ponselnya?”

“Mati total sejak malam pertama.”

Leon mengepalkan tangannya.

Wanita itu benar-benar menghilang tanpa meninggalkan apa pun.

Awalnya Leon berpikir Sabrina hanya sedang marah dan akan kembali beberapa hari kemudian seperti biasanya.

Namun waktu terus berjalan.

Dan rumah itu tetap kosong.

Tanpa suara Sabrina.

Tanpa langkah kecilnya.

Tanpa wanita yang selalu menunggunya pulang.

“Apa keluarga Elvara masih belum tahu apa-apa?” tanya Leon dingin.

Detektif itu mengangguk.

“Tuan Armand juga sedang mencari Nyonya Sabrina diam-diam.”

Leon menghembuskan napas kasar.

Sabrina yang dulu bahkan tidak bisa hidup sendirian terlalu lama.

Lalu bagaimana wanita hamil itu bisa bersembunyi selama dua bulan?

“Kita juga belum menemukan rumah sakit tempat Nyonya check up kandungan.”

Kalimat itu membuat Leon langsung mengangkat kepala.

Benar.

Kehamilan.

Sabrina sedang hamil tujuh bulan sekarang.

Dan fakta bahwa wanita itu membawa anaknya pergi membuat emosi Leon semakin sulit dikendalikan.

“Cari lebih dalam,” ucapnya dingin. “Berapa pun biayanya.”

“Baik, Tuan.”

Setelah detektif itu pergi, ruangan kembali sunyi.

Leon bersandar perlahan sambil memijat pelipisnya.

Matanya tanpa sadar jatuh pada foto USG yang pernah Sabrina tinggalkan di laci meja.

Foto kecil hitam putih itu terlihat sederhana.

Namun entah kenapa Leon tidak pernah membuangnya.

Pria itu terdiam cukup lama sebelum akhirnya bergumam pelan—

“Kamu sebenarnya pergi sejauh apa, Sabrina…”

---

Di sisi lain mansion Ardian, suasana rumah juga tidak lagi tenang sejak kepergian Sabrina.

Claudia Ardian berdiri di ruang keluarga dengan wajah kesal sambil memegang cangkir tehnya.

“Aku benar-benar tidak habis pikir!” omelnya. “Perempuan hamil pergi dari rumah tanpa kabar? Memalukan sekali!”

Leon yang baru turun tangga langsung mengernyit.

“Ma.”

“Apa salahnya tinggal baik-baik di rumah itu?” lanjut Claudia tajam. “Kalau dia tidak puas sebagai istri, setidaknya pikirkan anaknya!”

Leon berjalan melewati ibunya tanpa banyak reaksi.

Namun Claudia langsung menghentikannya.

“Kamu juga!” tatapan wanita itu tajam. “Apa sebenarnya yang kalian lakukan sampai Sabrina kabur?”

Leon diam.

Dan diamnya itu justru membuat Claudia semakin kesal.

“Dari awal Mama sudah bilang pernikahan karena keterpaksaan tidak akan bertahan lama!”

Leon menatap ibunya dingin.

“Kalau Mama cuma mau menyalahkan, aku sibuk.”

Claudia sedikit terpaku.

Biasanya Leon tidak pernah membahas urusan rumah tangganya.

Namun sekarang jelas terlihat putranya mulai kehilangan kesabaran.

“Kamu mencarinya terlalu berlebihan,” ujar Claudia lagi pelan. “Bukankah kamu sendiri tidak pernah mencintainya?”

Kalimat itu membuat Leon berhenti berjalan.

Hening beberapa detik.

Lalu pria itu berkata rendah—

“Dia membawa anakku.”

Jawaban singkat itu terdengar dingin.

Namun Claudia bisa melihat sesuatu yang lain di mata putranya.

Kekacauan.

Dan itu membuat wanita paruh baya itu mulai sadar…

Masalah ini mungkin sudah lebih jauh dari sekadar tanggung jawab.

---

Malam hari.

Leon kembali masuk ke kamar yang kini terasa terlalu luas untuk ditinggali sendirian.

Tatapannya menyapu ruangan perlahan.

Tidak ada lagi buku-buku Sabrina di sofa.

Tidak ada aroma parfum lembut wanita itu.

Tidak ada suara kecil yang biasanya memenuhi kamar dengan cerita random setiap malam.

Semuanya hilang.

Leon membuka lemari tanpa sadar.

Dan di sana masih ada beberapa pakaian Sabrina yang tertinggal.

Pria itu terdiam cukup lama.

Dulu ia selalu merasa Sabrina terlalu berisik.

Terlalu menempel.

Terlalu mencintainya.

Namun sekarang saat wanita itu benar-benar pergi…

Rumah ini justru terasa kosong.

Ponselnya tiba-tiba bergetar.

Pesan dari detektif.

Maaf Tuan. Kami kehilangan jejak terakhir Nyonya Sabrina di daerah luar kota dua bulan lalu.

Leon membaca pesan itu tanpa ekspresi.

Namun beberapa detik kemudian—

BRAK!

Gelas di meja hancur menghantam lantai.

Untuk pertama kalinya sejak Sabrina pergi, Leon benar-benar kehilangan kontrol emosinya.

Dan yang paling membuatnya marah adalah—

Ia bahkan tidak tahu apakah Sabrina baik-baik saja sekarang.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!