Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.
apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6: Rumput Roh Tujuh Warna
Setelah berhasil menembus ke tingkat Pembentukan Energi Tingkat 2, langkah Long Yue semakin mantap saat melangkah lebih jauh ke dalam jantung Hutan Kabut Hitam. Perubahan yang terjadi pada dirinya bukan hanya soal kekuatan fisik atau jumlah energi, melainkan juga pada kepekaannya terhadap alam sekitar. Berkat dasar kultivasi unik dari Kitab Tiga Keahlian, indranya kini jauh lebih tajam dibandingkan ahli kultivasi biasa di tingkat yang sama. Ia bisa mencium bau unsur tanaman yang samar, mendengar aliran energi yang bergerak di udara, dan merasakan getaran halus tanah yang memberitahu keberadaan makhluk hidup di sekitarnya.
Menurut catatan di kitab itu, wilayah tengah hutan ini adalah tempat tumbuhnya banyak tanaman ajaib yang sudah langka di luar sana. Tanaman-tanaman ini mengandung energi murni yang tinggi, menjadi bahan utama ramuan tingkat tinggi bagi para alkemis, serta sumber daya berharga untuk meningkatkan kekuatan. Namun, tanaman berharga selalu dijaga ketat oleh binatang buas yang kuat, karena mereka juga mengerti nilai dari benda-benda itu. Siapa pun yang ingin mendapatkannya harus siap mempertaruhkan nyawa.
Long Yue terus berjalan dengan hati-hati, matanya mengamati setiap jengkal tanah dan tanaman di sepanjang jalan. Ia tidak hanya mencari binatang buas untuk dilawan, tapi juga bahan-bahan yang bisa ia gunakan untuk berlatih jalur alkemi. Bagaimanapun, untuk menjadi penguasa tiga keahlian, ia harus mengembangkan ketiga jalur itu secara seimbang. Jika hanya fokus bertarung, ia hanya akan menjadi petarung biasa, bukan Kaisar Tiga Keahlian yang sesungguhnya.
Sekitar dua jam berjalan masuk lebih dalam, aroma di udara tiba-tiba berubah. Dari bau tanah basah dan daun membusuk yang biasa ia cium, kini bercampur aroma manis, segar, dan menenangkan hati, persis seperti campuran aroma bunga, buah, dan embun pagi yang paling murni. Aroma itu sangat lembut, seolah memanggil-manggil indra penciuman Long Yue.
Jantung Long Yue berdebar kencang. Ia mengenali aroma ini dari penjelasan rinci di bagian Jalur Alkemis dalam kitabnya. Tanaman yang memancarkan aroma seperti ini bukanlah tanaman biasa. Ia mempercepat langkahnya, namun tetap bergerak senyap dan waspada, mengikuti jejak aroma itu menuju sebuah lembah kecil yang tersembunyi di balik deretan tebing batu yang tertutup lumut hijau.
Saat ia sampai di pinggir tebing dan mengintip ke bawah, pandangannya terbelalak tak percaya, napasnya tertahan sejenak.
Di dasar lembah yang terlindung itu, ada sebidang tanah kecil yang subur dan basah oleh embun. Di sana, tumbuh sekumpulan tanaman kecil yang tingginya tidak lebih dari satu jengkal. Batangnya ramping namun kokoh, daun-daunnya berukuran kecil dan tersusun rapi. Hal yang paling ajaib adalah warnanya: setiap helai daun dan setiap bagian batang memancarkan cahaya berwarna-warni yang berbeda-beda — merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketujuh warna itu bersinar lembut, berdenyut berirama seolah bernapas, dan kabut energi berwarna-warni naik perlahan dari tanaman itu lalu menyebar ke udara.
Rumput Roh Tujuh Warna!
Long Yue hampir berteriak kaget. Ini adalah tanaman ajaib tingkat tinggi yang sangat langka. Di dalam kitab tertulis, Rumput Roh Tujuh Warna tumbuh di tempat yang memiliki konsentrasi energi alam sangat tinggi, dan butuh waktu seribu tahun untuk mencapai kematangan sempurna. Tanaman ini bukan sekadar bahan ramuan biasa, melainkan bahan dasar utama untuk menyuling Ramuan Pemurnian Energi, ramuan yang sangat berharga bagi siapa saja yang berada di tingkat Pembentukan Energi hingga Penyatuan Energi.
Fungsi utama ramuan itu adalah membersihkan kotoran energi di dalam tubuh, memurnikan energi yang ada, serta memperluas dan memperkuat pembuluh energi. Bagi Long Yue, tanaman ini adalah harta karun yang paling ia butuhkan saat ini. Karena ia berlatih dengan metode keseimbangan tiga jalur, pembuluh energinya lebih lebar dan lebih kompleks dibandingkan orang lain, sehingga butuh energi yang lebih murni dan lebih banyak untuk berkembang. Rumput Roh Tujuh Warna adalah solusi terbaik untuk mempercepat kemajuannya sekaligus meletakkan dasar yang kokoh agar tidak ada cacat di masa depan.
"Ada sekitar dua puluh tanaman di sana..." bisik Long Yue perlahan, matanya berbinar-binar. "Jika aku bisa mendapatkan semuanya, dasar kultivasiku akan menjadi jauh lebih kuat dan murni dibandingkan siapa pun di tingkat yang sama. Bahkan mungkin bisa menyamai dasar mereka yang berasal dari klan besar dan kaya sumber daya."
Namun, kegembiraan itu segera terhenti saat ia menyadari keberadaan lain di lembah itu. Di tengah kumpulan Rumput Roh Tujuh Warna, tepat di sebelah tanaman yang paling besar dan paling bersinar, tergolek seekor binatang buas berukuran sedang. Tubuhnya ramping dan panjang seperti ular, namun memiliki empat kaki pendek yang kokoh dan sisik berwarna hijau gelap yang berkilau seperti zamrud. Di atas kepalanya terdapat sebuah punuk kecil berwarna merah, dan matanya berwarna emas yang tertutup separuh seolah sedang tidur.
Dari tubuh makhluk itu, memancarkan hawa kekuatan yang berat dan menekan hati, jauh lebih kuat dibandingkan Babi Hutan Berduri yang ia kalahkan sebelumnya.