NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Kegelapan, Kolam Renang, dan Bersin yang Merusak Suasana

​"Sialan, nyangkut lagi!"

​Sienna mengumpat kesal di dalam ruang ganti privat studio yang bebas dari kamera WGM. Tangan kanannya berusaha meraih ritsleting di punggung gaun satin hijaunya, namun helaian rambut panjangnya justru tersangkut erat di sana.

​"Lia! Sini dong, bantuin gue!" teriak Sienna memanggil asistennya.

​Pintu ruang ganti bergeser terbuka. Sienna langsung berbalik memunggungi pintu tanpa melihat siapa yang masuk. "Nah, pas banget. Bantuin gue lepasin rambut dari ritsleting ini, sakit banget tahu."

​Bukannya suara cempreng Lia yang terdengar, melainkan sebuah helaan napas berat yang sangat maskulin. "Makanya, kalau gerak itu jangan kayak reog. Sini gue liat."

​Sienna tersentak, refleks menoleh. "Declan?! Ngapain lo masuk ke sini? Lia mana?!"

​"Lia lagi ambil minum di depan. Udah, diam. Mau rambut lo botak sebelah?" Declan melangkah mendekat. Dia sudah mengganti tuksedonya dengan kaos oblong hitam santai. Dengan jemari panjangnya yang telaten, Declan mulai mengurai helai demi helai rambut Sienna dari jepitan besi ritsleting.

​Jarak mereka terkikis habis. Aroma parfum Declan kembali menguar, mengacaukan fokus Sienna. Keheningan mendadak terasa begitu canggung dan intim setelah insiden kalimat spontan Declan di studio tadi. Declan menatap tengkuk putih Sienna yang terekspos, lalu pandangannya turun ke bibir ranum Sienna yang sedikit terbuka. Sial, Declan merasa tenggorokannya mendadak kering. Dia tidak tahan lagi.

​JEBRET!

​"Aaa!"

​Tepat di detik itu, seluruh lampu studio mati total. Ruangan ganti yang tanpa jendela itu langsung berubah menjadi segelap gulita. Trauma masa lalu Sienna terhadap kegelapan seketika bangkit. Dia menjerit panik, tubuhnya gemetar hebat, dan tanpa berpikir panjang, Sienna langsung melompat memeluk erat leher Declan.

​"Tenang, Sienna. Ini cuma sekringnya turun," bisik Declan rendah, kedua tangan kekarnya refleks mendekap pinggang Sienna, menahan tubuh cewek itu agar tidak jatuh.

​"Dec... gelap, Dec... gue takut," rintih Sienna, menyembunyikan wajahnya di dada Declan dengan napas yang memburu.

​"Ada gue di sini. Gak usah takut," ucap Declan lembut, mengusap punggung Sienna dengan penuh ketenangan.

​Namun, posisi mereka terlalu intim. Emosi Declan yang tertahan sejak siang tadi mendadak runtuh. Dalam kegelapan yang pekat, Declan menundukkan kepalanya, mencari belahan bibir Sienna, lalu menempelkan bibirnya di sana.

​Cup.

​Sienna membelalak dalam kegelapan. Dia tersentak, namun kehangatan bibir Declan seketika melumpuhkan rasa takutnya pada kegelapan. Ciuman itu berlangsung lama. Sienna tidak memberontak, namun egonya membuat dia juga tidak membalas. Dia hanya diam pasrah.

​Melihat tidak ada penolakan, Declan semakin rakus. Tangan kanannya naik menarik tengkuk Sienna, memperdalam tautan mereka. Declan menyesap bibir atas dan bawah Sienna secara bergantian, memberikan lumatan-lumatan panas yang menuntut Sienna untuk membuka mulutnya. Suasana di dalam ruang ganti itu mendadak terasa begitu panas dan mendamba.

​KLIK!

​Lampu ruangan tiba-tiba menyala terang benderang.

​Plop!

​Mereka berdua langsung melepaskan tautan dengan gerakan cepat yang luar biasa kaku. Sienna mundur tiga langkah dengan napas tersengal-sengal, wajahnya merah padam seperti kepiting rebus, sementara Declan memalingkan wajahnya ke arah lain dengan tangan yang mengepal gugup di saku celana.

​Geser...

​Pintu terbuka, dan Lia masuk dengan membawa botol air. "Eh, lampu udah nyala? Loh, Kak Sienna, muka lo kenapa merah banget? Terus... kok bibir lo agak bengkak?" Lia menyipitkan matanya, melirik bergantian ke arah Sienna dan Declan yang berdiri berjauhan. "Kalian... habis latihan vokal ya? Kok tegang banget?" sindir Lia halus sambil tersenyum penuh arti.

​"N-nggak! Rambut gue tadi nyangkut!" seru Sienna gugup setengah mati.

​"Gue keluar duluan," potong Declan cepat dengan suara beratnya yang terdengar serak, lalu melangkah seribu keluar dari ruangan tanpa menoleh lagi.

​Malam harinya, Sienna meradang. Declan mendadak menghilang dari lokasi setelah pemotretan selesai, mengabaikan pesannya. Rasa penasaran dan gengsi cegilnya membuat Sienna nekat mendatangi apartemen pribadi Declan di kawasan Jakarta Pusat—tempat yang bebas dari kamera WGM mana pun.

​Sienna berhasil masuk menggunakan kartu akses cadangan yang dulu pernah Declan berikan. Begitu sampai di area balkon luas yang menyatu dengan kolam renang pribadi, Sienna melihat siluet tubuh Declan yang sedang berenang bolak-balik dengan sangat cepat di dalam air.

​Declan sedang kalut. Pikirannya dipenuhi oleh ciuman panas tadi, dan fakta bahwa besok pagi, Edrick Jasper akan resmi bergabung ke WGM bersama Maura. Dia tidak tenang.

​Prak!

​Sienna menghentakkan kakinya, lalu duduk di pinggir kolam renang, mencelupkan kedua kakinya ke dalam air. "Heh, Kanebo! Keluar lo! Maksud lo apa kabur habis nyium gue tadi, hah?!" teriak Sienna ketus, langsung ngegas dengan kebiasaan cerewetnya.

​Declan berhenti berenang, menyeka air di wajahnya, lalu menatap Sienna yang cemberut di pinggir kolam. "Ngapain lo ke sini?"

​"Minta penjelasan lah! Lo pikir bibir gue ini fasilitas kontrak?! Jawab jujur, maksud ciuman tadi siang itu apa?!" semprot Sienna galak.

​Declan menatap mata kucing Sienna yang menuntut. Rasa takut kehilangan Sienna karena kedatangan Edrick besok mendadak memuncak di dadanya. Declan berenang mendekat ke pinggir kolam, lalu dengan satu gerakan cepat, dia menangkap pergelangan kaki Sienna dan menariknya.

​BYURRR!

​"Declan gilaaa—" Kalimat Sienna terputus saat tubuhnya tercebur ke dalam kolam.

​Sebelum dia sempat mengamuk, Declan sudah menarik pinggang Sienna, memeluk tubuh basah cewek itu erat-hari di dalam dekapannya di tengah kolam. Tatapan mata Declan menggelap, tidak ada lagi topeng dingin di sana.

​"Gue gak peduli lagi, Sienna," bisik Declan parau, menatap intens bibir Sienna yang basah. "Gue nyium lo karena gue mau lo. Gue gak suka lo dekat-dekat sama cowok lain. Gue pengen lo cuma lihat gue."

​Sienna terpaku, egonya runtuh mendengar pengakuan posesif yang begitu jujur dari Declan. Sebelum Sienna sempat mencerna semuanya, Declan sudah menunduk, kembali meraup bibir Sienna dengan ciuman yang jauh lebih panas, menuntut, dan penuh gairah di bawah siraman cahaya bulan malam. Ciuman mereka semakin dalam dan intens di dalam air.

​Namun, tepat di tengah-tengah suasana yang sedang memuncak dan membara itu...

​"Hancung! Uh... hancung!"

​Sienna mendadak melepaskan ciumannya dan bersin tepat di depan wajah Declan karena suhu air kolam yang terlampau dingin untuk tubuhnya yang baru saja sembuh dari flu.

​Suasana panas mendadak senyap.

​Declan membeku dengan wajah terkena cipratan bersin Sienna, sementara Sienna menggosok hidungnya yang memerah dengan tampang polos tanpa dosa. "Maaf, Dec... airnya dingin banget, hancung!"

​Declan menghela napas panjang, meremas dahinya frustrasi. Sifat tsundere-nya kembali dalam sekejap. "Sienna Rose... lo bener-bener perusak suasana paling handal di dunia!" omel Declan ketus, walau tangannya tetap mendekap erat tubuh Sienna agar cewek itu tidak kedinginan. Badai besok akan datang, tapi setidaknya malam ini, Sienna ada di pelukannya.

1
Aidil Kenzie Zie
si jalang cari mati 😡😡😡
Ariska Kamisa: sabar ya kak🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran sama masa lalunya mereka 🤔🤔
Ariska Kamisa: Hehe, sabar ya kak 🤭. Masa lalu mereka penuh cerita yang belum terungkap. Nanti sedikit demi sedikit bakal terjawab kok, jadi stay read terus yaa ❤️✨
total 1 replies
umie chaby_ba
eitts ... kisseu??🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
satu-satunya ga tuh sienna ciyee
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kenapa harus bungkam sih? udah sih dec langsung ngaku aja
Ariska Kamisa: mungkin ada ketakutan lain
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
edrick yang mantannya sienna?
Ariska Kamisa: betul sekali🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah mantan atau cinta yang tidak tersampaikan nih Thor
Ariska Kamisa: seperti cinta yang terpaksa dia pendam
total 1 replies
umie chaby_ba
sienna mulai jatuh cinta 🤭
Ariska Kamisa: udh bergetar hatinya kak🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
aslinya bukan sekedar akting kali ah
Ariska Kamisa: lebih dari hati banget gitu yaa aktingnya🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Declan ini beneran apa akting🤣
umie chaby_ba
ini benci jadi cinta mesti..
Ariska Kamisa: betul kak...
total 1 replies
umie chaby_ba
mampir kesini deh🤭
Ariska Kamisa: terimakasih kak,
stay read yaa🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
duh.. penasaran kelanjutan nya nih.. si Edrick udh masuk /Whimper/
Ariska Kamisa: stay read ya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
kocaghh sih Sienna Sienna liat sikon ngapa 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar sienna 🤭
total 1 replies
Aldah Karisa
wow wow akhirnya ciuman juga mereka 🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aldah Karisa
cerita nya bagus nih...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjutkan thor
Ariska Kamisa: siap kak🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjut ah
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
yaelah Declan kenapa harus gitu sih
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!