NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duka

Aaron mengendong istrinya Angel dan dibawa ke kamar mandi, mereka mandi bersama. Satu dengan yang lain saling megurus sampai mereka kembali ke tempat tidur mereka.

Sementara itu, Karin sedang tantrum diruangan satu kali satu. Tempat dia di kurung. Pukul tujuh pagi Aaron baru bangun. Dia tidak mendapati istrinya, hanya mendengar suara tangisan Ethan yang merengek minta ke sekolah di antar papinya. Sedangkan papinya belum bangun.

Aaron semenjak berpisah dengan Angel istrinya dia tidak perna tidur nyenyak. Dia mengalami insomia. Sehingga kebanyakan waktunya dia habiskan dengan berada di club. Dion yang menjaga. Jadi ketika dia tidur tadi, Angel tidak mau membangunkan suaminya.

"Kenapa jagoan papi menangis."

"Ethan mau papi yang antar Ethan ke sekolah."

"Oke papi yang antar, Ethan sudah siap??"

"Kakak......"

"Mami ikut juga, ayo."

Ethan sangat senang sekali, kesekolah kali ini di antar oleh papi dan maminya. Meskipun belum mandi, Aaron terlihat sangat ganteng. Waktu turun mengantar anaknya ke kelas. Terlihat ibu - ibu banyak menatap ke arah Aaron suami Angel.

"Ibu - ibu banyak yang melihat kamu sayang."

"Aku ngak tertarik. Istriku galak."

"Kakak....." Aaron tersenyum. Dia langsung melonggarkan sabuk pengaman istrinya dan membawa tubuh itu bersandar pada pelukannya.

"Kamu mau sarapan apa sayang??'

"Nasi uduk enak. Ade mau."

"Apapun yang kamu suka, kakak akan turuti sayang. I love you."

"I love you too." Dan Aaron membalas ungkapan cinta Angel.

"Love you more."

Selesai membeli sarapan, mereka kembali ke rumah mereka. Tiba - tiba dia mendapat telephone dari papanya memberitahukan keadaan sang mamanya, omanya Aaron yang sudah sekarat. Papi Paul meminta Aaron untuk kembali ke Jakarta.

"Pulanglah bersama istrimu."

Aaron bingung siapa yang papinya maksud, bersama Karin dia tidak perna menikah. Itu hanya bohongan. Namun di tengah keluarga besarnya mereka tahu bahwa Karin adalah istrinya. Memang keluarga besarnya sangat susah menerima Angel mengingat keluarganya Angel yang perna melukai hati oma atau mama mereka. Omanya Angel adalah selingkuhan dari opa atau papa mereka.

Dia memutuskan untuk pulang sendiri. Dia yakin Angel juga tidak mau berada di keluarga besarnya, mengingat trauma yang perna dia rasakan. Hidup dan mati bukan ditangan Tuhan lagi, tetapi di tangan keluarga besar Baruk. Itu yang Angel rasakan.

"Sayang, aku harus pulang ke Jakarta, oma sudah sekarat kondisinya."

Angel hanya menatap Aaron dengan tatapan mata yang sedih. Aaron langsung memeluk istrinya. Dan mencium bibir istrinya.

"Hanya tiga hari tidak lama."

Aaron sudah berkomitmen bahwa hanya tiga hari waktunya dia bersama keluarganya, selebihnya apa pun yang terjadi dia akan kembali ke Bali bertemu istri dan anaknya Ethan.

"Apa yang harus aku katakan kepada Ethan. Dia lagi senang - senangnya bersama kamu papinya."

"Ethan, atau maminya??"

"Kakak....." Raut wajah Angel sudah memerah di godai oleh suaminya.

"Aku akan menghubunginya. Kalau tidak sibuk, kamu yang jemput dia sayang. Aku takut dia marah jika suster atau orang kerja kita yang jemput."

"Iya, aku usahakan. Ini karena kamu memanjainya."

"Tidak lama sayang. Aku janji."

Aaron sudah berangkat dengan pesawat jet pribadinya. Dia sudah mengatur semua orang kerjanya yang bertugas menjaga istri dan anaknya. Rido juga sudah diberitahu. Dan urusan Karin, Aaron memerintahkan untuk tetap di kurung. Dia adalah dalang perusak rumah tangganya.

Aaron langsung ke rumah besar keluarganya. Memang kondisi omanya sudah sangat memprihatinkan. Namun satu yang tidak berubah bahwa egonya masih saja ada. Saham omanya di berikan kepada adik papinya, Paskalis yang berarti saham adiknya papinya Aaron menjadi dua puluh lima persen. Masih lebih unggul punya Aaron. Dia tetap pemegang saham terbesar empat puluh lima persen.

Kenapa opanya tidak menyerahkan saham Benaya Company yang terbesar kepada anak - anaknya. Alasan pertama Paul anak yang dia percayakan lebih memilih menjadi dokter, sedangkan Paskalis, hidupnya tidak bisa di urus, karena sering bergaul dengan anak - anak genk punya istrinya, hidupnya semakin kacau. Makanya opa tidak mempercayakan perusahaan yang dia rintis dari nol di tangan om Paskalis, atau omnya Aaron.

Istri om Paskalis dan papinya Karin adek kakak, makanya perjodohan antara Karin dan Aaron sangat di setujui oleh mereka.

"Mana Karin, Aaron??"

"Saya tidak tahu dimana dia, semenjak dia menipu saya."

"Menipu???"

"Ya, anak yang meninggal, yang di kandungannya bukan anak saya."

"Kamu juga menjebak dia dalam pernikahan bohongan."

"Saya???"

Aaron langsung menunjukan salinan surat yang dia rekayasa seolah, itu Karin yang buat. Karena pada saat itu Karin yang sedikit mabuk menyerahkan surat untuk dia tanda - tangani disaksikan omanya, om Paskalis bersama Dion asisten Aaron. Ternyata surat yang dibuat itu sudah di tukar oleh orang - orangnya Aaron.

Semua orang dirumah besar ini, tidak bisa mengelak, termasuk orangtuanya Karin. Yang masih terus mencari keberadaan anak mereka. Oma Yura, omanya Aaron sudah menghembuskan nafas terakhir, tidak ada kesedihan bagi Paul dan Paulina tantenya Aaron, karena keegoisan dari mama mereka. Hanya Paskalis anak kesayangan mami yang menangis.

Semua urusan pemakaman sudah di atur oleh Aaron yang dia serahkan kepada rumah duka terkenal. Semua urusan sampai prosesi pemakaman akan mereka lakukan.

"Kamu yakin, apa kamu dengan Angel akan aman- aman saja??"

"Aaron masih curiga dengan om Paskalis."

"Kalau begitu kamu hati - hati. Jaga istri dan anakmu. Mami sangat merindukan mereka."

Oma Yura sudah di makamkan. Rekan - rekan bisnisnya Benaya Company banyak hadir. Oma pergi dengan kebenciannya. Dia tidak bisa memaafkan kesalahan opanya dahulu. Selesai pemakaman, Om Paskalis meminta untuk mengadakan rapat dengan redaksi untuk mengumimkan pergantian posisi oma yang sudah di limpahkan sahamnya kepada omnya.

"Baik, besok, papi, dan tante Paulina juga harus hadir. Petinggi perusahaan yang lain juga tolong Dion atur agar jam sepuluh kita bisa berapat."

Dalam perjalanan pulang, Dion mencurigai akan pergerakan omnya. Sebenarnya Aaron tahu, namun dia tidak mau berpikir banyak. Yang ada di pikirannya adalah keamanan dan kebahagiaan keluarganya. Namun satu hal, yang membuat Aaron masih peduli kepada Benaya Company adalah kata - kata tantenya yang meminta Aaron untuk memperhatikan usaha papa mereka atau opanya Aaron. Pengorbanan opa dalam membangun Benaya ini yang membuat dia masih peduli akan perkembangan perusahaan ini.

Jam sepuluh pagi rapat pemegang saham dan pemimpin di perusahaan di mulai. Dan saat itu Aaron Baruk selaku CEO Benaya Company menyebutkan bahwa posisi COO yang dulu di jabat oleh omanya diganti dengan omnya Paskalis Baruk. Semua pimpinan bagian di Benaya Company tahu siapa itu Paskalis Baruk mereka tahu kehidupannya.

Pukul satu siang Aaron sudah berada di Bali, dia langsung menjemput anaknya. Setelah tiga hari dia di Jakarta. Ethan sangat senang sekali melihat papinya sudah pulang. Langsung Ethan di peluk oleh papinya. Mereka bermain dan makan siang bersama di mall sampai menunggu waktu pulang maminya. Ethan dan Aaron di antar ke rumah sakit tempat Angel istrinya bekerja.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!