NovelToon NovelToon
THE BRITISH ROYAL FAMILY

THE BRITISH ROYAL FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:124
Nilai: 5
Nama Author: Moms Celina

Deskripsi

The British Royal Family karya Moms Celina adalah novel roman kerajaan yang mengisahkan perjuangan cinta, pengorbanan, dan harapan kedua kalinya. Berlatar di istana megah Inggris, cerita ini mengikuti perjalanan Elizabeth yang harus menyeimbangkan hati dan tanggung jawab, serta Taylor yang harus memilih antara takhta dan orang yang dicintainya. Dengan alur yang menegangkan, adegan yang hangat, dan konflik yang menyentuh hati, novel ini cocok bagi pembaca yang menyukai kisah cinta yang melawan aturan, serta ikatan keluarga yang tak tergoyahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Celina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan Menuju Kebenaran

Suasana di dalam istana kini terasa seperti kuburan yang sunyi dan dingin. Semua orang berjalan dengan langkah pelan dan suara yang berbisik, seolah takut mengganggu badai yang sedang berkecamuk di dalam hati setiap orang. Tuduhan pencurian itu telah menyebar ke setiap sudut, dan meski Taylor telah membela istrinya dengan segenap jiwa, keraguan yang telah tertanam begitu dalam takkan bisa lenyap hanya dengan kata-kata semata. Ratu tak lagi berbicara dengan Elizabeth, dan setiap kali mata mereka bertemu, wanita tua itu akan memalingkan wajah dengan ekspresi dingin dan penuh kekecewaan, seolah wanita muda itu telah menjadi orang asing yang tak pantas lagi berdiri di hadapannya.

Elizabeth mengurung diri di dalam kamar, menahan tangis agar tak terdengar oleh siapa pun. Hatinya terasa hancur berkeping-keping, bukan hanya karena dia dituduh berbuat jahat, tapi karena dia merasa tak lagi diterima di tempat yang seharusnya menjadi rumahnya. Dia memandang keluar jendela, melihat orang-orang yang berjalan mondar-mandir dengan wajah penuh kecurigaan, dan untuk pertama kalinya dia mulai merasa lelah. Mungkin musuh-musuhnya benar, mungkin dia memang tak pantas berada di sini, mungkin kehadirannya hanya membawa masalah dan penderitaan bagi semua orang yang dia cintai.

Namun di saat dia mulai merasa putus asa, pintu kamar terbuka dan Taylor masuk dengan wajah yang tegas dan penuh tekad. Laki-laki itu berjalan mendekat dan memeluk istrinya erat-erat, seolah ingin memindahkan sebagian kekuatannya ke dalam tubuh wanita itu.

“Jangan pernah berpikir untuk menyerah, sayang,” bisik Taylor di telinga istrinya, seolah dia bisa membaca setiap pikiran yang terlintas di benak wanita itu. “Jangan pernah berpikir untuk pergi atau menyembunyikan diri, karena jika kau melakukannya, itulah yang mereka inginkan. Mereka ingin membuatmu merasa tak berharga, mereka ingin membuatmu merasa tak pantas, dan mereka ingin membuatmu pergi dengan sendirinya. Tapi mereka salah besar. Kau adalah istriku, kau adalah ibu dari anakku, dan kau adalah bagian dari hidupku yang takkan pernah bisa digantikan oleh apa pun atau siapa pun. Kita takkan lari, kita takkan bersembunyi, dan kita takkan diam saja. Kita akan mencari bukti, kita akan mengungkap kebenaran, dan kita akan membuat semua orang melihat siapa sebenarnya yang berhati jahat di antara kita.”

Mendengar kata-kata suaminya, rasa putus asa di hati Elizabeth perlahan berganti dengan kekuatan baru. Dia mengusap air matanya dan menatap mata suaminya dengan pandangan yang penuh keyakinan. “Baiklah, aku takkan menyerah. Aku akan berjuang bersamamu, sampai kebenaran akhirnya terungkap dan semua orang tahu bahwa aku tak bersalah.”

Segera setelah itu, Taylor memanggil David dan Fransiskus ke dalam ruang kerja rahasia. Waktu mereka tinggal hanya tiga hari sebelum kedatangan tamu kenegaraan, dan jika mereka tak bisa membuktikan kebenaran sebelum saat itu, nama baik mereka dan nama baik seluruh keluarga kerajaan akan hancur di hadapan mata dunia selamanya.

“Kita tahu ini adalah perangkap yang dibuat oleh Guetta, Berlin, dan Valeria,” ucap Taylor sambil berjalan mondar-mandir di dalam ruangan, matanya menyala dengan tekad yang tak tergoyahkan. “Mereka sengaja melakukan hal ini tepat sebelum acara terbesar, agar kita tak punya waktu untuk menyelidiki dan membuktikan ketidakbersalahan kita. Mereka berpikir bahwa dalam waktu singkat seperti ini, kita takkan bisa menemukan bukti apa pun, dan semua orang akan mempercayai tuduhan itu selamanya. Tapi mereka tak tahu, kita memiliki teman dan orang kepercayaan yang setia, dan kita takkan berhenti mencari sampai kita menemukan jejak kebenaran.”

David mengangguk setuju, wajahnya terlihat serius dan penuh perhitungan. “Aku sudah mulai menyelidiki sejak kabar ini pertama kali terdengar. Kita tahu bahwa perhiasan itu dijaga dengan sangat ketat, dan hanya sedikit orang yang memiliki akses ke dalam ruang penyimpanan. Pelayan yang membawa kotak itu ke kamar Nyonya Elizabeth adalah orang yang bekerja di bawah pengawasan Guetta selama dua tahun terakhir. Itu sudah cukup untuk membuat kita curiga, tapi kita butuh bukti yang lebih kuat lagi.”

“Dan aku juga menemukan sesuatu yang mencurigakan,” tambah Fransiskus sambil meletakkan selembar kertas di atas meja. “Tiga hari sebelum kejadian, salah satu orang kepercayaan Berlin terlihat bertemu dengan seorang tukang emas dari luar kota. Pertemuan itu berlangsung secara rahasia di sebuah penginapan kecil di pinggiran kota, dan mereka berbicara dengan suara pelan sehingga tak ada yang bisa mendengar isi pembicaraan mereka. Tapi aku berhasil mendapatkan informasi bahwa tukang emas itu baru saja menerima pesanan untuk membuat batu kaca yang bentuk dan ukurannya persis sama dengan batu berlian yang ada di kalung itu.”

Mata Taylor berbinar mendengar laporan itu. “Ini adalah jejak pertama kita. Jika kita bisa menemukan tukang emas itu dan memintanya untuk bersaksi, jika kita bisa membuktikan bahwa dia membuat batu tiruan itu atas perintah orang-orang yang berniat jahat, maka kita akan memiliki bukti yang tak terbantahkan. Tapi kita harus bergerak cepat. Mereka pasti sudah menyadari bahwa kita sedang menyelidiki, dan mereka pasti akan berusaha menyembunyikan atau menghancurkan semua bukti sebelum kita menemukannya.”

Mereka segera membagi tugas. David akan pergi ke luar kota untuk mencari tukang emas itu dan membawanya kembali ke istana dengan aman, sementara Fransiskus akan terus mengawasi gerak-gerik Guetta dan Berlin, serta mencari saksi lain yang mungkin telah melihat atau mendengar sesuatu yang bisa membantu mereka. Sementara itu, Taylor akan tinggal di dalam istana untuk menjaga istrinya dan anaknya, serta menghadapi semua orang yang masih memandang mereka dengan kecurigaan.

Namun musuh-musuh mereka ternyata bergerak lebih cepat dari yang mereka duga. Hanya beberapa jam setelah mereka memulai penyelidikan, seorang utusan datang melapor bahwa tukang emas yang mereka cari telah meninggalkan tempat tinggalnya secara tiba-tiba dan menghilang tanpa jejak. Semua barang-barangnya telah dibawa pergi, dan tak ada satu orang pun yang tahu ke mana dia pergi.

“Mereka sudah menduga rencana kita,” geram Fransiskus dengan wajah yang penuh kekecewaan. “Mereka sudah memindahkannya ke tempat yang aman, sehingga kita takkan bisa menemukannya dan memintanya untuk bersaksi. Sekarang kita tak lagi memiliki bukti langsung, dan mereka berpikir bahwa mereka sudah aman selamanya.”

Namun Taylor tak terlihat putus asa. Dia duduk diam di kursinya, matanya terpejam sejenak sambil memikirkan segala kemungkinan, lalu dia membuka matanya dengan pandangan yang tajam dan penuh keyakinan. “Mereka mungkin telah menyembunyikan orang itu, tapi mereka takkan bisa menyembunyikan semua jejak yang mereka tinggalkan. Setiap kali seseorang melakukan kejahatan, mereka pasti akan membuat kesalahan, mereka pasti akan meninggalkan tanda yang bisa ditemukan oleh orang yang cukup cerdas dan tekun untuk mencarinya. Kita takkan mencari orang itu lagi. Kita akan mencari bukti lain, bukti yang lebih kuat lagi, bukti yang takkan bisa mereka sangkal meski mereka memiliki ribuan orang untuk berbohong bagi mereka.”

Sementara itu, di sisi lain istana, Guetta, Berlin, dan Valeria berkumpul di dalam kamar dengan wajah yang penuh kemenangan dan kegembiraan. Mereka telah mendengar bahwa penyelidikan mereka terhenti karena tukang emas itu telah dipindahkan ke tempat yang aman, dan mereka merasa bahwa rencana mereka telah berjalan dengan sempurna.

“Mereka takkan bisa menemukan bukti apa pun lagi,” ucap Guetta dengan tawa yang dingin dan penuh kemenangan. “Dalam tiga hari lagi, semua mata dunia akan tertuju pada mereka. Semua orang akan melihat betapa hancur dan terhina mereka, dan tak ada satu orang pun di dunia ini yang akan mempercayai kata-kata mereka lagi. Nama mereka akan menjadi bahan tertawaan selamanya, dan posisi mereka akan hancur tak bisa diperbaiki lagi.”

“Dan Ratu sendiri pun kini telah memalingkan wajah dari mereka,” tambah Berlin dengan senyum yang penuh kejam. “Ibu dari Pangeran sendiri yang tak lagi mempercayai mereka. Jika bahkan orang terdekat mereka pun tak lagi percaya, bagaimana mungkin orang lain bisa percaya pada mereka? Mereka telah terjebak dalam perangkap yang kita buat, dan tak ada jalan keluar lagi bagi mereka.”

Valeria duduk diam di sudut ruangan, memandang teman-temannya dengan senyum yang tipis dan dingin. Di dalam hatinya, dia merasakan kepuasan yang manis dan memabukkan. Semua rencananya telah berjalan persis seperti yang dia harapkan. Dia telah menanamkan keraguan, dia telah membuat pertikaian di dalam keluarga, dia telah menjatuhkan nama baik mereka, dan kini dia tinggal menunggu saat di mana mereka akan hancur sepenuhnya di hadapan mata dunia.

“Tunggu saja sampai hari itu tiba,” bisik Valeria dalam hatinya. “Tunggu saja sampai semua orang melihat betapa buruk dan tak pantasnya kalian. Saat itulah aku akan maju ke depan, dan semua orang akan melihat bahwa akulah satu-satunya orang yang pantas berdiri di sisi Pangeran, akulah satu-satunya orang yang pantas menjadi Ratu, dan akulah satu-satunya orang yang pantas memimpin negeri ini di masa depan.”

Namun apa yang mereka tak ketahui, di saat mereka merasa telah memenangkan pertarungan itu, tim penyelidik yang dipimpin oleh David dan Fransiskus telah menemukan jejak lain yang tak mereka sadari. Saat mereka memeriksa kembali ruang penyimpanan perhiasan, mereka menemukan sesuatu yang kecil namun sangat berharga. Di antara celah-celah laci tempat kalung itu disimpan, terdapat sehelai kain yang tercabik. Kain itu berwarna merah tua dengan sulaman benang emas yang halus, kain yang hanya digunakan untuk membuat pakaian resmi yang dikenakan oleh para bangsawan tingkat tinggi.

“Lihat ini,” ucap David dengan suara yang bergetar karena kegembiraan. “Kain ini tak mungkin terlepas dengan sendirinya. Kain ini tercabik saat seseorang sedang buru-buru mengambil dan menukar kalung itu. Dan jika kita bisa menemukan pakaian yang kainnya tercabik di bagian yang sama, maka kita akan memiliki bukti bahwa orang yang mengenakan pakaian itulah yang masuk ke dalam ruangan itu dan melakukan kejahatan ini.”

Mereka segera mulai memeriksa pakaian yang dimiliki oleh Guetta, Berlin, dan semua orang yang memiliki akses ke dalam ruang penyimpanan. Pekerjaan itu memakan waktu berjam-jam, namun akhirnya mereka menemukan apa yang mereka cari. Di dalam lemari pakaian Valeria, mereka menemukan gaun malam berwarna merah tua yang indah, dan di bagian lengan gaun itu terdapat bagian yang kainnya tercabik persis seperti sehelai kain yang mereka temukan di dalam ruang penyimpanan. Sulaman benang emasnya juga persis sama, dan tak ada keraguan sedikitpun bahwa sehelai kain itu berasal dari gaun milik Valeria.

“Ini bukti yang kita cari!” seru Fransiskus dengan suara yang penuh kegembiraan. “Ini bukti yang takkan bisa mereka sangkal lagi. Kain ini ada di tempat kejadian, dan kain ini berasal dari pakaian yang dikenakan oleh Valeria. Dia adalah orang yang masuk ke dalam ruangan itu, dia adalah orang yang menukar batu berlian itu dengan batu kaca, dan dialah dalang di balik semua rencana jahat ini.”

Namun mereka sadar, bukti ini saja mungkin takkan cukup untuk meyakinkan semua orang, terutama mereka yang sudah terlebih dahulu memutuskan bahwa Elizabeth bersalah. Mereka butuh bukti lain yang bisa mengungkap seluruh rencana jahat mereka, dan mereka butuh cara untuk membuat mereka mengakui segala kesalahan mereka secara terbuka.

Malam itu juga, Taylor memutuskan untuk mengambil langkah yang berani. Dia memanggil semua orang yang terlibat, termasuk Guetta, Berlin, Valeria, Ratu, dan semua penasihat serta tokoh penting, untuk berkumpul di dalam ruang pertemuan utama. Dia tahu bahwa ini adalah taruhan terbesar yang pernah dia buat dalam hidupnya. Jika dia gagal membuktikan kebenaran malam ini, maka dia dan keluarganya akan hancur selamanya. Tapi jika dia berhasil, maka kebenaran akhirnya akan menang, dan semua orang akan melihat betapa jahatnya rencana yang telah disusun untuk menghancurkan mereka.

Saat semua orang telah berkumpul dan duduk di dalam ruangan yang luas itu, suasana terasa tegang dan penuh harapan serta ketakutan. Di satu sisi ruangan duduk Taylor dan Elizabeth, berdiri berdampingan dengan wajah yang tenang namun penuh tekad. Di sisi lain duduk Guetta, Berlin, dan Valeria, dengan wajah yang tersenyum penuh percaya diri, yakin bahwa mereka takkan pernah bisa dibuktikan bersalah. Dan di tengah-tengah mereka semua, duduk Ratu dengan wajah yang dingin dan penuh keraguan, menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Kita berkumpul di sini malam ini untuk mengungkap kebenaran,” ucap Taylor dengan suara yang keras dan jelas, sehingga bisa didengar oleh semua orang di dalam ruangan. “Selama berminggu-minggu, kita telah dituduh, dicurigai, dan dihina. Selama berminggu-minggu, rencana jahat telah disusun untuk menghancurkan nama baik kita dan memisahkan keluarga kita. Dan baru-baru ini, sebuah kejahatan telah dilakukan, dan tuduhan palsu telah dilemparkan pada orang yang tak bersalah. Mereka yang melakukan kejahatan ini berpikir bahwa mereka takkan pernah ketahuan, mereka berpikir bahwa mereka bisa menyembunyikan jejak mereka selamanya. Tapi mereka salah besar. Kejahatan mungkin bisa disembunyikan untuk sementara waktu, tapi ia takkan pernah bisa terlepas dari hukum keadilan. Dan malam ini, semua kedok akan dibuka, semua kebohongan akan terungkap, dan semua orang akan melihat siapa sebenarnya yang berhati jahat di antara kita.”

Mata semua orang tertuju pada Taylor, dan napas mereka tertahan dalam dada. Di hadapan mereka kini berdiri pertarungan terakhir antara kebenaran dan kebohongan, antara keadilan dan kejahatan, antara cinta dan ambisi. Dan dalam beberapa saat lagi, nasib mereka semua akan ditentukan, dan jalan menuju kebenaran akhirnya akan terbuka lebar di hadapan mata mereka.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!