NovelToon NovelToon
Mamaku Tabib Dewa

Mamaku Tabib Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Seorang wanita zaman kuno yang mati akibat di bunuh oleh kekasihnya saat ia sedang membuat pil naga suci untuk menjadi abadi.

Tapi ia malah berpindah ke tubuh seorang wanita modern, seorang istri lemah, yang setiap hari di siksa oleh suaminya seorang pemabuk, KDRT dan seorang penjudi.

Yang lebih membingungkan, ia malah sudah memiliki seorang gadis kecil cantik berusia 6 tahun.


"Dasar suami sampah! Ini saatnya aku membalas suami brengksek itu karena sudah menyakiti pemilik tubuh asli ini!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11

"Ayo sayang, kita kembali ke rumah," ajak Ghaizka lembut sambil menggenggam erat tangan kecil Gelsya.

Mereka pun berjalan meninggalkan warung makan. Malam itu, lampu-lampu jalan menerangi langkah kaki mereka.

Tiga orang pria berwajah seram terus membuntuti mereka dari jarak yang tidak jauh.

Mata mereka tajam menatap tas yang dibawa oleh Ghaizka, tas yang tadi terlihat penuh dengan uang.

"Hei kawan, lihat tuh... Wanita itu bawa uang banyak banget tadi. Ayo kita rampas tasnya secepatnya sebelum dia sampai rumah! Ini kesempatan emas!" bisik salah satu dari mereka sambil menelan ludah. "

Mereka semakin mempercepat langkah, siap untuk bertindak nekat.

Tapi...

Meskipun tidak menengok ke belakang, indra Ghaizka yang tajam langsung merasakan adanya niat jahat.

Tiba-tiba Ghaizka berhenti mendadak.

"Untuk apa kalian mengikuti ku?" kata Ghaizka. Suaranya terdengar dingin dan tenang, namun cukup jelas terdengar oleh ketiga pria di belakangnya.

Mereka terkejut bukan main. "Wah! Bisa tahu lagi dia kita ikutin! Instingnya kuat juga ya cewek ini!"

Karena sudah ketahuan, mereka tak perlu bersembunyi lagi.

Salah satu pria yang paling berani langsung mengeluarkan pisau lipat tajam dari sakunya, lalu menodongkan benda tajam itu tepat ke arah punggung Ghaizka.

"Oh, jadi kau sudah tahu ya? Bagus! Instingmu memang kuat, tapi itu tidak ada gunanya! Cepat serahkan tasmu dan semua uang di dalamnya! Jangan bergerak atau kau akan mati!" kata pria itu sombong

Ghaizka menghela napas pelan, lalu dengan gerakan cepat bagaikan kilat...

SWISH!

Ia memutar tubuhnya membalikkan badan!

Saat itu juga, ia mengayunkan kakinya dengan tenaga yang luar biasa!

DUG! BRAKK!!

Satu tendangan cepat mengenai pergelangan tangan si penjahat yang memegang pisau.

TINGGG!!!

Pisau itu terlempar tinggi ke udara dan jatuh jauh ke selokan. Pria itu pun terhuyung mundur beberapa langkah, tangannya terasa mati rasa dan kesakitan.

Ghaizka berdiri tegap dengan wajah datar dan menatap tajam ke arah ketiga penjahat yang kini terbelalak kaget.

"Kalian mau mencuri... atau mau mati?" tanya Ghaizka pelan namun suaranya membuat bulu kuduk merinding.

"Sialan! Berani kau melawan!" teriak salah satu temannya yang bertubuh gemuk.

Melihat rekannya kalah hanya dengan satu tendangan, dua orang lainnya menjadi marah besar. Mereka tidak terima.

Salah satu dari mereka langsung mencabut kayu pentungan besar, sementara yang lain siap mengangkat pukulannya untuk memukul Ghaizka.

"Serang dia! Jangan biarkan dia bicara banyak! Ambil tasnya dan habisi dia!" teriak pria itu sambil memegangi pergelangan tangannya yang masih kesakitan.

HIAAATTT!!

Pria dengan pentungan itu mengayunkan kayu kerasnya dengan kuat ke arah kepala Ghaizka, berniat membuat wanita itu pingsan seketika.

Tapi...

Ghaizka sama sekali tidak bergeming. Wajahnya tetap tenang.

Saat kayu itu hampir menyentuh kulitnya, dengan gerakan secepat kilat Ghaizka mencondongkan tubuhnya sedikit ke samping. Kayu itu meleset hanya beberapa milimeter!

BRAK!

Sebelum pria itu sempat menarik kembali senjatanya, Ghaizka dengan cepat menangkup lengannya, lalu memutar tubuhnya dengan teknik bela diri kuno yang sangat halus!

BYURRR!!!

Pria bertubuh besar itu terlempar jauh! Ia mendarat dengan keras di aspal, membuat debu berterbangan. Pentungannya terlepas dan ia hanya bisa meringkuk kesakitan.

"A-apa kekuatan dia ini...?!" batin orang terakhir yang masih berdiri, kakinya mulai gemetar hebat melihat betapa mudahnya teman-temannya dikalahkan.

Ia ragu untuk maju, tapi ia tak bisa tinggal dia, ia berpikir jika tenaga Ghaizka sudah habis dan ia harus memukul Ghaizka dengan satu pukulan telak.

"Jangan sembarangan! Kami banyak orang! Kau cuma sendirian!" teriaknya mencoba mengintimidasi.

Ghaizka menatapnya dengan tatapan tajam yang menusuk jiwa.

"Kalau kalian masih punya akal sehat, sebaiknya pergi dari hadapanku sekarang juga sebelum aku berubah pikiran," ucap Ghaizka dingin.

"TAPI KAMI TIDAK TAKUT!"

Pria itu nekat maju, mencoba ingin menendang Ghaizka.

Namun sayang, kecepatannya sangat lambat dibandingkan Ghaizka.

DUG!

Hanya dengan satu jotosan santai ke arah perut, pria itu langsung melipat tubuhnya, napasnya tercekat, dan jatuh berlutut tak berdaya.

Dalam hitungan detik, ketiga penjahat itu sudah tergeletak di tanah saling timpa, meringis kesakitan, wajah mereka penuh ketakutan dan rasa malu.

"AMPUN TUAN PUTRI! AMPUN! KAMI SALAH! KAMI TIDAK TAU DIRI!" teriak mereka serentak, berusaha merangkak mundur menjauh dari Ghaizka seolah melihat hantu.

Ghaizka hanya menepuk-nepuk tangannya pelan membersihkan debu yang tak ada, lalu kembali berubah menjadi sosok ibu yang lembut saat menoleh ke arah Gelsya.

"Ayo sayang, lanjut jalan pulang. Jangan biarkan sampah-sampah ini mengotori perjalanan kita," kata Ghaizka santai seolah tidak terjadi apa-apa.

Gelsya yang dari tadi menonton dengan tenang justru bertepuk tangan kecil.

"Hebat sekali Mama! Mama keren banget!"

Mereka pun berjalan pergi, meninggalkan tiga penjahat yang masih ketakutan dan tidak berani bergerak sedikitpun.

1
Maria Lina
ok tpi lusa nya double"ya thor hehe😍😍
less22: iya😭😭😭😭
total 1 replies
reaaannaaa
baiknya ghaizka lebih tegas,usir ajar jika gk suka simple tho dari pada sikap plin plan bikin bingung perasaan orang
Maria Lina
wlwk rasain kalian berdua
less22: kwkwkwkw
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗎𝖻𝗎𝗄 𝗄𝗎𝗇𝗒𝗂𝗍. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗁𝖺𝗅𝗎𝗌. 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗍𝗎 𝖻𝗎𝖻𝗎𝗄 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖽𝗂𝗁𝖺𝗅𝗎𝗌𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖺𝗀𝗂?
Maria Lina
lgi ya thore
less22: rahasia ilahi🤣🤣
total 5 replies
Memyr 67
𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖼𝖾𝗈, 𝗃𝖺𝖽𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖺𝗅𝗓𝖾𝗈
Maria Lina
lgi thor kok 1 kn kurang hehe
less22: nanti ya, lagi beres-beres dulu
total 1 replies
Memyr 67
𝖼𝗎𝗆𝖺 𝖽𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂, 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗎𝗆𝗈𝗋 𝗀𝖾𝖽𝖾, 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗌𝖾𝗇𝖻𝗎𝗁 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗁𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇 𝗃𝖺𝗆. 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖺𝗋 𝖿𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌𝗂
Memyr 67
𝖺𝗁𝗁 𝖺𝗅𝗓𝖾𝗇. 𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖾𝗇𝖺𝗄?
Memyr 67
𝗂𝗁𝗁𝗁 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗉𝖾𝗌𝖺𝗇 𝗈𝗃𝖾𝗄 𝗈𝗇𝗅𝗂𝗇𝖾? 𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗁𝖾𝗇𝖿𝗈𝗇? 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗉𝖺𝗄𝖺𝗂 𝗁𝖾𝗇𝖿𝗈𝗇? 𝗌𝖾𝗄𝗈𝗇𝗒𝗈𝗇𝗀 𝗄𝗈𝗇𝗒𝗈𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖺𝖽𝖺𝗄 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗄𝖺𝗇?
Memyr 67
𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗀𝖾𝗋 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗁𝖺𝗋𝗂𝗌, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗀𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖿𝖺𝗋𝗂𝗌, 𝗉𝗂𝗒𝖾 𝗄𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋?
Memyr 67
𝗈𝗐 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖻𝖾𝗅𝖺𝗇𝗃𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗁 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗇 𝗂𝗍𝗎?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝖽𝗂𝗍𝗎𝗅𝗂𝗌, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗉𝗎𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗎𝗅𝖺. 𝗀𝗎𝗅𝖺 𝗁𝖺𝖻𝗂𝗌, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝖺𝖽𝖺 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖻𝖾𝗅𝗂. 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗇 𝖻𝖾𝗅𝖺𝗇𝗃𝖺 𝗀𝗎𝗅𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗍𝖾𝗁, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗌𝗎𝗀𝗎𝗁𝗂𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗋𝗀𝖺? 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗍𝗎𝖻𝗎𝗁 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺 𝗄𝖺𝗇 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗇𝗂𝗅𝖺𝗂 𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗎𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗈𝖽𝖾𝗋𝗇? 𝖺𝗇𝖾𝗁 𝗃𝗎𝗀𝖺. 𝖺𝗅𝗎𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗅𝗈𝗆𝗉𝖺𝗍 𝗅𝗈𝗆𝗉𝖺𝗍 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀
Memyr 67
𝖺𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗇 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀 𝗌𝗂𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗍𝗂 𝖺𝗄𝗎𝗉𝗎𝗇𝗄𝗍𝗎𝗋
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗇 𝗄𝗎𝗇𝗈. 𝗄𝗈𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍? 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗎𝖽𝖺𝗁 𝖺𝖽𝖺 𝗋𝗎𝗆𝖺𝗁 𝗌𝖺𝗄𝗂𝗍 𝗒𝖺, 𝖽𝗂 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖺𝗌𝗅𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗃𝗂𝗐𝖺 𝗀𝗁𝖺𝗂𝗓𝗄𝖺?
Fahreziy
nexk
Maria Lina
lanjut thor
Memyr 67
𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗌𝗂𝗇𝗂 𝖺𝗆𝖺𝗇
Osie
kalau alzeo sosok pria sejati bolehkah dijodohkan dgn ghaiźka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!