Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18: Mata-Mata Inti Emas dan Gulungan Terlarang Lantai Tiga
Puncak Matahari Pusat adalah jantung dari Sekte Awan Azure. Berbeda dengan wilayah luar yang suram atau puncak-puncak murid dalam lainnya yang selalu bising oleh persaingan, tempat ini memancarkan kedamaian absolut. Pohon-pohon spiritual berusia ratusan tahun tumbuh subur, dan kabut tipis yang menyelimuti tanah sebenarnya adalah Qi alam yang telah mencair karena terlalu padat.
Di lereng gunung tertinggi, terdapat deretan gua kultivasi kelas satu. Lin Tian berdiri di depan pintu batu giok Gua Nomor Tiga, tempat yang baru saja dianugerahkan kepadanya oleh Pemimpin Sekte.
Begitu ia memasukkan lencana Murid Inti Langsung miliknya ke dalam celah pintu, batu giok raksasa itu bergeser tanpa suara. Gelombang Qi murni beraroma teratai salju langsung menerpa wajahnya. Di bagian tengah gua, terdapat sebuah kolam kecil berisi mata air spiritual yang terus bergelembung.
"Lingkungan yang luar biasa," gumam Lin Tian, melangkah masuk saat pintu batu menutup rapat di belakangnya. "Hanya dengan bernapas di sini, kultivator biasa bisa menembus ranah Pengumpulan Qi tanpa harus menelan pil."
Namun, kewaspadaan di mata Lin Tian tidak mereda sedikit pun. Ia tahu tidak ada makan siang gratis di dunia kultivasi.
"Sistem, pindai seluruh gua ini. Cari anomali, formasi pengawasan, atau jejak energi asing," perintah Lin Tian dalam hati.
[Ding!]
[Memindai area tertutup... Radius 20 meter...]
[Peringatan: Ditemukan Formasi 'Mata Dewa Pengintip' yang tersembunyi di dasar kolam spiritual. Energi penyusun: Qi Inti Emas Tahap Menengah.]
[Fungsi: Memantau fluktuasi pernapasan, metode kultivasi, dan rahasia meridian Inang secara langsung (Real-time).]
Sudut bibir Lin Tian melengkung membentuk senyuman sedingin es. Tebakannya tepat. Pemimpin Sekte yang agung itu tampaknya tidak sabar untuk membedah rahasia di balik Niat Pedang yang ia tunjukkan di Panggung Hidup dan Mati.
"Bisa kau matikan tanpa memicu alarm di pihak Pemimpin Sekte?"
[Sistem dapat mengekstrak inti formasi tersebut dan menggantinya dengan 'Cangkang Ilusi'. Formasi akan terus mengirimkan data palsu kepada pemiliknya—menampilkan Inang sebagai kultivator jenius biasa yang berlatih teknik sekte dengan susah payah, menyembunyikan eksistensi Sistem dan Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi.]
"Lakukan," perintah Lin Tian puas.
Seketika, gelombang cahaya keemasan tak kasat mata menyebar dari kaki Lin Tian, menembus ke dasar kolam spiritual. Terdengar bunyi klik sangat pelan yang hanya bisa didengar oleh Lin Tian. Formasi pengawasan sekelas Inti Emas itu telah sepenuhnya dibajak. Pemimpin Sekte di puncaknya kini hanya akan melihat tayangan ulang dari "pertunjukan" kultivasi palsu yang dibuat oleh sistem.
Setelah memastikan gua itu benar-benar aman, Lin Tian duduk bersila di samping kolam spiritual.
Lengannya masih terasa mati rasa akibat benturan paksa (overload) lima belas tetes Qi murni dan menahan serangan dari Tetua Wang Lie. Menghadapi Pembentukan Pondasi secara langsung masih terlalu membebani fisiknya.
"Sistem, serap Qi dari kolam spiritual ini, ekstrak menjadi Esensi Kehidupan Murni untuk memperbaiki kerusakan meridian di lengan kananku."
[Ding! Memulai proses ekstraksi...]
Air di dalam kolam spiritual mulai bergejolak. Sistem dengan kejam menghisap energi murni yang membutuhkan ratusan tahun untuk terbentuk di kolam tersebut, menyaringnya menjadi aliran Qi hijau keemasan yang langsung meresap ke dalam jaringan otot dan tulang Lin Tian yang robek. Rasa sakit yang tajam perlahan digantikan oleh kehangatan yang menenangkan.
Satu jam kemudian, lengan Lin Tian kembali sempurna. Bahkan kulitnya kini memiliki rona keemasan samar, tanda bahwa fisiknya melangkah lebih dekat menuju kesempurnaan.
"Langkah selanjutnya," Lin Tian membuka mata, menatap lencana identitasnya yang kini berisi 10.000 Poin Sumbangsih. "Aku butuh metode Pembentukan Pondasi."
Di ranah Pengumpulan Qi, kultivator hanya menyerap dan menyimpan gas energi. Namun, Pembentukan Pondasi adalah mengubah gas itu menjadi lautan cairan energi yang padat, sekaligus membangun 'fondasi' jembatan menuju keabadian. Kualitas metode yang digunakan akan menentukan seberapa kokoh fondasi tersebut. Metode yang buruk akan menghasilkan fondasi retak, mengunci potensi kultivator selamanya.
Lin Tian bangkit berdiri, mengenakan jubah putih bersulam awan emas khusus Murid Inti Langsung yang baru diterimanya, lalu keluar dari gua. Tujuannya hanya satu: Paviliun Pustaka Kuno.
Lantai tiga Paviliun Pustaka adalah area yang dijaga sangat ketat. Hanya Tetua dan Murid Inti Langsung yang diizinkan masuk. Di depan tangga menuju lantai tiga, duduk seorang tetua buta yang mengenakan jubah rami sederhana. Kulitnya keriput seperti kulit kayu tua, dan ia tampak sedang tertidur pulas.
Namun, saat Lin Tian melangkah mendekat, sistem segera memberikan peringatan.
[Peringatan: Entitas di depan Inang memiliki fluktuasi Qi setara Pembentukan Pondasi Puncak. Niat Pedang Tersembunyi terdeteksi.]
Langkah Lin Tian terhenti sejenak. Tetua buta ini jauh lebih berbahaya daripada Tetua Wang Lie.
Saat Lin Tian menyerahkan lencananya, kelopak mata tetua buta itu terbuka sedikit, memperlihatkan mata putih tanpa pupil. Ia "menatap" Lin Tian selama beberapa detik, hidungnya sedikit berkedut.
"Bau darah... dan ketajaman yang menolak untuk disarungkan," suara tetua itu serak seperti gesekan batu. "Kau bocah yang membunuh Wang Jian pagi ini. Ingatlah, lantai tiga berisi gulungan pusaka. Pilih satu yang paling sesuai dengan afinitasmu, bukan yang terlihat paling mematikan. Keserakahan menghancurkan fondasi."
Lin Tian mengangguk hormat, menyadari tetua ini tidak memiliki niat buruk seperti Pemimpin Sekte. "Terima kasih atas nasihat Tetua."
Lin Tian melangkah naik. Lantai tiga jauh lebih kecil dari lantai dasar, hanya berisi belasan rak giok yang dijaga oleh pelindung formasi kecil. Setiap rak menyimpan metode tingkat Bumi yang menjadi pilar kekuatan Sekte Awan Azure.
Metode Pondasi Awan Biru, Teknik Elemen Air Seribu Aliran, Seni Penempaan Tubuh Batu Emas...
Lin Tian menyentuh pelindung giok itu satu per satu, meminta sistem menganalisisnya.
[Ding! Menganalisis Metode Pondasi Awan Biru. Tingkat: Bumi Menengah. Potensi Keberhasilan: 90%. Kepadatan Fondasi: Menengah. Celah fatal: 3 titik meridian akan menyempit secara permanen.]
Lin Tian mengerutkan kening. Menggunakan metode sekte ini sama saja dengan membangun rumah di atas lumpur. Jika ia menggunakan ini, ia hanya akan menjadi versi yang sedikit lebih kuat dari Wang Jian, dan selamanya berada di bawah kendali Pemimpin Sekte.
Ia berjalan ke ujung lorong yang paling sepi. Di atas rak giok yang sudutnya sudah retak, terdapat sebuah gulungan hitam pekat yang memancarkan aura penolakan yang kuat. Tidak ada pelindung formasi di sekelilingnya, seolah sekte ini bahkan tidak peduli benda itu dicuri.
"Sistem, apa ini?"
[Ding! Menganalisis Gulungan Hitam...]
[Nama: Metode Pondasi Bintang Runtuh (Collapsing Star Foundation Method). Tingkat: Tidak Diketahui (Kuno).]
[Peringatan Ekstrem: Ini adalah metode bunuh diri. Metode ini mengharuskan praktisinya untuk menekan, memadatkan, dan kemudian 'meruntuhkan' pusaran Qi mereka berulang kali (9 kali) sebelum membiarkannya mencair. Setiap keruntuhan memiliki risiko 99% menghancurkan Dantian menjadi debu.]
Mata Lin Tian menyipit. Meruntuhkan Dantian sembilan kali? Ini adalah ide orang gila. Namun...
[Lanjutan Analisis: Jika berhasil melewati 9 keruntuhan, praktisi akan membentuk 'Fondasi Inti Bintang Tanpa Cacat', memiliki kapasitas Qi 100 kali lipat dari kultivator Pembentukan Pondasi biasa, dan kekuatan pemulihan absolut.]
"Sempurna," Lin Tian tersenyum lebar.
Metode ini bunuh diri bagi kultivator biasa karena mereka tidak bisa mengontrol tingkat kemurnian Qi dan tidak memiliki kemampuan memperbaiki meridian yang hancur.
Namun Lin Tian memiliki Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi untuk memastikan kemurnian Qi 100% tanpa ampas yang bisa memicu ledakan tidak terkendali, dan ia memiliki Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi yang memiliki vitalitas gila untuk meregenerasi organ yang hancur!
Tanpa ragu, Lin Tian mengambil gulungan hitam itu.
"Sistem, ekstrak esensi sejati dari metode ini ke dalam ingatanku, buang kerumitan bahasa kunonya yang tidak perlu."
Cahaya perak melintas di mata Lin Tian. Ribuan aksara kuno mengalir masuk, dipecah, dan disusun ulang oleh sistem menjadi instruksi yang sangat jelas dan optimal.
Lin Tian mengembalikan gulungan itu ke raknya seolah tidak terjadi apa-apa. Ia tidak perlu meminjamnya secara fisik; ilmunya sudah terukir di otaknya.
Kini, ia telah memiliki metodenya. Langkah terakhir untuk mencapai Pembentukan Pondasi Inti Bintang adalah sumber daya yang masif. Ribuan pil, herbal, dan energi alam dibutuhkan untuk menahan 9 kali keruntuhan dantian.
Lin Tian membalikkan badan, berjalan menuruni tangga dengan seringai dingin.
"Sepuluh ribu poin sumbangsih tidak boleh disia-siakan. Waktunya menguras Paviliun Harta Karun Sekte sampai bersih, lalu kembali ke Makam Pedang Kuno untuk melakukan terobosan terbesar."