NovelToon NovelToon
Gerhana Sembilan Langit 3

Gerhana Sembilan Langit 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Menjadi NPC / Fantasi Timur
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kokop Gann

(GERHANA SEMBILAN LANGIT SEASON 3)

Setelah menaklukkan Benua Kuno, Han Luo dan Long Tian bertujuan menginjakkan kaki di Cakrawala Suci—pusat dunia kultivasi yang sesungguhnya.

Di benua super-masif ini, kekuatan Jiwa Baru Lahir hanyalah prajurit biasa, dan para dewa Pemutus Roh menguasai langit. Menjadi buronan faksi raksasa akibat kematian Jian Wuji, Han Luo terpaksa menyembunyikan taringnya.

Dan saat rahasia sebenarnya di balik 'Dao Langit' dan Penjara Benua Kuno mulai terkuak, Han Luo bersiap menyalakan api pemberontakan terbesarnya. Di negeri para dewa, gerhana akan membuktikan bahwa ia mampu menelan matahari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Atas

Ruang bawah tanah Geng Laba-Laba Besi yang pengap kini terasa sedingin ruang eksekusi.

Zhuo Mang, yang dulunya adalah penguasa absolut di Distrik Tikus, kini berlutut kaku layaknya patung. Di dalam Dantian-nya, jarum es Han Luo masih menancap, siap membekukan jiwanya menjadi serpihan debu kapan saja jika dia berani memiliki setitik pun niat memberontak.

Han Luo (dalam wujud Xie Yan) duduk dengan tenang di kursi besi. Dia menatap tumpukan kotak kayu di depannya.

"Lima puluh ribu Batu Kristal Suci," gumam Han Luo, mengambil sekeping kristal yang memancarkan energi murni Benua Atas. "Untuk ukuran preman selokan, kau menabung cukup banyak, Zhuo Mang."

"I-Itu adalah uang setoran... dari penyelundupan herbal dan budak untuk beberapa bangsawan di kota atas, Tuan Besar," jawab Zhuo Mang dengan suara bergetar parau.

"Bagus. Mulai sekarang, itu adalah dana operasional penyamaranku," Han Luo menyapu seluruh kotak itu ke dalam Cincin Penyimpanannya dengan satu jentikan jari.

Dia menatap Zhuo Mang.

"Dengar baik-baik. Selama aku berada di pelelangan, tugasmu adalah menyebar rumor di Distrik Tikus. Buat seluruh dunia bawah tahu bahwa 'Tuan Muda Xie Yan' dari klan pinggiran yang hancur baru saja tiba. Katakan bahwa aku membawa sisa-sisa harta klanku, dan aku adalah orang yang penakut serta sakit-sakitan."

Zhuo Mang mengerutkan kening, bingung. "Tuan... menyebar rumor bahwa Anda kaya tapi lemah? Bukankah itu akan mengundang perampok dari faksi lain?"

"Tepat sekali," Han Luo menyeringai tipis di balik saputangannya. "Perampok yang datang mencari mangsa empuk akan menemukan rahang naga. Kita butuh 'donatur' tak terlihat untuk mengisi kas kita."

Han Luo berdiri, menepuk lengan Long Tian (Hei Mian).

"Ayo, Hei Mian. Kita sudah cukup lama mencium bau selokan. Saatnya kita menghirup udara di mana para dewa palsu kota ini tinggal."

Kota Gerbang Astral.

Untuk naik dari Distrik Tikus ke Kota Atas, seseorang harus menggunakan Pelantar Melayang, sebuah platform giok raksasa yang ditarik oleh formasi gravitasi menyusuri pilar utama kota.

Saat Han Luo dan Long Tian melangkah ke atas platform itu, mereka langsung merasakan perubahan yang drastis.

Kegelapan dan bau limbah hilang seketika. Langit di atas mereka berwarna keemasan, dipenuhi oleh burung-burung bangau spiritual yang terbang melingkar. Bangunan-bangunan di Kota Atas terbuat dari pualam putih, kristal biru, dan kayu suci yang memancarkan cahaya lembut.

Energi Qi di sini sangat padat, hingga membentuk kabut tipis yang menyegarkan pori-pori.

"Udaranya..." Long Tian menarik napas panjang. Dia bisa merasakan darah naganya bergejolak senang. "Sangat murni."

"Jangan terlalu menikmati, Hei Mian," bisik Han Luo, terbatuk pelan. "Tekan auramu. Ingat, di mata mereka, kau hanya pengawal kelas tiga."

Orang-orang yang berlalu lalang di sini mengenakan jubah sutra mahal. Kultivasi rata-rata pejalan kaki biasa adalah Inti Emas, dan penjaga patroli kota setidaknya berada di Jiwa Baru Lahir Awal. Disini benar-benar dunia dengan hierarki kekuatan yang mengerikan.

Han Luo merapatkan jubahnya yang sengaja dibuat tampak agak kusam, berjalan dengan postur sedikit membungkuk dan langkah pelan. Long Tian mengikuti di belakangnya dengan wajah datar dan kaku.

Mereka menuju pusat distrik, tempat sebuah bangunan raksasa berbentuk setengah lingkaran berdiri megah.

Rumah Lelang Bintang Jatuh.

Gerbangnya terbuat dari perunggu suci, dijaga oleh empat pria berzirah emas. Di atas gerbang, lambang bintang jatuh yang terbakar terpampang jelas. Klan Bintang Jatuh adalah penguasa mutlak di kota ini.

Antrean panjang kultivator kaya terlihat di depan gerbang.

Saat giliran Han Luo tiba, penjaga itu menatapnya dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan.

"Pelelangan Darah hari ini hanya untuk tamu undangan atau mereka yang bisa membuktikan aset minimal sepuluh ribu Batu Kristal Suci," kata penjaga itu dengan nada bosan. "Kalian berdua terlihat seperti baru salah jalan dari selokan bawah."

Beberapa bangsawan muda di belakang antrean tertawa mendengarnya.

"Hei, orang penyakitan! Minggir! Jangan menghalangi jalan kami!" teriak seorang pemuda berpakaian mewah.

Long Tian mengepalkan tinjunya, matanya berkilat dingin. Namun Han Luo menepuk tangannya.

"Uhuk... uhuk..." Han Luo terbatuk hebat ke dalam saputangannya, terlihat sangat memelas dan ketakutan. "M-Maafkan saya, Tuan Penjaga. Klan saya memang sudah hancur... tapi saya membawa sisa-sisa harta kami untuk mencari obat penyambung nyawa."

Tangan Han Luo yang gemetar merogoh lengan jubahnya.

Dia mengeluarkan sebuah kantong kecil dan membukanya sedikit.

Cahaya biru murni menyembur dari dalam kantong itu. Energi Inti Laut Dalam (mutiara yang sama yang ia tunjukkan pada preman Laba-Laba Besi) memancar kuat.

Mata penjaga itu membelalak. Para bangsawan di belakang yang tadinya tertawa langsung terdiam, menatap mutiara itu dengan keserakahan yang tak ditutupi.

"I-Itu Mutiara Mata Laut! Setidaknya bernilai dua puluh ribu Batu Kristal Suci!" gumam salah satu penilai yang berdiri di dekat gerbang.

Penjaga gerbang langsung berdeham, mengubah sikapnya menjadi sedikit lebih sopan (meski matanya tetap penuh perhitungan).

"Ah... ternyata Tuan Muda ini memiliki aset yang layak. Silakan masuk. Tunjukkan mutiara itu di loket pendaftaran untuk mendapatkan kursi Anda."

Han Luo buru-buru menyembunyikan mutiara itu kembali ke dalam jubahnya, seolah ketakutan setengah mati hartanya akan dirampok. Dia menunduk berkali-kali sambil mengucapkan terima kasih, lalu menarik Long Tian masuk ke dalam.

Di balik wajah pucat dan ketakutannya, Han Luo menyeringai tipis.

Umpan telah ditebar. Babi-babi rakus di antrean tadi pasti sudah menandai punggungku.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Yup yup yup 🔥🌽
Mamat Stone
/Smirk/💥
Mamat Stone
/Joyful/💥
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
👻🤣
Mamat Stone
🤣👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Joyful/
Mamat Stone
👻
Mamat Stone
🤣
Mamat Stone
senggol tabok 👊💥
Mamat Stone
senggol bacok /Cleaver/💥
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!