Zian Arsya, seorang laki-laki mandiri dan sukses di usia 29 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga setelah di percaya ayah dan ibunya untuk mengelola usaha Hotel dan Restoran. Namun, di balik kesuksesannya, Zian menyembunyikan masa lalu pahit yang membuatnya menjadi pendiam dan jarang bicara. Dia pernah dikhianati kekasihnya semasa kuliah, yang memilih laki-laki lain, membuatnya kehilangan kepercayaan pada cinta.
Suatu hari, Zian dijodohkan dengan Raya, seorang gadis cantik, ramah, dan pintar yang sangat perhatian. Zian setuju dengan perjodohan itu, tapi dia tidak berani mengungkapkan masa lalunya kepada Raya dan keluarganya. Dia takut kehilangan kesempatan untuk memiliki keluarga dan cinta yang sebenarnya.
Namun, kehadiran Raya membuat Zian perlahan-lahan membuka diri dan menghadapi masa lalunya. Apakah Zian akan mampu mengungkapkan kebenaran kepada Raya dan keluarganya? Atau akankah rahasia itu menjadi beban yang menghancurkan kebahagiaan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
waktu berjalan menentukan takdir
Zian menyadari perubahan ekspresi di wajah Raya.
Kaget. Bingung. Dan sedikit… ragu.
Ia menghela napas pendek, lalu meralat ucapannya dengan nada lebih profesional.
“Maksud saya,” katanya tenang, “saya butuh kamu sebagai perwakilan front office. Ada beberapa tamu VIP dari kantor pusat yang ingin melihat langsung standar pelayanan. Saya ingin kamu yang dampingi.”
Raya baru benar-benar bernapas lega.
“Oh… iya, Pak. Baik.” Ia mengangguk cepat, profesional kembali terpasang di wajahnya.
“Setelah makan siang, kita berangkat,” lanjut Zian. “Siapkan briefing singkat tentang pelayanan tamu dan SOP front office. Fokus ke pengalaman pelanggan.”
“Iya, Pak. Saya siapkan.”
Zian mengangguk satu kali. “Kamu boleh kembali bekerja.”
Raya membungkuk sopan lalu keluar ruangan.
Begitu pintu tertutup, Zian berdiri kaku beberapa detik.
Kenapa ia harus menjelaskan panjang lebar?
Kenapa ia merasa perlu meluruskan kalimat “saya butuh kamu” barusan? Ia mengusap wajahnya frustasi. Ini mulai berbahaya.
...
Di Luar Ruangan.
Raya melangkah cepat menuju meja front office. Begitu sampai, ia langsung mengembuskan napas panjang.
“Ya ampun…” gumamnya.
Rekan kerjanya, Mila, melirik dengan senyum penasaran.
“Dipanggil Bos lagi?”
Raya mengangguk pelan.
“Terus?”
“Ke kantor pusat. Katanya buat dampingin tamu VIP."
Mila menyeringai. “Asik dong. Dipercaya Bos besar.”
Raya tersenyum tipis. “Iya… tapi deg-degan.”
Derry muncul entah dari mana, bersandar di meja front office.
“DEG-DEGAN KARENA KERJA… ATAU KARENA BOS?”
Raya langsung melotot. “KERJA!”
“Yakiiin?” Derry terkekeh.
Mila tertawa kecil, jelas menikmati drama pagi itu.
Raya menggeleng, lalu mulai membuka komputer. Tangannya cekatan, sikapnya kembali profesional. Di balik gugupnya, ia memang pekerja yang rapi dan teliti itulah alasan Zian mempercayainya di front office. Namun pikirannya… tidak bisa sepenuhnya tenang.
“Saya butuh kamu hari ini.”
Kalimat itu berputar-putar di kepalanya. Ia menggeleng kuat, mengusirnya.
"Fokus kerja, Raya. Fokus."
Menjelang Jam Makan Siang' Zian keluar dari ruangannya tepat saat Raya sedang menjelaskan sesuatu pada tamu asing dengan senyum hangat dan bahasa Inggris yang fasih.
Zian berhenti melangkah. Ia memperhatikan cara Raya berdiri tegak, cara ia menatap tamu dengan sopan.
Nada suaranya tenang, ramah, tanpa berlebihan.
Front office adalah wajah hotel.
Dan Raya… melakukannya dengan sangat baik.
Tamu itu mengangguk puas, lalu pergi. Raya menutup pembicaraan dengan membungkuk ringan.
Saat ia berbalik, matanya bertemu Zian.
Sepersekian detik.
Raya refleks meluruskan postur. “Pak Zian.”
“Bagus,” ucap Zian singkat.
Raya tertegun. “M-maksud Bapak?”
“Pelayananmu.” Nada Zian datar, tapi jujur.
Raya tersenyum kecil. “Terima kasih, Pak.”
Zian mengangguk, lalu melangkah pergi menuju lift. Tapi sebelum pintu tertutup, ia menahan dengan tangannya.
“Kita berangkat tiga puluh menit lagi,” katanya. “Jangan lupa makan.”
Pintu lift tertutup.
Raya berdiri terpaku.
Derry yang sedari tadi menguping langsung mendekat, berbisik penuh drama,
“Lihat? Zombie berjiwa kaku itu mulai belajar peduli.”
Raya menutup wajahnya. “Derry… aku mau kerja.”
“Tentu, calon...”
“DERRY!”
...
Sementara Itu, Di Kantor Pusat (Singkat waktu)
Di gedung tinggi yang menjadi pusat kendali hotel-hotel milik keluarga Zian, beberapa orang penting tengah bersiap menerima kunjungan.
Salah satunya… seorang pria bertubuh besar, wajahnya keras, dengan tatapan penuh kebencian yang sudah lama disimpan.
Tangannya mengepal saat melihat nama ZIAN ARSYA di layar ponselnya.
“Jadi kamu sekarang orang besar, ya…” gumamnya dengan senyum miring.
“Tenang… balas dendam itu soal waktu.”
Langit siang terlihat cerah.
Tak ada yang tahu… badai sedang pelan-pelan bergerak.
Dan langkah Zian menuju kantor pusat hari itu bukan sekadar urusan kerja.
Melainkan awal dari rangkaian takdir yang tak bisa lagi dihentikan.
duhh Derry jahil mulu suka godain Zian 😄😄
di tunggu updatenya ya Sayyy quuu Author kesayangan🥰🤗 semangat terus Sayyy🤗
duhh Derry godain Raya dan Zian mulu bikin ngakak 😆😆😆
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuu 🥰🤗💪
jangan² Raya juga jatuh cinta sama Zian 😄😄
bener kata Zian ada seseorang yang harus dia jaga yaitu Raya..
perhatian nya ma Raya,
Zian sepertinya emang jatuh cinta sama Raya 😅😅
duhh Zian minta Derry antar Raya plg gk tuh 😅😅
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu 🥰 semangat terus Sayyy 🤗💪
tapi bnr kok Zian emng sepertinya jatuh cinta sama Raya 😅😅😅
tapi Zian gk mengakuinya 😅😅😅
ledekin terus Zian ya Derry lucu soalnya 😅😅😅
untungnya Zian baik baik Saja...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy makin seru cerita nya🥰🤗
Derry ada² saja blg nnt juga bakal tau
tau apa yaa kira² apakah Zian dan Raya akan menikah? 😄😄
bener banget Raya hrs mengenal Zian lagi...
tinggal di tunggu kapan nikah nya😄😄
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
jgn dong Zian harus menjauh dari Raya 🥲..
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhh gmn yaa klo Raya dan Zian tau soal perjodohan 😌😌
Ya ampuun Derry usil banget suka jailin Raya sampai malu malu dong 😆😆😆
. penasaran dg lanjutannya, di tunggu kekocakan Derry Sayyy quuu Author kesayangan tetap semangat ya Sayyy 🤗quuu🤗 🥰💪
Zain minta Derry antar Raya plg buat mastiin Raya aman gk tuh 😄😄
ciieee Raya dahh nyaman tuh dg Zain 😄😄
namun gmn dg perasaan Zain? mungkin Zain juga sama😄😄
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat ya Sayyy quu🤗🥰💪
siapa tuhhh yg menghubungi Raya?? jgn² masa lalu Zian duhh Raya dalam bahaya dong 😌😌
yg menghubungi Raya cowok yaa, ada hubungan apa Raya dg cowok itu?
l
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quu 🤗🥰💪
Duhh Raya merasa ada yg mengikutinya... 😄😄
Derry blg ke Zian lapor polisi dong... 😁😁
Siapa yaa yg mengikuti Raya 🤔🤔
Derry menggaruk kepala gk tuh 😆😆
Derry bingung dong menatap bos nya 😄😄
Zian blg Raya harus mendapatkan pengawasan khusus gk tuh 😆😆
Bener tuh Derry sejak kapan Raya sepenting itu buat bos 😄😄
Duhhh siapa sihh pria bertato leher itu... 😌😌
Waduhh Derry ngomong Bos yang dulu belain cewek waktu itu, berani nyaa Derry 😆😆
Derry di suruh diam gk tuh 😆😆
Derry nanya mulu 😆😆
Penasaran dg lanjut nya.
Di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat Sayyy 🥰🤗💪
Zian pasti nya akan cari tau siapa mereka 🥲🥲
duhhh Zian blg ke Raya klo ada apa-apa ksh tau dong 😄😄
mengapa tuh Raya berdebar debar jgn² Raya bnran suka sama Zain 😄😄
duhh siapa yaa Pria yg mengintai Raya??
penasaran dg lanjut nyaa...
Di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu
Tetap semangat ya Sayyy 🤗🥰
duhhh Zian tiba ingat masaalu nya 🥲
ada seseorang yg mengancam Zian dongg...
kasihan Zian🥲🥲
penasaran dg lanjut nyaa
di tunggu updatenya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy 🤗🥰💪
duhhh seperti nya Zian bakal suka sama Raya😄😄