NovelToon NovelToon
Gadis Manja Vs Pria Urakan

Gadis Manja Vs Pria Urakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Eliana Rovelle

Christian sudah menyukai Maya sejak lama—gadis manja, pemarah, dan tertutup yang selalu menjauh darinya.

Sementara itu, Chris adalah kebalikan dari semua yang Maya benci. Pria urakan, berisik, mesum, dan terlalu bebas.

Chris selalu mengejar Maya. Bahkan sampai menunda kelulusannya hanya untuk tetap berada di dekat gadis itu.

Awalnya, Maya menganggap Chris gangguan. Seseorang yang tak pernah ia anggap serius.

Tapi perlahan, perhatian yang tak pernah hilang itu mulai melemahkan pertahanannya.
Sampai tanpa sadar, Maya jatuh cinta.

Namun saat perasaan itu akhirnya saling terbalas, kenyataan justru datang menghantam mereka. Perbedaan keyakinan membuat cinta mereka… mustahil.

Sekarang Chris harus memilih, melawan segalanya atau kehilangan Maya untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eliana Rovelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2. rempongnya seorang Maya

Christian bukanlah tipe orang yang gampang terpancing emosi, tapi ada satu hal yang selalu bisa membuat darahnya mendidih, yaitu ketika seseorang menjelek-jelekkan Maya.

Dua tahun mendengar orang-orang mencibir Maya karena sifat manjanya, karena kebiasaannya marah-marah, karena tingkahnya yang dianggap menyebalkan. Tapi bagi Chris, semua itu justru bagian dari pesona Maya. Sikap Maya itulah yang membuatnya menyukai wanita itu. Maya begitu manis ketika sedang bermanja dengannya.

Jadi saat seseorang mulai melontarkan komentar sinis tentang gadis itu, napas Chris langsung terasa berat, rahangnya mengeras, dan tatapannya berubah tajam.

Jika itu masih berlanjut, Chris bisa dengan mudah bangkit dari tempatnya, menatap lawan bicaranya dengan sorot tajam yang membuat mereka berpikir dua kali untuk melanjutkan pembicaraan.

Bagi orang lain, Maya mungkin hanya gadis cerewet dan manja. Tapi bagi Chris, dia adalah seseorang yang sudah mengisi pikirannya selama dua tahun ini, dan dia tidak akan membiarkan siapa pun merendahkan gadis itu.

Ya.. walaupun hingga dua tahun ini cintanya masih belum berbalas, tapi Chris yakin Maya akan segera menerimanya.

Dan Chris yakin, karena hanya dia lah yang bisa tahan dengan sifat-sifat Maya itu. Namun jika Maya masih saja menolaknya, Chris akan menggunakan caranya sendiri untuk mendapatkan gadis itu.

...****************...

"KAMU KEMANA AJA SIH SEBENARNYA! KENAPA LAMA SEKALI MENGANGKAT TELPON KU! CEPET JEMPUT AKU DI TEMPAT LES SEKARANG!!"

Setelah mengucapkan itu, Maya menutup sambungan teleponnya. Ia melihat ke sekeliling dan akhirnya menemukan tempat duduk yang pas untuk menunggu.

Maya duduk di bangku taman yang ada di depan tempat lesnya sendirian seperti orang hilang dengan tangan terlipat di dada, matanya sesekali melirik ke layar ponsel yang sudah beberapa kali ia periksa. Wajahnya cemberut, bibirnya mengerucut kesal. Angin malam yang seharusnya menenangkan justru terasa seperti memperburuk suasana hatinya.

Sebenarnya, Maya bisa saja meminta kakak atau sepupu laki-lakinya untuk menjemput. Namun, ia lebih memilih untuk meminta dijemput oleh Chris. Maya juga tidak tahu kenapa ia melakukan hal semacam itu. Karena Maya selalu yakin bahwa Chris pasti mau dan akan melakukan apa saja yang dia minta.

Lima menit...

Sepuluh menit...

Lima belas menit...

Dua puluh menit...

"Ish.. Kenapa sih lama banget sih?" gumamnya menggerutu sambil menendang kerikil kecil di dekat kakinya.

Ia bukan tipe yang suka menunggu, apalagi di tempat ramai seperti ini. Suara anak-anak bermain, tawa pasangan yang lewat, semuanya terasa terlalu bising baginya. Maya lebih suka kesunyian, tetapi kali ini ia terjebak dalam situasi yang tak bisa dihindari, menunggu Chris yang entah ada di mana.

Tangannya menggenggam erat tali tasnya, mencoba meredam kekesalan. Jika Chris tidak segera datang, mungkin ia benar-benar akan pulang sendiri.

Dalam penantian itulah, tiba-tiba Maya melihat dari kejauhan sebuah taksi yang akan datang menuju ke arahnya. Maya segera berdiri dari bangku taman dan berniat menghentikan taksi itu. Dengan cepat, ia melangkah ke tepi trotoar, mengangkat tangan untuk menghentikannya. Namun, sebelum taksi itu sempat datang, dari arah berlawanan suara deru mesin motor yang asing mendekat dan itu membuat Maya menoleh.

Maya mengerutkan keningnya karena merasa tidak mengenali dengan motor dan pemilik motor itu. Sebuah motor ninja hitam berkilat berhenti tepat di depannya. Helm full-face berwarna gelap menutupi wajah si pengendara, hingga kaca helm itu dinaikkan, baru lah Maya tahu bahwa itu adalah Chris.

"Chris?" alisnya terangkat, matanya menyapu motor yang tampak jauh lebih keren daripada yang biasa dipakai Chris.

Chris turun dari motornya dan melepaskan helm. Dia tersenyum kecil, mengacak rambutnya yang sedikit berantakan karena helmnya. "Maaf honey, sudah membuat mu menunggu lama."

"Ish! Aku bukan honey! Nama ku Maya! Panggil Maya! Maya!!" Maya mengayunkan tas kecilnya ke tubuh Chris, tapi laki-laki itu hanya tertawa.

"Sorry honey. Sudah kebiasaan ku memanggil seperti itu. Anggap saja itu panggilan sayang ku untukmu."

"Ish! Terserah!" Maya kemudian mengalihkan matanya kembali ke motor ninja yang Chris pakai dan Maya pikir motor itu terlihat seperti masih baru.

"Gimana motor baru ku? Bagus kan, honey?" Chris mendekat dan meraih pinggang Maya, tapi Maya malah memukulnya hingga Chris mengaduh dan menyingkirkan tangannya untuk menjauh.

"Jangan sentuh aku!"

Chris menghela nafas dan memutar bola matanya seraya mendengus dan mengusap tangannya yang panas karena pukulan Maya.

"Mobil kamu kemana?" tanya Maya.

"Ada di kos an." Balas Chris.

Maya mengerucutkan bibirnya kesal sambil menatap Chris. "Terus motor matic yang dulu pernah kamu pakai, mana?"

"Motor matic?" Chris merasa tidak pernah memiliki motor matic, sampai ia kembali teringat jika dulu ia memang pernah memakainya untuk menjemput Maya. "Oh, itu punya Riski." Maya semakin mendengus kesal, wajahnya pun terlihat masam.

Maya menghela napas pelan, lalu menunjuk rok selutut yang ia kenakan. "Kenapa pakai motor sport segala sih? Terus aku naiknya gimana? Aku kan pakai rok. Duduknya juga pasti susah," ujarnya dengan kesal.

Chris melihat rok di atas lutut yang dipakai oleh Maya. "Pakai jaket ku." Chris segera melepaskan jaketnya dan memberikan jaket itu kepada Maya untuk menutupi paha gadis itu.

Namun tiba-tiba fokus Maya teralihkan saat menatap lengan kiri Chris dengan ekspresi wajah tidak suka. Disana terlihat jelas sebuah tato hitam di kulitnya.

"Kenapa?" tanya Chris heran karena Maya tiba-tiba saja diam.

Maya langsung merengut, menyilangkan tangan di dadanya. "Kenapa? Aku nggak suka cowok yang bertato."

Ekspresi di wajah Chris tiba-tiba berubah serius. "Tato adalah bagian dari hidup ku. Aku nggak akan pernah menghapus tato ini sampai benar-benar aku sendiri yang ingin menghapusnya, Maya. Dan tato ini nggak bikin aku berubah jadi orang yang berbeda. Kamu paham?!"

Mereka saling menatap lama. Yang satu merasa tidak nyaman, sementara yang lain menatapnya begitu tajam. Maya kemudian segera mengalihkan pandangannya ke jalan, melepas kontak matanya dengan Chris dengan rahang mengatup. Ia lebih memilih diam, sembari mengambil jaket itu dari tangan Chris.

Chris hanya menghela napas. Ia tahu Maya keras kepala, dan kalau sudah kesal seperti ini, butuh waktu sebelum ia benar-benar mau bicara lagi.

Namun, guratan kecil di kening dan hidung tiba-tiba menghiasi wajah cantik Maya. Aroma jaket Chris kembali membuat Maya akan mengeluarkan protes.

"Kenapa lagi?" tanya Chris, menaikkan satu alis.

"Jaket mu bau! Kamu habis minum ya?!"

Chris menarik nafas dalam-dalam, mencoba menahan kekesalannya. Dari tadi, Maya tidak berhenti mengeluh, tentang motornya, tentang dirinya yang datang terlambat, bahkan tentang tato di lengannya. Dan sekarang dia mengeluh karena jaketnya.

"Maya, aku cuma mau nganterin kamu pulang. Itu aja," kata Chris berusaha tetap tenang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!