Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 : Di tuduh mencuri
Rudi dan Tiara dengan tergesa-gesa segera keluar dari kamar, sorot mata mereka berdua terlihat kesal bercampur marah.
"Clara kamu lihat Bi Sri sama Bella gak?" Tanya Tiara kepada anak kesayangan nya itu.
"Kayanya sih lagi pada masak di dapur." Jawab Clara pura-pura tidak tahu jika kalung mamahnya itu telah hilang.
Setelah mendengar jawaban dari sang anak, Tiara terlihat langsung menoleh ke arah Rudi suaminya.
"Ayo mas kita segera pergi ke dapur." Ajak Tiara.
"Iya ayo sayang." Jawab Rudi mengangukan kepalanya pelan, mengiyakan ajakan sang istri.
Tanpa mengulur waktu lagi Tiara dan Rudi segera berjalan ke arah dapur dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan. Tiara dan Rudi sengaja tidak memberitahu Clara tentang maksud mereka mencari keberadaan bi Sri dan Bella. Karena ini akan menjadi urusan orang dewasa, dan anaknya itu tidak perlu terlibat.
Clara hanya menatap kepergian kedua orang tuanya itu sembari tersenyum senang dan melanjutkan kembali acara menonton televisi yang sempat terhenti.
"Sebentar lagi pertunjukan seru akan segera di mulai." Guman Clara memperlihatkan senyum jahat di bibirnya.
Sementara di dapur, terlihat Bella sedang membantu Bi Sri. beberapa waktu yang lalu gadis itu baru saja selesai mandi, setelah berpakaian dan menyisir rambutnya ia langsung keluar dari kamar dan menghampiri bi Sri yang sedang memasak di dapur.
Kini Bella tengah membolak-balikan udang asam manis yang sedang di masakannya mengunakan spatula. sementara bi Sri terlihat sedang membuat sayur sop kesukaan om dan tantenya di kompor sebelah.
Bella terlihat begitu mahir dalam urusan memasak karena salama tinggal di sini, ia banyak belajar tentang cara memasak dan beberes rumah dari Bi Sri.
"Segera angkat sayang, jangan terlalu kering karena non Clara kurang suka." Ucap bi Sri memperingatkan.
"Iya bi siap." Jawab Bella mengerti.
Kini Bella telah mematikan kompor dan berniat mengambil piring untuk wadah menyimpan masakan yang telah matang.
belum sempat gadis itu mengambil piring, tiba-tiba saja ia di kagetkan dengan suara cukup keras di ambang pintu dapur.
KALIAN BERDUA CEPAT KE SINI! teriak Rudi di ambang pintu dapur.
Sontak saja Bella dan bi Sri langsung menoleh ke asal suara tersebut. raut wajah mereka berdua langsung terlihat tegang dan pucat pasi saat melihat di ambang pintu dapur terdapat Rudi yang sedang berdecak pingang dengan menatap tajam ke arah mereka.
Sementara sang istri Tiara, terlihat sedang berdiri di samping Rudi dengan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. ekspresi wajah Tiara terlihat dingin namun tersirat kemarahan dari dalam sorot matanya.
Refleks Bella dan bi Sri saling bertatapan saat ini dengan ekspresi wajah yang bingung, karena salah satu dari mereka tidak ada yang membuat masalah atau onar di rumah ini.
KENAPA MALAH TATAP-TATAPAN?! KALIAN GAK DENGAR SUAMI SAYA MANGGIL KALIAN BERDUA! bentak Tiara dengan suara tinggi.
Mendengar bentakan Bella dan Bi Sri segera berhenti saling menatap, dengan agak ketakutan mereka segera berjalan ke arah Rudi dan Tiara yang masih berdiri di depan pintu dapur dengan ekspresi wajah marah.
"Ada apa tuan dan nyonya?" Ucap bi Sri bertanya.
Sementara Bella kimi terlihat hanya berdiri diam di samping bi Sri, ia tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun di hadapan om dan tantenya saat ini. karena Bella tidak mau nanti salah bicara dan membuat om dan tantenya itu marah.
SIAPA DI ANTARA KALIAN BERDUA YANG TELAH MENCURI KALUNG BERLIAN MILIK ISTRI KU?! tuduh Rudi sambil berteriak di depan Bella dan Bi Sri.
CEPAT SEGERA MENGAKU SEBELUM KAMI PANGGILKAN POLISI KEMARI! Gertak Tiara agar di antara mereka berdua ada yang segera mengaku, karena ketakutan dengan ancamannya itu.
DEG!
bagaikan di sambar petir di sore hari, Bella dan Bi Sri terlihat begitu terkejut karena telah di tuduh mencuri oleh kedua orang yang sedang berdiri di hadapan mereka saat ini.
"Bukan saya yang mencuri" ucap bi Sri membela diri.
"Bella juga gak mencuri." Ucap Bella membela diri juga.
TERUS KALO BUKAN SALAH SATU DARI KALIAN YANG MENCURI LALU SIAPA?! MASA IYA DI RUMAH INI ADA TUYUL?! teriak Tiara begitu murka karena tidak ada yang mau mengaku.
sementara di ruang tengah terlihat Clara yang tengah cekikikan karena merasa senang. Ia sudah mulai mendengar suara teriakan dari kedua orang tuanya dari dalam dapur.
"Kayanya seru deh kalo ngelihat langsung ke belakang, biar gua tambah puas ngelihat wajah memelas si Bella." Ucap Clara berniat akan segera menyusul kedua orang tuanya.
Sementara di dapur Tiara terus memaksa kedua orang tersebut untuk segera mengaku, namun mereka bersikeras mengakatakan jika bukan mereka yang telah mencuri kalung berlian tersebut. Sontak saja hal itu membuat Tiara bertambah kesal dan marah.
"Arghhht.... kepala ku rasanya mau pecah!" Ucap Tiara memegangi kepalanya yang tiba-tiba terasa nyut-nyutan.
Sepertinya tensi darah Tiara seketika naik karena terlalu setres memikirkan Kalung berlian miliknya yang telah hilang. di tambah ia terus berteriak marah-marah sehingga penyakit darah tingginya seketika kambuh.
"Sudah jangan berteriak marah-marah lagi, lihat penyakit darah tinggi mu kumat kan?" Ucap Rudi agak khawatir.
"Penyakit darah tinggi ku gak bakalan kumat kaya gini kalo di antara mereka berdua ada yang mau mengaku!." Ucap Tiara menujuk ke arah dua orang yang dia curigai.
"Tapi benar bukan kami berdua pelakunya." Ucap Bella dan Bi Sri bersamaan dengan wajah yang sudah memelas.
Sampai mereka berdua kini telah duduk bersimpuh di hadapan Tiara dan Rudi. karena pasangan suami istri itu masih belum percaya dengan ucapan mereka.
karena memang di antara mereka berdua tidak ada yang mencuri kalung berlian milik Tiara.
"SUDAH DIAM KALIAN! ASAL KALIAN TAHU SAJA HARGA KALUNG YANG HILANG ITU 500 JUTA!" Ucap Rudi memberitahu.
Sontak saja kedua mata Bella dan Bi Sri membulat sempurna dengan mulut yang agak terbuka sangking terkejutnya mendengar harga kalung yang hilang tersebut.
"Hah 500 juta." Guman Bella dan bi Sri pelan.
Di saat Bella dan bi Sri masih melogo setelah mengetahui harga kalung tersebut, tiba-tiba saja Clara masuk ke dalam dapur dengan ekspresi wajah yang terlihat bingung.
"Ada rame apa-apaan ini di dapur?" Tanya Clara melipat kedua tangannya di depan dada dan mulai bersandiwara tidak tahu apa-apa.
Sontak saja semua orang yang berada di dapur langsung menatap ke arah Clara yang baru saja memasuki dapur.
Tiara langsung Saja menghampiri sang anak dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Kalung berlian mamah telah hilang, dan mamah yakin salah satu dari mereka yang telah mencurinya." Ucap Tiara menuduh dan menunjuk ke arah Bella dan bi Sri.
"Astaga masa sih kalung berlian mamah hilang?, pasti di rumah kita ada maling." Ucap Clara pura-pura terkejut dan melirik ke arah Bella.
Melihat lirikan mata Clara, Bella merasa tersinggung karena sepupunya itu seperti sedang menuduh dirinya secara tidak langsung.
"Bukan aku atau pun bi Sri yang mencuri kalung itu, demi tuhan kami gak mencuri." Ucap Bella kembali bersumpah dan membela diri.
"Gak ada maling yang bakalan ngaku secara terang-terangan yang ada kantor polisi penuh!, mending gini aja deh gimana kalo kita rame-rame geledah kamar mereka berdua. Siapa tahu Kalungnya masih ada, itu pun kalo belum di jual." Ucap Clara membuat suasana semakin panas.
"Iya benar tuh sayang apa yang di katakan oleh Clara kita geledah kamar mereka saja." Ucap Rudi yang setuju dengan usulan Clara.
"Baiklah ayo kita segera geledah kamar mereka." Ucap Tiara mengiyakan.
Bella dan bi Sri hanya bisa pasrah saat kamar mereka akan di geledah, namun Bella dan Bi Sri begitu yakin jika Rudi dan Tiara tidak akan menemukan kalung tersebut di dalam kamar mereka. karena memang bukan mereka yang mencuri kalung tersebut.
Kini Tiara, Clara dan Rudi segera masuk ke dalam kamar pembantu. mereka bertiga mulai mengacak-acak kamar tersebut untuk mencari kalung yang di yakini mereka telah di sembunyikan di dalam kamar ini.
Sementara di luar kamar, Bella dan bi Sri segera berdiri dari posisi duduk mereka di lantai dan berniat untuk segera menyusul masuk ke dalam kamar mereka.
"Tenang saja jangan khawatir, kita gak mencuri apapun jadi gak mungkin mereka bisa menemukan kalung itu di dalam kamar kita." Ucap bi Sri merangkul tubuh Bella yang terlihat begitu tidak tenang.
"Iya bi, semoga saja kebenaran akan segera terungkap." Ucap Bella berusaha tersenyum ke arah bi Sri.
Sementara di dalam kamar mereka bertiga masih terus mencari di setiap sudut ruangan, kini terlihat Clara yang begitu sudah gemas karena kedua orang tuanya itu belum juga mengecek ke arah lemari dan hanya sibuk mencari di sekitar tempat tidur saja.
"Ya ampun deh, punya orangtua begonya kebangetan. ngapain juga lama-lama cari di situ gak bakalan ketemu orang kalungnya gua simpan di dalam lemari!" Batin Clara kesal menatap ke arah kedua orang tuanya.
Clara terlihat sudah tidak sabar karena pergerakan kedua orang tuanya yang begitu lelet itu, jadi ia berinisiatif untuk pura-pura mencari dan mengecek sendiri ke dalam lemari plastik tersebut.
Perlahan Clara mulai berjalan ke arah lemari dan langsung saja membukanya, Clara pura-pura mencari dan tidak langsung mengecek ke deretan paling bawah pakaian Bella.
"Gimana mas kamu udah lihat belum Kalung ku?" Tanya Tiara yang menatap ke arah sang suami yang terlihat masih mencari di sekitar tempat tidur.
"Belum." Jawab Rudi singkat.
Wajah Tiara sudah terlihat putus asa namun suara Clara langsung membuatnya bersemangat.
"Kalungnya ketemu." Ucap Clara menoleh ke arah kedua orang tuanya dan menujuk ke arah dalam lemari.
"Yang benar sayang kalungnya ketemu." Tanya Tiara yang begitu girang.
"Iya mah, kalung mamah ada di dalam sini." Ucap Clara dengan wajah yang begitu yakin.
Sementara di luar kamar, terlihat Bella dan Bi Sri yang saling bertatapan dengan ekspresi wajah yang begitu terkejut saat mendengar suara dari dalam jika kalung yang hilang itu telah di temukan di dalam kamar mereka.
DAG! DIG! DUG! jantung mereka berdua berdetak kencang dengan deru nafas yang tidak beraturan, keringat dingin mulai keluar dari dahi mereka berdua sangking ketakutan nya saat ini.
"Tidak mungkin" lirih mereka bersama.
******