Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Tiga tahun sudah berlalu kini Anggie sudah masuk SMA tapi Anggie kali ini masuk SMA yang cukup favorit karena Angkasa memaksanya sebenarnya Anggie sudah menolaknya.
Dika dan Ria pun ikut masuk ke sekolah itu sebagai syarat dari Anggie kepada Angkasa. Persahabatan mereka memang sudah sangat dekat bahkan kini mereka pun berteman dengan Riko juga walaupun mereka berbeda sekolah.
"Gie Lo liat Kak Zian ganteng banget ya," bisik Dika.
"Lo mah tiap kali liat cowok pasti aja di bilang ganteng padahal Lo sendiri cowok. Apa Lo juga ganteng?" cibir Ria yang muak dengan Dika selalu memuji cowok ganteng padahal yang seharusnya bilang kayak gitu itu dia atau Anggie.
"Iya gantenglah masa ie gue cantik."
"Tapi Lo kemayu."
Sat mereka berdebat suasana kantin yang tadinya rame mendadak jadi hening saat melihat Zian most wanted di sekolah itu bersama gengnya datang ke kantin. Zian memiliki empat teman dan mereka terkenal sebagai badboy di sekolah. Semua orang seperti tersihir bila berpapasan dengan mereka. Mereka berlima berwajah indo makanya mereka ganteng.
Zian dan ke empat temannya duduk di sebelah meja yang Anggie tempati tapi emang dasarnya Anggie cuek dia gak pernah memperhatikan mereka atau gosip terbaru tentang sekolah. Anggie selalu fokus dengan bukunya.
"Git itu kak Zian sebelah kita lagi makan," bisik Dika.
"Iya terus gue harus ngapain? Kan wajar kalau di kantin itu makan," ujar Anggie masih fokus dengan bukunya.
"Lo lihat dulu makanya."
"Buat apa?"
Sedangkan di meja sebelah Zian dan temannya yang sedang makan melihat ke arah Anggie yang tidak terpengaruh pada dirinya seperti yang lain.
"Dia siapa sih?" tanya Gio.
"Dia murid kelas satu," seru Samuel.
"Kok dia gak seheboh murid lain kalau lihat kita," seru Gio.
"Mungkin dia gak kenal sama kita," jawab Andre.
"Masa iya dia gak kenal kita semua orang pada tahu kita," dengan percaya dirinya Gio.
"Tapi dia cantik ya," imbuh Frans.
"Lo pada berisik banget sih memangnya kalau dia cantik kenapa?"
"Gue mau deketin dia dan jadiin dia cewek gue," seru Gio yang memang di kenal playboy.
"Terus si Amel mau Lo kemanain?"
"Kayaknya dia lebih cantik dari Amel," seru Gio sambil mendekati meja Anggie.
"Mau kemana Lo?" tanya Andre.
"Mau kenalan lah."
Seketika itu niatnya urung karena Zian sang ketua beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana Ian? pesanan kita juga belum datang," teriak Frans dan diikuti oleh teman lainnya.
"Kok mereka pada balik lagi ya?" tanya Dika.
"Mungkin mereka takut sama Lo," cibir Ria.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi dan mereka kembali ke kelas masing-masing. Tanpa terasa kini sudah masuk jam pulang sekolah. Dika yang membawa motor dan selalu pulang bareng Ria pun sudah terlebih dulu. Anggie yang selalu dijemput Angga atau Angkasa memilih menunggu di depan gerbang.
Anggie berdiri di depan gerbang sambil memainkan ponselnya tiba-tiba ada motor berhenti didepannya.
"Hai, kok belum pulang. Mau pulang bareng gak?" tawar Gio.
"Enggak makasih," jawab Anggie jutek.
"Kok jutek sih gak kayak cewek lain kalau lihat kita selalu senang apalagi kalau kita ajak ngobrol," seru Gio.
"Emang lo siapa? Penting buat gue sampai gue harus seneng segala kalau Lo ajak ngobrol."
"Menarik," gumam Zian yang melihat Anggie menolak Gio. Sebelumnya Geng mereka gak pernah ada yang menolak kalau di ajak ngobrol apalagi kalau sampai di ajak naik motornya. Tapi kali ini ada perempuan yang berani menolak.
"Kalau begitu Lo ikut gue," ke empat anggotanya bengong saat melihat Zian ngajak cewek pulang bareng. Biasanya Zian paling anti didekati cewek apalagi sampai dia yang mengajak duluan.
Sebelum Anggie menjawab tiba-tiba ada motor yang berhenti di depan Anggie.
"Sorry ya telat," Angga datang sambil memasangkan helm dikepala adiknya dan Anggie pun langsung naik.
"Siapa dia? Cowoknya?" ujar Andre.
"Cari tahu apa siapa cowok tadi," ucap Zian dengan nada dingin dan melajukan motornya.
"Kayaknya Zian suka sama cewek tadi, buktinya kita sampai harus cari tahu tentang tuh cewek," Frans penasaran.
Sesampainya di rumah Angga bertanya pada adiknya tentang pria tadi.
"Dek yang tadi siapa?"
"Tadi yang mana Bang?"
"Yang waktu Abang jemput kamu itu Abang lihat banyak laki-laki pake motor ngajak kamu ngobrol."
"Aku juga gak tahu siapa mereka tapi kayaknya mereka kakak kelas aku Bang."
"Kalian baru datang? Cepat makan," seru Anggun yang sekarang sudah tidak kerja lagi dan fokus pada anak-anaknya. Anggun di larang kerja oleh Angkasa karena dia sekarang sudah mempunyai perusahaan sendiri yang ia bangun bersama temannya.
Anggun juga sebenarnya sudah ingin berhenti karena faktor usia juga yang sudah tak muda. Anggun juga sebenarnya bukan dari keluarga miskin orang tua Anggun memiliki perusahaan namun di pimpin oleh Kakaknya.
Tadinya Angkasa juga di ajak bergabung di perusahaan kakeknya tapi Angkasa memilih mendirikan sendiri. Hingga sekarang perusahaan yang ia dirikan sudah cukup berkembang dan banyak di kenal orang.
"Bun tahu gak tadi waktu aku mau jemput adek di sekolah masa ada cowok yang lagi deketin adek."
"Enggak ada yang deketin juga kali Bang mereka cuma tanya aja," bela Anggie.
"memangnya tanya apa?" Angkasa yang baru datang ikut bicara. Sebenarnya sekarang yang lebih posesif itu Angkasa. Dari kejadian yang beberapa tahun lalu Angkasa berubah jadi paling posesif terhadap Ibu dan adik perempuannya.
"Tanya kalau aku gak ada yang jemput mau dia yang nganterin," lirih Anggie.
"Cie... Adek udah punya cowok nih," ledek Angga.
"Gak ada cowok cowokan belajar dulu yang benar," larang Angkasa dan Angga pun langsung mendapat tatapan tajam dari Angkasa yang tidak mau ada cowok yang mendekati adiknya.
" Gak apa-apa kali Bang cuma dekat aja gak harus pacaran juga," bela Angga.
"Gak ada pokoknya, adek harus fokus dulu sama sekolah. Kamu juga Ga kalau ada cowok yang deketin adek kasih..." Angkasa tetap dengan pendiriannya.
"Abang kita makan bareng yuk," ajak Anggun memotong pembicaraan anak sulungnya yang sedang marah.
Angkasa pun akhirnya ikut makan bersama. Setelah hari mulai malam Anggie pun sedang fokus belajar sampai dia ketiduran di meja belajarnya. Angkasa yang masuk melihat hal itu lalu mengangkatnya dan memindahkan ke ranjang.
"Maafin Abang ya dek bukan maksud Abang buat larang kamu pacaran. Abang tahu seumuran kamu itu lagi masanya suka sama cowok tapi Abang belum bisa buat kehilangan kamu sebagai adik kecilnya Abang. Abang akan jadi garda pelindung adek paling depan dari semua cowok yang gangguin adek," Angkasa sambil mengelus rambut coklat adiknya lalu mencium keningnya.