NovelToon NovelToon
Dendam Paras Kembar

Dendam Paras Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Tumbal / Balas dendam pengganti / Balas Dendam
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: NERAKA DI BALIK JERUJI BESI

BAB 2: NERAKA DI BALIK JERUJI BESI

Dunia yang tadinya penuh dengan aroma bunga mawar dan janji manis, kini berganti menjadi bau apek dinding lembap dan aroma logam karat yang menyesakkan. Aarohi duduk meringkuk di sudut sel yang gelap, memeluk lututnya erat-alih-alih memeluk suaminya. Lehenga merah pengantin yang semalam begitu megah, kini tampak menyedihkan; sobek di beberapa bagian dan kotor oleh debu lantai penjara yang dingin.

Setiap kali ia memejamkan mata, bayangan pengkhianatan Deep terus berputar seperti kaset rusak di kepalanya. Senyum dingin Deep saat menyerahkannya pada polisi, dan tawa kemenangan Tara yang mirip dengan suaranya sendiri, adalah belati yang terus menusuk jantungnya berulang kali.

"Aku tidak melakukannya... aku tidak membunuh siapa pun," bisik Aarohi dengan suara parau. Bibirnya pecah-pecah karena dehidrasi, namun tidak ada yang peduli.

Tiba-tiba, suara langkah sepatu bot yang berat menggema di lorong penjara. Tuk... Tuk... Tuk... Suara itu berhenti tepat di depan jeruji besi selnya. Aarohi mendongak dengan harapan kecil di matanya. Mungkinkah Deep sadar? Mungkinkah ini semua hanya mimpi buruk dan Deep datang untuk menjemputnya?

Namun, harapan itu hancur seketika saat ia melihat siapa yang berdiri di sana. Bukan Deep, melainkan seorang wanita dengan seragam sipir penjara yang tampak kejam. Wanita itu melemparkan nampan plastik berisi makanan yang tampak tidak layak makan ke lantai.

"Makan, Pembunuh! Jangan kira karena kau istri seorang kaya, kau bisa mendapat perlakuan istimewa di sini," bentak sipir itu dengan nada merendahkan.

"Aku bukan pembunuh! Suamiku... Deep Raj Singh, dia tahu aku tidak bersalah! Tolong hubungi dia!" Aarohi merangkak menuju jeruji, jemarinya yang lentur kini dipenuhi memar saat mencengkeram besi dingin itu.

Sipir itu tertawa mengejek, sebuah tawa yang membuat bulu kuduk Aarohi berdiri. "Suamimu? Tuan Deep sendiri yang menyerahkan semua bukti video dan saksi yang menyatakan kau adalah psikopat yang sudah lama ia curigai. Dia bahkan sudah mengajukan gugatan cerai pagi ini. Kau sudah dibuang, Aarohi. Kau hanyalah sampah yang menunggu waktu untuk dieksekusi."

Kalimat itu terasa lebih menyakitkan daripada pukulan fisik manapun. Dibuang. Kata itu bergema di telinga Aarohi. Deep tidak hanya menjebaknya, tapi juga menghapus keberadaannya dari hidupnya dalam sekejap mata.

Hari-hari berikutnya di penjara adalah neraka yang nyata. Aarohi menjadi sasaran empuk bagi narapidana lain yang ingin menguji nyali. Di dalam sel yang dihuni bersama lima orang wanita beringas lainnya, Aarohi sering dipojokkan.

"Lihat si pengantin cantik ini," ejek seorang narapidana bertubuh besar bernama Maya. Maya menarik rambut panjang Aarohi hingga kepala Aarohi terdongak. "Wajahmu terlalu cantik untuk tempat ini. Bagaimana kalau aku beri sedikit kenang-kenangan?"

Maya mengeluarkan sebuah sendok yang sudah diasah tajam di ujungnya. Aarohi gemetar hebat, air matanya tumpah. Ia melihat pantulan dirinya di genangan air di lantai sel. Wajah yang sama dengan Tara. Wajah yang menjadi kutukan baginya.

Jika wajah ini yang membuatku menderita, maka wajah ini pula yang harus menjadi kuat, sebuah suara kecil di sudut hatinya mulai berbisik.

Tepat saat Maya hendak menyayat pipinya, sebuah kekuatan yang tidak pernah Aarohi sadari sebelumnya mendadak muncul. Ia memutar pergelangan tangan Maya dengan gerakan cepat yang ia pelajari dari insting bertahan hidup. Maya memekik kesakitan saat Aarohi menendang tulang keringnya dan mendorongnya hingga terbentur dinding.

Napas Aarohi memburu. Semua orang di sel itu terdiam. Untuk pertama kalinya, tatapan mata Aarohi yang biasanya lembut dan penuh ketakutan, kini berubah menjadi tajam dan gelap. Kilatan amarah mulai menggantikan air mata.

"Jangan pernah sentuh aku lagi," desis Aarohi. Suaranya tidak lagi bergetar. "Atau aku akan memastikan kalian menyesal karena pernah bernapas."

Di malam yang sunyi itu, saat para narapidana lain sudah terlelap, Aarohi berdiri di dekat jendela kecil selnya yang berjeruji, menatap bulan sabit yang pucat. Ia mulai menyadari satu hal: Aarohi yang lemah dan penuh cinta sudah mati di malam pernikahannya. Yang tersisa hanyalah cangkang kosong yang sedang diisi oleh api balas dendam.

"Kau ingin aku menjadi pembunuh, Deep? Kau ingin aku menjadi Tara?" bisiknya pada kegelapan. "Baiklah. Aku akan menjadi lebih mengerikan dari Tara. Aku akan keluar dari sini, dan aku akan mengambil kembali wajahku, namaku, dan kehancuranmu."

Aarohi mulai melakukan push-up di lantai sel yang sempit. Ia mengabaikan rasa sakit di otot-ototnya. Ia menghitung setiap detik, setiap menit, merencanakan bagaimana ia akan menghancurkan istana kaca yang dibangun Deep dan Tara di atas penderitaannya.

Pembalasan dendam ini bukan lagi sekadar keinginan, melainkan bahan bakar untuk jantungnya tetap berdetak. Ia tidak butuh cinta lagi. Ia hanya butuh keadilan yang ia buat dengan tangannya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!