Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2: Gadis di Dasar Neraka
Kegelapan di dasar Jurang Keputusasaan bukanlah kegelapan biasa. Ini adalah kegelapan yang pekat, dingin, dan berbau amis seperti kematian yang membusuk selama ribuan tahun. Kabut beracun menyelimuti dasar jurang, mampu melelehkan daging manusia biasa dalam hitungan menit. Namun, di sebuah ceruk batu yang tersembunyi di balik lumut beracun, seorang pemuda tergeletak tak berdaya.
Xiao Yuan terbangun dengan rasa sakit yang begitu hebat hingga ia berharap dirinya tetap pingsan. Setiap inci tubuhnya terasa seperti ditusuk oleh ribuan jarum berkarat. Namun, rasa sakit fisik itu tidak sebanding dengan kekosongan di dalam punggungnya tempat di mana Sumsum Naga Suci miliknya pernah berada.
"Ugh..." Xiao Yuan mencoba menggerakkan jarinya, namun hanya suara gemertak tulang yang terdengar.
"Jangan bergerak dulu. Jika kau memaksa, sisa meridianmu akan hancur sepenuhnya."
Sebuah suara lembut, namun terdengar lelah, masuk ke telinga Xiao Yuan. Ia berusaha membuka matanya yang bengkak karena darah yang mengering. Dalam remang-remang cahaya jamur bercahaya di dinding gua, ia melihat sesosok gadis.
Gadis itu mengenakan pakaian kain kasar yang sudah penuh tambalan, wajahnya sedikit kotor oleh jelaga, namun matanya... matanya sebening kristal es. Ia sedang menghancurkan beberapa tanaman herbal aneh menggunakan batu, lalu dengan hati-hati mengoleskan pasta hijau itu ke luka terbuka di punggung Xiao Yuan.
"Siapa... kau?" bisik Xiao Yuan, suaranya parau dan hampir tidak terdengar.
Gadis itu terdiam sejenak, tangannya sedikit gemetar saat menyentuh luka mengerikan di punggung Xiao Yuan. "Namaku Yun’er. Aku... aku hanya penghuni tempat terkutuk ini. Sudah lama sekali sejak terakhir kali ada manusia yang jatuh ke sini dalam keadaan masih bernapas."
Xiao Yuan meringis saat pasta herbal itu menyentuh dagingnya. "Kenapa... kau menolongku? Aku hanya sampah yang sudah dibuang."
Yun’er menatap Xiao Yuan dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada kesedihan yang mendalam di matanya. "Karena aku tahu rasanya dibuang oleh dunia. Dan juga... karena ada sesuatu yang aneh pada dirimu. Saat kau jatuh, kabut beracun di jurang ini menyingkir darimu. Seolah-olah mereka takut padamu."
Xiao Yuan teringat suara purba di dalam kepalanya sebelum ia kehilangan kesadaran. Ia mencoba memeriksa kondisi dalamnya. Benar saja, Dantian-nya hancur berantakan. Namun, di tengah reruntuhan energinya, ada sebuah titik hitam kecil yang berputar pelan, memancarkan aura kegelapan yang sangat murni.
Apakah ini kekuatan yang ditawarkan oleh suara itu? batin Xiao Yuan.
"Kau beruntung bisa selamat," Yun'er melanjutkan sambil membalut luka Xiao Yuan dengan sobekan kain bersih. "Tapi kau harus tahu, di dasar Jurang Keputusasaan ini, hidup seringkali lebih buruk daripada mati. Ada makhluk-makhluk di luar sana yang tidak suka dengan kehadiran orang asing."
Tepat saat Yun'er menyelesaikan kalimatnya, sebuah raungan mengerikan bergema dari luar gua. Tanah bergetar, dan kerikil berjatuhan dari langit-langit gua.
"Itu adalah Gorgon Bayangan," bisik Yun’er dengan wajah pucat pasi. "Dia mencium bau darahmu. Kita harus segera pergi dari sini!"
Xiao Yuan mencoba bangkit, namun tubuhnya limbung. Yun’er dengan sigap memapahnya, meletakkan lengan Xiao Yuan di bahunya yang kecil. Meskipun Yun’er terlihat lemah, ia memiliki kekuatan fisik yang mengejutkan.
Saat mereka bergerak menuju bagian dalam gua yang lebih dalam, Xiao Yuan merasakan panas yang menjalar dari kalung batu hitam di dadanya. Kalung itu kini menyerap darah Xiao Yuan yang tersisa di pakaiannya. Tiba-tiba, penglihatan Xiao Yuan berubah. Ia bisa melihat aliran energi di udara energi jahat yang berwarna merah tua dan energi alam yang berwarna biru pucat.
"Berhenti," bisik Xiao Yuan tiba-tiba.
"Kenapa? Dia semakin dekat!" Yun’er panik.
"Di depanmu... ada jebakan alami. Gas beracun konsentrasi tinggi," kata Xiao Yuan dengan yakin. Ia sendiri tidak tahu bagaimana ia bisa mengetahuinya.
Yun’er berhenti tepat di depan sebuah celah. Ia mengambil sebuah batu dan melemparnya ke depan. Seketika, gas hijau pekat meledak dari tanah, melarutkan batu itu dalam hitungan detik. Yun’er menatap Xiao Yuan dengan mata terbelalak. "Bagaimana kau tahu?"
Xiao Yuan tidak menjawab. Kepalanya kembali berdenyut. Suara berat itu kembali berbisik Gunakan darahmu... gambarkan segel naga di tanah... panggil sedikit kekuatanku jika kau ingin gadis ini tetap hidup.
Xiao Yuan menatap Yun’er. Gadis ini adalah orang asing, namun dia adalah satu-satunya orang yang menunjukkan belas kasih setelah pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Xiao Yuan tidak akan membiarkan dia mati karena dirinya.
Dengan sisa tenaganya, Xiao Yuan menggigit ujung jarinya dan mulai menggambar simbol aneh di lantai gua. Darahnya tidak berwarna merah terang, melainkan merah kehitaman dengan bintik-bintik cahaya emas redup.
Grrrrraaaaa!
Monster itu muncul di mulut gua. Sosoknya setinggi tiga meter, dengan kulit bersisik hitam dan mata merah yang menyala. Itu adalah predator puncak di dasar jurang ini. Yun’er berteriak ketakutan dan menghalang di depan Xiao Yuan, mencoba melindunginya dengan tubuhnya sendiri.
"Pergilah, Yun'er! Biarkan aku!" teriak Xiao Yuan.
Namun Yun’er menggeleng keras. "Tidak! Aku tidak akan membiarkan siapapun mati lagi di depanku!"
Semangat perlindungan Yun'er memicu sesuatu di dalam diri Xiao Yuan. Kemarahan atas ketidakberdayaannya memuncak. Titik hitam di dalam tubuhnya meledak, menyebarkan energi dingin ke seluruh pembuluh darahnya.
"Beraninya kau... makhluk rendahan... mengancam keturunan Naga Suci?!"
Suara Xiao Yuan berubah. Itu bukan lagi suara pemuda yang lemah, melainkan suara yang berlapis-lapis, seolah-olah ribuan naga berbicara serempak. Rambut putihnya berkibar meski tidak ada angin.
Tangan Xiao Yuan menghantam segel darah di tanah. "Teknik Rahasia Naga Hitam: Taring Kehancuran!"
Lantai gua retak. Dari dalam tanah, muncul bayangan hitam berbentuk taring naga raksasa yang langsung menusuk tubuh monster Gorgon itu dari bawah hingga tembus ke kepala. Monster itu bahkan tidak sempat mengerang sebelum tubuhnya hancur menjadi debu hitam.
Keheningan menyelimuti gua. Yun’er jatuh terduduk, menatap Xiao Yuan dengan ngeri sekaligus kagum.
Xiao Yuan terengah-engah, matanya yang tadi berwarna hitam pekat perlahan kembali normal. Namun, luka di punggungnya terbuka kembali, mengeluarkan darah segar. Ia jatuh pingsan ke pelukan Yun’er.
Saat itulah, Yun’er melihat sesuatu yang membuatnya membeku. Di punggung Xiao Yuan yang terluka, tempat sumsum yang dicuri itu berada, mulai tumbuh jaringan baru yang bersinar dengan cahaya hitam-emas. Itu bukan lagi sumsum manusia, melainkan Tulang Punggung Naga Hitam Purba.
"Siapa sebenarnya kau..." bisik Yun'er sambil mengusap kening Xiao Yuan yang berkeringat.
Tanpa mereka sadari, jauh di atas sana, di Sekte Awan Langit, sebuah ramalan di aula leluhur retak. Langit yang tadinya cerah mendadak berubah gelap gulita, petir hitam menyambar-nyambar. Para tetua sekte gemetar ketakutan, menyadari bahwa sesuatu yang seharusnya mati, baru saja memicu kemurkaan alam.
Meskipun Xiao Yuan berhasil membunuh monster itu, penggunaan kekuatan tersebut menarik perhatian entitas yang lebih kuat di dasar jurang. Sementara itu, Yun’er ternyata menyembunyikan sebuah rahasia besar; ia bukan sekadar gadis biasa yang terdampar. Di lehernya, muncul tanda Phoenix Es yang mulai bersinar, bereaksi terhadap energi naga Xiao Yuan.
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍