NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:253
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terpuruk terlalu dalam

Sungguh, Mahendra terkejut bukan kepalang ternyata istrinya yang selama ini menghilang telah kembali dengan membawa kekasihnya dan minta surat cerai dan yang begitu membuat Mahendra terkejut yang kedua kalinya, kekasih yang di bawa oleh istrinya adalah Anton,mantan partner kerjanya yang telah di kenal dengan baik bahkan dalam beberapa tahun ini Hendra sudah menganggap Anton sebagai saudaranya sendiri, begitu teganya mereka berkhianat bahkan Anton masih terikat pernikahan dengan istrinya, apakah Maya Diana akan di jadikan istri kedua atau hanya di jadikan gundik oleh Anton yang seorang boss dan mempunyai usaha di bidang hukum, Anton mempunyai sebuah firma dan Maya yang seorang sarjana hukum itu adalah salah satu dari pegawainya.

"Anton, jadi selama ini kamu telah mengkhianati ku?" Hendra tanpa basa basi melayangkan sebuah pukulan telak di hidung Anton hingga membuat lelaki yang sepantaran dengannya itu terjungkal dengan hidung berdarah.

"kurang ajar kamu Hendra, aku bisa mengkasuskan kamu dengan pasal kekerasan, kamu tahu kan siapa aku, tanpa melibatkan fihak polisi aku bisa membuatmu membusuk di penjara". Teriak Anton dengan marah, Hendra mengambil nafas dalam dalam, dan kini nafas nya turun naik seiring besarnya emosi yang ada di otaknya, wajahnya merah padam bahkan sampai telinga nya pun berubah warna, Hendra yang berkulit putih bersih itu tentu saja sangat kentara bagaimana perubahan raut mukanya.

Mahendra tak dapat berkata kata bahkan ketika si Cecilia,balita umur empat tahun yang sudah mengenal siapa ibunya itu menangis minta di gendong Maya malah mendorongnya hingga balita itu jatuh terjerembab di lantai, dan amarah Hendra semakin memuncak, daripada jika di biarkan Hendra malah bisa bisa membunuh keduanya, Hendra dengan emosi mengambil dan menggendong Cecilia dan tanpa ragu ragu mengambil pulpen segera menanda tangani surat cerai itu, sehabis tanda tangan Hendra menurun kan Cecilia dan menyuruh sang pengasuh membawanya pergi, kemudian dengan tanpa di sangka sangka Hendra menjambak rambut mantan istrinya yang kini di rebonding dengan warna merah kecoklatan itu serta menampar dengan keras pipi Maya hingga wanita itu meraung kesakitan, Anton yang coba melindungi gundiknya malah terkena tendangan keras diperutnya hingga dia meringis kesakitan.

"sekarang kalian pergi, pasangan tak bermoral seperti kalian memang pantas membusuk di neraka, kalian tunggu karma yang akan membalasnya, dan kamu jalang, pergi dari hadapanku atau ku bunuh kamu".

"Hei Hendra, laki laki miskin yang tak bisa mencukupi kebutuhan istri seperti mu yang bakal sengsara,jika aku terus mengikuti mu hidupku pasti akan ikut sengsara, setelah ini aku akan menikah dengan boss Anton, dan kamu nikmatilah penderitaan mu bersama anak perempuan mu itu". ucapan Maya bagaikan belati yang menusuk relung kalbu Hendra, selama ini dia memelihara ular berbisa, dari kecil dia sekolahkan hingga sarjana setelah merasa hebat dan pintar malah menggigit menyebarkan racun ke seluruh aliran darahnya, bukan hanya pada dirinya tapi pada putri kecilnya, bagaimana seorang ibu kok sama sekali tidak sayang pada darah dagingnya, tau begitu mana mungkin dulu Hendra rela berkorban pada wanita ini meskipun cintanya setinggi langit.

"pergi kalian, pergiiii aku tak Sudi lagi melihat wajah pasangan zina seperti kalian, pergi kataku". Teriak Hendra sambil mendorong tubuh istrinya yang sebentar lagi menjadi mantan.

Setelah kedua pasangan mesum itu pergi kini Hendra hanya bisa menangis tertahan dalam kamarnya, setelah puas menangis dia kemudian mandi keramas dan melakukan sholat Dhuha dan di akhiri dengan dua rakaat sholat taubat, kini hati Hendra merasa sedikit tenang, kemudian mencari putrinya yang di bawa pengasuhnya pulang, kebetulan rumah pengasuh putrinya itu adalah bertetangga dengannya, mbak Imah yang suaminya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu itu kini hidup sendiri karena kedua anaknya sudah bekerja di kota, wanita berumur 40 an itu sungguh menyayangi putri Mahendra seperti anaknya sendiri, Cecilia yang cantik dan genius.

"sabar mas Hendra, ini makan dulu dan di bawa istirahat saja, nduk Cecil aku bawa pulang saja biar tidur bersamaku sementara mas Hendra istirahat biar esok segar kembali". Kata mbak Imah sambil memberikan semangkok lontong sayur sebagai makan malamnya Hendra.

"makasih mbak Imah ,maafkan aku yang selalu merepotkan mu". Jawab Hendra.

"mas, sebagai sesama tetangga kita harus saling tolong menolong sudah ya nduk Cecil aku bawa, nggak enak kalau malam malam begini calon duda dan janda berduaan, nanti kena fitnah dan di viral kan, meski aku telah menganggap mas Hendra adikku sendiri". Kemudian mbak Imah benar benar pamit pulang tanpa menunggu jawaban dari Hendra dengan membawa Cecilia.

Hendra masih saja termenung duduk tertunduk, menyembunyikan butiran air mata itu jatuh dari sudut matanya, menyesal? Tentu saja siapa yang tak menyesal dan dendam ketika di khianati, apalagi pengorbanan Hendra selama ini tak main main, hutang yang berjumlah ratusan juta yang di berikan Anton ternyata juga adalah hutang dari bank mengatas namakan nama Hendra yang dulu memang selalu mengambil pinjaman berdua, fihak bank menyetujui karena memang keduanya sudah sering transaksi pinjam meminjam berdua, dan setelah Anton menarik semua modalnya ternyata hutang diatas namakan Hendra, separuh dari modal Hendra tak mencukupi untuk melunasi hutang yang hampir satu milyar.

Dengan kerja nya sebagai pegawai negri dia harus pontang panting untuk melunasi hutangnya di bank bahkan karena kepepetnya nya kerja jadi tukang pijat pun di lakukan ya agar bisa menyicil hutang.

Tentang kedua orang tuanya? Mana perduli karena mereka berdua kini juga terlilit hutang di bank.

"ya Allah,apa yang harus aku lakukan, harus darimana aku mengawali semuanya, hidupku terpuruk aku ada di titik nadir saat ini, rumah sudah di beri peringatan bank jika telat bayar tiga kali maka rumah pun akan di sita, ya Allah mohon berilah hamba jalan keluar". Doa Mahendra sambil terpekur diatas sajadahnya.

"apakah masih ada bahagia di depan sana, sedangkan aku tahu tak seharusnya aku mengeluh karena ini merupakan sebagian takdir yang harus aku jalani". Deraian air mata masih saja mengalir deras, selama hidupnya hanya sekali ini dia menangis sebagai lelaki dewasa, ya Allah tangisku ini semoga menjadi tangis terakhir ku, bukalah masa depanku lagi ya Allah aku mohon biar aku bisa dengan tenang membesarkan amanahmu yaitu putri kecilku". Doanya, dan hingga pagi menjelang mata Hendra tak bisa terpejam sedetik pun, hingga perutnya merasa lapar keroncongan karena dari pagi dia memang belum sarapan sampai kedatangan kedua bajingan yang merusak hidupnya itu.

Karena perutnya perih Hendra mengambil mangkok berisi lontong sayur yang di berikan mbak Imah tadi sore, Hendra mencoba menghangatkannya ketika membuka kompor ternyata gas nya habis dan ketika mencicipi lontong nya yang dingin ternyata sudah basi, ya Allah begitu berat cobaanmu.

Akhirnya karena kelaparan terpaksa Hendra makan mie mentah dengan minum air putih🥹🥹🥹.

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!