Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fitnahan menyakitkan
di perjalanan
"Dek" ucap Arkan
"Hm, kenapa bang?" ucap Amora
"kamu di kampus gimana?" ucap Arkan
"baik, aku juga punya banyak teman di sana" ucap Amora sambil makan permen
"bagus deh" ucap Arkan
setelah sampai di kampus universitas Arasastra Nusantara
"Yaudah kalau gitu Mora pergi dulu, babayy bang Arkan" ucap Amora
"Babay, jangan cari masalah fokus aja belajar okey" ucap Arkan sambil mengusap rambut Amora lembut
"Okeyy, Amora pasti bakal belajar kok" ucap Amora lalu berjalan masuk ke kampus
Di dalam kampus Amora, banyak yang membicarakan nya
"Hm.. Mereka kenapa melirikku seperti itu" ucap Amora heran
Di dalam kelas Amora
"Haii semua" ucap Amora tapi tidak ada yang membalasnya
"Kalian kenapa?" ucap Amora
"heh jalang!! Jangan sok kenal Lo sama kami" ucap para mahasiswa/mahasiswi
"Maksudnya?" ucap Amora heran
"cih lo wanita malam kan?" ucap mahasiswa
"Aku bukan wanita malam" ucap Amora
"mana ada jalang ngaku, kalau ngaku pasti namanya jelek lah" ucap mahasiswi
"aku beneran bukan wanita malam" ucap Amora
"Kalau jalang mah jalang aja" ucap mahasiswa
"Huuuu" mahasiswa dan mahasiswi menyoraki Amora
Amora berlari pergi, ternyata ke rooftop di kampus
"kenapa mereka bilang aku jalang? Aku bukan jalang.. aku juga bukan wanita malam.." ucap Amora sambil menangis
Amora menangis di sana sendirian
Setelah beberapa menit Amora akhirnya sedikit tenang
"aku takut untuk keluar dari sini.. sebenarnya siapa sih yang membuat rumor tidak jelas itu.. Mengapa dia memfitnah ku?" ucap Amora
Akhirnya Amora memutuskan untuk bolos kuliah dan duduk di taman dekat sana
"maaf Abang.. Amora ingkang janji.. Amora gak akan sanggup jika disana.." ucap Amora kembali menangis
Untung di sana sedang sepi karena itu waktu kerja
"kenapa mereka terus memfitnahku bahkan di sosmed sekalipun" melihat ponselnya yang banyak chat buruk dari orang-orang
"Sebenarnya kenapa? Aku bahkan belum memikirkan besok bagaimana..kenapa hariku begitu buruk.. " ucap Amora
"Tuhan.. Kenapa selalu aku.. Aku juga ingin bahagia sebelum aku akhirnya tidak bebas.." ucap Amora
"sudahlah mending aku pulang" ucap Amora lalu berjalan pulang
setelah Amora sampai di rumahnya dia langsung di beri hadiah yaitu sebuah tamparan yang keras
*Plak* suara itu benar-benar sangat keras bahkan sampai membuat pipi Amora memerah
"SAYA HANYA MENYURUHMU UNTUK BERTUNANGAN BUKAN UNTUK MENJADI JALANG AMORA" ucap Daddy Amora membentak
"SAYA BENAR KECEWA DENGANMU AMORA, SAYA BENAR-BENAR MENYESAL MELAHIRKAN ANAK SEPERTI MU" ucap mommy amora
Amora hanya bisa diam diantara Daddy dan mommy nya sedang membentaknya karena Amora memang sudah terbiasa
mommy Amora ingin menampar Amora lagi tetapi langsung ditahan oleh Anantara yang tiba-tiba datang dari balik pintu
"Jangan menyakiti Amora, mom" ucap Anantara masih tenang
"Dia mempermalukan keluarga Anantara" ucap mommy Amora membentak
"Anda juga mempermalukan keluarga wahai Keysara Amelia" ucap Arkan membentak
"Arkan!! Berani kamu sama mommy" ucap mommy Amora tegas
"memangnya anda siapa? Anda hanya punya marga Eloretha karena menikah dengan ayah saya" ucap Argan tidak kalah tegas
"Kalian.. benar-benar anak tidak tahu diri kalian" ucap mommy Amora lalu pingsan karena marah
"LIHAT ITU!! IBU KALIAN SAMPAI PINGSAN KARENA KALIAN!!" ucap Daddy Amora membentak
lalu setelah Daddy Amora mengatakan itu dia langsung pergi menggendong mommy Amora menuju kamar
"dek kamu gak apa-apa kan? sakit gak?" ucap Anantara
"maafkan Abang yang telat datang" ucap Argan
"maafkan kami yang telat datang.. pipi kamu pasti sakit ya? Ayo ke kamar biar Abang obati" ucap Arkan
"Abang gak marah sama Amora?" ucap Amora sambil menunduk
"Abang percaya kamu tidak akan seperti itu" ucap Anantara sambil memeluk Amora
"benar, kami tidak akan percaya sebelum kami melihat itu sendiri" ucap Argan
"kita selamanya adalah saudara dan kami tidak akan mudah percaya dengan orang asing yang menjelek-jelekkan nama saudara kami" ucap Arkan
Amora menangis di pelukan Anantara "mereka tidak percaya dengan Amora.. Mereka benci Amora.. Mereka selalu berantem karena amora.. Amora memang anak pembawa sial" ucap Amora
"Hey, jangan bicara seperti itu.. Amora bukan anak permbawa sial" ucap Arkan
Setelah beberapa menit kemudian ternyata Amora tertidur di pelukan Anantara
"kasihan banget sih adek Abang.. maafkan Abang yang tidak bisa membantumu" ucap Argan
"sabar yang sayangkuu, kita janji akan terus menjagamu.. " ucap Anantara sambil mengelus rambut Amora
"kita harus cari tahu siapa yang menyebarkan gosip itu" ucap Arkan
"Benar, mereka harus di beri pelajaran karena membuat kesayangan kita menangis" ucap Anantara
"Lihat saja apa yang kita lakukan setelah kita menemukan seseorang itu" ucap mereka bertiga
"sudahlah mending bawa Amora ke kamarnya" ucap Arkan
"benar, kasihan dia.. pasti dia lelah" ucap Argan
Akhirnya Anantara menggendong Amora ala bridal style menuju kamar Amora
disusul juga dengan Argan dan Arkan yang menjaga dari belakang
"kita benar-benar harus memberikan pelajaran ke orang itu" ucap Arkan
"Benar, kita tidak boleh diam saja, jika mereka berani bermain api maka mereka harus berani terbakar api itu" ucap Argan
Anantara menidurkan Amora di ranjangnya
sedangkan Arkan yang sedang fokus ke laptop nya
"kau sudah menemukan seseorang itu?" ucap Anantara
"hm.. Seseorang itu adalah sahabat Amora, namanya Susi dan Leona" ucap arkan
"APA!! MEREKA? Apa kau tidak salah orang? Mereka adalah sahabat terdekat Amora" ucap Anantara dan Argan
"tidak, memang benar mereka, aku sudah menyelidikinya Mereka iri dengan Amora karena kita" ucap Arkan
"Hah karena kita?" ucap Argan heran
"mereka berdua menyukai kita dan mereka tidak suka karena kita terus memprioritaskan Amora" ucap Arkan
"Cih memang tidak tahu diri, memangnya mereka siapa? Amora adalah adek kita sedangan mereka?" ucap Argan
"mereka adalah semut kecil yang beruntung bisa berteman dengan princess kita" ucap Anantara
"sudahlah Arkan jaga princess kita, aku akan pergi sebentar bersama Argan" ucap Anantara lalu pergi dan disusul Argan
"sabar yang sayangkuu.. Kita pastikan seseorang itu akan menyesali perbuatannya" ucap Arkan
Setelah beberapa menit Arkan akhirnya memutuskan untuk bermain game sambil menunggu para Abang-abang nya