Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyergapan
Seminggu Jefry dan keluarganya berada di kampung halaman Agatha istrinya. Semua urusan orangtuanya diselesaikan oleh mereka sebelum kembali ke Surabaya.
Dan pelaku tabrak lari yang menyebabkan orangtua Agatha meninggal memang sengaja di lakukan. Karena ada unsur dendam dari pelaku utama. Dan dengan kejahatan mereka akhirnya markas mereka diperbatasan Indonesia dan Timor Leste. Di sergap, bahkan pasukan elite dari Jakarta datang kembali dengan di pimpin oleh Jefry pabrik narkoba dan terorisnya ditangkap.
Mau kembali memimpin pasukan elite ini, Jefry harus merayu istrinya. Setelah dia mengirim mereka pulang ke Surabaya dengan pengawalan ketat.
"Mas, janji akan pulang dengan selamat."
Agatha sudah memeluk suaminya bersama Nael anak laki - lakinya.
"Papi titip mami dan adek ya sayang. Tolong jaga mereka."
"Siap papi, kakak akan menjaga mami dan adek Gavi."
Tiga hari setelah Agatha dan anak - anak sampai di rumah. Jefry pulang dengan raut wajah yang bengkak. Sudah tengah malam, dia langsung membersihkan dirinya dan tidur disebelah istrinya. Ditarik tubuh istrinya dibawa kedalam pelukannya.
"Mas......"
"Ya sayang."
"Baru tiba."
"Iya." Agatha langsung membalik badanya dan memeluk suaminya. Sepintas dia melihat ada yang berbeda dari tampang suaminya. Agatha bangun dan menyalakan lampu kamar. Betapa kaget dirinya melihat sudut bibir suaminya ada luka. Agatha langsung memeriksa semua tubuh suaminya. Dia mengambil stetoskop. Jefry tersenyum dan mengikuti apa yang Agatha buat. Hal ini yang membuat cinta Jefry semakin bertambah kepada perempuan ini.
"Terima kasih sayang." Agatha sudah puas setelah memberi pertolongan pertama bagi suaminya.
Pagi hari Agatha sudah bagun dan menyiapkan air hangat di bathup. Diberi aroma terapi kemudian dia membangunkan suaminya. Hal seperti ini biasa di lakukan Agatha jika suaminya baru pulang berlayar atau penyergapan.
"Bangun mas, ade sudah siapkan air panasnya. Aku ngurus Gavi dulu." Agatha yang sudah mau menuju kamar anaknya langsung ditarik dan terjatuh dalam pelukan Jefry. Dicium bibir istrinya.
"I love you."
"Love you more sayang."
Agatha sudah selesai mengurus Gavi anaknya, dia langsung menuju kamar anak bujangnya membangunkan dan langsung mandi. Menyiapkan baju seragamnya. Nael mandi, Agatha ke kamar mereka melihat suaminya. Bertepatan dengan keluarnya Jefry dari kamar mandi. Agatha memeriksa seluruh tubuh suaminya.
"Ini ngak sakit sayang. Yang sakit itu ini."
"Mesum. Ade belum bisa kan belum sebulan." Jefry lemas mukanya, dia menarik istrinya dan dicium secara mengebu - gebu di pagi ini.
"Selesai antar Nael, kita ke rumah sakit sebentar cek up kesehatan mas." Jefry tidak bisa membantah apa yang istrinya bicarakan. Dan hari ini, Agatha ada janjian dengan dokter anak untuk memberi imunisasi kepada Gavi anak bungsunya.
Perjalanan ke rumah sakit dari sekolah Nael tidak lama hanya beberapa menit saja. Setelah melakukan pendaftaran mereka langsung menuju ke klinik anak duluan. Selesai mendapat imunisasi, Gavi langsung dibawa pulang oleh Maria dan Leo ,di temani Christ. Karena Agatha masih menunggu Jefry suaminya medical cek up.
Kebersamaan keluarga ini diperhatikan oleh dokter Bertha. Namun semenjak Jefry memmberi peringatan kepadanya dia, menjadi takut mendekati itu.
"Bagaimana hasilnya nyonya wibowo??"
"Puji Tuhan. Aman semua." Agatha merasa senang waktu keluar dari ruangan dokter Prasetyo spesialis penyakit dalam, setalah melihat dan mendengarkan hasil dari medical cek up suaminya.
"Kamu bahagia sayang." Agatha melihat kearah suaminya. Dengan senyumannya.
"Bahagia sekali. Akau mau mas harus ada bersama adek selalu."
"Sudah pasti sayangku." Jefry merangkul istrinya dan mereka keluar dari lobi rumah sakit. Jefry dan Agatha adalah pasangan suami istri yang menjadi idola semua anggota dan penghuni kesatuan ini.
"Karena masih cuti, ayo ke mall dengan mas. Mas ingin mengulang waktu - waktu kita pacaran."
"Hubungi mama dulu, kasihan Gavi mas."
Agatha pun langsung menghubungi mertuanya. Dan mama mengijinkan mereka. Stok ASI Gavi banyak. Karena Agatha sering pumping. Seperti saat ini selesai makan direstoran. Mereka berdua menikmati waktu berdua bersama, Jefry sengaja membelikan baju buat istrinya, membeli tas, sampai sepatu. Tak lupa juga Agatha membeli baju buat kedua anak laki - lakinya. Agatha berdiri begitu lama di baju anak - anak cewek. Jefry yang melihat itu langsung mendekati istrinya dan memeluknya. Seketika Agatha sadar dari lamunannya.
"Elis sudah bahagia di sorga, dia senang karena sudah ada dua opanya dan omanya disana. Mereka sekarang menjadi pendoa buat kita semua yang ada di bumi ini. I love you." Jefry membisikkan kata demi kata itu dengan lembut di telinga istrinya diakhiri dengan kecupan mesra di leher istrinya.
Mereka menonton film komedi romantis di bioskop. Banyak yang nonton. Mereka berdua menikmati film itu tertawa bersama. Kembali fikiran mereka menjadi fres. Setelah mengambil belanjaan mereka. Jefry dan agatha membeli makanan kesukaan Nael dan membeli kue serta minuman. Kemudian mampir di swalayan belanja kebutuhan rumah serta daging, sayur, dan buah - buahan. Pokoknya bagasi mobil full.
Dalam perjalanan menuju mobil mereka bertemu dengan Milea dan Daniel.
"Adeeekkkkkkk." Agatha kenal, familiar dengan panggilan dan suara itu.
"Mba. Miss you." Agatha langsung memeluk Milia rekan atlit. Centernya waktu di tim.
"Mba juga kangen. Maafkan mba ngak tahu semua kedukaanmu sayang. Ketika tahu sudah terlambat. Tetapi kami bersyukur Jefry memang terbaik dek. Suamimu itu hebat."
"Terima kasih mbaku. Apakah ada sesuatu yang adek terlewatkan??"
"Ya, dek. Mas dan kebagian jandanya."
"Mantan suami mba meninggal. Kami ngak mempunyai anak. Daniel mau menemani mba dan mba berjanji menemani sampai hari tua kami."
"Sungguh!!! Selamat mba. Kapan acaranya??"
"Sudah sebulan lalu di kampung mas Dan." Agatha langsung memeluk Mba Milea.
"Selamat dan berbahagia selalu. " Jefry mengucapkan selamat pertama kepada kedua pasangan itu. Di peluk Daniel dan dibalas juga dengan pelukan yang sama oleh Daniel. Jefry merasa lega, dan Daniel tahu perasaan Jefry itu. Dia hanya tersenyum dalam hati.
"Jadi ibu kapolres dong. Selamat mba ku sayang."
Mereka pun berpisah, namun ada janji untuk makan malam. Agatha dan suami harus membawa anak - anaknya. Agatha merasa senang melihat mba Milea dan Mas Daniel jalan bergandengan tangan. Dalam perjalanan ke sekolah Nael, Jefry tersenyum - senyum bahagia.
"Mas bahagia sekali??"
"Iya dong, mas bersyukur hari ini bisa quality time bersama kamu. Dan mendapat informasi saingan mas sudah menikah. Rasanya plong sekali hati ini." Agatha memukul lengan suaminya.
"Bisakan mas bahagia dek."
"Iya bisa mas. Tapikan cinta adek hanya buat mas. Berarti adek saja yang masih kuatir?"
"Kuatir apa sayang??"
"Kan masih ada saingan adek, dokter Bertha yang pantang menyerah itu." Jefry melihat istrinya ketika mereka sampai di parkiran sekolah Nael.
"Cinta mas hanya buat kamu sayang. Hanya Agatha Anastasya dihati mas." Langsung dicium bibir istrinya, sebelum Agatha turun menjemput anak mereka.
"