NovelToon NovelToon
DOKTER ITU AYAH ANAKKU

DOKTER ITU AYAH ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Anak Genius
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Aline gadis cantik yang berusia 23 tahun, tidak pernah menyangka saat ia menghadiri pesta adik tirinya menjadi sebuah bencana yang membuatnya harus kehilangan keperawanannya.

Puncak dunia Aline hancur saat ayahnya yang seharusnya mendukung dan melindunginya, dengan teganya mengusirnya dari rumah setelah mengetahui bahwa dia sedang hamil dan lebih memilih percaya pada istri dan adik tirinya.

Tidak berselang lama Aline akhirnya bertemu dengan pria yang tidur dengannya, akankah hidup Aline bahagia setelah memilih ikut dengan pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 1 KEHILANGAN HAL YANG PALING BERHARGA

Aline, malam itu ia pergi ke sebuah hotel untuk menghadiri pesta yang sedang diadakan adik tirinya.

Setibanya di sana Aline langsung di sambut hangat oleh Nana. Ia di bawa ke ballroom yang sudah di booking adik tirinya itu.

Nana menggandeng tangan Aline untuk masuk ke dalam. Saat tiba di sana Aline melihat suasana pesta itu terasa sangat ramai, sepasang kekasih saling melakukan berbagai hal yang menurut Aline tidak sepantasnya dipertontonkan di depan umum.

Walau pun itu hanya sebatas melakukan kissing. Seketika hal itu membuat Aline menjadi mual, ia menoleh ke arah adik tirinya sejenak.

"Nana apa benar pestamu sebebas ini?" tanya Aline dengan guratan wajah yang menampilkan ketidak percayaannya.

Nana mengikuti arah pandang kakak tirinya. Wajahnya tampak biasa saja seolah itu adalah hal yang wajar.

"Memangnya kenapa Kak! Plis deh Kak jangan norak? Lagian sudah biasa sepasang kekasih melakukan hal seperti itu."

Aline membuang wajahnya ke arah lain tanpa ingin melihat pemandangan itu lebih lama. Tiba-tiba Nana menarik tangannya membawa ia ke arah sekumpulan teman-temannya.

Di sana mereka tampak sedang mengobrol dengan pasangan mereka masing-masing, Aline melihat di atas meja itu beberapa botol minuman beralkohol yang sudah kosong. Ia merasa tidak nyaman saat berada di sana.

Salah satu pria di antara mereka melangkah maju menuju ke arah Aline. Dengan lancangnya pria itu menyentuh dagu Aline yang membuat wanita itu melangkah mundur.

"Jadi ini Kakak Tiri, Lo! Na." pria itu menatap Aline dengan pandangan yang tidak senonoh.

Di sisi lain, Nana tersenyum tipis sambil mengangguk dengan gerakan kepala yang seolah memberi kode ke arah pria itu.

"Na, sepertinya Kakak pulang saja." Aline hendak melangkah pergi dari sana saat merasakan suasana pesta itu yang tidak terasa nyaman baginya.

Namun, Nana menahan tangan Aline. Ia membawa wanita itu duduk dengannya di antara teman-temannya. "Eeets! Tunggu dulu, mau kemana sih, Kak Aline buru-buru banget?"

Aline bergerak gelisah, ia bangkit dari tempatnya. Namun, lagi-lagi Nana menahannya, membuatnya kembali duduk di posisinya semula.

"Tenang saja Kak, mereka nggak akan macam-macam sama Kakak." Suara Nana terdengar meyakinkan di tengah kegelisah Aline.

Nana menyodorkan segelas air mineral ke arah Aline. "Minum dulu Kak, biar lebih rileks."

Aline tanpa curiga sedikit pun menerimanya, sebelum meminumnya sejenak ia menatap adik tirinya yang sedang tersenyum padanya dan akhirnya meneguk air itu.

Untuk beberapa menit semuanya tampak normal, Aline tidak merasakan apa pun. Ia masih memperhatikan adik tirinya yang sedang menyapa teman-temannya. Hingga ia mulai merasakan pusing dan rasa panas pada tubuhnya.

Aline beranjak dari tempatnya pikirannya hanya satu yaitu menuju toilet. Ia ingin membasuh wajahnya guna mereda hawa panas yang tidak bisa ia jelaskan.

Di sisi lain, Nana yang melihat kakak tirinya pergi dari sana memberi anggukan kecil pada salah satu teman pria nya.

Aline menyusuri koridor hotel itu dengan langkah kaki yang sedikit gontai, sesekali ia mengusap lehernya dan rasanya ingin sekali membuka seluruh pakaian yang membungkus tubuhnya. Namun, pikirannya masih tersadar ia tidak bisa melakukan itu.

"Ada apa denganku?" Ia bergerak gelisah tidak karuan.

Saat tiba di depan pintu kamar mandi. Pria tadi yang sempat menggoda Aline menghampirinya dan tanpa permisi lagi dia membopong tubuh Aline menuju ke sebuah kamar yang sudah di persiapkan untuknya.

"Jangan sentuh aku." Aline masih setengah sadar dan berusaha melepaskan diri dari pria itu.

"Diamlah! Aku hanya menjalankan perintah." ucap pria itu sambil terus melangkah dan masuk ke dalam kamar.

Pria itu membaringkan Aline di atas kasur, menatap wanita itu penuh minat. "Setelah Bos puas denganmu, nanti tinggal giliranku."

Setelah mengatkan itu pria itu melangkah pergi ke luar dari kamar tersebut, menuju ke arah pesta kembali.

Di sisi lain, ada seseorang dengan tatapan tajam yang melihat semua kejadian itu dari kejauhan. Setelah kepergian pria itu dia melangkah mendekat ke arah kamar tersebut.

Tepat setelah seseorang itu berdiri di depan pintu kamar, pintu itu terbuka dengan menampilkan wajah Aline yang matanya sudah sayu dan tangan yang tidak hentinya ingin melepaskan pakaian yang ia kenakan.

"Too-long... aku, ini rasanya sangat tidak nyaman."

Aline langsung menerjang pria yang ada di depannya yang sedang menatapnya dengan wajah bingung, tangan Aline mulai menyusuri rahang tegas laki-laki itu.

Pria itu menggeram pelan saat merasakan sentuhan tangan Aline. Ia mengepalkan kedua tangannya bisa-bisanya ada seseorang yang melakukan hal kotor seperti ini. Pria itu melepaskan pelukan Aline, namun wanita itu memeluknya sangat erat.

"Hei! Nona, jangan seperti ini, bertahanlah saya akan membawakan obat pereda untukmu." Ia hendak melenggang pergi meninggalkan Aline untuk mengambil penawarnya.

"Ak-u sudah tidak kuat, tolong aku Tuan!" Aline mendorong pria itu hingga mereka terjatuh dan masuk ke kamar hotel lain yang kebetulan tidak terkunci.

Di malam itu, hal yang seharusnya tidak pernah terjadi. Justru menyatukan mereka berdua.

Pagi harinya Aline terbangun lebih dulu dari pada pria itu. Wajahnya pucat dengan rambut yang berantakan. Matanya berkaca-kaca memancarkan luka dan kekecewaan. Ia memandang punggung pria asing itu, sekelebat bayangan saat ia meminta tolong pada laki-laki itu muncul dalam benaknya.

Ia menarik selimut itu lebih dalam sambil terisak. Ingin sekali Aline menghujamkan pisau pada punggung laki-laki itu. Namun, percuma saja sebab semuanya telah terjadi dan itu bukan sepenuhnya salah laki-laki itu. Kini kehormatannya sudah hilang dan tidak akan pernah kembali lagi.

Satu-satunya yang ia inginkan saat ini adalah menjauh dari tempat itu dan berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan laki-laki itu.

Setelah membenahi pakaiannya, tanpan menunggu lebih lama lagi Aline segera keluar dari kamar itu dan ingin segera pulang ke rumah. Ia melangkah sedikit tertatih akibat nyeri pada area intimnya.

Setibanya di lobi hotel itu. Aline ingin memesan taksi, tapi apalah daya ia tidak memiliki uang sepeser pun dengan terpaksa ia pulang dengan berjalan kaki.

Sepanjang jalan ia terus menangis mengabaikan orang-orang yang menatapnya heran. Langkah kakinya ia paksakan untuk terus berjalan meski rasa nyeri itu semakin terasa.

Hingga saat tiba di depan pintu rumah, langkahnya terhenti seketika saat ia sayup-sayup mendengar suara adik tirinya dan ibu tirinya yang sedang bersenda gurau.

Aline melanjutkan langkahnya dengan jantung yang berdegub kencang. Ia mendorong pintu itu membuat Nana dan Sinta yang berada di ruang tamu mengalihkan pandangan mereka ke arahnya.

"Dari mana kamu Aline! Jam segini baru pulang?"

Pertayaan itu membuat tubuh Aline Membeku seketika.

1
Key
Ah roti sobek lagi. Spek yg begini² nih yg bikin goyah iman🤣
Key
Apa aku bilang kan, Erlangga kamu siap² sama badai hormonnya bumil. kali ini dia minta mangga muda, satu jam kedepan dia bisa minta Hermes, minta Chanel, YSL, Balenciaga, Rolex, Prada atau malah minta istana tajmahal maybe, atau malah minta cosplay jadi Roro Jonggrang

Seram, Erlangga seram😬😬😬😬🤣
mawar merah
Jangan digoda terus itu anak orang Erlangga
mawar merah
Minta diam-diam ya maling do Aline🤣🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahahaha Dimas Dimas kamu bodohnya kebangetan, perempuan dan anak sambung yang kamu bela, sampai mengusir anak kandung kamu sendiri, ga lebih daripada pelacur murahan 🤣🤣😂😂 begitu kamu bangkrut, mereka tertawa puas dan pergi mencari mangsa baru 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
jangan sampai Dina ini jadi pelacur murahan yang mencoba menghancurkan rumah tangga Erlangga sama Aline
Black Swan
Inget ya Genks cowok ijo neon kaya erlangga sama Bram cuma ada di dalam novel🤭🤭🤭kalau aja ada di dunia nyata
Black Swan
Ngapain datang tuh orang, usir aja
mawar merah
Benar, Ra. Yang penting suami kamu ra. jangan berbuat kejahatan kamu sendiri yang rugi
mawar merah
Dih si profokator datang, serakah lagi serakah lagi. Kamu jangan menuruti ide konyol mama kamu , Ra
Key
Bram suami idaman banget, saat istri dilanda gundah gulana dia bisa menentramkan sekaligus memberi pengarahan yang baik. Sekaligus memberi rasa tentram untuk Rara.
Semoga si Iblis bernama Anita itu, binasa aja🤣
Key
o ow, muncullah iblis berwujud manusia bernama Anita😬 Weh provokasinya bukan lagi😬😬😬
Black Swan
Kayanya kalau cowok udah di dapur kaya gini semua deh🤭
Black Swan
Katanya banyak yang bilang bawaan anak🤭
Key
Ngebayangin betapa randomnya dapur ketika Daddy masak🤭 Pasti setelah itu dapur berubah jadi kapal pecah.
Key
Ibu hamil dilanda badai hormon ya. Siap² Erlangga, bentar lagi Aline bakal minta macem². Mulai dari mangga muda sampe Balenciaga 🤣
mawar merah
Ya Allah pingin ngakak yang keras dech🤣🤣🤣🤣
mawar merah
Duh menggemaskan sekali kamu, Aline
Black Swan
🫠🫠Erlangga coba belajar sabar
Black Swan
Waduh kok ga bilang-bilang sih mau nikah, masa aku ga diundang🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!