NovelToon NovelToon
Istri Yang Kau Sia-Siakan

Istri Yang Kau Sia-Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Nikahmuda
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dipecat karena fitnah

Seperti biasa, setelah salat Subuh, Alesha langsung mengerjakan semua pekerjaan di rumah mertuanya. Memasak, menyapu, hingga mencuci, semuanya ia lakukan tanpa bantuan siapa pun.

Beberapa jam kemudian, semua pekerjaan akhirnya selesai.

Para penghuni rumah lainnya masih belum bangun. Kesempatan itu ia pakai untuk sarapan, agar tidak seperti kemarin yang harus berangkat kerja tanpa sarapan.

"Aku harus cepat pergi kerja," ucap Alesha. Ia tidak ingin bertemu dengan mereka, terutama ibu mertuanya. Mengingat tabungannya diambil begitu saja tanpa sedikit pun rasa bersalah.

Setelah menyelesaikan makannya, Alesha kembali bersiap untuk berangkat kerja. Sekilas ia melirik suaminya yang masih tertidur pulas. Entah pukul berapa Aldo pulang semalam.

Namun, Alesha tidak peduli.

Ucapan suaminya yang selalu membela ibunya masih terasa menyakitkan di hatinya.

Alesha keluar dari kamar dengan rapi, siap berangkat bekerja.

Ia berjalan ke pangkalan ojek sambil menikmati udara pagi yang sejuk.

"Neng Alesha."

Alesha menoleh. Tukang ojek langganannya sedang menyapanya.

"Ojek, Neng?"

Alesha mengangguk.

"Iya, Pak. Tempat biasa, Pak ya."

"Siap, Neng."

Tukang ojek itu menyerahkan helm, lalu segera membawa Alesha ke tempat kerja.

Beberapa menit kemudian, mereka tiba di tempat laundry, tempat Alesha bekerja.

Suasana masih sepi. Karyawan lain belum datang karena masih pukul enam pagi.

"Ini ongkosnya, Pak."

Alesha memberikan uang kepada tukang ojek.

"Makasih neng."

Alesha mengangguk lalu duduk di kursi depan toko sambil menunggu karyawan lainnya datang.

Pagi itu masih sangat sepi. Beberapa toko di sekitar bahkan masih tutup.

Tak lama kemudian, sebuah motor berhenti di depan laundry.

"Sudah datang, Sha?" sapa Pak Darto sambil turun dari motornya.

"Iya, Pak."

"Rajin sekali kamu."

Pak Darto mengeluarkan kunci lalu membuka pintu toko.

Alesha ikut masuk dan mulai bekerja seperti biasa.

Beberapa keranjang pakaian pelanggan yang sudah selesai dicuci mulai ia rapikan.

Saat sedang sibuk bekerja, Alesha merasa ada yang memperhatikannya.

Ia menoleh sekilas.

Pak Darto sedang duduk di dekat meja kasir sambil memandang ke arahnya.

Alesha segera kembali fokus bekerja.

Entah kenapa, tatapan pria itu membuat Alesha tidak nyaman.

Pak Darto melirik ke luar toko.

Suasana masih sepi.

Belum ada karyawan lain yang datang.

Pria itu tersenyum tipis.

Ia bangkit pelan lalu mendekati Alesha.

Alesha yang sedang melipat pakaian tidak menyadari pria itu mendekat.

Sampai sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pundaknya.

Alesha terkejut.

"Pak!"

"Kamu cantik kalau lagi kerja begini."

Alesha langsung mundur beberapa langkah.

"Pak Darto, tolong jaga bicara Anda, Pak."

"Loh, memangnya kenapa?"

Alesha semakin tidak nyaman.

"Pak, saya mau lanjut kerja."

Namun Pak Darto justru kembali mendekat.

Alesha buru-buru mundur beberapa langkah.

"Pak, jangan seperti ini."

Namun Pak Darto tidak berhenti. Pria itu terus maju hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa senti.

Alesha semakin panik.

"Pak, tolong..."

Refleks ia mundur, tapi tubuhnya malah membentur meja lipat di belakang.

Bruk!

Alesha terkejut dan hampir kehilangan keseimbangan.

Dengan cepat Pak Darto menangkap lengannya.

"Pak, lepaskan saya!"

Wajah Alesha sudah pucat. Ia berusaha melepaskan pegangan pria itu, tetapi Pak Darto justru menahan lengannya lebih erat.

Dari arah pintu terdengar suara langkah tergesa-gesa.

"Mas!"

Pak Darto langsung menoleh.

Darmi berdiri di ambang pintu.

Matanya membelalak melihat suaminya sedang memegang lengan Alesha, sementara Alesha berdiri sangat dekat di hadapan pria itu.

Wajah Alesha panik.

Namun dari sudut pandang Darmi, pemandangan itu terlihat sangat berbeda.

"Sedang apa kalian?" bentaknya.

Alesha langsung menarik lengannya.

"Bu, tidak seperti yang Ibu pikirkan—"

"Tanya saja sama dia!" potong Pak Darto cepat.

Alesha membelalak.

Pak Darto menunjuk ke arahnya.

"Dari tadi dia yang justru mendekati saya, Bu."

"Pak!" seru Alesha tidak percaya.

"Saya sudah bilang jangan macam-macam, tapi dia terus cari perhatian."

"Itu bohong!" bantah Alesha.

Namun Pak Darto kembali memotong.

"Saya diam selama ini karena kasihan. Ternyata dia malah semakin berani."

Wajah Darmi memerah karena marah.

Alesha panik.

"Bu, demi Tuhan saya tidak melakukan apa-apa."

"Cukup!" bentak Darmi.

"Bu, tolong dengarkan saya dulu."

"Dari dulu saya sudah curiga!"

Alesha menggeleng kuat-kuat.

"Bu, saya benar-benar tidak bersalah."

"Diam!"

Air mata mulai memenuhi mata Alesha.

"Saya yang diganggu, Bu."

"Lihat! Masih berani memfitnah suami saya."

"Bu—"

"Saya tidak mau dengar apa pun lagi."

Darmi menunjuk pintu keluar.

"Mulai hari ini kamu dipecat."

Tubuh Alesha langsung membeku.

"Bu..."

"Keluar dari tempat saya sekarang juga!"

Alesha menatap Darmi dengan mata berkaca-kaca.

Lalu menoleh ke arah Pak Darto.

Pria itu hanya berdiri diam seolah tidak terjadi apa-apa.

Hati Alesha terasa hancur.

Pekerjaan yang selama ini menjadi satu-satunya tempat ia mencari nafkah kini hilang dalam sekejap.

Dan lebih menyakitkan lagi, ia kehilangan pekerjaan karena tuduhan yang tidak pernah ia lakukan.

Alesha keluar dari toko dengan air mata yang terus mengalir. Ia tidak menyangka akan difitnah seperti itu.

Langkahnya terasa berat, dadanya sesak dan pekerjaannya hilang.

Alesha berjalan tanpa arah.

Tangannya mengepal erat menahan tangis.

"Ya allah, kenapa harus aku?" lirihnya.

"Alesha."

Alesha menghentikan langkahnya.

Luna turun dari motor dan langsung menghampiri Alesha. Ia menatap sahabatnya itu dengan heran.

"Kamu kenapa, Sha? Terus kamu kenapa balik?"

"Lun... aku difitnah..." jawab Alesha dengan suara serak.

Luna langsung melebarkan matanya.

"Difitnah? Siapa yang fitnah kamu, Sha?"

Dengan suara yang bergetar, Alesha menjelaskan apa yang telah terjadi hingga akhirnya ia dipecat.

"Kamu percaya aku kan, Lun? Aku nggak mungkin melakukan hal itu."

Luna mengangguk tanpa ragu.

"Tentu aku percaya kamu, Sha," ucap Luna.

Dia sudah mengenal Alesha sejak mereka duduk di bangku SMA. Sahabatnya itu tidak mungkin melakukan hal seperti yang dituduhkan kepadanya.

Luna mengepalkan tangannya.

"Sialan, aku sudah duga dengan Pak Darto. Dia selalu perhatikan kamu dengan tatapan mesum."

Alesha menundukkan kepalanya.

"Tapi sekarang aku kehilangan pekerjaan, Lun."

Suara Alesha bergetar.

Luna langsung menggenggam tangan sahabatnya.

"Jangan berpikir seperti itu. Kamu nggak salah, Sha."

"Tapi Bu Darmi nggak percaya sama aku."

"Biarkan saja. Orang yang mau percaya fitnah tanpa mencari kebenaran memang nggak akan mudah diyakinkan."

Alesha menggigit bibirnya.

"Aku baru saja kehilangan satu-satunya sumber penghasilanku, Lun."

Luna menghela napas panjang.

Ia tahu bagaimana kehidupan sahabatnya selama ini.

"Kamu cari kerjaan lain, saja."

Alesha menatap Luna.

"Lun..."

"Aku serius. Nanti aku bantu tanya-tanya teman dan kenalanku."

Luna mengepalkan tangannya.

"Dan sejujurnya aku juga sedang cari pekerjaan lain."

Alesha terkejut.

"Kamu juga?"

Luna mengangguk.

"Kalau Pak Darto sudah berani melakukan ini ke kamu, siapa yang bisa jamin nanti aku tidak jadi korban berikutnya?"

Alesha terdiam.

"Pokoknya kamu tenang dulu. Kita cari jalan keluarnya sama-sama."

Air mata Alesha kembali mengalir.

Namun kali ini hatinya sedikit lebih lega.

Setidaknya masih ada seseorang yang mempercayainya.

"Terima kasih, Lun."

Luna tersenyum tipis.

"Sudah sana pulang. Jangan terlalu dipikirkan."

Alesha mengangguk pelan.

Sementara Luna kembali menaiki motornya untuk berangkat bekerja.

Sedangkan Alesha berbalik arah.

Dengan langkah pelan, ia berjalan menyusuri jalanan yang mulai ramai.

Hari terasa begitu berat.

Namun ia tetap melangkah pulang.

Hampir setengah jam Alesha berjalan kaki sebelum akhirnya sampai di rumah.

Dengan langkah berat, ia memasuki rumah.

Helena yang sedang duduk di ruang tamu menatap heran ke arah menantunya yang pulang lebih cepat dari biasanya.

"Alesha."

Alesha menghentikan langkahnya.

"Iya, Bu," balas Alesha.

"Kok sudah pulang? Ini kan belum saatnya kamu pulang kerja?"

"Aku dipecat, Bu."

"APA?!"

1
Ma Em
Leon sdh menemukan gadis teman masa kecilnya semoga benar Alesha reman masa kecil Leon dan berjodoh Alesha dgn Leon , Aldo sdh menikah dgn wanita pilihan nya apakah benar anak yg dikandung Risa adalah anaknya Aldo .
Hatnah Batulicin
peran Alesha org nya terlalu lemah dan letoy 😝😝😝
Nona Jmn: Sabar
total 1 replies
Hatnah Batulicin
terlalu bnyk KTA "hah"disetiap dialog nya
Anonim: awokawok emang lawak awokawok blok
total 1 replies
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjut Thor bikin cerita yg bikin tensi naik🤣🤣🤣🤣🤣
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
yookkk gelud yookkk Mak, sini biar saya smackdown

😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
dome🌬️🌀🌀🌀
haduuhhhhh... Jagan lembek laahhh kau wahai wanita. sudah dihina diremehkan ga dihargai sekarang disakiti secara verbal dan fisik apalagi yg kau harapkan dari si biyawak suamimu. gila digampar masih bisa ngarep dibela. digampar yaa neng digampar.. udah kayak ga ada harga diri lagi lu. ngapain masih ngarep laki percaya sama kamu
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhhhhh.... Mak lampir, itu bukan tanggung jawab mantumu yaa buat nafkahi kluarga kalian. setres kan kalian. coba brobat dl sapa tau gila.
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
kenapaaa,, kok berasa dunia mu yg runtuh Alesha dipecat. ga ada sumber pendapatan yaa yg bisa kau ambil dari Alesha lagi. makin lah kluarga suaminya semakin merendahkan Alesha... cereeeee ajaaaaaa laahhh Gedeg udah akuuuhhh😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
ihhhhh.... jengkelnya. kalau sudah tau tak dihargai dirumah yg kau anggap kluarga lebih baik pisaaahhhhhj... tinggalkan kluarga yg ga bisa menghargai mu itu Alesha. sudah dinafkahi seadanya banyak dituntut ini itu ga dihargai. parahnya udah kayak babu luar negri aja.
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjuuutttt lah.. gaskeuunnnn🤗💪💪
dome🌬️🌀🌀🌀
haduhhhh,,,, baru awal bab dan baru paragraf pertama baca sudah membuat aku punya darah tinggi dadakan😤😤😤

Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁
Ma Em
Semoga Alesha sukses setelah berpisah dgn Aldo , Aldo pasti menyesal karena sdh menyia nyiakan istri sebaik dan sesabar seperti Alesha , semoga Alesha jadi orang yg sukses dan semakin bersinar .
Nona Jmn: Aamin😊
total 1 replies
Ma Em
Alesha kenapa kamu mau memenuhi kebutuhan Aldo dan ibunya sedangkan kerja kerasmu tdk pernah dihargai , lawan mereka Alesha jgn cuma nangis lbh baik tinggalkan suamimu yg tdk pernah menganggap mu istri tapi kamu cuma dianggap pembantu gratisan .
Nona Jmn: Pantau terus Alesha ya, kak🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!