NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Terjerat Cinta Sang Pewaris Ranch

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Showbiz
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: velvetsky

Ellara Dawson adalah gadis desa yang bekerja sebagai perawat kuda di Blackwood Ranch, peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di negara bagian itu. Hidupnya sederhana hingga kedatangan Noah Blackwood, pewaris tunggal kerajaan ranch bernilai miliaran dolar.

Noah sudah memiliki kekasih resmi, Bianca Laurent, seorang sosialita cantik yang dipersiapkan menjadi nyonya Blackwood. Namun takdir terus mempertemukan Noah dan Ellara. Dari jalur berkuda di hutan pinus, danau pribadi ranch, hingga malam-malam panjang di arena latihan kuda, keduanya perlahan menjadi semakin dekat.

Ketika cinta mulai tumbuh, Ellara sadar satu hal dia hanyalah pekerja biasa. Sedangkan Noah adalah pria yang sudah menjadi milik wanita lain.

Di balik kisah cinta mereka, tersimpan rahasia keluarga Blackwood yang bisa menghancurkan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon velvetsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Blackwood Ranch

Kentucky selalu terlihat berbeda saat matahari belum benar-benar terbit. Kabut tipis menggantung di atas hamparan padang rumput yang luas, menutupi pagar-pagar kayu putih yang membentang sejauh mata memandang.

Udara pagi membawa aroma tanah basah, rumput segar, dan kuda-kuda yang baru saja keluar dari kandang. Di kejauhan siluet perbukitan bergelombang berdiri megah di bawah langit yang perlahan berubah dari biru gelap menjadi keemasan. Di tengah lanskap yang indah itu berdirilah Blackwood Ranch. Peternakan kuda terbesar dan paling bergengsi di Kentucky. Tempat yang selama bertahun-tahun hanya bisa Ellara Dawson lihat dari foto-foto majalah berkuda. Dan pagi ini...Ia berdiri tepat di depan gerbangnya.

Ellara menggenggam tali tas ransel di pundaknya sedikit lebih erat. Jantungnya berdebar.

"Bukan waktunya gugup sekarang," gumamnya pelan.

Ia sudah menempuh perjalanan hampir empat jam dari kota kecil tempat ibunya tinggal demi pekerjaan ini. Pekerjaan impiannya Kentucky, merawat kuda-kuda terbaik di Kentucky.

Bagi sebagian orang, pekerjaan itu mungkin tidak terdengar istimewa. Namun bagi Ellara, yang sejak kecil tumbuh di peternakan sederhana milik kakeknya, tidak ada yang lebih membahagiakan daripada berada di sekitar kuda.

Kuda tidak pernah berbohong, tidak pernah berpura-pura, mereka hanya mempercayai orang yang memperlakukan mereka dengan tulus. Sesuatu yang menurut Ellara jauh lebih mudah dibanding memahami manusia.

Sebuah truk pick-up tua berhenti di dekat gerbang. Seorang pria tua berjanggut turun sambil melambaikan tangan.

"Kau Ellara Dawson?"

Ellara mengangguk cepat.

"Ya, Pak."

Pria itu tersenyum ramah.

"Aku Hank. Kepala kandang di sini."

Ellara langsung menjabat tangannya.

"Senang bertemu dengan Anda."

"Selamat datang di Blackwood Ranch."

Hank mempersilakannya naik ke kendaraan. Saat mobil bergerak memasuki area ranch, Ellara tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Lahan peternakan itu terasa tidak ada habisnya. Padang rumput hijau terbentang luas. Kuda-kuda berlari bebas di beberapa area latihan. Bangunan utama ranch berdiri megah seperti rumah bangsawan tua dengan dinding batu krem dan jendela-jendela besar. Semua terlihat sempurna.

"Kau pernah bekerja di ranch sebesar ini?" tanya Hank.

Ellara menggeleng.

"Tidak pernah."

"Takut?"

Ellara tertawa kecil.

"Sedikit."

"Bagus."

Ellara menoleh bingung.

Hank tersenyum.

"Orang yang tidak takut biasanya yang paling cepat membuat masalah."

Mereka tiba di area kandang utama. Suara ringkikan kuda langsung memenuhi udara. Mata Ellara berbinar, ada puluhan kuda di sana. Mungkin lebih dari seratus.

Sebagian sedang dibersihkan, sebagian baru selesai latihan pagi. Beberapa bahkan terlihat seperti kuda balap kelas dunia.

Ellara hampir lupa bernapas.

"Ya Tuhan..."

Hank tertawa.

"Aku bereaksi sama saat pertama kali datang ke sini dua puluh tahun lalu."

Ellara melangkah perlahan menyusuri kandang. Seekor kuda hitam besar mendekati pagar. Matanya tajam, tubuhnya gagah. Ada sesuatu yang megah dalam caranya berdiri.

"Siapa dia?" tanya Ellara.

Hank langsung menoleh.

"Oh."

Nada suaranya berubah.

"Itu Midnight King."

Ellara menatap kuda itu kagum, nama itu tidak asing baginya. Midnight King adalah salah satu kuda pacu paling terkenal di Kentucky. Nilainya bahkan mencapai jutaan dolar.

"Kuda yang memenangkan Bluegrass Derby tahun lalu?"

"Tepat sekali."

Ellara mendekat perlahan, kuda itu memperhatikannya. Biasanya kuda mahal seperti itu tidak mudah menerima orang asing. Namun beberapa detik kemudian, Midnight King justru menundukkan kepala. Seolah mengizinkan Ellara menyentuhnya.

Hank mengangkat alis.

"Menarik."

"Apa?"

"Dia tidak suka orang baru."

Ellara tersenyum lembut sambil mengusap leher kuda itu. "Kurasa dia hanya sedang bersikap ramah."

"Tidak."

Hank tertawa pelan.

"Percayalah, Midnight King tidak pernah ramah."

Pukul enam pagi, matahari akhirnya mulai muncul di balik perbukitan. Cahaya emas menyapu seluruh ranch. Ellara sedang membantu membersihkan salah satu kandang ketika suara derap kaki kuda terdengar dari kejauhan. Semua pekerja mendadak berhenti,

beberapa bahkan langsung menoleh. Ellara ikut melihat ke arah yang sama. Seekor kuda cokelat gelap berlari melintasi jalur latihan. Penunggangnya mengenakan jaket hitam dan topi koboi. Gerakannya begitu tenang, begitu menyatu dengan kudanya.

Seolah mereka bergerak sebagai satu kesatuan.

Pemandangan itu sulit diabaikan. Pria itu menarik tali kekang, kuda berhenti dengan sempurna. Barulah Ellara bisa melihat wajahnya. Rahang tegas, rambut hitam sedikit berantakan karena angin, tatapan tajam yang membuatnya tampak dingin bahkan dari kejauhan. Ada wibawa alami yang sulit dijelaskan.

"Siapa dia?" tanya Ellara.

Hank mengikuti arah pandangnya. Lalu tersenyum tipis. "Itu bosmu."

Ellara berkedip.

"Bos?"

"Noah Blackwood."

Nama itu langsung dikenalnya. Pewaris tunggal keluarga Blackwood, pemilik seluruh ranch. Salah satu pria paling berpengaruh di Kentucky. Noah turun dari kudanya. Beberapa manajer langsung menghampirinya, Semua terlihat gugup. Namun Noah tampak tidak peduli. Ia berbicara singkat, memberi instruksi. Lalu berjalan menuju kandang utama.

Semua orang menyingkir memberi jalan.

Ellara kembali fokus bekerja, ia tidak ingin terlihat seperti pekerja baru yang terlalu penasaran. Namun takdir rupanya memiliki rencana lain. Beberapa menit kemudian suara gaduh terdengar, seseorang berteriak.

"Kuda nomor tujuh lepas!"

Ellara langsung menoleh.

Seekor kuda muda berlari panik keluar dari area latihan. Pekerja lain berusaha mengejarnya, namun kuda itu semakin liar. Beberapa orang nyaris tertabrak.

Situasi berubah kacau dalam hitungan detik.

"Kunci gerbang samping!" teriak seseorang.

Terlambat kuda itu sudah mengarah ke area terbuka.

Jika berhasil keluar, mereka bisa kehilangan hewan bernilai ratusan ribu dolar itu. Ellara meletakkan sekop yang sedang dipegangnya. Ia memperhatikan gerakan kuda tersebut. Panik, takut, tapi belum kehilangan kendali sepenuhnyaitu. Ia mengambil napas panjang. Lalu berjalan perlahan ke jalur yang akan dilewati kuda itu.

"Ellara!" teriak Hank.

Namun gadis itu tidak berhenti, ia justru berdiri di tengah jalur. Beberapa pekerja tampak terkejut. Kuda itu terus berlari, semakin dekat semakin cepat. Sampai akhirnya Ellara mengangkat kedua tangannya perlahan. Tidak berteriak, tidak bergerak mendadak. Hanya berbicara dengan suara rendah yang nyaris tidak terdengar.

"Tenang..."

Kuda itu meringkik.

"Kau aman."

Langkahnya mulai melambat.

"Tak ada yang akan menyakitimu."

Detik berikutnya sesuatu yang mengejutkan terjadi, kuda itu berhenti. Tepat di depan Ellara, napasnya memburu. Namun ia tidak lagi berusaha kabur. Seluruh area ranch mendadak sunyi. Semua orang memandang gadis baru itu. Termasuk Noah Blackwood.

Ellara mengusap leher kuda tersebut perlahan.

"Begitu." Ia tersenyum.

"Anak baik."

Barulah pekerja lain berani mendekat. Ketegangan perlahan menghilang, namun saat Ellara mengangkat kepala ia mendapati seseorang berdiri beberapa meter darinya. Noah Blackwood.

Untuk pertama kalinya mereka bertatap muka. Dari jarak dekat, pria itu jauh lebih mengintimidasi. Matanya berwarna abu-abu gelap, tajam, mengamati setiap detail. Ellara mendadak sadar sepatu kerjanya penuh lumpur. Rambutnya berantakan dan ia mungkin terlihat sangat tidak profesional. Noah melirik kuda yang baru ditenangkannya. Lalu kembali menatap Ellara.

"Siapa namamu?"

Suaranya dalam dan tenang.

"Ellara Dawson."

Pria itu mengangguk singkat.

"Pekerja baru?"

"Ya."

Hening beberapa detik.

Entah kenapa Ellara merasa sedang diuji.

"Bagaimana kau menghentikannya?"

Ellara berpikir sejenak.

"Lewat matanya."

Arsen mengangkat alis.

"Matanya?"

"Dia tidak marah."

"Dia takut."

Jawaban itu membuat pria tersebut terdiam. Untuk pertama kalinya ekspresinya sedikit berubah. Bukan senyum, bukan juga kekaguman yang jelas. Hanya ketertarikan kecil yang muncul sesaat, kemudian menghilang.

"Kerja yang bagus."

Itu saja. Setelah mengucapkan kalimat tersebut, Noah berbalik dan pergi. Sesederhana itu, namun anehnya... Jantung Ellara tetap berdebar beberapa saat setelahnya.

Hari terus berjalan. Pekerjaan di ranch ternyata jauh lebih berat daripada yang ia bayangkan. Namun Ellara menikmatinya. Menjelang sore, ia mendapat kamar kecil di area asrama pekerja. Dari jendelanya terlihat hamparan padang rumput yang luas. Dan jauh di balik sana... Perbukitan Kentucky mulai diselimuti cahaya senja.

Ellara duduk di tepi tempat tidur. Tubuhnya lelah, tangannya pegal, namun ia tersenyum. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa berada di tempat yang tepat. Ia belum tahu apa yang menunggunya di Blackwood Ranch. Belum tahu tentang jalur berkuda yang membelah hutan pinus.

Tentang danau pribadi yang tersembunyi di balik perbukitan. Tentang kompetisi berkuda yang akan mengubah hidupnya. Tentang badai yang suatu hari akan memaksanya terjebak bersama seseorang di pondok kayu terpencil. Dan tentu saja...Ia belum tahu bahwa pria yang baru ditemuinya pagi ini akan menjadi bagian terbesar dari hidupnya.

Di luar jendela, matahari perlahan tenggelam. Sementara di rumah utama Blackwood Ranch, Noah berdiri sendirian di balkon. Tatapannya mengarah ke kandang. Ke tempat seorang gadis baru bekerja sepanjang hari. "Ellara Dawson..." Nama itu terdengar asing. Namun entah mengapa tetap teringat di kepalanya. Dan untuk pertama kalinya setelah waktu yang sangat lama...Noah Blackwood merasa penasaran.

1
chiara azmi fauziah
wow gila noah
Mila Sari
up nya bnyakin thor🤭🤭 jgn nanggung², g enak bet penasaran🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Titik Ristiana
mn lanjutannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!