NovelToon NovelToon
DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

DUNIA GILA,AKU IKUTAN GILA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Komedi
Popularitas:574
Nilai: 5
Nama Author: WA_19019

Dunia ini gila? Mungkin benar. Tapi kalau sudah begini, aku mending ikutan gila saja daripada pusing sendiri. Ikuti kisah konyol Bima dan kawan-kawan yang hidupnya selalu diisi kejadian tak terduga dan kelakuan yang bikin ketawa terus!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WA_19019, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAU BAWA KUE BUAT SAHUR,EH MALAH SALAH AMBIL

Hari-hari di bulan puasa terasa cepat berlalu. Pagi-pagi buta, suasana lingkungan sudah mulai bergerak. Ada suara orang bersiap masak, ada yang menyalakan lampu, dan sesekali terdengar suara orang berjalan ke sana kemari buat keperluan sahur.

Pagi itu, Bima baru saja selesai menyiapkan bekal sahur untuk dibawa ke kantor. Ibunya sudah membungkus dua kotak: satu berisi nasi dan lauk, satu lagi berisi aneka kue manis buat dimakan pelan-pelan sebelum azan subuh. Diberinya ke Bima sambil berpesan:

“Ini bawa hati-hati ya. Kotak yang lebih besar itu nasi dan lauk, yang lebih kecil itu kue. Jangan sampai tertukar atau tumpah, lho.”

“Siap Bu, pasti Bima jaga baik-baik,” jawab Bima sambil memasukkan kedua kotak itu ke dalam tas jinjingnya.

Tidak lama kemudian, Ojak lewat di depan rumah sambil membawa bungkusan juga.

“Wah, Bim! Sudah siap berangkat? Yuk bareng, biar tidak sendirian di jalan,masih gelap ini,” ajak Ojak.

Mereka berdua pun berjalan menuju kantor. Sesampainya di sana, sudah ada Pak Joko yang sudah menyalakan lampu dan menyeduh air panas, juga Kak Dedi yang baru tiba. Tidak lama kemudian datang juga Nina, lalu diikuti Sari dan Rara yang kebetulan juga lewat sambil membawa bekal masing-masing.

“Wah, rame sekali pagi ini. Sudah pada bawa bekal semuanya ya?” tanya Pak Joko sambil tersenyum.

“Iya Pak, biar bisa sahur bareng,biar puasanya lebih semangat,” jawab Rara sambil meletakkan bawaannya di meja panjang.

Semua orang mulai membuka bungkusan masing-masing. Suasana jadi hangat dan akrab, sambil sesekali mengobrol pelan supaya tidak mengganggu ketenangan pagi.

Bima pun membuka tasnya, lalu mengambil salah satu kotak. Karena cahaya lampu masih agak redup dan dia agak terburu-buru, dia lupa melihat ukurannya seperti pesan ibunya tadi. Diambilnya kotak yang terasa agak berat, dia pikir itu yang berisi nasi dan lauk.

Begitu tutupnya dibuka…

“Lho? Ini kue semua?” gumam Bima sambil melongo.

Di dalamnya penuh dengan kue lapis, kue basah, dan kolak pisang bukan nasi dan lauk seperti yang dia harapkan. Dia baru sadar, tadi terbalik mengambilnya! Yang dibuka itu kotak kue, bukan kotak makanannya.

Sementara itu, di sebelahnya Ojak juga baru saja membuka bungkusannya. Dia tertegun sejenak, lalu menggaruk kepalanya sambil bingung.

“Wah, aneh juga hari ini. Saya kira ibu saya bawa nasi dan lauk, kok isinya malah banyak sekali kue manis?” kata Ojak sambil menatap isinya.

Mereka saling pandang, lalu menoleh ke kotak yang masih tertutup di sisi masing-masing. Bima langsung membuka kotak yang tersisa, dan di dalamnya ternyata ada nasi hangat lengkap dengan lauk ikan dan sayur lodeh.

“Wah, kita sama-sama salah ambil ya!” seru Bima sambil tertawa.

“Aku pikir yang berat ini makanan, ternyata malah kue. Kamu juga begitu, Jak?”

Ojak langsung tertawa terbahak-bahak. “Iya juga! Kalau tidak dibuka duluan, kita pasti makan kue saja sampai kenyang, tapi nanti cepat kenyangnya juga. Untung ketahuan!”

Kejadian itu segera terdengar oleh yang lain. Nina, Kak Dedi, Sari, dan Rara ikut melirik dan ketawa melihat kelakuan mereka.

“Dasar kalian berdua ini, kalau tidak diawasi memang selalu ada aja ulahnya. udah dikasih tahu, masih aja bisa tertukar,” kata Nina sambil tersenyum geli.

Rara menimpali sambil menunjuk ke arah kotak kue: “Tapi tidak apa-apa, malah jadi lebih banyak pilihan. Nasi ada, lauk ada, kuenya juga melimpah. Ini namanya rezeki yang tidak disangka-sangka, kan?”

Mereka pun akhirnya mengatur ulang. Nasi dan lauk diletakkan di tengah supaya bisa dimakan bersama, sedangkan kue-kue manisnya juga disusun rapi sebagai pelengkap. Jadinya hidangan sahur pagi itu terasa lebih lengkap dan beragam dari biasanya.

Sambil makan, Pak Joko tertawa mengingat kejadian itu.

“Lihat kan? Kalau tidak tertukar, kita tidak dapat tambahan kue sebanyak ini. Kadang kesalahan kecil justru membawa keuntungan yang lebih enak,” katanya sambil menyantap kue lapis yang rasanya manis pas.

Bima dan Ojak hanya bisa nyengir lebar, sesekali saling ledek satu sama lain.

“Besok hati-hati lagi ya, jangan sampai bawa air minum malah diganti bawa kopi, atau bawa sendok malah yabg dibawa sikat gigi,” goda Kak Dedi sambil tertawa.

Setelah selesai makan dan berdoa bersama menunggu azan subuh, semua merasa kenyang dan segar. Perut terasa cukup, tenaga pun siap buat menjalani puasa seharian.

Di sela-sela beres-beres bekas makanan, Bima berpikir dalam hati:

Memang benar, hal sepele seperti membuka bungkusan saja bisa saja salah kalau kurang teliti. Untungnya kali ini cuma tertukar isi, bukan hilang atau tumpah. Jadinya malah jadi cerita lucu yang bisa dibagi-bagi, dan sahur pagi ini terasa lebih seru dan akrab daripada biasanya.

Saat matahari baru mulai menyingsing perlahan, mereka pun siap memulai hari dengan semangat baru, sambil tetap mengingat kejadian tertukar bungkusan itu sebagai pengingat: walau tergesa-gesa sedikit, tetap harus hati-hati dan teliti.

1
Ananda Anggit
bagus ceritanya 👍
Wulandari Ayuningtyas: makasih😁
total 1 replies
tazayaa
semangat kakk💪💪
Wulandari Ayuningtyas: kakak juga semangat y
total 1 replies
tazayaa
bima udah pesimis aja ni doanya ga dikabulkan🤣🤣
Wulandari Ayuningtyas: wkwk karna pasti ada aja kejadian konyol kak🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!