NovelToon NovelToon
SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

SUAMI SEWAANKU SANG MAFIA PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Perjodohan
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Demi menghindari perjodohan gila dengan rentenir tua pilihan ibu tirinya, Alana nekat menyewa seorang pria asing di pinggir jalan untuk menjadi suami pura-puranya dengan bayaran 5 juta sebulan. Pria itu tampak seperti pengangguran tampan yang sedang butuh tempat sembunyi.

​Alana bekerja keras siang malam untuk menghidupi "suami miskinnya" itu. Ia bahkan rela membelikan pria itu kemeja obralan agar terlihat rapi saat menemaninya.

​Namun, Alana tidak pernah tahu bahwa pria yang setiap malam tidur di sofa sempit apartemennya adalah Xander, pemimpin kartel mafia paling ditakuti sekaligus CEO triliuner yang kekayaannya tak berseri. Saat keluarga tiri Alana mencoba menginjak-injak hidup gadis itu, mereka tidak sadar bahwa mereka telah membangunkan iblis kejam yang sedang menyamar.

​"Siapa pun yang berani menyentuh milikku, bersiaplah kehilangan nyawa." — Xander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Suami Seharga Lima Juta

Hujan badai mengguyur kota Jakarta malam ini, seolah-olah ikut meratapi kemalangan nasib yang menimpa Alana Krystal. Gadis berusia dua puluh satu tahun itu berdiri menggigil di bawah kanopi sebuah ruko tua yang sudah tutup. Kedua tangannya meremas selembar draf surat perjanjian nikah kontrak yang dicetaknya terburu-buru di warnet tadi sore hingga kertas putih itu kini menjadi sangat kusut.

​Air matanya sudah mengering sejak berjam-jam yang lalu, menyisakan jejak kepedihan dan keputusasaan yang begitu pekat di dadanya. Besok pagi. Pikiran itu terus berputar seperti kaset rusak di kepalanya. Ia hanya memiliki waktu hingga besok pagi pukul sembilan sebelum ibu tirinya yang kejam, Melinda, menyeretnya secara paksa untuk menandatangani akta pernikahan dengan Juragan Bahar. Pria tua bangka berwajah bengis itu adalah seorang rentenir lintah darat yang usianya jauh lebih tua daripada mendiang kakek Alana sendiri. Semua kekacauan gila ini terjadi hanya demi melunasi tumpukan hutang judi kasino milik ibu tirinya yang nilainya mencapai miliaran rupiah.

​"Aku harus menemukan suami. Malam ini juga. Siapa saja, asalkan bukan pria tua keparat itu," gumam Alana dengan suara yang bergetar hebat karena kedinginan. Gigi-giginya saling berantuk menahan angin malam yang menusuk hingga ke tulang.

​Langkahnya yang gontai dan tanpa arah akhirnya membawa Alana ke depan sebuah kedai ramen kecil yang sepi di sudut pinggir jalan raya. Di dalam ruangan temaram yang beraroma gurihnya kaldu itu, tampak seorang pria sedang duduk sendirian di meja pojok paling belakang.

​Langkah kaki Alana mendadak terhenti di ambang pintu. Sepasang matanya terpaku pada sosok asing tersebut. Pria itu mengenakan setelan kemeja hitam polos yang tampak sedikit kusut dan basah pada bagian bahunya, menandakan bahwa ia juga baru saja menerobos lebatnya hujan. Namun, bukan penampilannya yang membuat napas Alana tiba-tiba tercekat. Pria misterius itu memiliki garis rahang yang sangat tegas setajam pahatan patung Yunani klasik, hidung mancung yang sempurna, dan aura dominan yang luar biasa kuat hingga sanggup mencekik udara di sekitarnya. Kehadirannya terasa sangat berbahaya, sangat kontras dengan kedai mi murahan tempatnya berada saat ini.

​Digerakkan oleh dorongan nekat, kegilaan, dan rasa panik yang sudah mencapai puncaknya, Alana melangkah masuk ke dalam kedai. Ia berjalan lurus tanpa ragu menuju meja pria itu, lalu menggebrak permukaannya dengan pelan menggunakan kedua tangannya yang gemetar.

​"Jadilah suamiku!" seru Alana lantang. Kalimat tidak masuk akal itu meluncur begitu saja dari bibirnya yang pucat, memecah kesunyian di tengah suara rintik hujan yang menghantam atap seng kedai.

​Pria itu perlahan-lahan menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengaduk secangkir kopi hitam. Ia mengangkat wajahnya dengan sangat tenang. Saat sepasang mata kelam sehitam batu obsidian itu menatap Alana, ada kilat dingin dan mematikan yang sanggup membuat bulu kuduk gadis itu berdiri seketika. Tatapan mata itu begitu tajam menembus langsung ke dalam jiwanya, seolah-olah pria di hadapannya ini sudah sangat terbiasa mencabut nyawa manusia hanya lewat sekali pandang.

​"Apa yang baru saja kau katakan, Nona?" Suara pria itu terdengar sangat rendah, serak, dan berwibawa, seakan mampu menggetarkan meja kayu tebal di antara mereka berdua.

​Alana menelan ludahnya dengan susah payah demi mengumpulkan sisa keberaniannya. Ia memaksakan kakinya agar tetap berdiri teguh. "Menikahlah denganku secara siri malam ini. Ini adalah pernikahan kontrak. Aku sangat membutuhkan tameng hukum untuk melarikan diri dari paksaan keluarga tiriku."

​Alana segera merobek tas kecilnya, mengeluarkan seluruh persediaan uang tunai yang dimilikinya, lalu meletakkannya di atas meja dengan tegas. "Aku akan membayar upahmu sebesar lima juta rupiah setiap bulan! Makanan dan tempat tinggal di apartemen kecilku juga akan kutanggung secara gratis. Kau... kau sepertinya adalah pria pengangguran yang sedang butuh tempat persembunyian yang aman dari masalah, bukan? Kita berdua sama-sama diuntungkan dalam hal ini!"

​Di kursi tempatnya duduk, Xander Leonidas nyaris saja mendengus geli mendengarkan tawaran konyol tersebut. Pria pengangguran? Betapa ironisnya. Gadis kecil yang malang ini sama sekali tidak mengetahui bahwa pria yang berada di depannya ini baru saja membantai empat orang pembunuh bayaran profesional kelas dunia dengan tangan kosongnya sendiri sekitar satu jam yang lalu. Xander hanya sedang terduduk santai di kedai kumuh ini sembari menunggu para anak buahnya selesai membersihkan kekacauan berdarah yang terjadi di gang sempit sebelah ruko.

​Uang lima juta rupiah? Sungguh menggelikan bagi seorang pemimpin tertinggi kartel mafia terbesar sekaligus CEO dari perusahaan triliuner multinasional. Harga satu buah kancing manset berlian hitam yang melingkar di balik lengan kemejanya saja bernilai tidak kurang dari sepuluh miliar rupiah.

​Xander baru saja hendak membuka mulutnya untuk menyuruh gadis sinting ini pergi sebelum ia memutuskan untuk mematahkan lehernya yang rapuh. Namun, pandangannya mendadak terpaku pada jemari mungil gadis itu yang bergetar begitu hebat saat menyodorkan kertas kontrak di atas meja. Sepasang mata indahnya tampak kemerahan, menyimpan luka dan ketakutan yang sangat mendalam, tetapi ia tetap berusaha keras untuk terlihat kuat dan tegar di hadapan orang asing.

​Sesuatu di dalam dada Xander yang selama ini sedingin es mendadak berdesir aneh. Sebuah ide gila yang sangat menarik melintas di benak sang penguasa kegelapan. Sudah beberapa minggu ini ia memang sedang mencari dalih yang tepat untuk menghilang sejenak dari radar pengawasan musuh-musuh bisnisnya. Tinggal di dalam apartemen sempit bersama seorang gadis biasa yang polos terdengar seperti sebuah taktik kamuflase yang sangat sempurna dan tidak akan pernah terduga oleh siapa pun.

​Dengan senyuman tipis misterius yang sama sekali tidak terbaca, Xander meraih pena murahan dari genggaman Alana. Ia menggoreskan tanda tangannya di atas kertas bermaterai tersebut dengan gerakan yang sangat cepat dan tegas.

​"Baiklah, Istriku," ucap Xander dengan nada suara yang terdengar sedikit menggoda. "Kesepakatan kita berdua resmi diterima. Sekarang, bawa aku pulang ke rumahmu."

​Alana membelalakkan kedua matanya yang bulat dengan sempurna. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa ide gilanya yang lahir dari keputusasaan ini akan berhasil sepenuhnya. Pria asing yang sangat tampan ini benar-benar menyetujui kontrak pernikahan tersebut tanpa banyak bertanya!

​"Tu—tunggu sebentar, siapa nama aslimu?" tanya Alana dengan nada suara yang terdengar sangat gugup sembari memasukkan kembali lembaran kertas perjanjian berharga itu ke dalam tasnya.

​"Panggil saja aku Xander," jawabnya pendek seraya beranjak berdiri dari kursinya. Postur tubuhnya yang tegap dan tinggi menjulang membuat Alana harus mendongak untuk menatapnya.

​"Ayo kita cepat-cepat pergi dari tempat ini, Xander, sebelum pemilik ruko ini mengusir kita karena kedainya mau tutup," ajak Alana yang segera berbalik badan, bersiap untuk memandu suami miskin barunya berjalan kaki menuju halte bus terdekat dalam keadaan basah kuyup.

​Namun, tepat ketika langkah kaki mereka berdua baru saja melintasi pintu kaca kedai ramen untuk melangkah ke area trotoar, sebuah suara decitan ban mobil yang sangat keras mendadak memecah kesunyian malam yang dingin.

​Ciiiitttt!

​Tiga buah mobil mewah jenis SUV anti peluru berwarna hitam pekat bergerak dengan kecepatan tinggi lalu berhenti mendadak secara bersamaan. Ketiga mobil besar itu langsung memblokir jalanan tepat di depan posisi Alana dan Xander berdiri saat ini. Seluruh kaca jendela mobil yang dilapisi warna hitam pekat yang luar biasa gelap membuat atmosfer di sekitar tempat itu mendadak berubah menjadi sangat mencekam dan menakutkan.

​Jantung Alana seakan-akan berhenti berdetak saat itu juga. Keringat dingin berukuran sebesar biji jagung mulai mengalir deras di pelipisnya. Seluruh tubuhnya mendadak gemetar hebat karena diselimuti rasa ngeri yang luar biasa. Apakah mereka semua adalah orang-orang suruhan berdarah dingin dari Juragan Bahar? Apakah pria tua bangka lintah darat itu sudah berhasil melacak keberadaannya secepat ini?

​Pintu mobil SUV yang berada di barisan paling depan perlahan-lahan mulai terbuka lebar. Seorang pria paruh baya bertubuh sangat kekar, mengenakan setelan jas hitam formal yang sangat rapi, melangkah turun menembus derasnya air hujan tanpa memedulikan pakaian mewahnya yang basah. Pria berjas itu berjalan mendekat, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam dengan penuh rasa hormat yang luar biasa menghadap ke arah Alana dan Xander berada.

​"Tuan Besar Rex..." panggil pria bertubuh kekar itu dengan nada suara berat yang berwibawa namun dipenuhi kepatuhan mutlak.

​Seluruh tubuh Alana mendadak membeku kaku seperti sebongkah batu es. Ia menolehkan kepalanya secara perlahan-lahan untuk menatap wajah pria misterius yang baru saja disewanya secara sah dengan harga murah senilai lima juta rupiah per bulan tersebut. Tatapan mata Xander yang semula terlihat santai, kini telah berubah total menjadi sangat gelap, dingin, kejam, dan mematikan, persis seperti seorang iblis yang siap membantai seluruh mangsanya.

​Siapa sebenarnya pria pengangguran yang baru saja ia nikahi secara siri ini? Mengapa orang-orang kelas atas menunduk patuh di hadapannya?

1
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍
Orang_Cuman_Cerita: Lagi Proses Kak 👍
total 1 replies
Anonim
Lanjutkan 👍
Orang_Cuman_Cerita
Sukakan?💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!