NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Jalan Keabadian Penguasa Sembilan Alam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merampas akar spiritual bawaannya, Lin Tian—sang jenius nomor satu dari Kota Daun Gugur—jatuh menjadi "sampah" yang dilumpuhkan dan dihina oleh klannya sendiri. Selama tiga tahun, ia menelan segala penderitaan dan penindasan dalam diam, bertahan hidup hanya demi mencari kebenaran tentang orang tuanya yang hilang dan membalas dendam pada mereka yang merampas masa depannya.
​Namun, roda takdir berputar ketika darahnya tanpa sengaja membangkitkan jiwa Kaisar Alkemis Surgawi yang tertidur di dalam liontin peninggalan ibunya, Mutiara Kekacauan Primordial.
​Mendapatkan warisan kuno dan merombak fisiknya menjadi Tubuh Pedang Kekacauan, Lin Tian kembali menapak jalan kultivasi yang kejam. Di dunia di mana hukum rimba berlaku mutlak dan kekuatan adalah satu-satunya kebenaran, Lin Tian harus menggunakan akal, taktik, dan kekuatan barunya untuk membelah segala rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Kejatuhan Sang Jenius dan Darah pada Liontin Tua

​Matahari sore memancarkan cahaya jingga kemerahan, menyinari pelataran latihan Klan Lin di Kota Daun Gugur. Suara hantaman tinju pada tiang kayu dan teriakan semangat para pemuda klan terdengar riuh, menciptakan atmosfer penuh vitalitas.

​Namun, di sudut pelataran yang paling sepi, pemandangan yang berbeda terlihat.

​Seorang pemuda berusia lima belas tahun dengan pakaian abu-abu lusuh tengah duduk bersila, napasnya terengah-engah, dan keringat dingin sebesar biji jagung menetes dari dahinya. Wajahnya pucat pasi, namun sepasang matanya memancarkan keteguhan yang tajam seperti pedang.

​Namanya Lin Tian.

​Ia sedang mencoba memandu untaian energi spiritual (Qi) dari alam ke dalam tubuhnya. Sayangnya, begitu energi itu memasuki tubuhnya, Qi tersebut langsung bocor keluar bagaikan air yang dituang ke dalam keranjang bambu yang berlubang.

​"Gagal lagi..." gumam Lin Tian, mengepalkan tinjunya hingga kuku-kukunya menancap ke telapak tangan. Darah segar menetes perlahan, namun rasa sakit fisik itu tidak sebanding dengan rasa perih di hatinya.

​Dulu, ia adalah bintang paling terang di Kota Daun Gugur. Di usianya yang baru dua belas tahun, ia telah mencapai Tahap Pengumpulan Qi tingkat 5, sebuah rekor yang tak tertandingi di sejarah Klan Lin. Masa depan tampak begitu cemerlang, dan ia bahkan bertunangan dengan Su Yue, gadis paling berbakat dari keluarga bangsawan Su.

​Namun, takdir memang kejam.

​Tiga tahun lalu, dalam sebuah ekspedisi ke Hutan Siluman Kematian, tunangannya, Su Yue, meracuninya demi merebut Akar Spiritual Pedang bawaan miliknya. Tidak hanya itu, Su Yue menghancurkan meridian dan Dantian-nya, mengubah jenius nomor satu Klan Lin menjadi sampah yang bahkan tidak bisa menyimpan secuil energi spiritual.

​Su Yue kini telah terbang tinggi, direkrut oleh Sekte Awan Mengambang yang agung. Sementara Lin Tian? Ia dibuang ke sudut klan, menjadi bulan-bulanan para pelayan dan anggota klan lainnya.

​"Hei, lihat siapa itu! Bukankah itu mantan jenius kita, Tuan Muda Lin Tian?"

​Sebuah suara penuh ejekan memecah lamunan Lin Tian.

​Tiga orang pemuda berjalan menghampirinya. Pemimpinnya adalah Lin Feng, sepupu Lin Tian yang bertubuh kekar dan kini berada di Tahap Pengumpulan Qi tingkat 3. Di masa lalu, Lin Feng bahkan tidak berani menatap mata Lin Tian. Namun sekarang, ia adalah salah satu penindas utama.

​Lin Tian tidak menjawab. Ia hanya berdiri, mengusap debu dari pakaiannya, dan berniat pergi.

​"Berhenti di sana, Sampah!" Lin Feng melangkah maju, menghalangi jalan Lin Tian. Ia menyeringai meremehkan. "Besok adalah hari pembagian jatah sumber daya klan. Karena kau tidak bisa berkultivasi, percuma saja kau mengambil tiga Batu Spiritual bulan ini. Serahkan padaku."

​"Itu adalah jatah untuk biaya pengobatan ayahku yang sakit," jawab Lin Tian dingin, tatapannya menghunus tajam. "Minggir."

​"Beraninya kau menatapku seperti itu?!"

​Bugh!

​Sebuah tendangan keras mendarat di perut Lin Tian. Tanpa perlindungan Qi, tubuh rapuhnya terlempar beberapa meter ke belakang dan menghantam dinding batu.

​Lin Tian memuntahkan seteguk darah segar. Rasa sakit yang luar biasa menjalar di seluruh organ dalamnya, pandangannya mulai berkunang-kunang.

​"Dengar, Sampah," Lin Feng berjongkok, menjambak rambut Lin Tian dan memaksanya mendongak. "Zamanmu sudah berakhir. Kau hanyalah beban bagi Klan Lin. Jika bukan karena ayahmu dulunya adalah Kepala Klan, kau sudah dibuang ke jalanan untuk dimakan anjing liar! Besok, serahkan Batu Spiritual itu, atau aku akan mematahkan kedua kakimu."

​Setelah meludah ke tanah, Lin Feng berbalik dan pergi sambil tertawa terbahak-bahak bersama para pengikutnya.

​Lin Tian tergeletak di tanah yang dingin. Ia berusaha bernapas meski dadanya terasa sesak. Tangannya yang gemetar perlahan merogoh ke kerah bajunya, menggenggam sebuah liontin tua berbentuk mutiara kusam berwarna abu-abu.

​Liontin itu adalah satu-satunya peninggalan ibunya yang hilang secara misterius saat ia masih bayi. Mutiara itu tidak memancarkan energi spiritual apa pun, tampak seperti batu jalanan biasa. Namun, di saat-saat paling putus asa, menggenggam liontin ini memberikan sedikit ketenangan baginya.

​Tanpa disadari oleh Lin Tian, darah dari sudut bibirnya yang menetes ke dadanya meresap perlahan ke dalam mutiara kusam tersebut.

​Tiba-tiba, mutiara itu bergetar.

​Sring!

​Sebuah cahaya abu-abu yang sangat samar berkedip. Sebelum Lin Tian bisa memahami apa yang terjadi, sebuah kekuatan hisap yang luar biasa menarik kesadarannya. Pandangannya menjadi gelap gulita.

​Di Dalam Ruang Kehampaan

​Ketika Lin Tian membuka matanya kembali, ia tidak lagi berada di pelataran klan yang dingin. Ia berdiri di tengah sebuah ruang hampa yang tak bertepi. Bintang-bintang meredup dan meledak di sekelilingnya, menciptakan ilusi penciptaan dan kehancuran alam semesta.

​Di hadapannya, melayang sebuah prasasti batu raksasa yang memancarkan aura kuno yang begitu pekat. Di atas prasasti itu, duduk bersila sesosok bayangan ilusi seorang lelaki tua dengan jubah putih bermotif diagram Yin-Yang.

​Lelaki tua itu membuka matanya. Tatapannya seolah bisa menembus ruang dan waktu, melihat langsung ke dalam jiwa Lin Tian.

​"Tiga ribu tahun... Setelah tertidur selama tiga ribu tahun, akhirnya Darah Ketuhanan murni berhasil membangunkan sisa jiwa kursi ini."

​Suara lelaki tua itu bergema seperti guntur di benak Lin Tian, membuat jiwanya bergetar.

​"Siapa kau? Tempat apa ini?" Lin Tian bertanya, berusaha menyembunyikan keterkejutannya. Ia sadar, eksistensi di depannya ini bukanlah sesuatu yang bisa dipahami oleh kultivator biasa.

​Lelaki tua itu tersenyum tipis, membelai jenggot putihnya yang panjang.

​"Tempat ini adalah ruang di dalam Mutiara Kekacauan Primordial. Sedangkan aku... orang-orang di masa lalu menyebutku Kaisar Alkemis Surgawi. Bocah, aku telah melihat penderitaanmu, dan aku melihat api dendam di matamu. Meridianmu hancur? Dantianmu layu? Hahaha, di mataku, itu hanyalah luka goresan anak kecil!"

​Mata Lin Tian membelalak. Napasnya tercekat. "Kau... kau bisa menyembuhkanku? Kau bisa memulihkan kultivasiku?"

​"Memulihkan? Terlalu remeh!" Lelaki tua itu mendengus bangga. "Bocah, mulai hari ini, kau adalah murid pewaris tunggalku. Aku tidak hanya akan menyembuhkanmu, aku akan merombak tubuh fana itu menjadi Tubuh Pedang Kekacauan yang ditakuti para Dewa! Pertanyaannya adalah... apakah kau memiliki tekad untuk menanggung rasa sakit dari penempaan ulang takdir?"

​Lin Tian tidak ragu sedetik pun. Ia mengingat wajah sombong Su Yue, tawa merendahkan Lin Feng, dan penderitaan selama tiga tahun terakhir. Ia berlutut dengan satu kaki, menundukkan kepalanya dalam-dalam.

​"Guru ada di atas, terimalah sujud muridmu! Selama aku bisa membalas dendam dan melindungi orang-orang yang kusayangi, aku bersedia menelan penderitaan seperti apa pun!"

​Senyum lelaki tua itu melebar, memancarkan aura dominasi yang menindas langit dan bumi.

​"Bagus! Bersiaplah, Lin Tian. Malam ini, Benua Fana akan menyaksikan kebangkitan kembali sang Naga yang tertidur!"

​Cahaya keemasan yang menyilaukan meledak dari prasasti batu, langsung menyelimuti tubuh Lin Tian. Di malam yang sunyi itu, roda takdir seorang pemuda yang kelak akan mengguncang Sembilan Alam baru saja mulai berputar.

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪🙏
yos helmi
😍😍😍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣3🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪
yos helmi
💪💪💪💪🤣🤣🤣👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍
Fajar Fathur rizky
klan huangpu dan leluhurnya akan musnah hahahaha
Daryus Effendi
terlalu banyak penjelasan jadi nya membosankan
T28J
semangat kak 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!