NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:604.1k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Sembilan hari menjelang lebaran, Butik langganan Enzo terlihat lebih ramai dari biasanya. Lampu-lampu kristal memantulkan cahaya hangat ke deretan kain premium yang tersusun rapi. Aroma parfum ruangan yang lembut menyambut setiap pelanggan yang masuk.

Erza dan Elora berdiri di kiri-kanan Azalea. Elora menggenggam tangan ibunya, sementara Erza berjalan sedikit lebih dewasa, meski sesekali tetap menempel pada lengan Azalea. Enzo melangkah percaya diri menuju meja resepsionis.

“Kita ingin membeli pakaian sarimbit untuk sekeluarga,” katanya pada Diana, desainer sekaligus pemilik butik itu.

Diana yang sedang mengecek katalog langsung mendongak. Wajahnya yang selalu tampil glamor tampak terkejut ketika melihat Azalea.

“Aku punya model, corak, dan warna yang cocok untuk kalian,” kata Diana, lalu berhenti. Tatapannya berpindah dari Azalea ke anak-anak, lalu kembali ke Enzo. “Tapi ....” Ia menyipitkan mata. “Siapa ini?”

Enzo menjawab tanpa ragu. “Dia istriku. Aku ingin pakaian muslim untuk kita berempat.”

Mata Diana membulat. “Sejak kapan kamu menikah, Enzo?!” pekiknya cukup keras hingga beberapa karyawan menoleh.

“Sudah delapan bulan,” jawab Enzo tenang.

“Delapan bulan?!” Diana mengibaskan rambutnya dramatis. “Kamu menikah tapi tidak mengundangku? Sungguh tega! Padahal setengah tahun lalu kamu ke sini beli setelan jas untuk acara pengusaha se-Asia Pasifik!”

Enzo hanya tersenyum tipis. “Waktunya mepet.”

Azalea menahan senyum melihat ekspresi Diana yang setengah kesal setengah penasaran.

“Jadi kalian mau pakaian seragam keluarga muslim?” tanya Diana akhirnya, mengubah nada menjadi profesional. “Aku punya beberapa model yang sudah launching awal Ramadan. Tapi ada juga yang belum aku pasarkan. Biasanya eksklusif, untuk klien khusus.”

“Boleh kami lihat dulu,” ujar Azalea lembut.

Diana membawa mereka ke ruang fitting khusus. Ia menggelar beberapa sketsa desain di atas meja kaca. Model gamis dewasa dengan potongan elegan, koko dengan detail bordir sederhana tapi mewah, serta dua set pakaian anak dengan warna senada.

“Masya Allah, bagus sekali ini,” puji Azalea tulus.

“Kamu suka?” tanya Enzo, menatap wajah istrinya.

Azalea mengangguk. “Warna sage ini lembut sekali. Tidak mencolok, tapi tetap elegan.”

“Aku mau lihat!” seru Elora sambil berjinjit.

Diana memperlihatkan gambar jilbab kecil yang serasi dengan gamis anak.

“Ada jilbabnya?” tanya Elora berbinar.

“Ada, dong,” jawab Diana.

“Aku suka!” Elora langsung memeluk lengan Azalea.

Erza hanya mengangguk pelan. “Kalau Mommy pilih, pasti bagus.”

Azalea menatap Erza dengan penuh sayang. “Kakak percaya sama Mommy?”

Erza tersenyum. “Percaya.”

Hati Azalea menghangat.

“Kalau kalian suka yang ini,” kata Diana, “akan aku siapkan hari ini juga. Tiga hari lagi bisa diambil.”

Enzo mengangguk mantap. “Baik.”

Setelah urusan pakaian selesai, mereka tidak langsung pulang. Karena sedang puasa, Enzo memilih tempat hiburan dalam ruangan.

“Ke wahana bermain saja, ya. Biar tidak kepanasan,” kata Enzo.

“Yeaaay!” Elora bersorak.

Di dalam area bermain, Erza dan Elora tertawa lepas. Azalea duduk di bangku panjang, memperhatikan mereka dengan senyum yang tak pernah lepas. Enzo duduk di sampingnya.

“Kamu terlihat bahagia,” ucap Enzo pelan.

“Aku memang bahagia,” jawab Azalea jujur.

Enzo terdiam. Hatinya terasa penuh. Dia pun merasa bahagia.

Tiga hari sebelum lebaran, Mall dipadati pengunjung. Semua orang mendorong troli penuh belanjaan. Lagu-lagu Lebaran mulai diputar di pengeras suara.

Azalea datang sendiri untuk membeli bahan kue, buah-buahan, dan camilan. Sementara Enzo memilih menjaga anak-anak di Timezone.

“Aku tidak mau kejadian dulu terulang,” kata Enzo tegas.

Azalea mengangguk. Ia tahu maksudnya, kejadian saat anak-anak berkelahi dulu masih membekas di hati Enzo.

Troli Azalea penuh dengan tepung, mentega, cokelat, kurma, sirup, hingga kaleng kue.

Semua jalur kasir penuh sesak, Azalea mencari antrean paling ujung yang sedikit lebih lengang. Saat mendorong troli, tiba-tiba ia mendengar suara kecil.

“Om Reza, aku mau beli cokelat ini.”

Azalea spontan menoleh. Di antara rak makanan ringan, berdiri Reza bersama seorang anak perempuan kecil—Nadin. Azalea langsung mengenalinya. Anak Nadia, yang dulu ikut lomba mewarnai.

“Kamu minta mamamu saja. Om tidak bawa uang banyak,” jawab Reza, beralasan.

“Tapi Mama lama sekali di toilet,” rengek Nadin.

Tak lama, Nadia datang dengan langkah santai. “Ayo, kita ke kasir.”

“Nadia, Nadin mau cokelat itu,” kata Reza sambil menunjuk cokelat impor yang harganya mahal.

“Ambil saja,” jawab Nadia enteng.

Azalea berharap dalam hati mereka tidak antre di jalur yang sama. Namun, takdir seakan gemar menguji kesabaran.

“Eh, ada mantan kamu, tuh, Reza!” celetuk Nadia tiba-tiba, menatap Azalea dengan senyum mengejek.

Beberapa orang di sekitar menoleh. Reza ikut melihat ke arah Azalea. Tatapannya jatuh pada troli besar yang penuh.

“Wah,” gumam Reza pelan. “Dia belanja begitu banyak, uang dari mana?!”

Azalea berhenti sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam.

Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan ego. Ia menoleh dengan senyum tenang.

“Halo,” sapanya sopan.

Nadia tertawa kecil. “Belanjanya banyak sekali. Wah, mantan kamu sepertinya makmur sekali, ya, Reza.”

Reza terlihat canggung. “Sudahlah, Nad.”

Azalea tetap tersenyum. “Alhamdulillah. Rezeki itu sudah ada yang mengatur.”

Nadia mengangkat alis. “Sendiri saja belanjanya?”

“Tidak,” jawab Azalea lembut. “Suami saya sedang menjaga anak-anak di area bermain.”

Kata “suami” diucapkannya dengan tenang, tanpa pamer.

Reza menelan ludah. “Kamu … sudah menikah?”

“Sudah lama,” jawab Azalea singkat.

Petugas kasir memanggil antrean mereka. Azalea maju lebih dulu. Ia membayar semua belanjaannya tanpa ekspresi berlebihan.

Sebelum pergi, Azalea menoleh sebentar. “Semoga puasanya lancar,” ucapnya tulus. Lalu, ia dibantu oleh seorang karyawan mendorong troli itu, menjauh. Tidak ada sindiran atau balasan tajam, hanya ada ketenangan.

Di perjalanan menuju Timezone, Azalea tersenyum kecil.

Ketika sampai di area bermain, Elora langsung berlari memeluknya. “Mommy! Lihat aku dapat tiket banyak!”

Erza ikut mendekat. “Mommy lama sekali.”

Enzo berdiri di belakang mereka. “Semua aman?”

Azalea mengangguk. “Aman.”

Tatapan mereka bertemu. Enzo seolah bisa membaca bahwa ada sesuatu yang terjadi, tapi ia memilih tidak bertanya. Karena yang terpenting, Azalea kembali dengan senyum.

Di tengah hiruk pikuk persiapan lebaran, keluarga kecil itu kembali berkumpul. Azalea sadar, kedamaian bukan tentang siapa yang lebih kaya,

atau siapa yang lebih tinggi gengsinya. Kedamaian adalah saat ia pulang dan ada tiga orang menunggunya dengan rindu. Dan bagi Azalea, itu sudah lebih dari cukup.

***

Bacaan rekomendasi bagi kalian yang cari bacaan komedi yang bikin perut bergetar 😁

1
Susma Wati
untuk kali ini enzo tidak terjebak akan permainan karmila, enzo mendapatkan kebenaran akan apa yang terjadi pada jasmine adalah permainan karmila dan dia teramat menyesal, tapi dengan apa yang menimpa azelea yang di fitnah terkuak sudah kejahatan karmila yang tidak dapat di maafkan oleh enzo dan mama elsa, tapi bagaimana dengan azelea jika tahu kakaknya meninggal karena fitnah karmila dan ketidak percaya an enzo terhadap jasmine yang membuat dia bersedih dan meninggal?
Ita rahmawati
huh dasar Enzo 😏
gimana kalo azalea tau ceritanya,,tp gpp sih azalea kan bijaksana pasti gpp sambil tersenyum menyejukkan 😂
SasSya
💔💔💔💔💔💔😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
sakit hati rasanya
remuk redam
Jasmine 🫂🫂🫂🫂
entahlah!!!
Enzo pantas menyesali semua
tapi ingat!!!
jangan berlarut2 meratapi masa lalu!!!!!
jangan mengulang!
kasih kabar istri di rumah!!!
Azalea khawatir itu
ah!!!!
entahlah!!!!
zo Enzo!!!
tragis sekali nasib Jasmine 🫂🫂🫂🫂😭😭
Ita rahmawati
lah berarti Enzo blm tau kalo itu permainan karmilot tp kok dia slalu minta maaf kalo inget Jasmine apa ada hal lain 🤔
Yuliana Tunru
fitnah mmg kejam dan harapan q.karma karmila lbh kejam dr kematian 😡
SasSya
sebenarnya ini yg ku tunggu....
pembersihan nama Jasmine
akhirnya semua terbuka dengan sejelas-jelasnya
mama
noh kan bner,enzo baru tau soal jasmine yg difitnah.,brrti km ooon pak enzoo🤣sekian lama bertahun tahun baru tau km🤭
Gadis misterius
Akhirnya kau menyesal kan enzo mknya jngn main tuduh selidiki dan pahami dngn pikiran hati yg tenang apa lagi dirimu orang yg pnya kuasa tp sdhlah smua sdh masa lalu sekrang jngn ulangi lagi
Ida Sriwidodo
Huft!
Bodo klp Enzo mengulanginya ke Azalea meski dengan dalih penyesalan!
Tapi.. gimana reaksi Azalea jika tau apa yang terjadi sama kk nya sebelum akhirnya meninggoy? 🤔🤔
Rahma Inayah
dan pada. akhirnya Enzo hidup dlm penyesalan dan menghukum drnya sendri dlm kesunyian dan kegelapan dlm hidupnya hingga terang kmbli stlh bertmu dgn lea yg menerangi hidup nya dan juga ank2 nya
Kar Genjreng
makanya dirimu tidak bisa mengendalikan Emosi nya coba meranty jadi TKW dan di nikahin olehmu wanita baik ,,,setelah pergi baru menyesal dan datang terlambat penyesalan mue,,, Jasmine ahirnya mati sia sia di karena kan ulah si pELaKoR dan si bodoh Enzo percaya ya sudah cuco,,,
Kar Genjreng
dan sekarang apa akan kamu ulang kejadian beberapa tahun lalu,,, kenapa ga jawab telf Azalea apa mau terjadi lagi terhadap istri mu Enzo,,,, sekarang sudah jelas kan bukan perbuatan Istri mu,,,jangan sampai terulang lagi Istri mu sedang gelisah saat ini cepat lah pulang,,,Enzo kalau tidak mau terulang kembali,,,
Nifatul Masruro Hikari Masaru
kalau sudah tiada baru terasa
bahwa kehadirannya sungguh berharga
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Tragis sekali nasib Jasmine,difitnah sampai meninggal😥😥😥
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Kasihan Jasmine jadi korban si Karmila😥😥
Ida Sriwidodo
Wahh.. jan sampe rasa bersalah Enzo ke Jasmine bikin sikap Enzo ke Azalea berubah karena penyesalan karena rasa bersalah apalagi ketika orangnya udah ngga ada akan dibawa seumur hidup
Jan sampe karena penyesalan Enzo jadi mengabaikan Azalea 😱😱🤔🤔😬😬
Mundri Astuti
berarti dulu Enzo masih oon yak...
Gadis misterius
jngn disesali iya enzo smuanya sdh terjadi dan sdh berlalu yg pnting drimu tau klu jasmine prempuan baik2 sekrang waktunya mnjga azelea dan bahagiakan dia krn klu azelea bahagia insya Allah jamine juga ikut bahagia
Yuliana Tunru
makin lah marah dan murka enzo saat tau kamila yg fitnah jasmine dukunhingga meragukan kesetiaan jasmine hingga akhir hayat x beri hukuman ug indah enzo
Sugiharti Rusli
entah diimingi apa yah si Rendi selama ini dari si Karmila, apa dia hanya disuruh jadi mata" nya🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!