Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 01
"Tidak mungkin! Papa tidak mungkin meningal! Papa tidak mungkin meninggal kan dok? Dia masih bisa di selamatkan, iya kan dok!?" ucap seorang gadis cantik yang saat ini tengah mengguncang tubuh seorang dokter yang berdiri di hadapan nya.
"Maaf nona, tapi kami sudah melakukan yang terbaik, kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pak Adnan, namun takdir berkata lain, beliau telah meninggal dunia," kata dokter tersebut yang turut bersedih karena tidak mampu menyelamatkan nyawa pasien mereka.
Seketika lutut gadis cantik itu melemah, ia jatuh dan kemudian tak sadarkan diri, segera beberapa orang membawa nya masuk ke dalam ruang rawat untuk di priksa.
Sementara itu di sisi lain,
"Akhirnya semua telah usai, kita mendapatkan apa yang kita mau, sudah saatnya aku menarima bagian dari mu, aku sudah menjalankan tugas dengan baik sayang," kata seorang laki-laki yang saat ini memeluk erat seorang wanita cantik dari belakang.
"Usai katamu? Siapa bilang ini telah usai? Kau pikir gadis itu tidak akan menjadi penghalang untuk ku?" ucap wanita cantik itu dengan tatapan jengkel.
Ia membalikkan tubuhnya dan menatap laki-laki yang tadinya memeluk ia dari belakang.
Wanita itu terlihat sangat muda meskipun usianya telah mencapai empat puluh lima tahun, tubuh nya cukup terawat dan wajah nya hanya ada sedikit kerutan, dari pakaian yang dia kenakan juga sudah menujukkan kalau dia adalah wanita yang berasal dari keluarga kaya dan bermartabat.
"Lalu, apa kau juga ingin aku membunuhnya?" laki-laki itu terlihat sangat santai ketika mengatakan ingin membunuh, dia sepertinya sudah terbiasa melakukan hal tersebut.
"Bodoh, jika kau melakukan nya, itu akan membuat banyak yang menaruh kecurigaan kepada ku, aku akan memikirkan cara lain," kata wanita itu lagi sambil tersenyum.
"Rusita, kau memang wanita pintar dan licik," kata laki-laki tersebut kembali membelai wanita yang dia pangil dengan nama Rusita.
Keesokan harinya ...
Gadis cantik itu lagi-lagi menangis di depan sebuah makam yang masih basah, air matanya tidak ada henti-hentinya mengalir.
"Papa, kenapa mama meninggalkan aku secepat ini? Bukan kah papa sudah berjanji kalau setelah mama pergi papa akan selalu ada untuk ku, tapi kenapa? Kenapa kalian malah sama-sama pergi meninggalkan aku?" ratapan itu terdengar begitu memilukan hati orang-orang yang mendengar nya.
"Sudah lah Sofia, menangis seperti ini juga tidak akan membuat papa mu kembali lagi ke dunia ini, sebaiknya ayo kita kembali ke mansion," ujar wanita cantik yang memakai pakaian serba hitam layaknya seseorang yang sedang berduka.
"Tidak, aku tidak mau aku masih ingin di sini," kaya gadis itu yang ternyata bernama Sofia.
Melihat Sofia yang kekeh masih ingin berada di pemakaman sang papa, wanita itu pun menjadi kesal namun ia menahannya.
Selang dua puluh menit kemudian, pemakaman pun telah sepi, tersisa hanya ada Sofia dan seorang wanita ya itu mama tiri nya Sofia. Rusita, ya dia adalah Rusita wanita licik dan juga gila harta.
"Sudah cukup bermain-main di tempat kotor ini, ayo seret dia pulang," kata Rosita yang sedari tadi menunggu di mobil dan memerintahkan kepada dua anak buahnya untuk membawa Sofia kembali ke mansion.
"Siap nyonya," dua anak buah Rosita segera berlari ke pemakaman dan menyeret paksa Sofia masuk ke dalam mobil.
"Merepotkan saja," kata Rosita yang kemudian memberi kode ke sang sopir agar segera melaju.
"Aku masih mau di pemakaman! Aku tidak mau pulang ma, tolong berhenti, aku bisa pulang sendiri," kata Sofia sedikit memberontak.
"Diam kau, masih ada urusan yang perlu aku selesaikan dengan mu, jika tidak aku tidak akan peduli kau mau berapa lama di kuburan itu," kata Rusita sambil menatap tajam Sofia.
Sofia tak bisa berbuat apa-apa, saat usianya mencapai angka sepuluh tahun sang mama telah menutup mata untuk selamanya, dan setelah usia Sofia menginjak angka lima belas, sang papa memutuskan untuk menikahi seorang janda cantik yang punya satu anak, semua ini di lakukan untuk membuat Sofia bahagia dan kembali memiliki kehangatan keluarga.
Dan ternyata wanita tersebut adalah orang terdekat Sofia, dia Rusita, teman dekat mendiang mama nya Sofia, dia janda beranak satu.
Anak nya bernama Tara, yang saat itu usianya lebih muda dua tahun dari Sofia.
Rusita selalu bersikap baik terhadap Sofia setelah mama nya Sofia meningal dunia, dia selalu berusaha menjadi peran penganti ibu bagi Sofia yang masih polos, hal ini membuat nya sering datang ke mansion membawa Tara untuk menjadi teman bermain nya Sofia.
Dan hal ini membuat papa Afdan segera jatuh cinta dengan Rusita dan memilih untuk menikahi nya dan membawa mereka tingal di mansion bersama dengan Sofia.
Awalnya Sofia berfikir dengan begitu dirinya tidak akan kesepian lagi dan kembali memiliki kelaurga kecil, apalagi ada Tara yang usianya tiga belas tahun tak terlalu jauh dari Sofia yang berusia lima belas tahun mereka menjadi teman sekaligus adik kakak yang sangat akur.
Namun semua itu hanya berlangsung saat awal-awal pernikahan saja, setelah beberapa bulan Rusita menjadi istri sang papa, dia mulai berubah selalu memperlakukan Sofia dan Tara secara berbeda.
Begitu juga dengan Tara dia jadi semakin menujukkan sikap aslinya, dia selalu ingin menguasai barang-barang milik Sofia dan tidak segan-segan merusak nya.
Tidak bisa di ungkiri selama lima tahun terakhir Sofia hidup menderita di bawah aturan mama tiri dan adik tirinya yang sok berkuasa, di tambah lagi sekarang sang papa meninggal mungkin penderitaan Sofia akan berlipat ganda.
"Lima tahun aku menderita pa, dan papa tidak pernah mengetahui hal itu karena aku ingin papa bahagia, namun sekarang papa sudah tidak ada, mereka pasti tidak akan membiarkan aku tenang di mansion ini, mereka pasti akan mengambil semua yang aku miliki pa, kenapa? Kenapa papa meninggalkan aku di saat aku ingin papa tau semuanya?" kata Sofia yang saat ini sedang duduk di tepi ranjang dan menatap foto sang papa, dirinya dan juga mama nya, itu adalah satu-satunya foto keluarga yang mereka ambil saat usia Sofia masih lima tahun.
Sofia kembali menangis dan memeluk foto tersebut hatinya benar-benar hancur berkeping-keping karena telah menjadi yatim piatu.
Sang papa meningal dengan kronologi kecelakaan saat pulang dari dinas di luar negeri.
"Bukan kah papa bilang saat kembali dari luar negeri, akan merayakan ulang tahun ke dua puluh ku, tapi kenapa papa malah pergi? Kenapa pa?" Ratap Sofia lagi.
Ia terus memeluk foto tersebut sampai akhirnya ia ketiduran, sangking lelahnya menagis.
Semalam pun berlalu begitu cepat.
Bersambung ....