NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:439.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 Sah!

"Astaga, menantuku! Apa yang sedang kau lakukan di sini? Kenapa tidak bilang-bilang kalau mau datang?" sapa Siska yang baru saja keluar dari lift dan menggandeng seorang pria paruh baya berbadan gemuk dan bermata liar.

Melihat Dominic berada di sana, Siska buru-buru melepaskan gandengannya dan memasang senyum paling manis yang ia punya. Senyum yang penuh dengan tipu muslihat.

Siska menghampiri Dominic dengan langkah terburu-buru, matanya jelalatan mencari sosok lain. "Apa kau datang bersama Clara? Dimana putriku? Harusnya kalian memberiku kabar lebih dulu supaya aku bisa menyiapkan penyambutan yang layak."

Dominic bahkan tidak melirik ibu mertuanya sama sekali. Ia tetap fokus pada cerutu di tangan kirinya, sementara tangan kanannya menggenggam ponsel yang terus bergetar.

"Anda tidak perlu repot menyambut tuan Dominic, Nyonya Siska. Beliau datang seorang diri karena keinginannya sendiri. Kebetulan beliau sedang suntuk di rumah," potong Marco cepat sebelum Siska sempat menyentuh lengan kemeja bosnya.

Marco tahu betul betapa muak nya Dominic pada keluarga ini. Keluarga parasit yang hanya tahu cara memeras dan bersandiwara.

Dominic menatap layar ponselnya sesaat. Lima puluh panggilan tak terjawab dari Clara.

Biasanya, Dominic adalah orang pertama yang akan panik. Ia akan menelepon balik, mengirim bunga, atau membelikan tas mewah hanya agar Clara berhenti merajuk.

Tapi pagi ini, melihat deretan notifikasi itu hanya membuatnya merasa hambar.

Rasa bersalah yang biasanya menghantuinya seolah menguap bersama asap cerutunya.

"Tuan, aku sudah siap." langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar dari arah tangga darurat.

Keyla muncul dengan wajah pucat, matanya sembab, dan pakaian yang tampak sedikit kusut meski sudah dirapikan sebisa mungkin.

Keyla langsung menghampiri Dominic, jemarinya yang gemetar reflek menyentuh ujung lengan kemejanya.

Melihat pemandangan itu, rahang Siska hampir jatuh. Detik berikutnya, wajahnya memerah padam.

Amarahnya pun meledak seketika.

"Hei, jala-ng kecil! Berani sekali kau bersikap tidak sopan pada menantuku?!" seru Siska.

Tanpa peringatan, ia maju dan menyambar rambut Keyla, menariknya dengan kekuatan penuh hingga kepala Keyla terdongak ke belakang.

"Aakh! Ampun, Ibu!" Keyla menjerit, kedua tangannya berusaha melepaskan cengkeraman kuku-kuku tajam Siska dari kulit kepalanya.

"Kau pikir kau siapa, hah?! Berani-beraninya kau mendekati Dominic! Kau itu sampah, Keyla! Tugasmu semalam sudah selesai, sekarang masuk ke kamarmu!" Siska berteriak kalap. Ia merasa kecolongan besar.

Selama ini ia sengaja menyembunyikan Keyla di rumah belakang agar tidak ada pria berkuasa yang melihat aset berharganya, terutama jangan sampai menantu kayanya ini tahu keberadaan gadis itu.

"Lepaskan calon istriku!" seru Dominic. Suaranya membuat Siska membeku di tempat.

Cengkeramannya pada rambut Keyla perlahan melonggar karena rasa syok yang luar biasa.

"Apa... apa kau bilang? Calon istri?" Siska menganga, matanya mengerjap tidak percaya. "Kau sedang bercanda, kan, Dom? Kau sudah punya Clara! Kau itu menantuku!"

Dominic mematikan cerutunya ke asbak di atas meja lobi dengan perlahan dan penuh penekanan.

"Aku tidak perlu menjelaskan apa pun padamu, Nyonya Siska. Mulai detik ini, urusan Keyla dengan keluargamu sudah berakhir. Aku akan membayar lunas semua hutang keluarganya!"

"Hah?" Siska semakin shock.

Sebenarnya apa yang sudah Keyla berikan untuk Dominic sampai pria itu rela melunasi hutang keluarganya yang menggunung?

Dominic menikmati ekspresi hancur di wajah Siska. Ini adalah bayaran kecil bagi wanita yang tega menjual anak tirinya sendiri.

Melihat Siska gemetar antara takut kehilangan pendonor dana dan amarah karena putrinya diduakan adalah hiburan pagi yang cukup menarik.

"Marco, siapkan mobil sekarang!" perintah Dominic.

"Baik, Tuan. Mobil siap meluncur!" Marco bergegas menuju parkiran, sembari diam-diam ia bersiul kecil. Drama pagi ini lebih seru daripada sinetron jam tayang utama, pikirnya.

Dominic merapikan kerah kemejanya, lalu berbalik menatap Keyla yang masih memegangi kepalanya yang berdenyut.

Dengan gerakan yang tak terduga, ia mengusap kepala gadis itu, merapikan helai rambut yang berantakan karena ulah Siska.

"Sakit?" tanyanya dengan nada yang sedikit melembut, meski wajahnya tetap kaku.

Keyla mendongak, menatap mata elang pria yang baru saja merenggut kesuciannya namun kini seolah menjadi satu-satunya pelindungnya.

Keyla memaksakan sebuah senyum tipis yang getir. "Tidak, Tuan. Aku... aku sudah terbiasa," jawabnya.

Dominic terdiam. Terbiasa, katanya?

Kata itu menyentil sesuatu di sudut hatinya yang paling dalam. Pandai sekali gadis ini berbohong di depan rasa sakitnya sendiri.

Tanpa bicara lagi, Dominic meraih tangan Keyla, menggenggamnya dengan erat, lalu membawanya keluar dari hotel itu tanpa menoleh lagi pada Siska yang masih berdiri mematung seperti orang bodoh di tengah lobi.

"Apa-apaan ini? Menantuku akan menikah lagi? Dengan Keyla?" Siska bergumam sendiri, napasnya memburu. "Apa Clara sudah tahu? Gila! Ini benar-benar gila!"

Dengan tangan gemetar, Siska meraih ponselnya. Ia harus segera menghubungi Clara.

Jika Dominic benar-benar membawa Keyla pergi, maka keran uang dari menantunya itu bisa tersumbat selamanya.

"Halo, Clara?! Kau di mana?! Cepat bangun, bodoh! Suamimu... suamimu baru saja membawa adik tirimu pergi untuk dijadikan istri kedua!"

*

*

Di dalam mobil yang mulai melaju, Marco yang sedang menyetir melirik dari spion tengah ke arah Dominic dan Keyla yang duduk di kursi belakang.

"Tuan," panggil Marco memecah kesunyian. "Hanya sekadar mengingatkan, setelah ini kita ke butik atau langsung ke kediaman utama? Saya perlu tahu durasi keamanan nyawa saya sebelum nona Clara melemparkan vas bunga ke kepala kita semua."

Dominic hanya menatap jalanan di depan dengan dingin. "Catatan sipil lalu butik. Dia tidak bisa bertemu ibuku dengan pakaian sampah seperti ini."

"Siap, Tuan. Saya akan siapkan mental saya untuk menjadi tameng hidup anda nanti siang," gumam Marco sambil menghela napas pasrah.

*

*

Gedung itu menjadi saksi sebuah ikatan yang lahir dari keterpaksaan. Di hadapan petugas dan Tuhan, janji suci diucapkan.

"Selamat, kalian resmi menjadi suami istri," ucap petugas itu seraya menutup berkas yang baru saja ditandatangani.

Keyla mendongak, menatap pria yang kini sah menjadi suaminya. Matanya yang sendu berkaca-kaca, memancarkan ketakutan akan masa depan yang gelap.

Baginya, pernikahan ini bukanlah perlindungan, melainkan penjara baru setelah kehormatannya direnggut semalam.

Dominic menatap balik dengan sepasang mata elang yang dingin, tanpa ada binar cinta sedikit pun. Namun, saat melihat air mata Keyla hampir jatuh, ia meraih tengkuk gadis itu, menariknya mendekat hingga kening mereka bersentuhan.

"Jangan menangis. Kau sudah berada di bawah kendaliku sekarang," bisik Dominic. "Aku akan bertanggung jawab penuh, terutama jika benihku mulai tumbuh di rahimmu. Tidak akan ada yang berani menyentuhmu lagi, termasuk keluargamu yang bajingan itu."

1
Betri Betmawati
kyk tom dan jery mereka 😄😄
Betri Betmawati
klu mau Damian bodoh dia, dh jelas dia TK kn bisa bersama Keyla KRNA adik nya,
Betri Betmawati
mereka adik kakak jgn marah gitu dom
Betri Betmawati
sabar Damian nanti ada jodoh baru untuk mu,
Keyla itu untuk Dominic
Betri Betmawati
ngk jelas bgat apa sech hasil nya
Betri Betmawati
siap2 lh hidup miskin Clara
Betri Betmawati
Dominic siap2 mu kehilangan Keyla , dia adik nya Damian
Siti Aisyah
waah seruu kayak nya ini..2 musuh yg disatukan dlm perkawinan..mereka punya misi masing.masing...🤣👍
Betri Betmawati
hebat siclara ternyata bukan cuma Damian,
pasti Keyla adik nya Damian
Betri Betmawati
KNPA ngk jujur aja sech klu dulu kau penyelamat kn orang terluka key
Betri Betmawati
Dominic benar2 dibikin gila mau2 menuruti saran zoey 😄😄
apa sich rencana Damian jangn2 Keyla adik nya lgi
Betri Betmawati
itu ja perlu diajarkan payah sekali kau dom
Betri Betmawati
lambat kerja otak Keyla KRNA bangun tidur
Betri Betmawati
Marco benar Dominic Damian dia mencari sesuatu tapi belum ketemu maka dia mendekati istri mu, kau cerai kn tu si Clara
Mamah Dini11
lbh baik jujur vale damian juga gk srjahat itu dia merasa bersalah waktu ini kalau kmu jujur pasti damian bertanggung jawab , buang niat burukmu vale pikirkan lgi perkataan damian dia gk sjahat itu, dan bersatulah drmi balas dendam pd clara dn ayahmu yg telah membuangmu demi jalang si clara.
Betri Betmawati
ngaku aja ngk pa2 Dominic
Betri Betmawati
mimpi lh kau Clara
Betri Betmawati
menjijikan siclara ini, bisa2 melakukan semua itu dit4 terbuka kyk gitu, Marco cpet lh lapor bos mu
Betri Betmawati
rugi nya si Clara menyia nyia kan sidominic
Mamah Dini11
damian awas kmu hati2 kayaknya kmu menolong anjing kejepit , marco awasi juga si valeria itu kayaknya gadis licik ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!