NovelToon NovelToon
Magic Knight: Sunder-soul

Magic Knight: Sunder-soul

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Perperangan / Antagonis
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Arion Saga

Arion adalah seorang pemuda biasa yang terobsesi dengan novel fantasi populer berjudul Magic Knight, ia bukan penggemar pahlawan suci kerajaan Ashford, namun seorang antagonis yang namanya samapersis Arion. Arion didalam cerita novel, merupakan seorang antagonis yang dikhianati oleh kerajaannya sendiri, ia putra mahkota yang dilengserkan karena alasan Arion terlalu kejam dan tidak layak untuk menduduki tahta, namun kenyataannya para petinggi istana taku akan kekuatannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Saga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1. Pangeran Mahkota Yang Di Asingkan

Sebuah situasi tak terbayangkan benar-benar ia alami, Arion hanya ingin menghilangkan penat, kembali membaca novel kesukaannya, Magic Knight. Novel populer yang bercerita tentang pangeran pedang suci dari kerajaan Ashford menumpas segala musuhnya, yang tidak lain adalah manusia itu sendiri.

Dunia pedang dan sihir, yang berfokus pada para knight.

Arion tersedot kedalam novel setelah ia terlalu membayangkan bagaimana jika ia menjadi sosok Arion Von Astra. Antagonis yang telah di lengserkan, didalam cerita Arion menjadi musuh tokoh utama hanya di cerita awal, setelah ia dilengserkan, Arion terlupakan dalam cerita dan akan kembali jauh setelah cerita berlanjut.

***

Sebuah langit dengan nuansa penuh aroma kesegaran menghanyutkan setiap indra, kedua mata yang menatap indah ke langit-langit tanpa awan menutupi, dan udara tanpa sedikitpun polusi.

Setiap jemarinya bergetar akan pemandangan dunia novel yang ia sukai ini.

Kehijauan alami dunia tanpa adanya asap dari segala polusi modern menjadi pembeda disini.

Arion melihat sekeliling, berdiri di balkon kantornya bekerja.

Kastil yang ia tinggali ternyata lebih megah jika dilihat langsung. Karna dalam novel ia cuma bisa membayangkan betapa menakjubkannya kastil ini.

Sensasi panas menjalar pangkal tenggorokannya saat sebuah kehidupan yang familiar ia bayangkan melalui narasi novel, kini mulai terurai dalam pikiran.

Arion melihat dirinya sebagai bocah yang berlarian penuh tawa dibawah sinar matahari. Sebelum bayang-bayang kepedihan merenggut segalanya.

Tawa itu perlahan berubah menjadi suara parau penuh luka, hingga akhirnya wajah dalam ingatan itu mengeras menjadi sosok tanpa senyum yang kini berdiri menatap langit.

**

"mohon ampun...Tuan Arion."

langkah pelayan itu tersendat, seolah lantai yang ia injak terbuat dari kaca tipis seakan bisa pecah setiap saat. Sambil meremas ujung pakaiannya, ia berbisik terbata-bata.

"Nona Elara telah sampai digerbang depan. Namun.. Beliau membawa surat segel perak. Beliau berniat membatalkan pertunangan hari ini juga."

"Hahaha..."

Tawa Arion mereda. Meninggalkan kesunyian yang jauh lebih menakutkan bagi si pelayan. Sang pangeran tidak berteriak. Dia hanya berdiri diam dengan kedua tangan masuk ke saku celananya.

Sebuah gestur santai yang justru terasa sangat menekan.

Ia menatap tajam pelayan dihadapannya membuat udara seolah membeku.

"Menarik sekali. Bawa mereka masuk sekarang. Aku ingin melihat seberapa besar keberanian mereka untuk berdiri di hadapanku."

Ketegangan di pundaknya seolah meluruh bersama hembusan napas panjang setelah ia berlari jauh dari hadapan pangeran.

*

Diatas singgasana yang dingin Arion mematung.

Dengan posisi kaki menyilang dan tangan yang menopang kepala dengan jarinya mengepal.

Ia memancarkan aura penguasa yang bosan

Keheningan ruangan itu pecah saat pintu terbuka lebar. Membiarkan cahaya luar masuk bersama rombongan yang hendak memutuskan ikatan mereka.

Arion mempertahankan tatapan tajamnya, meski sebenarnya fokusnya sudah buyar sejak melihat sepasang telinga hewan yang menyembul dari balik rambut sang tunangan.

Imut sekali... batinnya meronta.

Namun dia bukan lagi dirinya yang dulu di dunia nyata.

Disini, ia adalah antagonis yang dibenci. Satu gerakan lembut saja bisa merusak alur cerita yang telah tersusun.

Maka, dengan susah payah ia memendam keinginan untuk tersenyum dan justru memperdalam kerutan di dahinya, menciptakan aura yang semakin mencekam demi menjaga jati diri sang Pangeran angkuh.

"Berani sekali kalian berdiri setinggi itu di depanku." gumam Arion sinis

Ia tak perlu berteriak; cukup dengan tatapan mata yang berkilat tajam, sebuah tekanan tak kasat mata menghujam seisi ruangan.

Rombongan itu tersentak, keberanian mereka luruh seketika saat mereka terpaksa mengambil sikap berlutut menjaga kehormatan-atau lebih tepatnya nyawa mereka.

Diantara mereka hanya satu atau dua orang yang masih bersusah payah menumpu berat tubuhnya. Meski wajah mereka pusat pasi menahan beban aura Sang Pangeran.

Ditengah tekanan Arion kedua orang yang masih bisa berdiri tidak lain hanyalah tuan putri yang merupakan petarung dibalik wajah imutnya.

Dan seorang ksatria pengawal yang lumayan kuat namun memiliki perasaan terpendam kepada Putri Elara.

Sesosok bayangan berkelebat melintasi ruangan. Sebelum ksatria itu sempat berkedip dinginnya baja sudah menempel di kulit lehernya.

Sebas pelayan yang merangkap sebagai pembunuh bayaran, kini berdiri di belakang ksatria itu dengan posisi yang sempurna.

"Tuan Muda bertanya kenapa lututmu masih berdiri tegap.."

bisik sebas dengan nada datar yang mengerikan.

"apa kau butuh bantuan untuk mematahkannya?"

Dibalik wajah dinginnya jantung Sebas sebenarnya berdegup kencang karena kagum

Luar biasa! Aura Tuan Arion hari ini sungguh mempesona! Aku harus memastikan tidak ada yang merusak momen megah ini.

Bersambung...

1
Leon 107
ngak tau lagi apa yang mau dibaca...
Leon 107
pertama...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!