NovelToon NovelToon
PEWARIS TERHEBAT 7

PEWARIS TERHEBAT 7

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Crazy Rich/Konglomerat / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Sci-Fi / Balas Dendam
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Lorcan (pemimpin Ultra Tech) yang terluka parah harus bertahan dari kejaran Galata bersama sisa anak buahnya, sambil berusaha mencapai Mondeno. Sementara itu, Xander dan kelompoknya—termasuk Osvaldo Tolliver, Lance, George, dan yang lain—berusaha melindungi diri dan menyelidiki misteri sosok hitam yang menjadi sumber kekuatan Draco.

Galata kini menggunakan "orang-orang berkemampuan khusus" yang telah dimodifikasi untuk melacak dan menyerang musuhnya. Luc dan Graham berusaha meretas sistem Galata, sementara Lorcan terpaksa bekerja sama dengan mantan musuhnya untuk bertahan hidup. Di sisi lain, Osvaldo Tolliver justru menyerahkan diri sebagai umpan untuk mengelabui Draco.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

"Dasar brengsek!" Lorcan meringis kesakitan, menahan pinggangnya yang terluka sebab terkena tembakan. Ia bergegas mengubah tangan kanannya menjadi tangan robot yang kemudian mengobati lukanya.

Lorcan memejamkan mata erat-erat, menahan rasa sakit yang menjalar. Begitu membuka mata, ia mendapati Talon dan dua anggota lain tengah mengobati luka mereka.

Suasana mendadak hening. Di tengah awan mendung yang semakin mendekati bangunan tua dan angin dingin yang berembus semakin kencang, Lorcan terus menahan kesakitan hingga akhirnya ia tertidur.

Talon bergegas mendekat, mengecek kondisi Lorcan. "Ketua kehabisan cukup banyak darah sehingga dia tidak sadarkan diri. Kami beruntung karena berhasil selamat meski dua anggota lain berhasil tertangkap. Perjalanan menuju Mondeno akan semakin sulit sekarang."

Hujan mengguyur deras, disusul oleh angin kencang. Beberapa ranting terbang dan menabrak jendela dan dinding berlubang. Tetes air juga terseret ke lubang di dinding yang sudah dihiasi oleh tanaman merambat.

Lorcan membuka mata perlahan, melirik tangan robotnya yang masih mengobati luka. Ia melihat Talon menghampirinya, sedangkan dua anggota lain mengecek alat-alat dan kondisi mobil yang rusak.

"Apa kau baik-baik saja, Ketua?" tanya Talon.

"Seperti yang kau lihat, aku tidak baik-baik saja. Kita beruntung karena berhasil lolos dari serangan brutal yang dilancarkan oleh Galata. Dengan kondisi kita sekarang, kita tidak akan bisa bergerak untuk sementara waktu. Baik aku maupun kalian akan terjebak di tempat ini dalam waktu cukup lama. Sayangnya, kita tidak bisa terus berdiam diri sekarang. Galata tidak akan membiarkan kita menghirup udara bebas."

Talon melirik dua anggotanya di belakang, mengembus napas panjang. "Aku sudah memasang pelindung di sekitar tempat ini. Aku juga sudah mengirim beberapa robot untuk mencari makanan dan minuman untuk kita. Kita bisa aman untuk sementara waktu."

"Kau sebaiknya beristirahat untuk memulihkan kondisimu, Ketua. Aku dan mereka akan menangani mobil dan alat-alat kita yang rusak. Setelah keadaan aman, kita akan segera meneruskan perjalanan menuju Mondeno."

Lorcan mengembus napas panjang, memejamkan mata. Ia mendadak teringat dengan beberapa peristiwa masa lalunya. "Sial, aku tidak menduga jika Galata akan menjadi kuat seperti sekarang. Satu-satunya hal yang aku pikirkan adalah mereka mampu berkomunikasi dengan sosok hitam."

"Sosok hitam?" gumam Talon sembari mengepalkan tangan erat-erat. "Itu terdengar mustahil, Ketua."

"Semua kemustahilan suatu saat akan mendapatkan jawaban. Hanya masalah waktu dan cara untuk mendapatkannya. Kemajuan Galata yang sangat signifikan menguatkan jika ketua mereka sudah mencapai hal itu."

Lorcan berbaring di lantai, mengamati langit-langit bangunan yang berlubang besar. Tetes hujan berjatuhan dari sebagian lubang. Ia bisa melihat petir yang terlukis di langit.

Keadaan benar-benar hening, berbanding dengan kondisi di sekeliling bangunan yang diserang hujan dan angin. Beberapa hewan terlihat berteduh di dahan dan dedaunan. Di waktu yang sama, robot-robot mengumpulkan buah-buahan sekaligus menampung air hujan.

Lorcan memejamkan mata dan kembali tertidur. Tangannya kembali ke bentuk normal. Talon dan kedua rekannya memeriksa sekaligus memperbaiki alat dan kendaraan. Lorcan masih beristirahat di tempatnya. Setelah luka luarnya tertutup, ia kembali tertidur.

Para robot mulai berdatangan, mengumpulkan buah-buahan dan air. Tak lama setelahnya, mereka menyebar ke sekeliling, melakukan penjagaan.

Talon memeriksa layar hologram beberapa menit sekali, mengembus napas panjang. "Aku harus bisa mengantarkan ketua ke Monteno bagaimanapun caranya. Meski dia terlihat kejam dan kadang menyebalkan, tetapi dia adalah orang yang bisa diandalkan.

Aku yakin ketua mampu membangun UltraTech kembali."

Talon dan kedua rekannya mulai merasakan kantuk hingga akhirnya tertidur. Para robot menggantikan tugas mereka memperbaiki kendaraan dan alat-alat. Hujan semakin deras dari waktu ke waktu. Meski angin dingin dan tetes hujan terseret ke dalam bangunan, tetapi mereka tampak tertidur pulas. Keadaan mereka yang selalu dalam bahaya membuat mereka harus tetap terjaga.

Talon bangun beberapa menit kemudian, mengawasi keadaan sekeliling. Ia berjalan ke dekat jendela, mengamati hujan yang tidak kunjung reda.

"Ketua mengatakan jika salah satu anggota Saber sempat meminta untuk bekerja sama. Akan tetapi, ketua menolak sebab orang itu adalah sosok penyusup yang sudah membuat kekacauan di markas. Sampai saat ini, aku belum mendapatkan informasi apa pun lagi mengenai orang itu."

Talon mengamati layar hologram yang menampilkan keadaan bangunan dan hutan. "Galata semakin gencar menangkap anggota yang masih kabur. Anggota dari kelompok lain tidak memiliki kemungkinan menang dan bertahan melawan Galata. Hal yang mereka bisa lakukan adalah bekerja sama."

"Jika tebakanku benar, mereka pasti sedang mencari lokasi aman untuk menetap dan mempersiapkan rencana."

Alarm mendadak berbunyi sehingga Lorcan dan dua anggota lain seketika terbangun. Robot-robot yang berjaga di hutan dan bangunan mengaktifkan mode waspada.

"Galata berada dua puluh kilo meter dari tempat ini, Ketua. Kita harus segera pergi sekarang juga." Talon menghampiri Lorcan, membantunya berdiri.

Lorcan mendengkus kesal. "Kondisiku sudah membaik, tetapi tidak cukup baik jika harus menghadapi Galata."

Lorcan, Talon, dua anggota lain bergegas memasuki mobil, meninggalkan bangunan. Para robot bergerak mengikuti pergerakan mereka.

Di waktu yang sama, Xander masih berada di kamar Alexis. Ia mengawasi anak kecil itu meski pikirannya terus tertuju pada penglihatan yang dirinya dapatkan barusan.

Xander mengamati Axe, menyentuh burung itu. Sayangnya, ia tidak mendapatkan penglihatan apapun lagi. "Burung merpati ini hanya bisa menggunakan kemampuannya sebanyak satu kali. Kemampuannya terbilang luar biasa.”

Xander menemani Alexis bermain sampai anak kecil itu mengantuk dan tertidur pulas di ranjang. Ia meninggalkan ruangan, memeriksa beberapa buku di ruangan kerjanya.

"Simbol itu merujuk pada ... sebuah entitas berbahaya." Xander menyimpan kembali buku-buku ke dalam rak. "Aku sebaiknya bertanya pada Osvaldo Tolliver."

Xander mengunjungi ruangan penciptaan, terdiam saat mendapati ruangan yang tampak kosong. "Ke mana Baba dan yang lain?"

"Mereka pergi untuk melihat keadaan Osvaldo Tolliver, Tuan. Dia mendadak tidak sadarkan diri," ujar Xander.

"Apa?" Xander mengepalkan tangan erat-erat, bergegas menuju perawatan. Ia mendadak merasakan firasat yang buruk. "Setiap kali Osvaldo Tolliver melemah, dia akan mendapatkan penglihatan yang buruk. Aku harap dugaanku salah."

"Bagaimana keadaan Osvaldo sekarang?" tanya Xander saat melihat Gray dan yang lain berkerumun di depan ruangan.

"Dokter masih memeriksa keadaannya sekarang. Asher sedang menemaninya di dalam. Sayangnya, dia masih belum sadarkan diri," jawab Bennet.

Baba menyahut, "Dia mendadak terdiam seperti patung sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Meski kondisi seperti itu sudah beberapa kali terjadi, tetap saja hal itu membuat kami semua panik. Kemampuannya semakin meningkat, tetapi hal itu harus dibayar dengan tekanan yang diterima oleh tubuhnya."

"Hei, aku tidak menyukai situasi ini." Bruce melirik ruangan sekilas, mengembus napas panjang. Padahal kami sedang membahas masa liburan."

"Diamlah, Bruce," ketus Bennet seraya memutar bola mata.

"Liburan." Xander diam sejenak, mengembus napas panjang. "Aku baru saja mendapatkan informasi terkait Draco.”

1
Nathan Grdn
tarik nafas
Nathan Grdn
masa kalah terus jagoan nya,persis di konoha penjagat selalu di depan
MELBOURNE
saksikan terus
jangan lupa juga baca novelku yang lain yaa👍👍
aim pacina
Miguel Mikael dan govin berikan kekuatan khusus thor biar seru karna fisik mereka kuat
Glastor Roy
update ya torrr ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!