NovelToon NovelToon
TAHTA YANG DICURI

TAHTA YANG DICURI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:99
Nilai: 5
Nama Author: Wahidah88

Menceritakan tentang Baskara, seorang cowok yang berencana merebut kembali perusahaan milik mendiang sang ibu.

Setelah sang ayah menikah lagi, perusahaan tersebut kini dikuasai oleh Sarah, ibu tiri Baskara. Tak terima dengan keputusan ayahnya, Baskara pun merencanakan balas dendam. Ia berusaha mendekati Sarah.

Di luar prediksi, Baskara justru terpikat pada Alea, anak yang dibesarkan oleh Sarah. Lantas, bagaimana akhir rencana balas dendam Baskara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahidah88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu di Tempat Kejadian Perkara

Gerbang besi kediaman Mahardika yang menjulang setinggi tiga meter terbuka dengan derit halus yang terdengar seperti rintihan di telinga Baskara. Bagi dunia luar, bangunan megah bergaya modern-classic di hadapannya adalah simbol kejayaan Mahardika Group. Namun bagi Baskara, setiap pilar marmer yang berdiri kokoh di sana hanyalah tanda nisan bagi kebahagiaan ibunya yang dirampas sepuluh tahun lalu.

Baskara turun dari taksi, membawa satu koper perak yang berisi lebih banyak rencana balas dendam daripada pakaian. Ia menatap teras rumah itu dengan mata sedingin es. Ia tidak pulang untuk berekonsiliasi. Ia kembali untuk melakukan infiltrasi.

"Baskara, putraku. Kau akhirnya pulang."

Suara itu melengking lembut, penuh kepalsuan yang sangat dikenal Baskara. Di anak tangga teratas, Sarah berdiri dengan gaun sutra berwarna emerald. Ia merentangkan tangan, seolah hendak memeluk anak tiri yang dulu ia usir secara halus. Sarah, sang parasit yang telah mencuri takhta ibunya, kini tersenyum seolah dia adalah ratu yang murah hati.

Baskara berhenti di anak tangga terakhir, membiarkan tangan Sarah menggantung di udara. Ia menatap wanita itu tanpa emosi, sebuah topeng yang telah ia latih selama bertahun-tahun di London.

"Aku pulang karena permintaan Ayah, Sarah. Bukan untuk sandiwara pelukan keluarga," ucap Baskara datar.

Senyum Sarah sedikit membeku, namun ia segera menguasai diri. Di belakangnya, muncul Baskoro—ayah Baskara—yang berjalan perlahan dengan bantuan tongkat. Wajah pria tua itu tampak berseri melihat putra tunggalnya kembali, tidak menyadari bahwa ia baru saja membuka pintu bagi predator yang akan membedah semua rahasia busuknya.

"Selamat datang di rumah, Nak," ujar Baskoro dengan suara parau. "Rumah ini sangat sepi tanpamu."

"Rumah ini memang selalu sepi, Ayah. Bahkan saat ada orang di dalamnya," sahut Baskara. Kalimat itu adalah serangan pertama yang dilepaskannya, sebuah identitas sebagai "anak yang sudah berubah"—lebih pendiam, lebih penurut, namun mematikan.

Makan Malam yang Beracun

Malam itu, meja makan kayu jati yang panjang dipenuhi dengan hidangan mewah. Suasana terasa sangat kaku hingga suara denting sendok dan garpu terdengar seperti detak bom waktu.

"Baskara sudah banyak berubah, ya, Mas," puji Sarah sambil melirik suaminya. "London sepertinya sudah mendewasakanmu. Kau tidak lagi meledak-ledak seperti sepuluh tahun lalu."

"Aku hanya belajar mana yang berharga untuk diperjuangkan, dan mana yang harus dibuang," jawab Baskara diplomatis. Ia bersikap tenang, membangun fondasi agar mereka percaya bahwa dendamnya telah padam.

Di sudut meja, Baskara menyadari kehadiran seorang gadis yang sedari tadi hanya menunduk. Ia tampak sangat hati-hati, jemarinya meremas serbet di pangkuannya. Gadis itu mengenakan kemeja putih sederhana, tampak sangat kontras dengan kemewahan yang mengelilinginya.

"Baskara, kenalkan. Ini Alea," Sarah memecah keheningan, menunjuk ke arah gadis itu. "Dia asisten pribadiku dan sudah seperti bagian dari keluarga di sini."

Baskara menyipitkan mata. Ia mencatat dalam benaknya: Bidak Pertama. Alea, gadis yang selalu berada di sisi Sarah. Di mata Baskara, Alea adalah target tambahan yang sempurna. Ia berencana memanipulasi gadis ini, berpura-pura menjadi kakak tiri yang perhatian demi mendapatkan akses ke dokumen pribadi yang disembunyikan Sarah di rumah ini.

"Senang bertemu denganmu, Alea," ucap Baskara dengan nada yang sengaja dilembutkan.

Alea sedikit terkejut, ia memberanikan diri mendongak dan menatap mata tajam Baskara untuk pertama kalinya. Ada ketakutan sekaligus rasa ingin tahu yang besar di balik mata gadis itu.

Langkah Awal Sang Hantu

Setelah makan malam berakhir, Baskara berdiri di balkon kamarnya yang lama. Ia mengeluarkan sebuah ponsel kecil dengan jaringan terenkripsi dan menekan satu tombol.

"Reno," ucapnya saat telepon diangkat.

"Kau sudah di dalam?" suara Reno terdengar di seberang sana. "Bagaimana situasinya?"

"Semua berjalan sesuai rencana. Ayah percaya aku sudah berubah, dan Sarah merasa dia masih memegang kendali," Baskara menatap taman bawah, di mana ia melihat bayangan Alea sedang berjalan sendirian menuju paviliun belakang. "Besok, aku akan meminta posisi di divisi audit internal. Aku butuh akses ke data sensitif tanpa memicu kecurigaan."

"Dan gadis itu? Alea?" tanya Reno.

Baskara memperhatikan punggung Alea yang tampak kaku dari kejauhan. "Dia adalah kunci. Aku akan mendekatinya, membuatnya percaya padaku, dan menggunakannya untuk menghancurkan Sarah dari dalam. Baginya, aku akan menjadi kakak tiri yang paling perhatian yang pernah dia miliki."

Baskara menutup telepon. Ia tidak menyadari bahwa di balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka, Alea berdiri di sana, hendak mengantarkan teh hangat sebagai perintah dari Sarah. Alea tidak mendengar percakapan itu, namun ia merasakan aura dingin yang memancar dari pria yang baru saja kembali itu.

Infiltrasi telah dimulai. Baskara kembali bukan untuk pulang, tapi untuk membakar rumah ini hingga ke fondasinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!